PENYIMPANAN DARAH

Darah donor sebelum disimpan untuk diberikan pada resipien harus dibebaskan dari pelbagaimacam penyakit yang mungkin dapat menulari resipien seperti hepatitis B atau C, sifilis, malaria, HIV-1 atau HIV-2, virus human T-cell lymphotropic(HTLV-1 dan HTLV-2). Darah simpan supaya awet dan tidak membeku perlu disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 1o-6oC diberi pengawet.(1,3,5)

Selama penyimpanan, eritrosit akan mengalami serangkaian perubahan-perubahan biokimiawi dan struktural yang akan mempengaruhi viabilitas dan fungsinya setelah transfusi. Perubahan seperti itu dikenal sebagai storage lesion. Kebutuhan energi eritrosit disediakan oleh jalur metabolik glikolitik dan heksosemonofosfat. Produk akhirnya adalah laktat yang akan menurunkan pH dan laju glikolisis dan menurunkan kadar ATP dan 2,3 DPG (6).

Adenosin trifosfat diperlukan untuk mempertahankan viabilitas eritrosit. Apabila kadar ATP intraseluler menurun, terjadi kehilangan lipid membran, membran menjadi kaku, dan bentuknya berubah dari cakram menjadi sferis. ATP juga penting untuk proses fosforilasi glukosa dan mempertahankan pompa Na-K. Kekurangan ATP menyebabkan kalium keluar sel dan natrium masuk sel sehingga fragilitas osmotik dan lisis sel meningkat.(7,8)

Interaksi antara molekul hemoglobin dan 2,3-DPG akan memfasilitasi pelepasan O2 sehingga kurva disosiasi O2 bergeser ke kanan.(11) Deplesi 2,3-DPG menyebabkan kurva disosiasi bergeser ke kiri, sehingga meningkatkan afinitas hemoglobin terhadap terhadap oksigen sehingga oksigenasi jaringan menjadi menurun. (6,9,10)

Setelah transfusi, eritrosit donor yang rusak segera disingkirkan oleh tubuh resipien. Eritrosit yang dapat melewati 24 jam pertama setelah transfusi akan mempunyai kelangsungan hidup yang normal. Kriteria viabilitas yang adekuat dari darah yang disimpan apabila kelangsungan hidup eritrosit sebanyak 70 % setelah 24 jam pasca transfusi. Dengan antikoagulan yang ada saat ini tujuan tersebut dapat dicapai.(4,6)

Selain perubahan pada eritrosit, maka selama penyimpanan darah juga akan terjadi penurunan daya fagositik lekosit (nol setelah hari keempat), penurunan aktivitas trombosit (nol setelah hari kedua), dan kehilangan faktor pembekuan (4 jam untuk fibrinogen dan AHF).(5)

Darah tidak boleh beku, karena darah beku dapat menyebablan hemolisis dan menimbulkan reaksi transfusi hebat.

Ikuti artikel JEVUSKA di Google+Facebook

comments