Defibrilasi dan Kardioversi

Defibrilasi adalah DC shock asinkron. Digunakan pd VF/VT tanpa denyut. Kardioversi adalah DC shock secara sinkron. Digunakan pd AF, VT ada denyut. Umumnya DC shock defibrilator & kardioverter. DC shock adalah kejutan elektrik arus searah, terkontrol pd jantung untuk atasi takiaritmia.

ELEKTRIK DC. SHOCK

  • Manual ( Monofasik ).
  • Otomatis ( Bifasik ) ? mampu analisa & beri saran. Enersi 150 – 175 joule.
  • Arus listrik berbanding lurus energi, berbanding terbalik tahanan transtorakal.
  • Disalurkan melalui dua pedal ( sternal/ anterior & apeks/ posterior ).


Persiapan alat & penderita

  • Mesin DC shock.
  • EKG monitor
  • Jelly Elektrode.
  • Puasa beberapa jam ( kecuali darurat ) agar tdk muntah.
  • Alat/ obat resusitasi.
  • Terapi oksigen.
  • Peralatan suction/ kateter suction.


Kegagalan defibrilasi/ kardioversi

  • Hipoksia yg belum teratasi.
  • Gangguan keseimbangan asam basa.
  • Obat-obatan.
  • Hambatan transtorakal.
  • Posisi pedal tidak tepat.

Kontra indikasi

  • Defibrilasi : tidak ada.
  • Kardioversi :
  • Keracunan digitalis.
  • Hipokalemia.
  • Hipomagnesemia.
  • AF atau atrial flutter dgn AV-blok komplit
  • AF kronis selama 5 tahun atau lebih.
  • Operasi katup baru.

INDIKASI & Tingkat ENERGI

  • VF :100 J, 200 J, 300 J, 360 J.
  • VT : 50 J, 100 J.
  • Atrial Flutter : 25 J – 50 J.
  • Atrial Fibrilasi : 100 – 200 J.
  • SVT : 75 – 100 J.
  • Torsade de Pointes 50 – 200 J.
  • Energi tidak tergatung berat badan, kecuali anak2 2 J/kg.
  • Pasien digitalis , energi 10-50 J.

DOKUMENTASI

  • Fungsi vital sebelum dan sesudah DC shock.
  • Kesadaran.
  • EKG sebelum enersi yang diberikan.
  • Nama yang melakukan DC shock.
  • EKG setelah DC shock.
  • Komplikasi yang timbul.

Ikuti artikel JEVUSKA di Google+Facebook

comments