Pasang Stent di Leher Hindari Stroke

Selama bertahun-tahun, dokter telah memperdebatkan cara terbaik untuk mencegah stroke pada pasien dengan arteri yang tersumbat pada bagian leher. Pada hari Jumat 26/02/2010, sebuah studi menemukan suatu prosedur invasif dimana hasilnya kurang lebih sama dengan prosedur pembedahan. Penelitian yang membandingkan prosedur apa yang lebih baik untuk mencegah stroke, apakah Carotid Endarterectomy (CEA) atau Carotid Artery Stenting (CAS)? Salah satu penelitian terbesar yang sudah dilakukan selama 9 tahun di 117 center Amerika dan Kanada dan melibatkan 2,502 partisipan.

Teknik Stenting untuk hindari stroke

“Kami mampu menangani penyumbatan dan melakukannya dengan sangat aman, apakah kita menggunakan teknik bedah standar atau yang agak lebih baru teknik stenting,” kata Dr Gary Roubin dari Lenox Hill Hospital di New York.

Stenting digunakan untuk menopang dan membuka pembuluh darah tersumbat akibat plak arteri koroner, yang menyebabkan serangan jantung. Baru-baru ini, Stenting telah digunakan untuk membuka sumbatan pada arteri di leher yang mengarah pada stroke, tetapi teknik operasi yang disebut Endarterectomy tetap merupakan gold standar penanganan penyumbatan arteri di leher.

“kita sekarang memiliki dua pilihan yang baik bagi pasien,” kata peneliti Wayne Clark, MD, dari Oregon Health & Science University.

“Prosedur operasi cenderung lebih memberikan manfaat bagi pasien yang lebih tua” kata Dr Andrew Eisenhauer, oz asisten profesor di Harvard Medical School. “Pasien lebih muda cenderung menggunakan prosedur stenting.”

Kini, baik Carotid Endarterectomy atau Stenting, kedua prosedur tersebut sama efektifnya untuk penanganan sumbatan arteri di leher dan mencegah stroke.

Credit:
National Institutes of Health
WebMD
CBSNews

Ikuti artikel JEVUSKA di Google+Facebook

comments