Uang

Susahnya Cari Uang di Internet (Bagian 2) – Pengalaman Blogging

Melanjutkan cerita bagaimana susahnya cari uang lewat internet yang saya posting hampir 2 tahun lalu. Cara cari uang lewat internet pada postingan itu, sampai sekarang masih saja dipake. Program Pay Per Click (PPC), Paid to Review, Jual-Beli link domain ber-PR (PageRank), jual Balance PayPal, broker link, program afiliasi, program CPM, online shop, online weblog service, jasa SEO (konsultan) dan Paid to Surf adalah beberapa program yang ditawarkan oleh dunia maya untuk mencari duit, entah itu dollar atau rupiah. Saya pribadi sudah mengikuti semua jenis program yang saya sebutkan tersebut, ada yang berhasil dan ada yang tidak.

Program Pay per click (PPC)

Google AdSense
Banyak situs yang menawarkan program seperti ini, salah satu yang terbesar adalah Google AdSense. Google Ads dengan PPC sampai detik hari ini masih dipakai sebagai sarana cari uang paling efektif. Apalagi metode pembayarannya sudah bisa langsung diterima setiap bulannya lewat Western Union, jika balance earning kamu sudah mencapai $100, tanpa potongan sedikit-pun. Lalu susahnya dimana? Situs berbahasa Indonesia belum bisa dipasangi iklan Google AdSense (hanya search box), dan hal ini jelas akan sedikit menyulitkan untuk menambah penghasilan tanpa iklan ad unit yang muncul. Kurs dollar WU tidak mengikuti kurs bank secara internasional, Western Union punya kurs tersendiri. Cara melihat konversi kurs dollar terhadap rupiah untuk Westren Union bisa dilihat dengan meng-konversi mata uang dengan tool WU yang beralamat di http://payments.westernunion.com/currency-converter/.

Update
Situs bahasa Indonesia sudah bisa dipasangi iklan Google Adsense. (Lihat Bahasa yang didukung AdSense)

PPC Indonesia
Nah.. awalnya saya menanggapi positif terhadap situs-situs PPC yang menawarkan advertiser dan publisher Indonesia untuk bisa memasang iklan di situs berbahasa Indonesia, apalagi situs jasa PPC tersebut yang punya orang Indonesia sendiri, hampir semua PPC lokal saya pernah ikuti (untuk melihat kinerja-nya), hasilnya ada yang scam dan ada yang tidak.

“Susahnya apa om Jev?”. Saya kasih contoh 2 kasus saja yah:

Kasus 1
Saya punya situs dengan trafik 20.000 unique visitor perhari rata-rata yang saya daftarkan sebagai publisher di salah satu PPC Indonesia. Awalnya balance earning pertama lancar, walaupun sepertinya ada earning yang tidak dihitung (hal ini biasa dalam program PPC), tapi kok masuk bulan ke dua dan seterusnya, walaupun trafik saya konstan, earning kok semakin turun. Impresi sampai 30.000 dalam pengukur statistik hostingan, yang klik cuma 2 dalam statistik akun publisher saya! Saya malah berpikir paranoid pada PPC lokal, “sama-sama nyari duit kok nipu yah” :)

Kasus 2
Saya punya situs yang di-integrasikan dengan skrip Auto Generated Content (AGC), postingan yang saya lakukan hampir tiap hari untuk mengimbangi kinerja skrip AGC, trafik? Wow!. Rata-rata aturan dalam situs PPC tidak menyertakan aturan mengenai content seperti ini, walaupun awalnya earning tetap dihitung dan dibayarkan, situs saya akhirnya harus ditendang alias di-nonaktifkan sebagai publisher. Penempatan iklan pun saya ubah agar tidak pada halaman skrip AGC, tetapi tetap saja zone iklan tidak dapat diterima! Walaupun banyak jenis situs yang sama bertebaran tapi kok aman-aman aja. Iklan yang mucul juga tidak relevan dengan koten/tidak kontekstual. Saya minta konfirmasi kepada sang pemilik situs PPC untuk meminta penjelasan via email, dibalas pake email melalui Blackberry, katanya lagi dijalan… duh! Support kok via Blackberry :) Saya minta penjelasan lagi via email, tidak dibalas!.

Akhirnya saya sama sekali tidak pake PPC lokal. Bagi saya, kepercayaaan dan support yang bagus adalah utama jika kita menjual sesuatu terutama di bisnis online seperti PPC, dan itu yang tidak dimiliki kebanyakan situs penyedia program PPC.

PPC & blog Auto Generate Content

Main PPC erat kaitannya dengan trafik pengunjung, karena kita mengharapkan pengunjung meng-klik iklan yang tampil dalam situs kita. Semakin banyak pengunjung/trafik, semakin banyak yang klik, peluang mendapatkan receh akan semakin besar, semua berbanding lurus. Cara mencari trafik sebanyak-banyak ada berbagai macam, salah satunya adalah membuat situs dengan menggunakan skrip AGC. Susahnya apa? Nggak mudah membuat situs dengan penambahan modifikasi skrip auto konten, perlu waktu dan kesabaran juga untuk mendapatkan trafik, belum lagi orang yang berkoar-koar lewat postingan blog personal mereka, form komentar atau email, yang sok idealis dan cari muka dengan menyudutkan blog auto konten, apalagi menampakkan dan menjelek-jelekkan alamat blog sang empunya blog AGC tanpa tahu makna dari auto konten.

“Orang nyari rejeki kok dihambat? kita nggak ambil duit ente kok!”, kata tukang becak yang mulai belajar nyari duit lewat internet :)

Susah bukan cari uang di internet?! :)

19 thoughts on “Susahnya Cari Uang di Internet (Bagian 2) – Pengalaman Blogging”

  1. Cari duit butuh kerja keras, AGC juga butuh kerja keras, saya sampe lupa makan dan mandi gara2 ngoprek AGC namun akhirnya berhasil, thanks om Jev :D

  2. Wah…. wah…wah..

    Suhunya aja susah cari duit , bagaimana muridnya

    Bagaimana bang Jev

    Anzar Djais / mantan muridnya bang Jev

    1. @poer:hehehehe… wah mbahnya STT2 sempat2nya mampir. Dari semua temen2 blogger yang mampir ke sini dan belajar bikin agc, rata-rata mereka berhasil melakukannya, dan itu tidak dengan jalan yang mudah, error, pusing, putar2 logika dll. Makasih mas atas support dan plugin dahsyatnya :)

  3. cocoq aq, karena keberhasilan itu hanya bagi orang yang selalu berusaha
    tul ga? tul dong ^_^
    mo di banned kek,diendang kek, maju terusss
    mau cari uang lewat internet? ikut aja program ptc, dan neobux adlah pogram ptc terbaik hingga saat ini,kw mau ikuti link di bawah ini
    h**p://tinyurl.com/2b7bb8m

  4. belum lagi orang yang berkoar-koar lewat postingan blog personal mereka, form komentar atau email, yang sok idealis dan cari muka dengan menyudutkan blog auto konten, apalagi menampakkan dan menjelek-jelekkan alamat blog sang empunya blog AGC tanpa tahu makna dari auto konten.

    hehehe… memang gitu yang terjadi, entah karena iri atau sok atau memang baik hati dan golongan lurus :D, lalu apa pemakai AGC adalah golongan sesat :))?

  5. he he , wah iya juga sih , tapi yang penting go head aja deh , DI tendang , di banned , gak dibayar , dll ya itu resiko saja , yang penting mah lanjut saja , yang comment web auto content karena mereka Belum bisa buat auto konten di webnya , kalo mereka bisa pasti udah pasang AGC min di satu domainnya ,

  6. iya nich… semakin hari semakin susah aja… hiks.. kalo terus-terusan kayak gini (layanan PPC lokal) mending bubar aja dech… :D :D

Tinggalkan Komentar