Genogram 3 Generasi

Asuhan Kebidanan Keluarga Tn “x” (Contoh ASKEB)

Masa nifas adalah bagian dari proses persalinan dimana wanita akan memulai hidupnya sebagai ibu. Follow up terhadap wanita yang sudah melalui persalinan harus terus dilakukan demi kesejahteraan sang ibu dan bayi yang dilahirkan, tentunya tindak lanjut tersebut melibatkan peran serta keluarga. Masa nifas dilakukan dengan mempertimbangkan banyaknya angka kematian ibu pada fase masa nifas. Di sinilah peran asuhan kebidanan yang optimal diterapkan. Pemahaman dan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sangat diperlukan untuk memberi asuhan kebidanan yang optimal.

Berikut ini adalah salah satu contoh laporan ASKEB
Asuhan Kebidanan untuk Keluarga By Mina:

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS KELUARGA TN “X”asuhan kebidanan keluarga
DUSUN “X”
KEC. “X”

TANGGAL dd mm yyyy

I. PENGKAJIAN DATA
A. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA

1. STRUKTUR KELUARGA
Nama : Tn. X
Umur: 20 Tahun
Suku: X
Agama: X
Pendidikan: X

Pekerjaan: Petani
Penghasilan :Rp 300.000,-
Perkawinan Keberapa:I
Lamanya menikah :4 Tahun
Alamat:Dusun X

Daftar Anggota Keluarga
daftar anggota keluarga

Genogram 3 Generasi
Genogram 3 Generasi

Keterangan:

Simbol Kotak : Laki-laki
Simbol Lingkaran : Perempuan
— : Serumah
+ : Meninggal

2. SIFAT KELUARGA
1. Tipe Keluarga
Merupakan keluarga yang terdiri dari anak, istri, dan mertua. Yang paling dominan dalam pengambilan keputusan adalah suami.
2. Hubungan dengan anggota keluarga cukup harmonis

3. KEGIATAN SEHARI-HARI

– Kebiasaan makan keluarga sehari-hari cukup baik, dengan makanan pokok berupa nasi serta komposisi makanan meliputi lauk-pauk, sayur dan kadang-kadang tersedia buah-buahan dengan frekuensi 3x sehari, kondisi fisik keluarga cukup baik.
– Kebiasaan istirahat / tidur siang hari tidak teratur, malam hari tidur sekitar pukul 21.00 – 22.00 bangun pukul 05.00
– Kebiasaan rekreasi jarang dilakukan, biasanya waktu luang keluarga dihabiskan dengan menonton TV
– Kebersihan diri (Personal Hygiene) anggota keluarga cukup baik, mandi 3x sehari memakai sabun dan menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi.

B. FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA
1) Penghasilan
a. Pekerjaan Kepala Keluarga adalah Petani
b. Penghasilan Rp 300.000,-/bulan
c. Penghasilan keluarga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
d. Simpanan keluarga disimpan oleh Ny. Marlia di lemari

2) Suku dan Agama
Bapak Kadir dan keluarga berasal dari Gowa. keluarga cukup taat dalam melaksanakan ajaran agama Islam yang dianutnya.

3) Peran Anggota Keluarga
– Ayah sebagai pencari nafkah
– Ibu mengatur urusan rumah tangga

4) Hubungan Keluarga Dengan Masyarakat
Hubungan keluarga dengan masyarakat sekitar cukup baik.

C. FAKTOR LINGKUNGAN
1. Rumah

Gambar Denah Rumah
Gambar Denah Rumah Keluarga

– Ventilasi rumah cukup, pertukaran udara keluar masuk cukup baik
– Ruang dalam rumah cukup mendapat sinar matahari
– Pengaturan perabot dalam rumah cukup baik, hanya agak kotor ( jarang dibersihkan)
– Keluarga mempunyai kamar mandi sendiri

2. Sumber Air Bersih

Sumber Air Bersih keluarga adalah sumur bor, air jernih dan tidak berbau.
Keluarga minum air yang sudah dimasak

3. Tempat Pembuangan
– Keluarga memiliki WC model leher angsa
– Keluarga membuang sampah pada lobang galian
– SPAL keluarga adalah terbuka sehingga airnya terpakai kemana-mana
– Lingkungan rumah cukup baik, hanya tidak ada pemanfaatan pekarangan, jarak rumah dengan tetangga sekitar 1-2 meter dan cukup aman dari gangguan kejahatan.

4. Fasilitas Hiburan
Keluarga memilikiTV 20 inchi sebagai sarana hiburan dan sumber informasi bagi keluarga.

5. Fasilitas Sosial Dan Kesehatan Yang Ada
Lingkungan sosial keluarga cukup ramah dan tersedia fasilitas sosial yang tidak jauh dari rumah yaitu mesjid, sarana kesehatan pun tidak jauh dari rumah yaitu posyandu namun transportasi kurang lancar.

D. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat kesehatan keluarga umumnya cukup baik. Bapak sehat, merokok, dan jarang sakit. Kondisi istri, mertua dan anak baik. Anak jarang ditimbang dengan alas an ibu malas ke Puskesmas.

2. Keluarga Berencana
Keluarga merupakan PUS dan istri merupakan akseptor KB yang menggunakan metode kontrasepsi suntikan 3 bulan selama 2 tahun atas kesadaran keluarga sendiri dan sejak penggunaan KB, ibu tidak pernah mendapat haid.

E. PENGKAJIAN / PEMERIKSAAN FISIK

Sehubungan dengan riwayat kesehatan keluarga, dilakukan pemeriksaan fisik anggota keluarga, dengan hasil :

– Bapak : TD : 120/70 mmHg BB : 60 Kg
N : 86 x/i TB : 165 cm
S : 36,6oC

– Istri: TD : 120/80 mmHg BB : 54 Kg
N : 80 x/i TB : 158 cm
S : 36,5oC

– Mertua (Pr.) TD : 140/100 mmHg BB : 47 Kg

N : 84 x/i TB : 153 cm
S : 36,4oC

F. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Status Emosi
Tingakat emosi keluarga cukup baik, bila ada masalah umumnya dibicarakan secara musyawarah.

2. Pola Interaksi / Komunikasi
Pola Interaksi keluarga cukup baik dan bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Makassar.

3. Pola Pertahanan Dalam keluarga
Sebagai Kepala Keluarga, suami disegani oleh istri dan anaknya.

G. PENGKAJIAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG TUMBUH KEMBANG DAN KESEHATAN
Keluarga menyadari bahwa bila kita kekurangan gizi maka akan mudah terserang penyakit, maka setiap orang harus mengkonsumsi makanan dan istirahat yang cukup.

H. HARAPAN KELUARGA TERHADAP BIDAN
Keluarga berharap tenaga kesehatan dapat membantu mengatasi masalah kesehatan dan lebih banyak memberikan motivasi serta mendukung perkembangan masyarakat.

II. KLASIFIKASI DATA DASAR

No.

Data

Analisa

Data

1.

DS : Ibu mengatakan sudah 2 tahun
menggunakan     suntikan 3 bulan dan

belum pernah mendapat haid selama menggunakan KB.

DO : Ibu merupakan / memiliki
kartu akseptor KB sejak mm yyyy.

Ibu tidak mengetahui efek samping
dari KB suntikan 3 bulan dan Amenorhea merupakan salah satu efek samping yang
sering terjadi pada penggunaan KB suntikan 3 bulan.

2.

DS : Ibu mengatakan SPAL nya
terbuka

DO : Tampak genangan air limbah
di belakang rumah keluarga

Kurangnya pengetahuan keluarga
tentang Kesehatan Lingkungan.

PERUMUSAN MASALAH

A. Ketidaktahuan Ibu tentang efek samping penggunaan alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

No.

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

1.

Sifat Masalah

2/3

x 1

2/3

Ibu tidak mengetahui efek samping
suntikan KB 3 bulan

2.

Kemungkinan masalah untuk diubah

2/2
x2

2

Keluarga dapat menerima
penjelasan yang diberikan

3.

Potensi Pencegahan

3/3
x 1

1

Adanya keinginan ibu untuk
memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan

4.

Penonjolan Masalah

2/2
x 1

1

Masalah harus segera ditangani

 

 

 

4 2/3

 

B. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang Kesehatan Lingkungan

No.

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

1.

Sifat Masalah

3/3

x 1

1

Kurangnya pengetahuan keluarga
tentang Kesehatan Lingkungan

 

2.

Kemungkinan masalah untuk diubah

1/2
x2

1

Kemungkinan Keluarga dapat
membuat SPAL tertutup

3.

Potensi Pencegahan

1/3
x 1

1/3

Adanya keinginan keluarga untuk

memperbaiki kesehatan lingkungan

4.

Penonjolan Masalah

0/2

x 1

0

Masalah tidak dirasakan

 

 

 

2 1/3

 

III. PRIORITAS MASALAH

Berdasarkan hasil perumusan masalah, maka urutan prioritas masalah Kebidanan dan Kesehatan keluarga diprioritaskan sbb :

1. Masalah amenorhea yang dirasakan selama 2 tahun sejak penggunaan kontrasepsi suntikan 3 bulan

2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan

IV. INTERVENSI

1. Masalah amenorhea yang dirasakan selama 2 tahun sejak penggunaan kontrasepsi suntikan 3 bulan

DS : Ibu mengatakan belum pernah mendapat haid sejak menjadi akseptor KB suntikan 3 bulan.

DO : Ibu merupakan akseptor KB suntikan 3 bulan dan tanggal anjuran untuk kembali adalah tanggal dd mm yyy.

Tujuan :

- Ibu mengetahui efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan dan cara mengatasi efek sampingnya.

- Masalah Amenorhea ibu dapat teriatasi

Kriteria :

a. Berikan penjelasan pada ibu tentangefek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

Rasional : Agar Ibu mengetahui efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

b. Anjurkan Ibu untuk mengeluhkan masalahnya pada petugas kesehatan tentang efek samping yang dialaminya.

Rasional : Agar Ibu segera mendapat pertolongan, dan masalah Amenorhea Ibu dapat segera teratasi.

2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan

DS : Ibu mengatakan SPAL nya terbuka

DO : Tampak genangan air di belakang rumah

Tujuan :

Agar keluarga mengerti dampak lingkungan yang tidak bersih terrhadap kesehatan

Kriteria :

a. Beri penjelasan kesehatan pada keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan

Rasional : Dengan memberi penjelasan pada keluarga, makakeluarga akan menyadari dan menjaga kebersihan lingkungan.

b. Anjurkan pada keluarga untuk membuat SPAL yang tertutup.

Rasional : Air limbah yang berserakan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

V. IMPLEMENTASI

Tanggal dd mm yy jam jj.ss

- Memberi penjelasan pada ibu tentang efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan dan menganjurkan ibu untuk menghubungi petugas kesehatan agar masalah amenorrhea segera teratasi.

- Memberi penjelasan pada keluarga tentang pentingnya kesehatan lingkungan dan menganjurkan keluarga untuk membuat SPAL tertutup.

VI. EVALUASI

Tanggal dd mm yy jam jj.ss

1. Ibu telah mengerti tentang efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

2. Keluarga bersedia melakukan anjuran yang diberikan untuk membuat SPAL tertutup.


 Google

One thought on “Asuhan Kebidanan Keluarga Tn “x” (Contoh ASKEB)”

Tinggalkan Komentar