Konsep Dokumentasi Kebidanan

KONSEP DOKUMENTASI KEBIDANAN

GemelliA. Beberapa pengertian dokumentasi antara lain :
1. Dokumen dalam bahasa Inggris “document” berarti satu natau lebih lembar kertas resmi ( Official) dengan tulisan diatasnya
2. Menurut suryono trino ( 1987)
Dokumentasi berasal dari kata dokument yang berarti pustaka, baik ber bentu tulisan maupun bentuk rekaman lainnya seperti pita suara / cassette, vidio film, gambar atau foto
3. Menurut DepKes RI (1995)
Dokumentasi adalah suatu proses pencatatan, penyimpanan informasi atau fakta yang bermakna dalam pelaksanaan kegiatan

B. Tujuan Dokumentasi
1. Sebagai sarana komunikasi melalui tulisan yang bersifat permanen , komunikatif, teliti, dan lengkap yang berguana untuk :
a. Mengurangi kesalahan dan meningkatkan ketelitian dalam asuhan kebidanan
b. Keefektifan waktu sehingga tidak ada tumpang tindih tugas
2. Sebagai mekanis mempertanggung jawabkan kwalitas dan kebenaran asuhan
3. Sebagai metode pengumpulan data nyang dibuat secara kronologis pengkajian
4. Sebagai saran pelayanan kebidanan
5. Audit untuk memantau kwalitas pelayanan yang diterima klien ( sesuai saran evaluasi utuk klien terhadap asuhan yang dilaksanakan
6. Sebagai sarana untuk meningkatkan disiplin ilmu dalam Tim pelayanan kesehatan ( Metode Pengembangan IPTEK )

C. Manfaat Dokumentasi Kebidanan
1. Sebagai dokumen yang sah
2. Sebagai sarana komunikasi antara tenaga kesehatan
3. Sebagai dokumen yang berharga untuk mengikuti perkembangan dan evaluasi pasien
4. Sebagai sumber data yang penting untuk penelitian dan pendidikan
5. Sebagai sarana bagi bidan dalam peranannya sebagai pembela (advocate)

D. Syarat – syarat Keterampillan menulis dokumentasi:

1. Susunan kalimat yang mengandung subjek dan predikat
2. Mengikuti tata bahasa yang ditetapkan
3. Komposisi penggunaan kutipan bukan suatu kesimpulan bidan tetapi hasil percakapan dengan klien
4. Ada dan sesuai dengan kondisi klien
5. Menggunakan catatan tindakan menggunakan kalimat aktif bukan pasif, misalnya mengukur TFU
6. Menggunakan ejaan yang benar
7. Catatan ringkasan istilah simbol atau kode yang sifatnya umum dan dimengerti oleh tim kesehatan
8. Hindari pencatatan yang sifatnya umum

E. Pedoman Untuk Pencatatan Legal
1. Jangan menghapus menggunakan tipe-x atau mencoret tulisan yang salah ketika mencatat, karena gambaran akan nmerusak catatan. Yang benar adalah dengan membuat garis pada tulisan yang salah ,lalu diparaf kemudian tulis catatan yang benar
2. Jangan menulis komentar yang bersifat mengkritik klien atau tentang kesehatan yang lain karena pernyataan tersebut dapat digunakan sebagai bukti prilaku yang tidak profesional atau asuhan yang tidak bermutu . Tulisan hanya uraian objektif tentang prilaku klien dan tindakan yang dilakukan oleh gtenaga kesehatan lainnya
3. Koreksi semua kesalahan segera mungkin karena kesalahan menulis dapat diikuti dengan kesalahan tindakan. Jadi jangan tergesa-gesa melengkapi catatan, pas tikan informasi akurat
4. Catatan hanya fakta, catatan harus akurat dan dapat dipercaya pasti apa jyang ditulis adalah fakta jangan berspekulasi atau menulis perkiraan saja
5. Jangan biarkan bagian yang kosong pada catatan bidan, karena orang lain bisa menambahkan informasi yang tidak benar pada bagian yang kosong tersebut
6. Semua catatan harus dibaca, ditulis dengan tinta. Bila tulisan sulit dibaca akan timbul suatu kesalahan penafsiran dan dapat dituntut secara hukum . Bila ditulis dengan pinsil tulisan dapat dihapus atau diganti, maka sebaiknya menggunakan tinta
7. Jika ada instruksi atau pesan dokter / tim, sebelum dilakukan tindakan diklarifikasi dulu catat dengan hasilnya
8. Untuk diri sendiri bukan untuk orang lain
9. Hindari tulisan yang bersifat umum, tulisan harus lengkap, singkat dan padat
10. Membuat dokumentasi dimulai dengan waktu dan diakhiri dengan tanda tangan, nama jelas

Article by: Anonim

Ikuti artikel JEVUSKA di Google+Facebook

comments