Gene therapy untuk penyakit Parkinson

Orang Tua - Usia LanjutMengobati penyakit Parkinson dengan terapi gen telah terbukti berhasil dalam uji klinis untuk pertama kalinya, kata peneliti AS. Penyakit ini menyebabkan gerak motorik tidak terkendali, gemetar, kekakuan dan gerakan lambat sebagai bagian dari otak mati.

Penelitian kecil dalam The Lancet Neurology menggunakan virus untuk menambahkan gen ke sel otak, yang mengakibatkan gejala berkurang dari setengah pasien. Parkinson’s UK sangat menyambut penelitian ini, tetapi mereka mengatakan penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Penyakit ini mempengaruhi 120.000 orang di Inggris, terutama di-atas 50 tahun.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit Parkinson ini, walaupun obat-obatan dan stimulasi otak mendalam telah menunjukkan pengurangan gejala.

Gene therapy (Terapi Gen)
Pada pasien dengan Parkinson, terjadi penunrunan tingkat bahan kimia yaitu GABA yang terletak di bagian otak yang dikenal sebagai nukleus subtalamikus. Para peneliti menciptakan sebuah virus yang “menginfeksi” sel dengan gen untuk meningkatkan produksi GABA (Gamma aminobutyric acid).

Dalam percobaan terhadap 22 pasien, virus disuntikkan ke otak mereka, sementara 23 pasien dilakukan “sham surgery”, untuk membuat mereka berpikir bahwa mereka telah disuntikkan virus, fungsi motor mereka kemudian dipantau selama enam bulan.

Pasien yang telah dilakukan terapi gen menunjukkan peningkatan 23,1% pada tingkat motorik mereka, sementara yang dilakukan dengan “sham surgery” meningkat sebesar 12,7%. Profesor Nicholas Mazarakis, yang merupakan spesialis dalam gene therapy di Imperial College London, mengatakan kepada BBC suatu hasil yang positif adalah “sangat menggembirakan.”

Dia menambahkan: “Hasil ini harus diambil meskipun dengan beberapa kehati-hatian, karena merupakan peningkatan yang walapun agak kecil, hanya 10,4%, dalam skala skor klinis motorik antara pasien yang menerima terapi gen dan kelompok plasebo.”

Ada keprihatinan tentang keamanan terapi gen. Pada tahun 1999, Jesse Gelsinger meninggal selama uji coba di AS dan ada kasus leukemia setelah perawatan di Perancis. Para penulis mengatakan prosedur ini aman.

Dr Michelle Gardner, manajer penelitian pengembangan Parkinson di Inggris, mengatakan: “Penelitian terapi gen ini menunjukkan janji untuk kondisi saraf seperti Parkinson, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan. “Kami masih belum tahu untuk berapa lama manfaat pengobatan ini berakhir, atau apakah mungkin ada masalah jangka panjang karena virus dimasukkan ke otak.”

Ikuti artikel JEVUSKA di Google+Facebook

comments