Plasenta

Patofisiologi Retensio Plasenta

Retensio Plasenta adalah di mana semua atau bagian dari plasenta atau membran tertinggal di bagian dalam rahim pada tahap trimeseter ke tiga kehamilan setelah bayi dilahirkan yang melebihi waktu setengah jam. Bagian plasenta umumnya adalah lobus suksinat plasenta, yang menjadi bagian penting dalam pemeriksaan menyeluruh plasenta setelah persalinan.

Ada beberapa kemungkinan patofisiologi retensio plasenta seperti akibat gagalnya rahim berkontraksi sehingga terjadi kegagalan pemisahan plasenta dari dinding rahim misalnya karena adanya fibroid atau scar. Patofisiologi retensio plasenta ini juga bisa berarti plasenta telah terpisah akan tetapi masih tertinggal akibat ketegangan tali plasenta atau leher rahim yang tertutup.

Retensio plasenta adalah penyebab umum pada postpartum hemoragik (perdarahan postpartum).

Tatalaksana penanganan retensio plasenta
Tatalaksana penanganan retensio plasenta

Published by

Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Code is my cookies. ~ Jev
Before you read or leave a comment, please take a couple minutes to read our Copyright & Disclaimer notice.

Tinggalkan Komentar