DIARE : pengertian dan jenis diare (mencret)

Pengertian Diare
Diare adalah kondisi dimana buang air besar terjadi lebih sering yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi feses yang cair. Pengertian kata diare (mencret/diarrhea/diarrhoea) berasal dari bahasa yunani yaitu “dia” artinya membuang dan “rheo” artinya mengalir. Pada saat diare, terjadi peningkatan dari gerakan (motilitas) usus, malabsorpsi air di usus besar dan pelepasan sejumlah besar sekresi inflamasi atau transudat. Diare menyebabkan kehilangan cairan, dan mungkin mengancam nyawa, terutama pada anak-anak dan orang-orang yang kekurangan gizi atau memiliki gangguan kekebalan.

Anak diare-mencret di toiletBanyak orang akan mengalami diare sekali atau dua kali setiap tahun. Ini biasanya berlangsung dua sampai tiga hari dan dapat diobati dengan obat-obatan. Dalam kebanyakan kasus, diare adalah gejala akut atau kronis dari kolitis enteritis yang dapat disebabkan oleh berbagai organisme bakteri, virus dan parasit. Diare juga dapat terjadi dari infeksi menular melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi, atau dari orang ke orang sebagai akibat dari kebersihan atau hygiene yang buruk.

Pada tahun 2009, angka kematian dari orang yang menderita diare diperkirakan mencapai 1,1 juta dengan usia 5 tahun dan lebih. Sementara 1,5 juta kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Solusi penanganan diare dengan memberikan oralit yang menjadi pengobatan pilihan diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak pada 25 tahun terakhir, dan dalam kasus dimana oralit tidak tersedia, oralit buatan sendiri juga sering digunakan.

Jenis Diare berdasarkan tanda klinis
Menurut WHO, berdasarkan tanda klinisnya, diare dibagi dalam 3 jenis yaitu:

  • Diare akut yang berlangsung dalam beberapa jam atau hari, misalnya pada penyakit kolera.
  • Diare berdarah akut biasa juga disebut disentri.
  • Diare persisten yang berlangsung selama 14 hari atau bahkan lebih lama.

Jenis diare (mencret) berdasarkan penyebab
Jenis-jenis diare ini ditentukan dari penyebab diare itu sendiri, yaitu:

  • Diare infeksi akibat dari disentri, salmonellosis, penyakit gizi, penyakit virus (virus diare), amoebiasis, dll
  • Diare gizi kemungkinan pada pola makan yang salah atau jika Anda alergi terhadap makanan tertentu.
  • Diare dispepsia terjadi pada kesalahan dalam pencernaan makanan akibat dari kurangnya sekresi di lambung, pankreas, hati dan usus kecil tidak memadai dalam mengalokasikan enzim tertentu.
  • Diare keracunan berkaitan dengan uremia, keracunan merkuri, arsenik.
  • Diare obat-obatan karena terjadi kematian flora normal usus.
  • Diare neurogenik ditemukan pada gangguan regulasi saraf dari aktivitas motorik usus, misalnya, diare terjadi di bawah pengaruh kegembiraan atau ketakutan.
  • Diare berat dan lama terjadi pada pasien dengan kekurangan gizi yang berat dan kronis, kekurangan vitamin, ditandai perubahan organ dalam.

Tinggalkan Komentar