Apa arti edema ?

Edema adalah istilah medis untuk retensi cairan dalam tubuh. Penumpukan atau akumulasi cairan menyebabkan jaringan yang terkena menjadi bengkak. Pembengkakan adalah akibat dari akumulasi kelebihan cairan di bawah kulit di ruang dalam jaringan. Pembengkakan tersebut dapat terjadi di salah satu bagian tubuh tertentu, contohnya edema karena cedera, gagal jantung atau gagal ginjal. Edema paling sering terjadi pada kaki, yang disebut sebagai edema perifer.

Edema KakiOrgan tubuh memiliki ruang interstitial sebagai tempat akumulasi cairan. Akumulasi cairan dalam ruang interstitial (alveoli) di paru-paru terjadi pada gangguan yang disebut edema paru. Selain itu, kelebihan cairan kadang-kadang terakumulasi di ruang ketiga, yang meliputi rongga dalam perut atau peritoneal yang disebut ascites atau di rongga pleura disebut efusi pleura. Edema anasarka mengacu pada akumulasi cairan yang parah dan luas di semua jaringan dan rongga tubuh pada saat yang sama.

Edema sering merupakan gejala dari kondisi kesehatan yang mendasarinya. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi atau pengobatan sebagai berikut:

  • kehamilan
  • penyakit ginjal
  • gagal jantung
  • penyakit paru kronis
  • penyakit tiroid
  • penyakit hati
  • malnutrisi
  • obat-obatan, seperti kortikosteroid atau obat untuk tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • pil kontrasepsi

Edema yang terjadi di kaki dapat disebabkan oleh:

  • gumpalan darah
  • pembengkakan dan pembesaran vena
  • adanya pertumbuhan atau kista

Edema juga dapat kadang-kadang terjadi sebagai akibat dari:

  • tidak bergerak untuk waktu yang lama
  • cuaca panas
  • paparan ketinggian
  • luka bakar pada kulit

Pitting edema dan non-pitting edema
Pitting edema dapat ditunjukkan dengan memberikan tekanan dengan jari pada kulit di daerah yang bengkak dan berlangsung selama beberapa waktu setelah dilepasnya tekanan. Segala bentuk dari tekanan, seperti kaus kaki, dapat menginduksi pitting edema.

Non-pitting edema biasanya mempengaruhi kaki atau lengan, tekanan yang diterapkan pada kulit tidak menghasilkan lekukan persisten. Non-pitting edema dapat terjadi pada gangguan tertentu dari sistem limfatik seperti lymphoedema, yang merupakan gangguan sirkulasi limfatik yang mungkin terjadi setelah mastektomi, operasi kelenjar getah bening, atau kogenital. Penyebab lain dari non-pitting edema dari kaki disebut pretibial miksedema, yang merupakan pembengkakan di tulang kering yang terjadi pada beberapa pasien dengan hipertiroidisme. Non-pitting edema dari kaki sulit untuk diobati. Obat diuretik biasanya tidak efektif, meskipun kaki ditinggikan secara berkala selama beberapa hari. Perangkat tekan dapat mengurangi pembengkakan.

Pengobatan edema
Edema biasanya dapat hilang ketika kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan dapat didiagnosa dan diobati.

Anda mungkin bisa melakukan sendiri untuk mengurangi retensi cairan, seperti:

  • menurunkan berat badan (jika Anda kelebihan berat badan)
  • olahraga teratur, seperti jalan kaki, berenang dan bersepeda
  • menaikan kaki sekitar tiga sampai empat kali sehari untuk meningkatkan sirkulasi Anda
  • menghindari berdiri dalam jangka waktu yang lama

Pemberian diuretik
Diuretik adalah jenis obat yang juga dapat diresepkan untuk membantu dalam mengurangi akumulasi cairan. Cara kerja diuretik dengan meningkatkan jumlah urin yang dikeluarkan. Tidak semua orang dapat menggunakan diuretik dan dalam beberapa kasus dapat membuat hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya orang yang terkena edema akibat dari gagal jantung.

Ikuti artikel JEVUSKA di Google+Facebook

comments