Trakeostomi dini tidak ada manfaat bagi pasien

Trakeostomi dalam 4 hari pertama setelah masuk rumah sakit sangat sering dilakukan untuk pasien sakit kritis yang mengalami kesulitan bernapas. Dokter sering melihat potensi manfaat dengan trakeostomi dini untuk pasien diharapkan ventilasi mekanis berkepanjangan, termasuk mengurangi sedasi, meningkatkan kenyamanan, dan lebih cepat penyapihan dari ventilator. Namun, bukti untuk penggunaan trakeostomi dini masih kurang.

Latihan TrakeostomiSekarang, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi Mei 22/29 JAMA menunjukkan bahwa trakeostomi dini tidak memiliki manfaat kelangsungan hidup dan menunggu setidaknya 10 hari, prosedur bisa dihindari sama sekali di sekitar sepertiga dari pasien.

Duncan Young, DM, dari Rumah Sakit John Radcliffe, Oxford, Inggris, dan rekannya membandingkan trakeostomi dini dan akhir dari 909 pasien dewasa di 72 rumah sakit di Inggris antara 2004 dan 2011. Pasien secara acak menerima trakeostomi awal dalam waktu 4 hari atau trakeostomi setelah 10 hari jika prosedur itu masih dianggap perlu. Angka kematian jangka pendek dan jangka panjang yang hampir identik untuk kedua kelompok.

Selain itu, dengan menunggu, banyak pasien kelompok akhir mampu menghindari prosedur trakeostomi seluruhnya, begitu juga tidak ada perbedaan dalam lama rawat inap di rumah sakit antara kedua kelompok penerima trakeostomi.

“Tidak hanya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam mortalitas antara 2 kelompok, namun melalui menunggu, prosedur invasif dapat dihindari pada sepertiga pasien”, tulis para penulis.

Dalam editorial yang menyertai, Derek C. Angus, MD, MPH, dari Department of Critical Care Medicine, University of Pittsburgh, Pennsylvania, mencatat bahwa ini adalah uji coba secara acak kedua untuk menunjukkan manfaat dari trakeostomi dini.” Oleh karena itu, sampai pengembangan alat yang kuat untuk memprediksi kebutuhan ventilasi mekanik berkepanjangan, trakeostomi umumnya harus ditunda sampai setidaknya 10 hari setelah memulai ventilasi mekanik,” tulisnya.

Studi ini didanai oleh UK Intensive Care Society and the Medical Research Council. – JAMA. 2013;309:2121-2129.

Elektroakupuntur, Acupressure, Laser, Aurikuloterapi & variasi penusukan akupuntur

Elektroakupuntur (electroacupunture = EA)
Elektroakupuntur adalah suatu teknik yang memungkinkan terjadinya stimulasi regular dan kontinyu serabut-serabut saraf otot. Stimulasi dengan frekuensi rendah disertai dengan tampaknya kontraksi otot selama 10-20 menit. EA dapat digunakan untuk pemulihan gejala-gejala selama prosedur-prosedur singkat atau untuk tindakan pemberian ‘dosis’ untuk penanganan luas. EA dapat digunakan pada frekuensi rendah (2-5Hz), tinggi (100Hz) atau campuran frekuensi tinggi dan rendah. Frekuensi rendah cenderung berupa stimulasi enkefalin dan beta-endorfin, dan pada frekuensi tinggi, dinorfin. Beberapa orang menggunakan EA secara rutin, namun lebih sering digunakan untuk kondisi-kondisi dengan nyeri yang menantang jika hasil penusukan manual tidak memuaskan.

Teknik Acupressure menggunakan batuAcupressure
Penekanan pada titik-titik akupuntur tidak sekuat stimulus akupuntur. Meskipun demikian, cara tersebut memiliki beberapa manfaat; misalnya, pada pencegahan mual dan muntah.

Terapi laser
Terapi laser seringkali difokuskan pada titik-titik akupuntur. Tidak digunakan jarum, sehingga tidak termasuk sebagai akupuntur secara sempurna, namun memiliki beberapa keuntungan yang nyata bagi pasien anak dan pasien yang fobia jarum. Cara tersebut adalah stimulus panas dan tidak harus sesuatu yang dapat dipertukarkan dengan akupuntur. Namun, cara tersebut memiliki keuntungan dalam hal penyembuhan luka.

Aurikuloterapi
Telinga kaya akan innervasi/persarafan dan penusukan pada telinga akan menyebabkan stimulasi vagus. Cara tersebut seringkali digunakan untuk pemulihan nyeri dan dapat berupa tambahan pada akupuntur tubuh. Cara tersebut juga digunakan untuk penanganan adiksi. Teori keberadaan somatotopik bagian-bagian tubuh pada pinna untuk pemilihan titik, masih berupa spekulatif tinggi.

Variasi-variasi pada penusukan
Jarum-jarum suntik semi-permanen kini tersedia dalam kemasan penggunaan tunggal yang steril. Ketika diinsersikan, jarum tersebut dapat ditutupi dengan penutup plastik jernih dan dibiarkan di tempat tersebut selama hingga 1 minggu. Teknik tusuk jarum tersebut dapat digunakan untuk :

  • Penanganan ataupun pencegahan mual dan muntah.
  • Penanganan adiksi.
  • Perkembangan kanker yang terkait dengan dispnu dan ansietas, dimana jarum-jarum tersebut dapat dibiarkan selama hingga 4 minggu di atas sternum bagian atas.

Pasien dapat diajarkan untuk menstimulasi secara manual atas permintaan untuk pemulihan gejala, khususnya pada perawatan paliatif.

Heparin : Definisi, fungsi & mekanisme kerja antikoagulan

Definisi Heparin
Heparin adalah asam mucopolysaccharide atau Glycosaminoglycans (GAGs) yang terdiri dari residu asam glukuronat dan glukosamin yang diesterifikasi dengan asam sulfat yang banyak digunakan sebagai antikoagulan injeksi, dan mempunyai kepadatan muatan negatif yang tertinggi diantara semua molekul biologis. Arti kata heparin berasal kata hepar yang artinya hati.

Heparin dihasilkan dari banyak sel-sel hewan dan dalam tubuh manusia dengan konsentrasi terbesar dalam jaringan sekitar kapiler paru-paru dan hati dan paling sedikit dalam kerangka otot, limpa, dan otot jantung.

Fungsi Heparin
Injeksi heparin di subkutanDalam dunia medis, heparin memang banyak digunakan untuk mencegah dan mengatasi pembekuan darah, akan tetapi fungsi fisiologis dalam tubuh masih belum jelas, karena anti-koagulan darah kebanyakan berasal dari proteoglikan heparan sulfat di sel-sel endotelial. Fungsi heparin lainnya adalah untuk mengobati pembekuan darah di paru-paru/kaki, juga dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah setelah operasi, selama dialisis, ketika mengambil sampel darah, atau ketika seseorang tidak mampu bergerak untuk waktu yang lama.

Mekanisme Kerja Heparin
Cara kerja heparin dengan meningkatkan pelepasan protein spesifik, seperti tissue plasminogen activator dan tissue factor pathway inhibitor (TFPI), ke dalam darah untuk menghambat pembekuan darah. Hal ini juga dapat meningkatkan aktivitas dari protein. Heparin menambah aktivitas antitrombin III, senyawa alami yang menghambat aktivasi faktor pembekuan. Selanjutnya, heparin juga menghambat zat yang dapat menyebabkan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru), termasuk faktor pertumbuhan endotel vaskular, faktor jaringan, dan plateletactivating factor.

Heparin harus di bawah arahan dokter dan diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah atau di bawah kulit (subkutan). Jangan menyuntikkan obat ini ke dalam otot. Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda, berat badan, dan respon terhadap pengobatan.

Akupuntur medis Barat

Akupuntur medis barat merupakan sesuatu yang pragmatis, pendekatan neurofisiologi terhadap penanganan, yang menyertai sebuah diagnosis ortodoks yang didasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan fisis yang konvensional. Titik-titik penusukan akupuntur medis barat dapat berupa :

  • Titik-titik segmental (paravertebral dan/atau lokal) sesuai dengan tingkat nyeri ataupun struktur yang mengalami gangguan.
  • TP (Titik Picu) Akupuntur
  • Titik-titik tradisional yang ‘kuat’ (misalnya, LI4), diketahui menyebabkan meningkatnya ambang batas nyeri hingga 400% berdasarkan penelitian-penelitian eksperimental.
  • Intramuskular, bentuk yang dalam, biasanya paraspinal, dimana penusukan dapat secara khusus bermanfaat pada kasus-kasus yang menantang.

Gambar berikut memperlihatkan seorang pasien dengan nyeri leher dengan jarum-jarum yang terpasang secara in situ.
Akupuntur Medis Barat
Akupuntur medis (Medical acupuncture = MA) barat paling sering digunakan dengan jarum berjumlah antara 1 dan 20.

Akupuntur Cina tradisional

Akupuntur CinaAkupuntur Cina tradisional (traditional Chinese acupuncture = TCA) bersifat kompleks, berdasar pada sistem teori yang rumit mengenai sirkulasi energi vital – disebut sebagai ‘Qi‘ atau ‘Chi‘. ‘Qi‘ tersebut harus ‘diseimbangkan’, demikian pula sebaliknya, masih saling melengkapi, kekuatan ‘Yin’ dan ‘Yang’, yang berada dibawah pengaruh ‘lima elemen’ (air, tanah, kayu, besi dan api).

Sirkulasi ‘Qi‘ dan kebutuhan untuk penyeimbangan ‘Yin dan Yang‘ mendahului pengetahuan mengenai sirkulasi darah dan kontrol otonom yang dapat ekuivalen secara modern. Defisiensi ataupun kelebihan ‘Qi‘ (atau energi vital) diterapi dengan penusukan yang sesuai untuk menghilangkan ‘De Qi‘ atau sensasi penusukan – suatu perasaan kram, hangat dan geli di sekitar titik akupuntur.

Sensasi penusukan akupuntur kini dijelaskan melalui proses stimulasi serabut-serabut yang berbeda-beda di dalam kulit dan struktur-struktur subkutan. TCA memerlukan pelatihan yang lama dan diawasi dengan pendekatan keilmuan kedokteran modern di kebanyakan negara-negara Barat.

Dosis Akupuntur

Jarum AkupunturTidak ada konsensus mengenai dosis akupuntur untuk setiap kondisi yang ada karena ada banyak variasi dalam praktek dan sejumlah besar teknik yang digunakan. Dosis akupuntur merupakan suatu konsep yang kompleks dalam akupuntur dan bergantung pada berbagai macam variabel. Stimulasi jarum-jarum secara manual selama pengobatan sangat bervariasi di kalangan para praktisi dan di antara berbagai macam penanganan yang berbeda-beda yang dilakukan oleh praktisi yang sama.

Hal tersebut dapat berada dalam rentang mulai dari stimulasi yang lembut pada jaringan subkutan hingga stimulasi yang dalam hingga mencapai periosteal ‘lunak’. Diperlukan lebih banyak lagi percobaan-percobaan terkontrol random untuk menentukan dosis optimal untuk kondisi tertentu.

Penentuan-penentuan dosis akupuntur (Tusuk Jarum)

Yang terkait dengan jarum Diameter jarum (misalnya, 30-36 g)
Yang terkait dengan teknik Jumlah jarum : 1-20 atau lebih
Kedalaman stimulasi :

  • Subkutan
  • Stimulasi intramuskular
  • Periosteal ‘lunak’

Stimulasi jarum-jarum :

  • Teknik-teknik manual
  • Manipulasi nol – berputar-putar dengan dasyat
  • Teknik-teknik elektrik – frekuensi rendah/tinggi/kombinasi
Durasi penusukan 1 detik hingga 30 menit
Sisi Segmental/ekstrasegmental/keduanya
Faktor-faktor lainnya Dibarengi dengan anestesi

Teknik akupuntur pada titik-titik pemicu miofasial

Penerapan teknik akupuntur pada titik-titik pemicu miofasial untuk mengatasi berbagai masalah miofasial dan berkaitan dengan rematologi dan fisioterapi. Titik pemicu (trigger point = TP) miofasial merupakan suatu titik yang halus di dalam berkas pertautan otot skeletal ataupun fasia yang terkait dengannya.

Titik tersebut terasa sangat nyeri pada penekanan, dimana pasien menunjukkan respon “jump sign” (tanda lompatan), atau respon berupa kejut otot. Fokus yang dapat diiritasi dengan sangat mudah tersebut yang terletak di dalam otot skeletal telah tercatat di dalam literatur medis selama beberapa dekade.

Meskipun penelitian-penelitian biopsi sejauh ini belum menunjukkan adanya inflamasi ataupun berbagai perubahan histologi lainnya, bukti elektro-miografik telah bermunculan pada dekade terakhir yang menunjang keberadaan TP. Setelah periode instruksi, para klinisi yang berbeda-beda dapat melokalisasinya secara terpercaya. Salah satu contoh yang sangat bagus adalah TP yang terletak di dalam perbatasan yang bebas di bagian atas trapezius.

Titik-titik pemicu miofasial
Meridian kandung empedu menunjukkan alur pengalihan pada otot trapezius. Area abu-abu gelap menunjukkan frekuensi yang lebih dari alur pengalihan nyeri suatu TP. Area abu-abu terang menunjukkan pengalihan nyeri yang kurang. Dari Acupuncture – A scientific Appraisal oleh Ernst dan White. Dicetak ulang dengan ijin dari Elsevier Ltd dan Dr. Michael Cummings.

Titik tersebut sangat nyeri pada penekanan pada sebagian besar orang dewasa dan memiliki beberapa pola referral (pola pemicuan) yang menyerupai jalur ‘meridian/garis bujur kantung empedu‘. Hal yang memungkinkan bahwa teori meridian dikembangkan sebagai suatu hasil pengamatan pola referral TP. Penerapan akupuntur TP untuk berbagai masalah miofasial adalah sesuatu yang secara khusus efektif. Cara tersebut dapat mengurangi perawatan utama yang berkaitan dengan rematologi dan fisioterapi.

Referensi
Akupuntur – Bagian Anestesi FKUNHAS