Gambar Area Penyuntikan Intra Muskular

Penyuntikan atau injeksi intramuskular (IM) adalah cara suntikan obat yang diberikan ke dalam otot. Obat tertentu harus diberikan ke dalam otot agar obat tersebut dapat bekerja dengan baik yang sesuai dengan fungsinya. Berikut ini gambar-gambar area penyuntikan intra muskular yang biasa dilakukan oleh para medis.

Otot Gluteus-Bokong
Otot Gluteus-Bokong
Otot Deltoid-Lengan samping atas
Otot Deltoid-Lengan samping atas
Otot Ventro Gluteal
Otot Ventro Gluteal
Otot Vastus Lateralis-Paha samping
Otot Vastus Lateralis-Paha samping

Bagian-bagian jarum suntik (Syringe)

Syringe atau biasa disebut jarum suntik/spoit adalah alat yang digunakan untuk menyuntikkan obat ke dalam otot. Ada 3 bagian jarum suntik yaitu jarum (needle), laras/barel, dan plunger. Jarum masuk ke otot Anda. Barel memegang obat dan memiliki tanda di atasnya seperti penggaris dan ujungnya terdapat needle hug. Tanda-tanda dalam mililiter (mL). Plunger ini digunakan untuk mendapatkan obat masuk dan keluar dari jarum suntik.


 Google

Asuhan Keperawatan Penyakit Malaria Berat

Langkah-langkah asuhan keperawatan dan penanganan penyakit malaria berat berikut ini harus diterapkan pada semua pasien dengan diagnosis klinis atau dicurigai malaria berat:

  • Membuat penilaian klinis cepat dengan perhatian khusus pada tingkat kesadaran, tekanan darah, laju-kedalaman pernapasan dan pucat.
  • Rujuk pasien ke unit perawatan intensif jika tersedia.
  • Jika konfirmasi parasitological malaria tidak tersedia, buatlah apusan darah dan memulai pengobatan berdasarkan presentasi klinis.
  • Berikan kemoterapi antimalaria via intravena. Jika infus intravena tidak memungkinkan, berikan obat yang tepat secara intramuskular. Formulasi suppositoria artemisinin dan turunannya yang tersedia harus diberikan jika pemberian secara parenteral tidak memungkinkan. Pengobatan oral harus diganti sesegera mungkin (sekalipun pasien bisa menelan obat tablet).
  • Penghitungan dosis sebagai mg/kg berat badan. Hal ini penting, khususnya untuk anak-anak.
  • Jangan bingung antara dosis salt dan base. Dosis quinine (kina) biasanya ditetapkan sebagai quinine salt (10 mg quinine dihydrochloride salt = 8,3 mg quinine base). Chloroquine (klorokuin) dan Quinidine (kuinidin) biasanya diresepkan sebagai quinine base.
  • Memberikan perawatan baik. Hal ini sangat vital, khususnya pasien yang kurang sadar.
  • Perhatikan dengan cermat keseimbangan cairan, jika cairan diberikan lewat infus, hindari terjadinya kelebihan dan kekurangan cairan.
  • Lakukan langkah awal untuk cek glukosa darah, dan memonitor sesering mungkin untuk hipoglikemia. Jika hal ini tidak dapat dilakukan, berikan glukosa.
  • Periksa optik fundus dengan ophthalmoscope. Hal ini dapat membantu dalam diagnosis diferensial (diagnosis banding).
  • Pastikan Anda mencari penyebab lain yang menyebabkan koma.
  • Cari dan kelola setiap komplikasi atau yang berkaitan dengan infeksi.
  • Cata urin output dan lihat kemungkinan terjadi haemoglobinuria atau Oliguria yang mungkin mengindikasikan terjadinya gagal ginjal akut.
  • Monitor suhu tubuh (sebaiknya suhu rektal), laju pernapasan-kedalaman, tekanan darah, tingkat kesadaran dan tanda vital lainnya secara teratur. Pengamatan ini penting dan memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi keterlambatan onset komplikasi seperti hipoglikemia, asidosis metabolik, edema paru dan shock.
  • Mengurangi suhu tubuh yang tinggi (> 39 ° C) dengan cara kompres hangat. Berikan parasetamol sebagai antipiretik jika diperlukan.
  • Jika pasien masuk ke keadaan syok, ambil kultur darah tetapi mulailah memberikan antibiotik tanpa harus menunggu hasil kultur darah.
  • Monitor respon terapi, baik klinis dan parasitologi.
  • Melakukan pemeriksaan rutin pada hematokrit, hemoglobin, glukosa, ureum-kreatinin, dan elektrolit.
  • Hindari obat yang meningkatkan risiko pendarahan gastrointestinal (aspirin, kortikosteroid).
  • Lepas kateter segera jika tidak lagi diperlukan atau jika pasien mengalami anuric (ketidakmampuan untuk buang air kecil).
  • Bersihkan daerah infus intravena paling tidak dua kali sehari dengan yodium dan alkohol.

Pemantauan yang lebih canggih (misalnya pH arteri, gas darah, tekanan vena sentral) dapat berguna jika komplikasi berkembang, dan juga tergantung pada ketersediaan peralatan, pengalaman dan keterampilan.

REFERENSI
Management of severe malaria: a practical handbook – World Health Organization

Baca juga kontroversi pemakaian Triclosan pada produk kesehatan serta Dutasteride sebagai obat atasi kanker prostat yang dibahas dalam artikel ilmu kedokteran dan kesehatan.

Hidrosefalus : Pengertian, Patogenesis, Penyebab & Asuhan Keperawatan

Pengertian Hidrosefalus

Bayi HidrosefalusHidrosefalus adalah peningkatan akumulasi cairan serebrospinal (CSS) dalam ventrikel otak.

Patofisiologi/Patogenesis Hidrosefalus

Hidrosefalus terjadi dari aliran CSS yang terhalang atau ketidakseimbangan antara produksi dan reabsorpsi CSS. Ada peningkatan tekanan intrakranial, dan ukuran kepala normal meningkat jika sutura dan fontanel belum tertutup.

Etiologi/Penyebab Hidrosefalus

Aliran CSS yang mengalami obstruksi merupakan jenis yang paling sering terjadi pada hidrosefalus. Penyebabnya dapat dihasilkan dari anomali pertumbuhan, tumor, abses, atau trauma, dan terjadi pada sekitar 80% dari bayi dengan myelomeningocele. Sedangkan hidrosefalus dengan produksi dan reabsorpsi CSS yang terganggu, dapat disebabkan dari tumor atau infeksi seperti meningitis.

Manifestasi Klinis/Gejala Hidrosefalus

Tanda dan gejalanya hidrosefalus dilihat dari peningkatan TIK dan berbeda-beda sesuai usia anak dan kemampuan tengkorak untuk mengembang. Pada bayi terjadi peningkatan abnormal pada lingkar kepala, ubun-ubun menonjol, pembesaran dahi, sunset eyes awamnya diistilahkan mata turun (sklera terlihat di atas iris mata), pupil lamban, suara tangis tinggi, lekas marah, dan opistotonus (kepala dan tubuh melengkung). Pada anak dan dewasa mengalami sakit kepala dan mual ketika bangun (nyeri berkurang setelah muntah), papilledema, strabismus, ataksia, dan kebingungan.

Gejala Hidrosefalus

Adapun gejala yang dialami oleh penderita hidrosefalus sangat berbeda untuk setiap orang, baik itu pada bayi, anak-anak dan orang yang lebih dewasa.

Lebih lanjut tentang bagaimana gejala hidrosefalus? baca selengkapnya di sini » Gejala Hidrosefalus.

Proses Operasi Bedah Hidrosefalus

Mengenai penatalaksanaan operasi bedah pasien hidrosefalus dilakukan shunt yaitu dengan pemasangan pirau PV (peritoneal ventrikular).

Untuk operasi bedah lebih lengkapnya, baca halaman berikut ini » Operasi Bedah Hidrosefalus.

Makalah Asuhan Keperawatan Hidrosefalus

Ini adalah salah satu contoh artikel atau makalah mengenai asuhan keperawatan hidrosefalus (ASKEP) dalam bentuk file DOC.


 Bagikan