Waktu Matinya Sel Telur (Ovum) Perempuan

Mitos suhu basal tubuh

Berbicara mengenai sel telur (ovum) pada perempuan, paling banyak dikaitkan dengan siklus mentruasi dan yang paling penting adalah kehamilan. Memahami proses bagaimana kehamilan terjadi dari dalam memberikan pemahaman yang berharga tentang bagaimana Anda dapat memperbaiki situasi sehingga Anda mendapatkan lebih dekat dengan tujuan Anda yaitu cepat hamil. Ada kepercayaan luas di kalangan perempuan yang mencoba untuk hamil, bahwa jika suhu tubuh basal pada fase ke-2 dari siklus menstruasi di bawah 37 derajat Celcius dan kemudian naik lagi, ini adalah tanda ovum itu mati. Faktanya bahwa itu tidak benar sama sekali, dan mungkin bisa dikatakan itu hanya sekedar mitos.

Berapa lama sel telur dapat hidup?

Mungkin ada beberapa kesalahpahaman lain tentang kapan sel telur mati, ada yang mengatakan terjadi pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah ovulasi. Pada dasarnya, informasi ini tidak didukung oleh bukti ilmiah. Sebenarnya, sel telur telah siap konsepsi selama 24 jam setelah ovulasi. Jika pembuahan tidak terjadi dalam periode ini, sel telur akan melewati saluran tuba dan mati di dalam rahim, dan ini adalah proses yang benar-benar normal, dan terjadi setiap siklus ketika tidak jadi hamil, jadi matinya sel telur berlangsung dengan waktu yang sangat cepat, dan mungkin saja hanya dalam hitungan jam.

Kenaikan suhu basal tubuh pasca-ovulasi biasa terjadi pada hari ke-12 dan ke-14. Namun, terkadang perempuan mengira suhu tersebut adalah waktu kematian sel telur. Pada kenyataannya itu mungkin saja menjadi tanda telah terjadi implantasi dan telur dibuahi, yang merupakan tanda kehamilan awal. Implantasi terjadi dimana telur yang telah dibuahi menempel ke dinding rahim, terjadi pada hari 5-7 setelah ovulasi. Proses ini menyebabkan kenaikan estrogen dan suhu basal tubuh menjadi naik, tapi bukan kematian sel telur.

Penetrasi Sperma ke Ovum
Proses sperma melakukan penetrasi ke ovum. (Wikimedia)

Kekurangan progesteron dapat menyebabkan suhu basal tubuh menjadi tidak dinamis dengan perbedaan suhu kurang dari 0,2 Celcius atau kenaikan suhu yang sangat lambat. Suhu yang turun hanya dalam 1-2 hari tidak bisa berarti juga adanya ketidakseimbangan hormon. Progesteron diproduksi oleh yellow body di ovarium dan sampai implantasi terjadi.

Kenapa implantasi bisa tidak terjadi?

Implantasi tidak terjadi artinya Anda tidak jadi hamil. Ada beberapa kasus ketika perempuan tidak memiliki gangguan hormonal dan masih tidak bisa hamil. Kadang-kadang implantasi tidak terjadi jika seorang perempuan memiliki masalah dengan endometrium, lapisan dinding rahim bagian dalam. Endometrium hanya dapat menerima telur yang telah dibuahi ketika sudah siap untuk memberikan kondisi yang optimal bagi perkembangan janin ke depan.

Oleh karena itu, seorang perempuan dapat saja memiliki grafik suhu tubuh basal sempurna tetapi memiliki masalah dengan konsepsi karena masalah endometrium, dan ini hanya dapat didiagnosis jika Anda mengkonsultasikannya dengan dokter kandungan Anda.

Para ginekolog percaya bahwa sekitar 30% dari seluruh kehamilan, berakhir selama tahap ini ketika perempuan bahkan tidak bisa menduga bahwa mereka hamil. Walaupun begitu ini bukanlah jumlah yang tepat, karena setiap diagnosa kehamilan yang dini yaitu 5-7 hari setelah pembuahan hampir tidak mungkin dilakukan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa adanya kenaikan suhu basal tubuh bisa saja menjadikan Anda telah hamil, bukan waktu matinya sel telur.


 Bagikan

Penyakit dan gangguan kesehatan pada ibu hamil & bayi

Beberapa masalah kesehatan selama kehamilan adalah karena kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Terkadang seorang ibu hamil tidak menyadari mengenai masalah kesehatan yang dialaminya dan menempatkan dirinya sendiri serta bayi berada pada risiko ketika menjalani masa kehamilan. Terkadang cara menangani kondisi kesehatan tersebut mungkin perlu diubah selama hamil untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan terhadap ibu dan janinnya.

Jika Anda memiliki gangguan kesehatan atau penyakit yang sudah ada dan sedang merencanakan kehamilan, alangkah baiknya mengkonsultasikan masalah kesehatan tersebut dengan dokter Anda. Mereka mungkin ingin mengubah cara pengobatan Anda dengan memberikan resep obat yang lain sehingga tidak membahayakan untuk Anda dan juga sang janin.

Walaupun begitu disarankan jangan berhenti minum obat yang biasa Anda konsumsi tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter karena hal ini bisa saja lebih berbahaya bagi Anda dan bayi.

Jenis-jenis penyakit & gangguan yang mempengaruhi kehamilan

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang sudah ada sebagai masalah kesehatan yang paling sering dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi kehamilan Anda:

Asma Kehamilan

Asma

Mengalamai penyakit asma ketika hamil dan tidak terkontrol dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pre-eklampsia, kenaikan berat badan yang buruk oleh janin, kelahiran prematur atau komplikasi lainnya.

Depresi Kehamilan

Depresi

Seorang ibu hamil yang disertai depresi mungkin akan berjuang untuk merawat dirinya sendiri selama kehamilan. Wanita yang mengalami depresi sebelum bayi mereka dilahirkan berada pada risiko lebih besar mengalami depresi setelah persalinan.

Diabetes Kehamilan

Diabetes

Jika wanita mengidap penyakit diabetes, dan ketika level kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan, maka masalah kesehatan ini dapat berbahaya bagi bayi yang belum lahir dan dapat berbahaya untuk sang ibu untuk kesehatan jangka panjang nantinya. Penyakit diabetes harus dapat dikendalikan sebelum wanita menjalani masa kehamilan.

Epilepsi Kehamilan

Epilepsi

Salah satu gangguan kejang berupa epilepsi, serangan epilepsi selama hamil dapat berbahaya bagi janin dan meningkatkan risiko keguguran atau kematian janin dalam rahim (KJDR) atau kematian saat bayi dilahirkan. Pengontrolan secara medis untuk epilepsi menimbulkan risiko lebih kecil untuk ibu hamil dan kesehatan bayi daripada menghentikan pengobatan terhadap gangguan kesehatan ini.

Hipertensi Kehamilan

Hipertensi

Seorang wanita dengan tekanan darah tinggi kronis dapat menempatkan dirinya dan bayinya berada pada masalah. Kondisi serius seperti pre-eklampsia dan plasenta abruption (ketika plasenta terlepas dari dinding rahim) akan lebih mungkin terjadi. Bayi akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjadi prematur atau dengan bayi berat lahir rendah (BBLR).

HIV Kehamilan

HIV

Sebagaimana kita ketahui HIV sangat berbahaya pada kehamilan karena dapat ditularkan ke janin. Risiko penularan HIV ini dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat-obat HIV tertentu selama kehamilan dan tentunya dengan pengawasan sebagai bentuk perawatan prenatal. Wanita yang sedikit ragu bahwa mereka terkena HIV positif harus melakukan tes sebelum menjalani program hamil sehingga perawatan prenatal dapat dilakukan sesuai dengan prosedur oleh layanan kesehatan yang tersedia.

Penyakit Menular Seksual Kehamilan

PMS (Penyakit Menular Seksual)

Beberapa infeksi penyakit menular seksual dapat menyebabkan seorang wanita mengalami persalinan prematur. Infeksi PMS ini juga dapat menyebabkan wanita beristirahat terlalu dini yang dapat mengakibatkan infeksi pada rahim. Beberapa penyakit ini dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah dan terinfeksi. Dalam kasus yang parah, sang bayi dapat mengalami kerusakan otak, kebutaan, tuli, masalah liver atau lahir mati.

Migrain Kehamilan

Migrain

Beberapa penderita migrain sangat sedikit mengalaminya, atau bahkan tidak ada selama menjalani kehamilan. Yang perlu Anda ketahui, beberapa tablet migrain TIDAK harus Anda konsumsi selama kehamilan. Jadi pastikan selalu melakukan cek-up dengan dokter Anda.

Penyakit Tiroid Kehamilan

Penyakit tiroid

Tiroid yang terlalu aktif dapat membahayakan ibu hamil dan menyebabkan masalah kesehatan bagi janin, terutama dalam kasus gagal jantung. Penyakit tiroid yang kurang aktif juga dapat berbahaya bagi ibu dan dapat menyebabkan bayi mengalami cacat saat lahir.

Mengatasi penyakit atau gangguan kesehatan yang telah atau sedang dialami sebelum menjalani kehamilan, sangat penting bagi keselamatan ibu hamil serta sang bayi nantinya, dalam menjalani program kehamilan yang aman dan sehat.


 Share

Efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

Kontrasepsi suntikan atau injeksi adalah salah satu jenis kontrasepsi yang sangat efektif dan aman dalam program keluarga berencana (KB). Setiap injeksi berlangsung selama 2 atau 3 bulan (12 minggu), tergantung pada jenis hormon suntikan diberikan.

Kontrasepsi ini mengandung hormon progestogen dan telah digunakan sejak tahun 1960-an dan telah digunakan di seluruh dunia. Depo Provera ® adalah merek yang paling sering digunakan dan diberikan setiap 3 bulan. Noristerat ® adalah merek lain dan diberikan setiap 2 bulan atau 8 minggu.

Efek Samping Kontrasepsi Suntik

Selama siklus menstruasi normal, hormon Anda menyebabkan lapisan rahim menebal dalam persiapan untuk kehamilan. Jika Anda tidak hamil, lapisan rahim Anda meluruh dan Anda mengalami perdarahan, ini artinya Anda mengalami periode menstruasi.

Bila Anda memakai kontrasepsi suntik Depo Provera 3 bulan, tingkat hormon Anda rendah dan stabil sepanjang siklus Anda, sehingga lapisan rahim Anda tidak menebal seperti biasanya. Ketika tiba saatnya untuk masa menstruasi, ada sedikit lapisan yang luruh dan berdarah.

Setelah 2-3 suntikan, banyak wanita tidak mengalami periode menstruasi sama sekali karena tidak ada terbentuk lapisan sama sekali. Beberapa wanita akan mengalami gangguan perdarahan, yang biasanya ringan dan tidak teratur. Kadang-kadang seorang wanita akan mengalami perdarahan berat yang merepotkan, yang biasanya dapat dikontrol dengan pengobatan hormon.

Macam-macam efek samping yang lain yang mungkin Anda alami seperti reaksi kulit, berat badan menurun meskipun banyak wanita tidak mengalaminya, dan nyeri (terkait dengan injeksi sebenarnya). Efek samping yang jarang terjadi contohnya adalah perubahan dalam hasrat seksual, depresi, kegelisahan, pusing, mual, perubahan nafsu makan, sakit kepala, ruam kulit atau bercak hitam pada wajah, sakit dada atau nyeri pada payudara, rambut rontok dan/atau adanya pertumbuhan rambut yang sedikit lebih banyak di wajah atau tubuh.

Jika Anda mengalami hal-hal yang terjadi seperti itu, sebaiknya konsultasikan segera dengan dokter atau layanan kesehatan Anda.


 Share

Mola Hidatidosa (Hamil Anggur) – Sebab, Gejala, Patologi & Penanganan

Arti Mola Hidatidosa

Mola Hidatidosa atau dalam bahasa umumnya Hamil Anggur adalah pertumbuhan massa jaringan dalam rahim Anda (uterus) yang tidak akan berkembang menjadi janin atau bayi dan merupakan hasil konsepsi yang abnormal. Jenis masalah kehamilan ini adalah jenis penyakit trofoblas gestasional, dan bentuk kanker dari penyakit trofoblas gestasional disebut koriokarsinoma. Massa sel abnormal tumbuh sebagai kantung berisi cairan (kista) seperti rangkaian buah anggur, makanya sering disebut hamil anggur. Sel-sel ini tumbuh pesat dalam rahim dan sel yang abnormal ini disebut sebagai “mol”, yang berasal dari bahasa Latin yang artinya massa atau benjolan. Kehamilan ini terjadi dengan gejala perdarahan pervaginam pada trimester pertama.

Sebab Kehamilan Mola

Kehamilan mola disebabkan oleh karena adanya ketidakseimbangan dalam bahan genetik (kromosom) pada masa kehamilan. Yang paling sering terjadi adalah ketika telur yang tidak mengandung informasi genetik dibuahi oleh sperma, atau ketika sel telur normal dibuahi oleh dua sel sperma. Adapun faktor yang memicu masalah kehamilan ini sampai sekarang belum diketahui dengan pasti, tetapi beberapa faktor berikut ini kemungkinan saja dapat terlibat seperti:

  • Sel telur yang secara patologi sudah mati, tetapi terlambat untuk dikeluarkan.
  • Adanya Imunoseletif dari trofoblas.
  • Status sosial ekonomi yang rendah.
  • Paritas yang tinggi.
  • Defisiensi Protein.
  • Adanya infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas.

Gejala Mola Hidatidosa

Seorang wanita yang mengalami hamil mola akan tampak seperti kehamilan normal pada awalnya, tetapi kemudian kehamilan ini menimbulkan tanda dan gejala tidak seperti kehamilan biasa, seperti:

  • Perdarahan pervaginam dengan warna coklat gelap sampai merah terang pada trimester pertama. Ini merupakan tanda yang paling sering.
  • Mual dan muntah, hyperemesis gravidarum.
  • Adanya cairan kista seperti anggur, kista ovarian theca luteal.
  • Adanya tekanan atau sakit di panggul, tetapi jarang terjadi.
  • Pada USG tampak gambaran badai salju “snow storm” (multiple echos) pada mola komplit, janin tidak ada.
  • Pemeriksaan HCG tampak meningkat secara signifikan.

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala kehamilan molar, konsultasikan dengan dokter Anda atau layanan kesehatan untuk kehamilan. Mereka mungkin mendeteksi tanda-tanda lain dari kehamilan mola ini seperti:

  • Pertumbuhan rahim yang pesat – rahim terlalu besar untuk tahap kehamilan.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Preeklamsia – suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan.
  • Kista ovarium.
  • Anemia.
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme).

Patologi Kehamilan Mola

Mola Hydatidosa merupakan kehamilan patologis yang ditandai dengan pembesaran vili plasenta atau vili korialis. Klasifikasi Mola Hidatidosa secara klinikopatologi dibagi menjadi dua yaitu Mola komplit dan mola parsial. Sedangkan klasifikasi dari penyakit trofoblas gestasional ini secara keseluruhan yaitu:

  • Mola Hidatidosa.
    • Komplit.
    • Parsial.
  • Mola Invasif.
  • Choriocarcinoma.
  • Placental-site trophoblastic tumor.
  • Trophoblastic lesions, miscellaneous.

Trias Mola Hydatidosa secara mikroskopis terdiri dari:

  1. Adanya proses proliferasi dari sel-sel trofoblas.
  2. Terjadi degenerasi hidropik dan kesembapan pada stroma vili chorialis
  3. Keterlambatan atau hilangnya pembuluh darah dan stroma.

Dari sudut pandang klinis, penyakit trofoblas diakui sebagai keganasan ginekologi yang paling dapat disembuhkan, karena dua alasan utama :

  1. Human chorionic gonadotropin ( hCG ) yang diproduksi oleh berbagai proliferasi trofoblas, dan konsentrasi hCG dalam urin atau serum secara langsung berkaitan dengan jumlah sel trofoblas yang layak. Untuk alasan ini, hCG adalah penanda sensitif yang unik dalam pengelolaan pasien dengan masalah kehamilan ini.
  2. Perkembangan trofoblas sangat sensitif terhadap agen kemoterapi tertentu, seperti methotrexate dan actinomycin D.

Mola hidatidosa komplit

Pada Mola hidatidosa komplit terjadi ketika sel telur yang kurang kromosom pelengkap dan dibuahi oleh sperma haploid, biasanya mengandung kromosom X. Duplikasi kromosom ini biasanya menghasilkan kariotipe 46, XX yang berasal dari ayah. Tidak ada janin berkembang, tetapi ada plasenta yang abnormal terdiri dari massa jaringan seperti anggur, villi chorionic menggembung atau bengkak.

Secara klinis, mola hydatidosa lengkap dicurigai pada pasien dengan uterus lebih besar dari yang diharapkan untuk usia kehamilan normal, terdapat pendarahan vagina, level hCG berulang-ulang dan meningkat nyata, preeklamsia trimester pertama (kehamilan terkait hipertensi) dan, kadang-kadang, sebuah pembesaran ovarium bilateral, kista lutein sekunder. Pada tes ultrasonografi memberikan gambaran badai salju.

Sekitar 20% mola hidatidosa lengkap berisiko berkembang menjadi penyakit trofoblas persistent (persistent gestational trophoblastic disease – PGTD). Dalam hal ini, setelah evakuasi mola, kadar hCG pasien tetap tinggi, atau terus meningkat, atau ada bukti metastasis. Sekitar 2 sampai 3% pasien dengan mola sempurna terjadi koriokarsinoma dan trofoblas neoplasma ganas.

Mola hidatidosa parsial

Mola hidatidosa parsial vili tersebar seperti anggur, ovum dibuahi oleh dua set kromosom haploid paternal. Hal ini dapat terjadi dengan dispermy ketika dua sperma membuahi ovum tunggal, atau ketika sperma diploid membuahi ovum, atau jika sperma haploid membuahi ovum diploid. Hasilnya adalah triploidi dengan 69 kromosom. Karena set kromosom ibu ada, janin berkembang, tetapi cacat, dan kehamilan jarang terjadi untuk jangka panjang. Hanya beberapa vili yang tampak seperti anggur. Koriokarsinoma adalah bentuk yang langka dari mola parsial.

Sebuah metode cepat untuk penilaian ploidi pada jaringan molar adalah analisis cytometric DNA. Teknik ini dapat berfungsi sebagai pelengkap untuk interpretasi patologis.

Perbedaan Mola Hydatidosa Komplit & Parsial

 

Mola Komplit

Mola Parsial

Tanda/Gejala

Aborsi spontan pada trimester ke-2

Uterus Membesar

Perdarahan hebat

Preeklampsia

Aborsi spontan trimester pertama

Uterus kecil

Perdarahan sedang

 

Gamaran

Villi membengkak menyeluruh, tidak ada tanda fetus cord, atau membran amnion

Villus membengkak sebagian dengan adanya fetus cord, dan/atau membran amnion

Histologi

Adanya tanda hiperplasia sel trofoblas, dikaitkan dengan atypia. Tidak ada pembuluh darah fetus.

Sedikit hiperplasia sel trofoblas dengan atypia jarang. Ada pembuluh darah fetus.

Sitogenetik

46,XX (biandrogenetic: semua paternal)

69,XXY or 69,XXX (triploidy)

PGTD

Berkisar 20%

5%

Choriocarcinoma

2 sampai 3%

Tidak ada laporan

Penangan Kehamilan Mola Hidatidosa

Meskipun mola ini digolongkan sebagai pertumbuhan jinak, yang berarti bukan kanker, gangguan kehamilan ini harus diangkat melalui proses pembedahan yang dilakukan di bawah perawatan dokter kandungan. Operasi untuk meghilangkan mola disebut dilatasi dan kuretase (D & C), yang melibatkan pembersihan isi uterus.

Dalam beberapa kasus, penanganan kehamilan mola dapat dilakukan dengan pengangkatan uterus (histerektomi), tetapi ini biasanya hanya jika Anda tidak ingin lagi memiliki anak. Hampir semua kasus Mola Hidatidosa berhasil disembuhkan.

Setelah penanganan, kadar HCG serum akan dipantau. Hal ini penting untuk menghindari kehamilan dan menggunakan kontrasepsi yang dapat diandalkan dalam kurun waktu 6 – 12 bulan setelah pengobatan kehamilan molar. Pengujian yang akurat untuk memastikan bahwa jaringan abnormal tidak kembali. Wanita yang hamil terlalu cepat setelah kehamilan mola memiliki risiko lebih besar mengalami hamil anggur ini lagi.

Komplikasi Mola Hidatidosa

Masalah paru-paru mungkin terjadi setelah D dan C jika rahim ibu lebih besar dari ukuran kehamilan 16 minggu. Sedangkan komplikasi yang lainnya, yaitu:

  • Syok hipovolemik akibat perdarahan hebat dapat terjadi jika tidak segera ditangani, bahkan dapat berakibat fatal bagi sang ibu.
  • Anemia karena terjadinya perdarahan yang berulang.
  • Infeksi sekunder.
  • Perforasi akibat terjadi keganasan dan tindakan.
  • Pada 18 sampai 20% kasus dapat menyebabkan keganasan seperti mola destruens atau koriokarsinoma.


 Share

Vitamin D Ibu di Masa Kehamilan Bikin Bayi Kuat

Bayi akan tumbuh menjadi anak-anak yang lebih cenderung mempunyai otot lebih kuat nantinya jika kadar vitamin D tinggi dalam tubuh sang ibu di masa kehamilan. Pernyataan ini adalah menurut penelitian terbaru dari Medical Research Council Lifecourse Epidemiology Unit (MRC LEU) di Southampton University.

Rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh telah dikaitkan dengan kurangnya kekuatan otot pada orang dewasa dan anak-anak, akan tetapi sangat sedikit penelitian mengenai hubungannya status ibu hamil yang tinggi akan kadar Vitamin D dalam tubuhnya, dapat mempengaruhi anaknya. Di Inggris, konsentrasi vitamin D yang rendah sering di konsumsi wanita muda, akan tetapi meskipun seorang wanita dianjurkan untuk mengkonsumsi 10 mikrogram perhari vitamin D tambahan selama masa kehamilan, terkadang suplemen ini sering tidak dikonsumsi.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism edisi Januari 2014 ini, sampel penelitian mengambil 678 orang ibu di masa akhir kehamilan untuk diukur kadar vitamin D dalam tubuh mereka. Dan ketika anak-anak berusia empat tahun, kekuatan cengkeraman dan massa otot diukur. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar vitamin D dalam tubuh ibu, maka semakin tinggi kekuatan pegangan anak. Akan tetapi hubungannya masih kurang jelas antara vitamin D ibu dan massa otot pada anak nantinya.

Para peneliti mengatakan bahwa hubungan antara vitamin D ibu hamil dan kekuatan otot bayi nantinya mungkin memiliki efek untuk kesehatan di kemudian harinya, puncak kekuatan otot terjadi pada dewasa muda sebelum ahirnya menurun di usia tua. Kekuatan cengkraman atau pegangan akan semakin rendah di usia dewasa telah dikaitkan dengan adanya kesehatan buruk seperti diabetes, jatuh dan patah tulang. Jadi untuk mengamati kekuatan otot yang lebih besar dilakukan pada usia anak empat tahun yang lahir dari ibu dengan kadar vitamin D yang lebih tinggi, yang nantinya terus diamati sampai dewasa, sehingga ini juga berpotensi membantu mengurangi beban penyakit yang berhubungan dengan hilangnya massa otot di usia tua nanti.

Penelitian jenis ini merupakan yang terbesar dan diakui secara global, bayi yang akan tumbuh dan berkembang menjadi kuat jika ibu hamil rajin mengkonsumsi vitamin D. Para peneliti juga menambahkan bahwa mereka akan berusaha mencari tahu bagaimana faktor-faktor seperti pola makan dan gaya hidup pada ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi komposisi dan perkembangan tulang tubuh anak. Dengan begitu dari penelitian ini kita dapat mengoptimalkan komposisi tubuh anak sejak kecil sampai mereka dewasa, yang tujuan utamanya meningkatkan kesehatan generasi berikutnya.


 Share

Ibu hamil makan kacang dapat cegah alergi pada anak – Penelitian

Para peneliti dari Harvard Medical School menemukan temuan terbaru bahwa ibu hamil yang makan kacang 5 kali seminggu atau lebih akan rendah risikonya anak mereka terkena alergi kacang. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal JAMA Pediatrics December 23.  Penelitian ini mengambil sample terhadap 8.200 anak-anak di Amerika dari ibu yang telah melaporkan apa yang mereka makan sebelum, selama dan setelah kehamilan mereka. Temuan ini menambah bukti yang berkembang bahwa pengenalan awal terhadap makanan dapat meningkatkan toleransi dan mengurangi terjadinya risiko alergi.

Dampak alergi makanan terhadap anak oleh ibu hamil memang merupakan epidemi yang terus berkembang dan epidemi ini masih merupakan misteri yang harus dipecahkan oleh para ahli. Begitupula, dari penelitian ini mereka belum dapat membuktikan secara langsung hubungan sebab akibat antara ibu hamil makan kacang dengan menurunnya risiko alergi makanan pada anak nantinya. Hasil penelitian ini juga tidak begitu kuat untuk merekomendasikan diet makanan ini pada ibu hamil.

Ibu hamil Makan Kacang, Bolehkah?
Ibu hamil Makan Kacang, Bolehkah?

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa makan kacang di masa awal kehamilan mungkin akan melindungi anak-anak dari terjangkitnya alergi sedangkan ada  juga teori dikaitkan dengan makanan lain yang sering menjadikan anak-anak alergi. Akan tetapi dengan tidak adanya data yang cukup kuat akan hal tersebut, mereka tidak dapat merekomendasikan hal ini.

Walaupun begitu dari data-data yang didapat dari penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa ibu hamil tidak harus takut makan makanan tertentu dan menghambat ngidam yang diinginkan karena alasan melindungi anak mereka dari alergi. Beberapa makanan yang anak-anak paling sering mengidap alergi adalah kacang, susu, telur, kacang-kacangan, kerang, sirip ikan, gandum dan kedelai  dan diantaranya yang terbesar adalah alergi telur dan susu. Kacang-kacangan,  ikan dan kerang hanya sekitar 10  sampai 20 persen yang terkena alergi.

Adanya peningkatan yang signifikan terhadap alergi makanan tidak hanya fenomena yang terjadi di Amerika, tetapi juga terlihat di seluruh dunia seperti Kanada, Eropa, Jepang, China, India  bahkan di seluruh dunia. Para peneliti ini berharap bahwa dalam dekade mendatang mereka akan menemukan mengapa terjadi peningkatan alergi makanan dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

 

Apa itu Missed Abortion (Miscarriage) – Aborsi Spontan

Pengertian Missed Abortion

Missed abortion atau miscarriage artinya keguguran. Keguguran disini dalam istilah medis artinya adalah hilangnya janin sebelum minggu ke-20 pada masa kehamilan. Dalam ilmu kedokteran, keguguran disebut juga sebagai aborsi spontan, akan tetapi kondisi ini bukanlah definisi umum dari aborsi.

Menurut March of Dimes, sekitar 50% dari seluruh kehamilan akan berakhir dengan keguguran dan yang paling sering adalah sebelum wanita mengalami periode menstruasi atau bahkan sebelum tahu dia sedang hamil. Dan sekitar 15% dari kehamilan yang diketahui akan berakhir pada keguguran. Sedangkan aborsi spontan yang terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan dapat mencapai persentese yang cukup tinggi sekitar yaitu lebih dari 80%. Jika terjadi keguguran setelah usia kehamilan 20 minggu, maka hal ini disebut keguguran terlambat (late miscarriages).

Sebab Keguguran

Keguguran banyak disebabkan oleh masalah kromosom yang membuat tidak mungkin bagi bayi untuk berkembang. Biasanya juga, masalah ini tidak berhubungan dengan gen ibu atau ayah.

Penyebab lain yang mungkin terjadinya keguguran meliputi:

Risiko keguguran lebih tinggi pada wanita yang lebih tua, dengan dimulai pada usia 30, menjadi lebih besar antara 35 dan 40, dan tertinggi setelah 40, juga wanita yang pernah mengalami keguguran sebelumnya.

Gejala Keguguran

Ketika Anda melihat keguguran yang digambarkan di televisi atau film, Anda sering melihat seorang wanita tiba-tiba mengalami sakit luar biasa dan kemudian jatuh dalam genangan darah. Sebenarnya, bukan itu yang terjadi pada sebagian besar wanita. Gejala keguguran meliputi:

  • Perdarahan yang berlangsung dari ringan hingga berat.
  • Kram yang parah.
  • Nyeri perut.
  • Demam.
  • Lemah.
  • Nyeri punggung.

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang tercantum di atas, hubungi penyedia layanan kesehatan kebidanan Anda segera. Mereka akan memberitahu Anda untuk datang ke pusat pelayanan kesehatan atau pergi ke instalasi rawat darurat.

Pencegahan Keguguran

Sebagian besar keguguran tidak dapat dicegah. Jika seorang wanita telah menderita lebih dari tiga kali keguguran maka cara membantu untuk menjaga kehamilan, mereka menggunakan obat-obatan di bawah perawatan spesialis. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko keguguran. Hindari merokok, minum alkohol dan menggunakan obat-obatan saat hamil. Menjaga berat badan yang sehat sebelum hamil juga dapat membantu.

Jika Anda mengalami gejala keguguran, Anda biasanya akan dirujuk ke rumah sakit untuk tes. Dalam kebanyakan kasus, scan USG dapat menentukan apakah kehamilan masih sedang berlangsung atau Anda mengalami keguguran. Bila akhirnya Anda dinyatakan keguguran, Anda perlu berbicara dengan dokter Anda atau perawat tentang pilihan untuk pengelolaan akhir kehamilan. Dalam sebagian besar kasus, sisa jaringan kehamilan akan hilang secara alami dalam satu atau dua minggu. Kadang-kadang obat-obatan dapat membantu atau Anda dapat memilih untuk melakukan operasi kecil untuk menghilangkannya jika Anda tidak ingin menunggu.

Keguguran bisa menjadi pengalaman emosional dan fisik. Anda mungkin memiliki perasaan bersalah, kaget dan marah. Saran dan dukungan dari layanan konseling rumah sakit dan lingkungan sangat diperlukan. Hilangkan mitos bahwa setelah keguguran Anda tidak dapat hamil lagi. Itu adalah mitos yang salah. Setelah keguguran tidak selalu berarti Anda tidak dapat hamil lagi. Kebanyakan orang dapat menjalankan kehamilan yang sehat setelah keguguran, bahkan dalam kasus keguguran berulang sekalipun. Anda dapat mencoba untuk cepat hamil setelah gejala berlalu, walaupun begitu pertama Anda harus memastikan bahwa Anda siap secara emosional dan fisik untuk menjalankan kehamilan senjutnya.