Apa itu Insulin? Definisi, Struktur, Sekresi dan Fungsi Insulin

Definisi Insulin

Apa yang dimaksud dengan insulin?. Insulin adalah hormon alami berupa hormon polipeptida yang diproduksi oleh organ pankreas (sel-sel beta), yang berfungsi dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan tingkat gula darah (glukosa) dalam tubuh.

Ketika orang tidak mempunyai insulin, atau jika tubuh tidak merespon terhadap insulin (misalnya pada penyakit diabetes mellitus tipe 1 dan 2), penanganan dengan insulin dapat membantu tubuh mempertahankan tingkat glukosa darah dalam keadaan normal. Kadar glukosa dalam darah yang berlebihan disebut hiperglikemia dan dapat merugikan dalam jangka waktu yang lama.

Struktur Molekul Insulin

Struktur Molekul Insulin
Struktur molekul insulin terdiri atas 2 rantai peptida yaitu rantai A dan rantai B. Kedua rantai ini dihubungkan oleh 2 ikatan disulfida, dan disulfida tambahan yang terbentuk dalam rantai A. Sebagian besar spesies, rantai A terdiri dari 21 asam amino dan rantai B terdiri dari 30 asam amino.

Proses Sekresi Insulin

Sintesis Insulin
Bagaimana mekanisme pembentukan insulin?. Insulin disekresikan dari sel-β pankreas dalam menanggapi peningkatan dalam glukosa plasma. Hormon insulin menurunkan produksi glukosa dari hati, dan meningkatkan penyerapan glukosa, pemanfaatan dan penyimpanan lemak dan otot. Sel lemak penting dalam regulasi metabolisme, kemudian melepaskan FFA (free fatty acid – asam lemak bebas) yang mengurangi penyerapan glukosa dalam otot, sekresi insulin dari sel-β, dan meningkatkan produksi glukosa dari hati. Sel lemak juga bisa mengeluarkan adipokines seperti leptin, adiponektin dan TNF, yang mengatur asupan makanan, pengeluaran energi dan sensitivitas insulin.

Fungsi Insulin

Fungsi insulin yang utama adalah untuk melawan beberapa fungsi hormon yang menyebabkan hiperglikemia dan sekaligus bersamaan dalam mempertahankan jumlah glukosa dalam darah tetap normal. Disamping fungsinya yang mengatur dalam metabolisme glukosa, insulin juga berfungsi untuk:

  • Merangsang terjadinya sintesis asam lemak (fatty acids), yang mana asetil ko-enzim A dikonversi menjadi asam lemak. Inilah yang dinamakan lipogenesis.
  • Meningkatkan pengangkutan asam amino ke dalam sel.
  • Mengurangi terjadinya pemecahan lipid (lemak) yang disebut lipolisis.
  • Memodulasi transkripsi dan merangsang pemindahan protein, sintesis DNA, pertumbuhan sel, dan penggandaan sel, yang semuanya terkait dengan fungsi pertumbuhan.

Obat Insulin (Injeksi)

Beberapa orang ada yang mengalami gangguan metabolisme dalam memproduksi insulin atau bahkan yang tidak berespon sama sekali dengan insulin yang diproduksi oleh tubuhnya, misalnya pada pasien dengan penyakit Diabetes Mellitus (DM). Oleh sebab itu dibutuhkan insulin yang diambil dari luar dalam bentuk obat. Biasanya digunakan insulin dalam bentuk cairan yang disuntik di jaringan subkutan. Kenapa di subkutan? karena jaringan subkutan, misalnya di perut, lebih mudah menyerap insulin dan subkutan di perut lebih konsisten dari lokasi lainnya (lihat bagaimana cara menggunakan insulin).

Pasien DM, terutama tipe 1, dengan glukosa darah yang meningkat, pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin, oleh sebab itu diutuhkan terapi insulin. Sedangkan yang tipe 2, pasien memang dapat memproduksi insulin, akan tetapi tetapi sel-sel di seluruh tubuh tidak mampu merespon secara normal terhadap insulin yang dihasilkannya. Jadi insulin disini diperlukan untuk mengatasi terjadinya resistensi sel terhadap insulin, sehingga dapat mencegah atau mengurangi adanya komplikasi jangka panjang nantinya, seperti terjadi gangguan pembuluh darah dalam tubuh (vaskulopati), kerusakan pada mata (retinopati diabetik), ginjal (diabetes ginjal), atau kerusakan saraf (neuropati).


 Share

Penyakit Jantung (Kardiovaskular): Pengertian, Jenis, Sebab, Faktor Risiko

Pengertian Penyakit Jantung/Kardiovaskular

Penggunaan istilah penyakit jantung dan kardiovaskular acap kali digunakan saling bergantian. Adapun penyakit jantung pada dasarnya mengacu pada kondisi jantung itu sendiri seperti infeksi dan kondisi yang berdampak pada otot, katup, dan irama denyut jantung. Sedangkan istilah kardiovaskular dipakai pada kondisi yang melibatkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang nantinya dapat menyebabkan serangan jantung (heart attack), nyeri dada (angina pectoris) ataupun stroke.

Jenis-jenis Penyakit Jantung/Kardiovaskular

Penyakit jantung tergolong sebagai penyakit tidak menular. Jenis-jenis penyakit jantung seperti:

  • Penyakit jantung koroner: penyakit pembuluh darah yang menyuplai otot jantung;
  • Penyakit serebrovaskular: penyakit pembuluh darah yang menyuplai otak;
  • Penyakit arteri perifer: penyakit pembuluh darah yang menyuplai tangan dan kaki;
  • Penyakit jantung rematik: gangguan pada otot jantung dan katup jantung akibat demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus;
  • Penyakit jantung bawaan: kelainan struktur jantung yang sudah ada saat lahir;
  • Deep vein thrombosis dan pulmonary embolism: bekuan darah di pembuluh darah kaki, yang dapat bergerak ke jantung dan paru-paru.

Sebab Penyakit Jantung/Kardiovaskular

Serangan jantung dan stroke biasanya terjadi akut dan terutama disebabkan oleh penyumbatan yang mencegah darah mengalir ke jantung atau otak. Alasan yang paling umum adalah terjadinya penumpukan deposit lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Stroke dapat disebabkan oleh perdarahan dari pembuluh darah di otak atau oleh karena adanya bekuan darah.

Faktor Risiko Penyakit Jantung/Kardiovaskular

Faktor risiko perilaku yang paling penting dari penyakit jantung dan stroke adalah pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik (olahraga), penggunaan tembakau dan penggunaan alkohol. Faktor risiko perilaku bertanggung jawab sekitar 80 % dari penyakit jantung koroner dan penyakit serebrovaskular.

Efek dari diet yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik mungkin muncul pada seseorang sebagai akibatnya tekanan darah mengangkat, glukosa darah tinggi, lemak darah meningkat, dan obesitas atau kelebihan berat badan. Ini merupakan faktor risiko menengah dan dapat diukur melalui fasilitas perawatan primer yang akan menunjukkan peningkatan risiko berkembangnya serangan jantung, stroke, gagal jantung dan komplikasi lainnya.

Penghentian penggunaan tembakau, pengurangan garam dalam diet, mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, aktivitas fisik secara teratur dan menghindari penggunaan alkohol telah terbukti mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Risiko kardiovaskular juga dapat dikurangi dengan mencegah atau mengobati hipertensi, diabetes dan kadar lemak darah yang tinggi (tinggi LDL kolesterol, rendah HDL klesterol).

Kebijakan yang menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membuat pilihan yang sehat sangat terjangkau dan sangat penting untuk memotivasi orang-orang untuk mengadopsi dan mempertahankan perilaku hidup sehat. Ada juga sejumlah faktor penentu yang mendasari atau sebagai penyebab meningkatnya penyakit jantung seperti perubahan sosial, ekonomi dan budaya – globalisasi, urbanisasi, dan bertambahnya populasi. Penentu lain termasuk kemiskinan, stres dan faktor keturunan.

Proteinuria (albuminuria) : protein dalam urin

Pengertian Proteinuria
Proteinuria (albuminuria) adalah suatu kondisi dimana terlalu banyak protein dalam urin yang dihasilkan dari adanya kerusakan ginjal. Proteinuria pada diabetes biasanya hasil dari hiperglikemia, baik jangka panjang (kadar gula darah tinggi) atau hipertensi (tekanan darah tinggi). Ketika ginjal bekerja dengan benar, mereka menyaring produk limbah keluar dari darah akan tetapi tetap menyimpan unsur penting termasuk albumin. Albumin adalah protein yang membantu dalam mencegah air bocor keluar dari darah ke jaringan lain.

ProteinuriaProtein plasma adalah komponen penting dari setiap makhluk hidup. dan ginjal berperan sangat penting dalam retensi protein plasma dengan tubulus ginjal yang berfungsi mereabsorbsi protein melewati penghalang filtrasi glomerulus. Ekskresi protein urine normal hingga 150 mg/hari. Oleh karena itu, jika jumlah protein dalam urin menjadi abnormal, maka dianggap sebagai tanda awal penyakit ginjal atau penyakit sistemik yang signifikan. Jika kadar gula darah tinggi selama beberapa tahun kerusakan ginjal, maka kemungkinan akan terlalu banyak albumin akan hilang dari darah. Proteinuria merupakan tanda bahwa ginjal telah menjadi rusak.

Gejala proteinuria
Tanda-tanda proteinuria hanya akan menjadi nyata setelah ginjal sangat rusak dan tingkat protein dalam urin tinggi. Jika ini terjadi, gejala dapat muncul sebagai pembengkakan pergelangan kaki, tangan, perut atau wajah. Karena gejala hanya terjadi pada tahap kerusakan ginjal, penting bahwa sebagai seseorang dengan diabetes, Anda perlu memeriksa tanda-tanda penyakit ginjal setidaknya sekali setahun.

Skrining ini membutuhkan sampel urin yang akan diuji oleh layanan kesehatan Anda untuk setiap tingkat abnormal protein. Untuk melakukan hal ini, mereka membandingkan rasio albumin kreatinin. Rasio kadar Albumin terhadap kreatinin sebagai berikut:
Pria: kurang dari atau sama dengan 2,5 mg / mmol
Wanita: kurang dari atau sama dengan 3,5 mg / mmol

Penyebab Proteinuria
Pada diabetes, penyebab utama proteinuria adalah kadar glukosa darah tinggi selama bertahun-tahun. Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan perkembangan kerusakan ginjal. Pre-eklampsia, suatu kondisi yang dapat mempengaruhi wanita hamil, termasuk tekanan darah yang sangat tinggi dan merupakan salah satu penyebab potensial dari protein dalam urin.

Komplikasi Proteinuria
Komplikasi proteinuria meliputi sebagai berikut:

  • Edema paru karena karena overload cairan.
  • Gagal ginjal akut akibat penipisan intravaskular
  • Peningkatan risiko infeksi bakteri, termasuk bakteri peritonitis
  • Peningkatan risiko trombosis arteri dan vena, termasuk trombosis vena ginjal
  • Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular

Pemeriksaan Albumin Urin
Dua metode yang umumnya digunakan untuk mendeteksi albumin yaitu metode dipstick dan menggunakan presipitat asam sulfosalisilat. Metode dipstick (colorimetric reagent strip) didasarkan pada kemampuan protein untuk mengubah warna tertentu dengan indikator asam-basa, seperti tetrabromophenol blue, tanpa mengubah pH. Ketika pewarna buffer pada pH 3, itu adalah kuning, penambahan peningkatan konsentrasi protein merubah warna menjadi hijau dan kemudian menjadi biru. Perubahan warna dibandingkan dengan bagan warna dimana konsentrasi protein dinilai dari tanda batas sampai 4+, sesuai dengan konsentrasi dari 1 sampai 10 mg/dl ke lebih besar dari 500 mg/dl.

Penanganan Proteinuria
Dasar penanganan proteinuria adalah sebagai berikut:
– Pengobatan non-spesifik yaitu pengobatan diluar dari penyebab yang mendasari, dengan asumsi pasien tidak memiliki kontraindikasi terhadap terapi.
– Pengobatan spesifik yaitu pengobatan yang tergantung pada penyebab ginjal/renal atau non-renal.


 Google

DIABETES – definisi dan tipe diabetes mellitus (kencing manis)

Apa itu diabetes mellitus (DM)?
Pengertian atau definisi diabetes mellitus adalah suatu jenis penyakit dimana terjadi gangguan sistem endokrin sehingga tingkat glukosa darah dalam tubuh kita di atas normal. Arti kata ‘diabetes’ adalah air yang mengucur terus-menerus dari suatu saluran, dan kata ‘mellitus’ artinya manis seperti madu. Ada orang yang mengatakan penyakit diabetes disebut juga sakit kencing manis. Kenapa dikatakan penyakit kencing manis? disebut ‘penyakit kencing manis’ sebab air kencing atau urin pada penderita diabetes melitus memang mengandung gula yang rasanya manis sedangkan urin normal tidak mengandung gula dan pastinya rasanya tidak manis. Kadar normal glukosa darah adalah 70-110 mg/dL dan dalam urin 12-40 mg/dL.

Gangguan produksi hormon insulin di pankreasSebagian besar makanan yang kita makan diubah menjadi glukosa, atau gula, yang mana glukosa tersebut akan digunakan oleh tubuh kita untuk energi. Pankreas membuat hormon yang disebut insulin untuk membantu glukosa masuk ke sel-sel tubuh kita. Bila Anda terkena diabetes artinya tubuh Anda tidak cukup untuk menghasilkan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Hal ini menyebabkan glukosa meningkat dalam darah Anda. Selain hormon insulin, pankreas juga menghasilkan hormon yang fungsinya berlawanan dengan insulin, yang disebut hormon glukagon. Hormon ini dihasilkan tepatnya pada pulau-pulau langerhans pankreas. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang sangat serius diantaranya penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi pada ekstremitas bawah.

Apa saja tipe diabetes mellitus?
Penyakit ini dibagi menjadi beberapa tipe atau golongan berdasarkan sebab timbulnya, yaitu Diabetes tipe 1 sebelumnya disebut insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau juvenile-onset diabetes, karena biasanya yang terkena penyakit ini adalah anak-anak dan remaja, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga terkena penyakit ini. Tipe 1 didapati sekitar 5% dari seluruh kasus yang terdiagnosis. Sedangkan Diabetes tipe 2 sebelumnya disebut non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM) atau diabetes onset dewasa. Meskipun tipe ini kebanyakan terjadi pada orang dewasa, akan tetapi ada kasus diabetes tipe 2 ditemukan pada anak. Tipe 2 ini didapati sekitar 90% sampai 95% dari semua kasus yang didiagnosis.

Diabetes Gestational adalah penyakit kencing manis yang hanya ada pada wanita hamil. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan masalah bagi ibu dan bayi. Jenis penyakit ini berkembang pada 2% sampai 10% dari seluruh kasus kehamilan tetapi biasanya menghilang ketika kehamilan berakhir. Diabetes tipe lain seperti akibat sindrom genetik tertentu, operasi, obat-obatan, kekurangan gizi, infeksi, dan penyakit lainnya yang ditemukan sekitar 1% sampai 5% dari seluruh kasus yang didiagnosis DM.

Dengan mengetahui definisi diabetes mellitus dan tipe-tipe penyakit tersebut, mudah-mudahan kita dapat lebih memahami bagaimana penatalaksanaan pengobatan penyakit DM yang sesuai.

Psoriasis tingkatkan risiko penyakit diabetes (Penelitian)

Hubungan Psoriasis dan DiabetesApakah Anda terkena penyakit kulit Psoriasis? Jika “Ya”, Anda kemungkinan berada pada risiko lebih tinggi mengalami kondisi serius lainnya yaitu diabetes, khususnya diabetes tipe 2.

Peneliti dari Copenhagen University Hospital di Gentofte, Denmark, termasuk penduduk Denmark keseluruhan berada dalam penelitian mereka yang menyatakan ada hubungan antara psoriasis dan diabetes. Hasil dari penelitian ini dibawakan oleh Dr Ole Ahlehoff di kongres European Society of Cardiology 2012.

Psoriasis adalah penyakit kronis atau jangka panjang yang menyebabkan kemerahan dan iritasi pada kulit. Psoriasis sering membuat kulit tampak tebal dan dapat menyebabkan bercak perak bersisik. Psoriasis adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 125 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini tidak menular yang berarti jika Anda memilikinya, Anda tidak bisa menularkannya kepada orang lain. Psoriasis menyebabkan sel-sel kulit untuk tumbuh terlalu cepat, yang mengakibatkan penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit.

Kelompok riset Denmark percaya bahwa peradangan yang terkait dengan psoriasis mungkin menjadi bagian dari hubungan antara psoriasis dan diabetes.

Diabetes adalah suatu kondisi yang terjadi ketika gula yang berlebih menumpuk dalam darah. Hal ini juga menyebabkan keadaan peradangan kronis. Dr Ahlehoff mengatakan, “Peringatan keadaan kronis ini menjelaskan adanya peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes mellitus yang terlihat pada pasien.”

Studi penelitian diikuti lebih dari empat juta orang selama 13 tahun. Sekitar 50.000 peserta memiliki psoriasis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan psoriasis berada pada peningkatan risiko berkembangnya diabetes dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki psoriasis. Hal ini juga menunjukkan bahwa jumlah peningkatan risiko lebih tinggi untuk kasus yang lebih parah dari psoriasis.

Orang dengan psoriasis ringan sekitar 1,5 kali lebih mungkin untuk terserang diabetes dibandingkan orang tanpa psoriasis. Orang dengan psoriasis berat dua kali lebih mungkin untuk berkembang ke arah diabetes.

Kelompok peneliti ini menyimpulkan bahwa pasien psoriasis bisa mendapatkan keuntungan dari pendidikan tentang risiko meningkatnya penyakit mereka ke kondisi serius lainnya termasuk penyakit jantung dan diabetes. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk menentukan apakah pengobatan agresif psoriasis mempengaruhi risiko tersebut.

Jika Anda memiliki psoriasis, konsultasikan dengan layanan kesehatan Anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang risiko psoriasi dan untuk mempelajari apa yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko terkena diabetes atau penyakit jantung.

Referensi

  • Science Daily. Psoriasis Patients at high Risk of Diabetes. Web. 30 Oktober, 2012.
  • PubMed Health. Psoriasis. Web. 30 Oktober, 2012.
  • National Psoriasis Foundation. About Psoriasis. Web. 30 Oktober, 2012.

Penyakit Diabetes Ginjal

Apakah Anda penderita diabetes ? ada beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes ginjal. Menurut National Kidney Foundation, sebuah yayasan ginjal di New YorkAmerika, sekitar 30 persen dari individu dengan penyakit diabetes tipe 1 dan 10 sampai 40 persen orang-orang dengan diabetes tipe 2 akhirnya akan mengalami gagal ginjal.

Selain protein dalam urin, termasuk tanda-tanda lain dari penyakit ginjal pada penderita diabetes seperti tekanan darah tinggi, kram kaki, pembengkakan pergelangan kaki dan kaki, sering buang air kecil tengah malam, gatal, kelemahan, anemia, morning sickness, mual muntah, dan kadar creatinine dalam darah yang tinggi. Komplikasi penyakit diabetes memang salah satunya adalah terjadinya kerusakan pada ginjal jika Anda tidak melakukan beberapa hal untuk mencegahnya.

Jika Anda memiliki diabetes, langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu mencegah penyakit ginjal diabetes meliputi:

  • Menjaga tingkat gula darah tetap normal.
  • Mencapai dan menjaga tekanan darah yang normal, di bawah 130/80 mmHg.
  • Melakukan tes berikut sekali setahun: tes albumin urin (untuk tahap protein dalam urin) dan tes darah untuk creatinine.
  • Hindari penggunaan obat penghilang rasa sakit kronis seperti asetaminofen, ibuprofen, dan aspirin, karena mereka dapat merusak ginjal. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang aspirin yang digunakan untuk melindungi hati Anda dan cara alternatif untuk mengobati sakit kronis seperti radang sendi.
  • Tidak mengabaikan tanda-tanda infeksi kandung kemih atau ginjal, seperti terbakar atau sakit saat buang air kecil, urin kemerahan, nyeri di belakang atau sisi di bawah tulang rusuk, atau dorongan yang sering untuk buang air kecil.
  • Menghindari jumlah protein berlebihan dalam diet Anda.
  • Ada beberapa bukti Kromium dapat membantu mengurangi risiko penyakit ginjal.

Hubungan antara Diabetes dan Virus (Penelitian)

Anak-anak dengan diabetes tipe 1 hampir 10 kali lebih mungkin terkena infeksi virus daripada anak-anak yang sehat, menurut penelitian dari Australia.

Childhood diabetes telah dikaitkan dengan enterovirus, yang dapat menyebabkan dingin, flu dan bahkan meningitis. Namun tinjauan 26 kasus yang ada oleh sebuah kelompok di Australia, yang diterbitkan di BMJ, tidak membuktikan bahwa virus adalah penyebab diabetes. Diabetes UK mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penyebab Diabetes Tipe 1.

Penyakit DM ini biasanya muncul di masa kecil, ketika pankreas berhenti memproduksi hormon insulin dan tubuh tidak bisa mengendalikan tingkat gula dalam darah.

DM Anak dan Virus
Apakah virus berperan penting pada Diabetes Anak?

Jumlah kasus semakin meningkat, tanpa penjelasan, di seluruh dunia. Ada faktor genetik untuk tipe 1 diabetes tetapi ini tidak ada penjelasan mengenai kenaikan ini, jadi para ilmuwan mencari faktor lingkungan. Salah satunya yang dianggap penyebab diabetes adalah Enterovirus, namun studi terdahulu tentang virus tidak konsisten.

Para peneliti di University of New South Wales dan Institut Endokrinologi dan Diabetes di Sydney menggabungkan penelitian beberapa kelompok untuk memberikan jawaban yang lebih pasti.

Mereka meninjau 26 set penelitian yang melibatkan 4.448 pasien dan menyimpulkan: “Hubungan antara infeksi Enterovirus, terdeteksi dengan metode molekuler, dan diabetes hampir 10 kali kemungkinan infeksi enterovirus pada anak-anak di diagnosis diabetes tipe 1.

Dr Jonathan Levy, konsultan diebetologist di Pusat Oxford untuk Diabetes, Endokrinologi dan Metabolisme, berkata: “Ini terlihat menjadi studi yang sangat baik dilakukan, terutama yang baru didiagnosa.”

Akar permasalahan

Salah satu isu dengan jenis penelitian ini adalah bahwa sulit untuk membuktikan apa yang menyebabkan apa. Enterovirus dapat menyebabkan diabetes, atau diabetes bisa membuat Anda lebih rentan terhadap Enterovirus – atau sesuatu yang lain, seperti genetik, bisa membuat Anda lebih mungkin untuk mendapatkan keduanya.

Para penulis mengakui penelitian lebih perlu dilakukan.

Dr Iain Frame, direktur penelitian di Diabetes UK, mengatakan: “Banyak faktor telah dilaporkan dikaitkan dengan diabetes tipe 1 tapi itu tidak sama dengan yang menyebabkan diabetes tipe 1 dan laporan ini berdasarkan sejumlah studi sebelumnya tidak membawa kita lebih dekat untuk penentuan penyebab diabetes tipe 1.”

“Kami setiap analisis baru yang membawa pemahaman yang lebih baik mengenai keterlibatan virus tertentu pada sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas.”

“Ini juga dapat memberi kita sepotong jigsaw dalam bekerja menuju pemahaman yang lebih baik penyebab diabetes tipe 1 yang pada gilirannya akan mengarah pada strategi pencegahan yang baru.”

Dr Alan Foulis, yang telah meneliti hubungan antara diabetes dan virus di Glasgow Royal Infirmary, berkata: “Ada bukti keterlibatan Enterovirus, tetapi ada terlalu banyak enterovirus berbeda, ada ratusan dari mereka.”

“Apa yang peneliti coba lakukan adalah sumber daya kolam renang di Eropa untuk mengetahui enterovirus bisa dikaitkan dengan diabetes tipe 1, dimana produsen vaksin perlu mengetahui untuk menentukan orang yang tepat sebagai target.”