Misteri sebab bicara terbata-bata (gagap) terungkap

Sebuah penelitian dari dunia medis telah terungkap, kali ini mengenai sebab terjadinya bicara terbata-bata atau gagap pada orang yang mengalaminya. Selama ribuan tahun para ilmuwan mencoba mengungkap misteri terjadinya gagap (stuttering), dan hari ini misteri tersebut sudah terungkap.

“Orang-orang mencari penyebab kegagapan selama 5.000 tahun,” kata Dennis Drayna, seorang peneliti di National Institute on Deafness and Other Communication Disorders.

Gambar Pusat Bicara GagapNew England Journal of Medicine edisi Rabu,10 Februari 2010 melaporkan penelitian terhadap sebab orang mengalami gagap. Terdapat tiga genetik mutasi pada sel-sel otak yang mengendalikan bicara, dan gen dalam sel-sel tersebutlah yang memberikan kekacauan dalam bicara (gagap).

“Mutasi ini mempengaruhi proses di dalam sel yang mendegradasi sel-sel yang tidak diperlukan lagi,” tutur Drayna. “Proses ini disebut sampah, atau lebih mirip tempat daur ulang dari suatu sel. Ketika proses ini terganggu, maka sel rusak, dan menyebabkan masalah”, lanjutnya.

Dari penelitian tersebut, masalah mutasi genetik inilah yang menjelaskan sebab orang menjadi gagap.

“Ini berita yang baik sekali bagi orang-orang yang gagap untuk mengetahui bahwa penyebabnya adalah suatu gen.” kata Tammy Flores, direktur eksekutif National Stuttering Association.

Drayna menambahkan bahwa,

“Hal penting yang memperkuat temuan kami adalah bahwa gagap pada dasarnya adalah kelainan biologis. Bahkan saat ini, orang tampaknya masih berpikir bahwa gagap kemungkinan karena gangguan emosional, atau bahkan kekacauan sosial. Saya pikir semakin cepat gagap diakui sebagai gangguan biologis, akan lebih mudah mengatasi gangguan ini.”

Drayna menekankan bahwa menemukan gen untuk gagap tidak berarti secara otomatis dapat diobati, tapi penanganan dan diagnosis yang lebih baik masih dalam pengembangan.

Credit: CNN