Apa itu Missed Abortion (Miscarriage) – Aborsi Spontan

Pengertian Missed Abortion

Missed abortion atau miscarriage artinya keguguran. Keguguran disini dalam istilah medis artinya adalah hilangnya janin sebelum minggu ke-20 pada masa kehamilan. Dalam ilmu kedokteran, keguguran disebut juga sebagai aborsi spontan, akan tetapi kondisi ini bukanlah definisi umum dari aborsi.

Menurut March of Dimes, sekitar 50% dari seluruh kehamilan akan berakhir dengan keguguran dan yang paling sering adalah sebelum wanita mengalami periode menstruasi atau bahkan sebelum tahu dia sedang hamil. Dan sekitar 15% dari kehamilan yang diketahui akan berakhir pada keguguran. Sedangkan aborsi spontan yang terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan dapat mencapai persentese yang cukup tinggi sekitar yaitu lebih dari 80%. Jika terjadi keguguran setelah usia kehamilan 20 minggu, maka hal ini disebut keguguran terlambat (late miscarriages).

Sebab Keguguran

Keguguran banyak disebabkan oleh masalah kromosom yang membuat tidak mungkin bagi bayi untuk berkembang. Biasanya juga, masalah ini tidak berhubungan dengan gen ibu atau ayah.

Penyebab lain yang mungkin terjadinya keguguran meliputi:

Risiko keguguran lebih tinggi pada wanita yang lebih tua, dengan dimulai pada usia 30, menjadi lebih besar antara 35 dan 40, dan tertinggi setelah 40, juga wanita yang pernah mengalami keguguran sebelumnya.

Gejala Keguguran

Ketika Anda melihat keguguran yang digambarkan di televisi atau film, Anda sering melihat seorang wanita tiba-tiba mengalami sakit luar biasa dan kemudian jatuh dalam genangan darah. Sebenarnya, bukan itu yang terjadi pada sebagian besar wanita. Gejala keguguran meliputi:

  • Perdarahan yang berlangsung dari ringan hingga berat.
  • Kram yang parah.
  • Nyeri perut.
  • Demam.
  • Lemah.
  • Nyeri punggung.

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang tercantum di atas, hubungi penyedia layanan kesehatan kebidanan Anda segera. Mereka akan memberitahu Anda untuk datang ke pusat pelayanan kesehatan atau pergi ke instalasi rawat darurat.

Pencegahan Keguguran

Sebagian besar keguguran tidak dapat dicegah. Jika seorang wanita telah menderita lebih dari tiga kali keguguran maka cara membantu untuk menjaga kehamilan, mereka menggunakan obat-obatan di bawah perawatan spesialis. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko keguguran. Hindari merokok, minum alkohol dan menggunakan obat-obatan saat hamil. Menjaga berat badan yang sehat sebelum hamil juga dapat membantu.

Jika Anda mengalami gejala keguguran, Anda biasanya akan dirujuk ke rumah sakit untuk tes. Dalam kebanyakan kasus, scan USG dapat menentukan apakah kehamilan masih sedang berlangsung atau Anda mengalami keguguran. Bila akhirnya Anda dinyatakan keguguran, Anda perlu berbicara dengan dokter Anda atau perawat tentang pilihan untuk pengelolaan akhir kehamilan. Dalam sebagian besar kasus, sisa jaringan kehamilan akan hilang secara alami dalam satu atau dua minggu. Kadang-kadang obat-obatan dapat membantu atau Anda dapat memilih untuk melakukan operasi kecil untuk menghilangkannya jika Anda tidak ingin menunggu.

Keguguran bisa menjadi pengalaman emosional dan fisik. Anda mungkin memiliki perasaan bersalah, kaget dan marah. Saran dan dukungan dari layanan konseling rumah sakit dan lingkungan sangat diperlukan. Hilangkan mitos bahwa setelah keguguran Anda tidak dapat hamil lagi. Itu adalah mitos yang salah. Setelah keguguran tidak selalu berarti Anda tidak dapat hamil lagi. Kebanyakan orang dapat menjalankan kehamilan yang sehat setelah keguguran, bahkan dalam kasus keguguran berulang sekalipun. Anda dapat mencoba untuk cepat hamil setelah gejala berlalu, walaupun begitu pertama Anda harus memastikan bahwa Anda siap secara emosional dan fisik untuk menjalankan kehamilan senjutnya.

Aborsi : Pengertian, Jenis & Tinjauan Hukum Gugur Kandungan

Masalah Kebidanan komunitas yang akhir-akhir ini mencuat dan menjadi bahan perbincangan, yaitu tentang aborsi. Dari data yang diperoleh, remaja berusia 15-19 tahun melahirkan, 4 juta melakukan aborsi.

Pengertian Aborsi

  • Pengertian aborsi dalam bahasa Latin dinamakan abortus atau gugur kandungan adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan menginjak waktu 20 minggu yang akhirnya mengakibatkan terjadinya kematian pada janin. Apabila janin lahir dengan selamat atau hidup sebelum kehamilan 38 minggu namun setelah melewati 20 minggu masa kehamilan, maka ini disebut sebagai kelahiran prematur.
  • Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.
  • Abortus sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau usia kehamilan sebelum 20 minggu (terakhir oleh WHO/FIGO tahun 1998 adalah sebelum 22 minggu)

Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi:
1. Spontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami
2. Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya adalah:

  • Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
  • Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.
  • Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.

Dalam bahasa sehari-hari, istilah keguguran biasanya digunakan untuk spontaneous abortion, sementara aborsi digunakan untuk induced abortion.

Klasifikasi Aborsi

Beberapa jenis aborsi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Abortus spontanea

Pengertian abortus spontanea adalah abortus yang berlangsung tanpa tindakan, dalam hal ini dibedakan sebagai berikut:

  • Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
  • Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
  • Abortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.
  • Abortus kompletus, semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

Abortus provokatus

Pengertian abortus provokatus adalah jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan, yaitu dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya bayi dianggap belum dapat hidup diluar kandungan apabila usia kehamilan belum mencapai 28 minggu, atau berat badan bayi kurang dari 1000 gram, walaupun terdapat beberapa kasus bayi dengan berat dibawah 1000 gram dapat terus hidup. Pengelompokan Abortus provokatus secara lebih spesifik :

  • Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus, abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu.
  • Abortus Provokatus Kriminalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

Abortus Habitualis

Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi berturut-turut tiga kali atau lebih. Pada umumnya penderita tidak sukar menjadi hamil, namun kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu, dan umumnya disebabkan karena kelainan anatomi uterus, atau kelainan faktor imunologi.

Missed Abortion

Missed Abortion adalah kematian janin dan nekrosis jaringan konsepsi tanpa ada pengeluaran selama lebih dari4 minggu atau lebih (beberapa buku 8 minggu)

Abortus Septik

Abortus Septik adalah tindakan pengakhiran kehamilan dikarenakan sepsis akibat tindakan abortus yang terinfeksi (misalnya dilakukan oleh dukun, atau awam). Bahaya terbesar adalah kematian ibu.

Penyebab Aborsi

  • Penyebab aborsi dari segi maternal
  • Penyebab aborsi secara umum:

Infeksi akut

  1. virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis.
  2. Infeksi bakteri, misalnya streptokokus.
  3. Parasit, misalnya malaria.

Infeksi kronis

  1. Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.
  2. Tuberkulosis paru aktif.
  3. Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll.
  4. Penyakit kronis, misalnya :hipertensin, ephritis, diabetes, anemia berat, penyakit jantung, toxemia gravidarum
  5. Gangguan fisiologis, misalnya Syok, ketakutan, dll.
  6. Trauma fisik.

Penyebab aborsi yang bersifat lokal:

  • Fibroid, inkompetensia serviks.
  • Radang pelvis kronis, endometrtis.
  • Retroversi kronis.
  • Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil, sehingga menyebabkan hiperemia dan abortus.

Penyebab dari segi Janin

  • Kematian janin akibat kelainan bawaan.
  • Mola hidatidosa.
  • Penyakit plasenta dan desidua, misalnya inflamasi dan degenerasi.

Alasan untuk melakukan tindakan Aborsi

Abortus provokatus kriminalis sering terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya:

  • Alasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil.
  • Alasan psikososial, di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau untuk punya anak lagi.
  • Kehamilan di luar nikah.
  • Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah beban ekonomi keluarga.
  • Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan, janin cacat.
  • Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga).
  • Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan.

Akibat Abortus Provokatus Kriminalis

Komplikasi aborsi medis yang dapat timbul pada ibu :

  • Perforasi
  • Luka pada serviks uteri
  • Pelekatan pada kavum uteri
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Lain-lain

Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejala-gejala konvulsi, penghentian kerja jantung, penghentian pernapasan, atau hipofibrinogenemia. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan pada pemberian prostaglandin antara lain panas, rasa enek, muntah, dan diare.

Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu bisa menyebabkan kematian pada keduanya.

Cara – cara Abortus Provokatus Kriminalis Kekerasan Mekanik :

1. Umum

  1. Latihan olahraga berlebihan
  2. Naik kuda berlebihan
  3. Mendaki gunung, berenang, naik turun tangga
  4. Tekanan / trauma pada abdomen

2. Lokal

  1. Memasukkan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina : pensil, paku, jeruji sepeda
  2. Alat merenda, kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk melepas kantung amnion
  3. Alat untuk memasang IUD
  4. Alat yang dapat dilalui arus listrik
  5. Aspirasi jarum suntik

Metode hisapan sering digunakan pada aborsi yang merupakan cara yang ilegal secara medis walaupun dilakukan oleh tenaga medis. Tabung suntik yang besar dilekatkan pada ujung kateter yang dapat dilakukan penghisapan yang berakibat ruptur dari chorionic sac dan mengakibatkan abortus. Cara ini aman asalkan metode aseptik dijalankan, jika penghisapan tidak lengkap dan masih ada sisa dari hasil konsepsi maka dapat mengakibatkan infeksi.

Tujuan dari merobek kantong kehamilan adalah jika kantong kehamilan sudah rusak maka secara otomatis janin akan dikeluarkan oleh kontraksi uterus. Ini juga dapat mengakibatkan dilatasi saluran serviks, yang dapat mengakhiri kehamilan. Semua alat dapat digunakan dari pembuka operasi sampai jari-jari dari ban sepeda. Paramedis yang melakukan abortus suka menggunakan kateter yang kaku. Jika digunakan oleh dokter maupun suster, yang melakukan mempunyai pengetahuan anatomi dan menggunakan alat yang steril maka resikonya semakin kecil. Akan tetapi orang awam tidak mengetahui hubungan antara uterus dan vagina. Alat sering digunakan dengan cara didorong ke belakang yang orang awam percayai bahwa keadaan serviks di depan vagina.

Permukaan dari vagina dapat menjadi rusak dan alat mungkin masuk ke usus bahkan hepar. Penetrasi dari bawah atau tengah vagina dapat juga terjadi perforasi. Jika serviks dimasuki oleh alat, maka serviks dapat ruptur dan alat mungkin masuk lewat samping. Permukaan luar dapat cedera dengan pengulangan, usaha yang ceroboh yang berusaha mengeluarkan benda yang terlalu tebal ke saluran yang tidak membuka. Jika sukses melewati saluran dari uterus, mungkin langsung didorong ke fundus, yang akan merusak peritoneal cavity. Bahaya dari penggunaan alat adalah pendarahan dan infeksi. Perforasi dari dinding vagina atau uterus dapat menyebabkan pendarahan, yang mungkin diakibatkan dari luar atau dalam.

Sepsis dapat terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril atau kuman berasal dari vagina dan kulit. Bahaya yang lebih ringan(termasuk penggunaan jarum suntik) adalah cervical shock. Ini dapat membuat dilatasi serviks, dalam keadaaan pasien yang tidak dibius, alat mungkin menyebabkan vagal refleks, yang melalui sistem saraf parasimpatis, yang dapat mengakibatkan cardiac arrest. Ini merupakan mekanisme yang berpotensi menimbulkan ketakutan yang dapat terjadi pada orang yang melakukan Abortus kriminalis.

Obat keras bahan kimia / obat-obatan atau bahan-bahan yang bekerja pada uterus
Berbagai macam zat yang digunakan baik secara lokal maupun melalui mulut telah banyak digunakan untuk menggugurkan kandungan. Beberapa zat mempunyai efek yang baik sedangkan beberapa lainnya berbahaya. Zat yang digunakan secara lokal contohnya fenol dan lysol, merkuri klorida, potassium permagnat, arsenik, formaldehid, dan asam oxalat. Semua mempunyai bahaya sendiri, baik dari korosi lokal maupun efek sistemik jika diserap. Pseudomembran yang nekrotik mungkin berasal dari vagina dan kerusakan serviks mungkin terjadi.

Potasium permangat adalah zat yang muncul selama perang yang terakhir dan berlangsung beberapa tahun, 650 kasus dilaporkan hingga tahun 1959, yang parah hanya beberapa. Ini dapat menyebabkan nekrosis pada vagina jika diserap yang dapat mempunyai efek sistemik yang fatal termasuk kerusakan ginjal. Permanganat dapat menyebabkan pendarahan vagina dari nekrosis, yang mana dapat membahayakan janin.

Cara menggugurkan kandungan dengan indikasi medis

Jenis obat-obatan yang dipakai untuk menginduksi abortus antara lain :

a. Emmenagogum : obat untuk melancarkan haid. Cara kerja : Indirect Congesti + engorgement mucosa → Bleeding → Kontraksi Uterus → Foetus dikeluarkan.
Direct : Bekerja langsung pada uterus/saraf motorik uterus.
Misal : Aloe, Cantharides (racun irritant), Caulopylin, Borax, Apiol, Potassium permanganate, Santonin, Senega, Mangan dioksida, dll.

b. Purgativa/Emetica : obat-obatan yang menimbulkan kontraksi GI tract
Misal :Colocynth, Aloe
Castor oil : Magnesim sulfate, Sodium sulfate.

c. Ecbolica : menimbulkan kontraksi uterus secara langsung.
Misal : Apiol, Ergot, Ergometrine, Extract secale, Extract pituatary, Pituitrine, Exytocin.
Cara kerja ergot : Merangsang alpha 1 receptor pada uterus mengakibatkan kontraksi uterus yang kuat dan lama.

d. Garam dari logam : biasanya sebelum mengganggu kehamilannya sudah membahayakan keselamatan ibu. Dengan tujuan menimbulkan tonik kontraksi pada uterus. Misal : Arsenicum, HgCl, Potassium bichromate, Ferro sulfate, ferri chloride.

HUKUM DAN ABORSI

Aspek Hukum dan Medikolegal Abortus Povocatus Criminalis Abortus telah dilakukan oleh manusia selama berabad-abad, tetapi selama itu belum ada undang-undang yang mengatur mengenai tindakan abortus. Peraturan mengenai hal ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 4 M di mana telah ada larangan untuk melakukan abortus. Sejak itu maka undang-undang mengenai abortus terus mengalami perbaikan, apalagi dalam tahun-tahun terakhir ini di mana mulai timbul suatu revolusi dalam sikap masyarakat dan pemerintah di berbagai negara di dunia terhadap tindakan abortus. Hukum abortus di berbagai negara dapat digolongkan dalam beberapa kategori sebagai berikut:

  • Hukum yang tanpa pengecualian melarang abortus, seperti di Belanda.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus demi keselamatan kehidupan penderita (ibu), seperti di Perancis dan Pakistan.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi medik, seperti di Kanada, Muangthai dan Swiss.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosio-medik, seperti di Eslandia, Swedia, Inggris, Scandinavia, dan India.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial, seperti di Jepang, Polandia, dan Yugoslavia.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas permintaan tanpa memperhatikan indikasi-indikasi lainnya (Abortion on requst atau Abortion on demand), seperti di Bulgaris, Hongaria, USSR, Singapura.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi eugenistis (aborsi boleh dilakukan bila fetus yang akan lahir menderita cacat yang serius) misalnya di India.
  • Hukum yang memperbolehkan aborsi atas indikasi humanitarian (misalnya bila hamil akibat perkosaan) seperti di Jepang.

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atatu pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”
Yang menerima hukuman adalah :

  1. Ibu yang melakukan aborsi
  2. Dokter, bidan atau dukun yang melakukan aborsi
  3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Beberapa pasal yang terkait aborsi adalah :

Pasal 229

  1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatab itu, hamilnya dapat digugurkan , diancam dengan pidana penjara paling banyak 4 tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah
  2. Jika yang bersalah membuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan, atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga
  3. Jika yang bersalah melakukan hal tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341
Seorang ibu karena takut, akanketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana paling lama 7 tahun

Pasal 342
Seorang ibu, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa melahirkan anak. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan penjara, dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun

Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346
Seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh ornag lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347

  1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 348

  1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama tutjuh tahun.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan, atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan ataupun membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan spertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan

Referensi+


 Bagikan

Abortus Inkomplit

PENDAHULUAN ABORTUS INKOMPLIT
Berjuta-juta wanita setiap tahunnya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Beberapa kehamilan berakhir dengan kelahiran tetapi beberapa diantaranya diakhiri dengan abortus. Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram, sedangkan menurut WHO batasan usia kehamilan adalah sebelum 22 minggu.1

Abortus dapat dibagi atas dua golongan yaitu:

  • Menurut terjadinya dibedakan atas :2,3,4,5

    • Abortus spontan yairu abortus yang terjadi dengan sendirinya tanpa disengaja. 2
    • Abortus provokatus (induksi abortus) adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai obat-obatan maupun dengan alat-alat.3
        Abortus ini terbagi lagi menjadi:

      • Abortus medisinalis (abortus therapeutica) yaitu abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis). Biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli.2,3
      • Abortus kriminalis yaitu abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis dan biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh tenaga tradisional.3
  • Menurut gambaran klinis, dibedakan atas:1,2,3,6
    • Abortus membakat (imminens) yaitu abortus tingkat permulaan, dimana terjadi perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan.
    • Abortus insipiens yaitu abortus yang sedang mengancam dimana serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri.
    • Abortus inkomplit yaitu jika hanya sebagian hasil konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah desidua atau plasenta.
    • Abortus komplit artinya seluruh hasil konsepsi telah keluar (desidua atau fetus), sehingga rongga rahim kosong.
    • Missed abortion adalah abortus dimana fetus atau embrio telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu, akan tetapi hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 6 minggu atau lebih.
    • Abortus habitualis (keguguran berulang) adalah keadaan terjadinya abortus tiga kali berturut-turut atau lebih.
    • Abortus infeksiosa adalah abortus yang disertai infeksi genital.
    • Abortus septik adalah abortus yang disertai infeksi berat dengan penyebaran kuman ataupun toksinnya kedalam peredaran darah atau peritonium.

Selanjutnya dalam laporan kasus kali ini akan membahas mengenai abortus inkomplit infeksiosa provokatus.

Pengertian Abortus Inkomplit
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, pengertian abortus inkomplit adalah keluarnya sebagian hasil konsepsi dari kavum uteri, tetapi masih ada yang tertinggal dan bila disertai dengan infeksi genitalia, abortus inkomplit disebut juga abortus inkomplit infeksiosa.1,2,3,6,7

Sedangkan abortus provokatus kriminalis adalah abortus yang dilakukan tanpa indikasi medis. Sedikitnya kasus abortus ilegal yang diproses secara hukum sebenarnya tidak lepas dari kolusi antara wanita hamil dan pelaku abortus, disamping sulitnya menemukan bukti-bukti oleh para penegak hukum mengenai terjadinya tindak abortus ilegal. Keadaan ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang bersangkutan dengan abortus telah mengetahui abortus melanggar hukum, sehingga mereka berusaha menyembunyikan dari mata penegak hukum.1

Alasan seorang wanita memilih terminasi kehamilan antara lain:1

  • Ia mungkin seorang yang menjadi hamil diluar pernikahan
  • Pernikahan tidak kokoh seperti yang diharapkan sebelumnya.
  • Ia telah cukup anak dan tidak mungkin dapat membesarkan seorang anak lagi.
  • Janin ternyata telah terekspos oleh substansi teratogenik.
  • Ayah anak yang dikandungnya bukan suaminya.
  • Ayah anak yang dikandung bukan pria/suami yang diidamkan untuk perkawinannya.
  • Kehamilan adalah akibat perkosaan.
  • Wanita yang hamil menderita penyakit jantung yang berat.
  • Ia ingin mencegah lahirnya bayi dengan cacat bawaan.
  • Gagal metode kontrasepsi.
  • Anak terakhir masih kecil.
  • Ingin menyelesaikan pendidikan.
  • Ingin konsentrasi pada pekerjaan untuk menunjang kehidupan dengan anaknya.
  • Ada masalah dengan suami.
  • Ia merasa trerlalu tua/muda untuk mempunyai anak.
  • Ia terinfeksi HIV.
  • Suami menginginkan aborsi.

INSIDEN ABORTUS INKOMPLIT
Diperkirakan frekuensi insiden aborsi/keguguran spontan berkisar antara 10-15 %. Namun demikian, frekuensi seluruh keguguran yang pasti sukar ditentukan, karena abortus buatan banyak yang tidak dilaporkan, kecuali bila telah terjadi komplikasi. Juga karena sebagian keguguran spontan hanya disertai gejala dan tanda ringan, sehingga wanita tidak datang ke dokter atau rumah sakit.3

Profil pelaku aborsi di Indonesia tidak sama persis dengan di Amerika. Akan tetapi gambaran dibawah ini memberikan kita bahan untuk dipertimbangkan. Seperti tertulis dalam buku “Facts of Life” oleh Brian Clowes, Phd.

Para wanita pelaku aborsi adalah: 8
Wanita Muda
Lebih dari separuh atau 57% wanita pelaku aborsi, adalah mereka yang berusia dibawah 25 tahun. Bahkan 24% dari mereka adalah wanita remaja berusia dibawah 19 tahun.

Usia Jumlah %
Dibawah 15 tahun 14.200 0.9%
15-17 tahun 154.500 9.9%
18-19 tahun 224.000 14.4%
20-24 tahun 527.700 33.9%
25-29 tahun 334.900 21.5%
30-34 tahun 188.500 12.1%
35-39 tahun 90.400 5.8%
40 tahun keatas 23.800 1.5%

Belum Menikah
Jika terjadi kehamilan diluar nikah, 82% wanita di Amerika akan melakukan aborsi. Jadi, para wanita muda yang hamil diluar nikah, cenderung dengan mudah akan memilih membunuh anaknya sendiri

Untuk di Indonesia, jumlah ini tentunya lebih besar, karena didalam adat Timur, kehamilan diluar nikah adalah merupakan aib, dan merupakan suatu tragedi yang sangat tidak bisa diterima masyarakat maupun lingkungan keluarga.

ETIOLOGI ABORTUS INKOMPLIT
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya abortus yaitu :

  • Faktor genetik. 9,10
  • Sekitar 5 % abortus terjadi karena faktor genetik.
  • Paling sering ditemukannya kromosom trisomi dengan trisomi 16
  • Faktor anatomi : Faktor anatomi kogenital dan didapat pernah dilaporkan timbul pada 10-15 % wanita dengan abortus spontan yang rekuren.
  • Lesi anatomi kogenital yaitu kelainan duktus Mullerian (uterus bersepta). Duktus mullerian biasanya ditemukan pada keguguran trimester ke dua.
  • Kelainan kogenital arteri uterina yang membahayakan aliran darah endometrrium.
  • Kelainan yang didapat misalnya adhesi intrauterun (synechia), leimioma, dan endometriosis. 9,10
  • Faktor endokrin. 8,9
  • Faktor endokrin berpotensial menyebabkan aborsi pada sekitar 10-20 % kasus.
  • Insufisiensi fase luteal ( fungsi corpus luteum yang abnormal dengan tidak cukupnya produksi progesteron).
  • Hipotiroidisme, hipoprolaktinemia, diabetes dan sindrom polikistik ovarium merupakan faktor kontribusi pada keguguran.
  • Faktor infeksi
  • Infeksi termasuk infeksi yang diakibatkan oleh TORC (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus) dan malaria.11
  • Faktor imunologi
  • Terdapat antibodikardiolipid yang mengakibatkan pembekuan darah dibelakang ari-ari sehingga mengakibatkan kematian janin karena kurangnya aliran darah dari ari-ari tersebut.11

PATOGENESIS ABORTUS INKOMPLIT
Fetus dan plasenta keluar bersamaan pada saat aborsi yang terjadi sebelum minggu ke sepuluh, tetapi terpisah kemudian. Ketika plasenta, seluruh atau sebagian tertinggal didalam uterus, perdarahan terjadi dengan cepat atau kemudian.12 Pada permulaan terjadi perdarahan dalam desidua basalis, diikuti oleh nekrosis jaringan sekitarnya, kemudian sebagian atau seluruh hasil konsepsi terlepas. Karena dianggap benda asing, maka uterus akan berkontraksi untuk mengeluarkannya. Pada kehamilan di bawah 8 minggu, hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya, karena vili korialis belum menembus desidua terlalu dalam; sedangkan pada kemailan 8-14 minggu, telah masuk agak dalam, sehingga sebagian keluar dan sebagian lagi akan tertinggal.3 Hilangnya kontraksi yang dihasilkan dari aktivitas kontraksi dan retraksi miometrium menyebabkan banyak terjadi perdarahan.12

Pada abrotus provokatus kriminalis, mikroorganisme dapat mencapai vulva, vagina dan uterus dengan salah satu cara di bawah ini:1

  • Droplet injection dari pelaku abortus
  • Tangan pelaku dan alat yang digunakan
  • Debu
  • Sprei tempat tidur, kasa penutup luka

Patogenesis terjadinya infeksi 1

Bakteri menyebabkan penyakit berdasarkan 3 mekanisme dasar yaitu:

  1. Invasi ke jaringan
    Kemampuan dari beberapa bakteri tergantung dari luasnya enzim yang bekerja ektraseluler. Contohnya banyak bakteri Gram positif memproduksi hyaluronidase dan kollagenase. Enzim ini meningkatkan difusi melalui jaringan penyambung dengan cara depolimerase asam hyaluronidase. Pada abortus provokatus kriminalis, invasi mikroba sangat dipermudah dengan adanya jejas pada mukoa uterus.
  2. Reaksi hipersensitivitas
    KEGAGALAN MENGELIMINASI MIKROORGANISME
    Ada banyak infeksi dimana mikroorganisme tidak dapat dieliminasi dari tubuh tetapi menetap pada hospes selama beberapa bulan, tahun atau seumur hidup. Hal ini dilihat sebagai kegagalan dari mekanisme pertahanan tubuh yang memang telah dibentuk untuk mengeliminasi mikroorganisme-mikroorganisme yang menyerang jaringan.

    INTERAKSI ANTIMIKROBA-MIKROBA

    Antimikroba ada yang bersifat menghalangi pertumbuhan mikroba, dikenal sebagai aktivitas bekteriostatik dan ada yang bersifat membunuh mikroba, dikenal sebgai aktivitas bakterisid. Sebagai contoh Penisilin G aktif terhadap bakteri gram positif tetapi tidak pada gram negatif.

  3. Resistensi mikroba
    Resistensi pada suatu sel mikroba ialah suatu sifat dimana kehidupannya tidak diganggu oleh antimikroba. Sifat ini dapat merupakan suatu mekanisme alamiah untuk bertahan hidup.

GAMBARAN KLINIS ABORTUS INKOMPLIT

Gejala abortus inkomplit berupa amenorea, sakit perut, dan mulas-mulas. Perdarahan bisa sedikit atau banyak, dan biasanya berupa stolsel (darah beku), sudah ada keluar fetus atau jaringan. Pada abortus yang sudah lama terjadi atau pada abortus provokatus yang dilakukan oleh orang yang tidak ahli, sering terjadi infeksi. Tanda-tanda infeksi alat genital berupa demam, nadi cepat, perdarahan, berbau, uterus membesar dan lembek, nyeri tekan, luekositosis. Pada pemeriksaan dalam untuk abortus yang baru saja terjadi didapati serviks terbuka, kadang-kadang dapat diraba sisa-sisa jaringan dalam kanalis servikalis atau kavum uteri, serta uterus berukuran kecil dari seharusnya.3

Teknik tradisional yang biasa digunakan pada abortus provokatus kriminalis:1

  • Masase yang lama dan kuat pada uterus hamil
  • Insersi kateter, batu-batu, kawat-kawat tajam ke dalam vagina dan serviks
  • Minum jamu-jamuan, substansi yang kaustik
  • Daun-daun, akar-akar, kayu-kayuan dan pewarna
  • Makan-obat-obat kontrasepsi dalam jumlah yang banyak sekaligus
  • ada juga dilaporkan jatuh dari tempat yang tinggi, berdansa, melakukan hubungan seksual dengan keras dan dalam waktu yang lama.

DIAGNOSIS ABORTUS INKOMPLIT
Diagnosis abortus inkomplit ditegakkan berdasarkan :

  • Anamnesis 3
  • Adanya amenore pada masa reproduksi
  • Perdarahan pervaginam disertai jaringan hasil konsepsi
  • Rasa sakit atau keram perut di daerah atas simpisis
  • Pemeriksaan Fisis 9,10
  • Abdomen biasanya lembek dan tidak nyeri tekan
  • Pada pemeriksaan pelvis, sisa hasil konsepsi ditemukan di dalam uterus, dapat juga menonjol keluar, atau didapatkan di liang vagina.
  • Serviks terlihat dilatasi dan tidak menonjol.
  • Pada pemeriksaan bimanual didapatkan uterus membesar dan lunak.
  • Pemeriksaan Penunjang 2

1. Pemeriksaan laboratorium berupa tes kehamilan, hemoglobin, leukosit, waktu bekuan, waktu perdarahan, trombosit., dan GDS.
2. Pemeriksaan USG ditemukan kantung gestasi tidak utuh, ada sisa hasil konsepsi.

DIAGNOSIS BANDING ABORTUS INKOMPLIT 9

  • Abortus komplit
  • Kehamilan ektopik

PENATALAKSANAAN ABORTUS INKOMPLIT 2,3

  1. Memperbaiki keadaan umum. Bila perdarahan banyak, berikan transfusi darah dan cairan yang cukup.
  2. Pemberian antibiotika yang cukup tepat

    – Suntikan penisilin 1 juta satuan tiap 6 jam
    – Suntikan streptomisin 500 mg setiap 12 jam
    – atau antibiotika spektrum luas lainnya

  3. 24 sampai 48 jam setelah dilindungi dengan antibiotika atau lebih cepat bila terjadi perdarahan yang banyak, lakukan dilatasi dan kuretase untuk mengeluarkan hasil konsepsi.
  4. Pemberian infus dan antibiotika diteruskan menurut kebutuhan dan kemajuan penderita.

Semua pasien abortus disuntik vaksin serap tetanus 0,5 cc IM. Umumnya setelah tindakan kuretase pasien abortus dapat segera pulang ke rumah. Kecuali bila ada komplikasi seperti perdarahan banyak yang menyebabkan anemia berat atau infeksi.2 Pasien dianjurkan istirahat selama 1 sampai 2 hari.

Pasien dianjurkan kembali ke dokter bila pasien mengalami kram demam yang memburuk atau nyeri setelah perdarahan baru yang ringan atau gejala yang lebih berat.13 Tujuan perawatan untuk mengatasi anemia dan infeksi. Sebelum dilakukan kuretase keluarga terdekat pasien menandatangani surat persetujuan tindakan.2

KOMPLIKASI ABORTUS INKOMPLIT 1,6

  1. Perdarahan
    Perdarahan dapat diatasi dengan pengosongan uterus dari sisa-sisa hasil konsepsi dan jika perlu pemberian transfusi darah. Kematian karena perdarahan dapat terjadi apabila pertolongan tidak diberikan pada waktunya.
  2. Perforasi
    Perforasi uterus pada kerokan dapat terjadi terutama pada uterus dalam posisi hiperretrofleksi. Terjadi robekan pada rahim, misalnya abortus provokatus kriminalis. Dengan adanya dugaan atau kepastian terjadinya perforasi, laparatomi harus segera dilakukan untuk menentukan luasnya perlukaan pada uterus dan apakah ada perlukan alat-alat lain.
  3. Syok
    Syok pada abortus bisa terjadi karena perdarahan (syok hemoragik) dan karena infeksi berat.
  4. Infeksi
    Sebenarnya pada genitalia eksterna dan vagina dihuni oleh bakteri yang merupakan flora normal. Khususnya pada genitalia eksterna yaitu staphylococci, streptococci, Gram negatif enteric bacilli, Mycoplasma, Treponema (selain T. paliidum), Leptospira, jamur, Trichomonas vaginalis, sedangkan pada vagina ada lactobacili,streptococci, staphylococci, Gram negatif enteric bacilli, Clostridium sp., Bacteroides sp, Listeria dan jamur.

    Umumnya pada abortus infeksiosa, infeksi terbatas padsa desidua. Pada abortus septik virulensi bakteri tinggi dan infeksi menyebar ke perimetrium, tuba, parametrium, dan peritonium. Organisme-organisme yang paling sering bertanggung jawab terhadap infeksi paska abortus adalah E.coli, Streptococcus non hemolitikus, Streptococci anaerob, Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolitikus, dan Clostridium perfringens. Bakteri lain yang kadang dijumpai adalah Neisseria gonorrhoeae, Pneumococcus dan Clostridium tetani. Streptococcus pyogenes potensial berbahaya oleh karena dapat membentuk gas.

PROGNOSIS ABORTUS INKOMPLIT9,10

Prognosis keberhasilan kehamilan tergantung dari etiologi aborsi spontan sebelumnya.

  • Perbaikan endokrin yang abnormal pada wanita dengan abotus yang rekuren mempunyai prognosis yang baik sekitar >90 %
  • Pada wanita keguguran dengan etiologi yang tidak diketahui, kemungkinan keberhasilan kehamilan sekitar 40-80 %
  • Sekitar 77 % angka kelahiran hidup setelah pemeriksaan aktivitas jantung janin pada kehamilan 5 sampai 6 minggu pada wanita dengan 2 atau lebih aborsi spontan yang tidak jelas.

Daftar Pustaka Abortus Inkomplit

  1. Rieuwpassa C, Rauf S, Manoe IMS. M. Pola Bakteri Aerob Pada Penderita Abortus Inkomplit Infeksiosa Provokatus Kriminalis Pada Beberapa Rumah Sakit Di Makassar dalam Kumpulan Makalah Ilmiah POGI Cabang Makassar. Bagian/UP. Obstetri dan Ginekologi FKUH, Makassar, 2003.
  2. Manoe IMS. M., Rauf S., Usmany H. Abortus dalam Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri Dan Ginekologi, Bagian/SMF Obstetri Dan Ginekologi FKUH RSUP dr. Wahidin Sudiro Husodo, Ujung Pandang, 1999. Hal.97-103
  3. Mochtar R. Abortus dan Kelainan dalam Tua Kehamilan dalam Sinopsis Obstetri, Jilid 1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1998. Hal: 209-214
  4. Gugur Kandungan. Available at: http://www.en.wikipedia.org. Accessed on January,21 2006
  5. Abortion. Available at: http://www.en.wikipedia.org. Accessed on January,21 2006
  6. Keguguran dan Penyebabnya. Gugur Kandungan. Available at: http://www.pikiranrakyat.com. Accessed on January,21 2006
  7. Abortion-Incomplete. Available at: http://www.medlineplus.com. Accessed on Accessed on January,21 2006
  8. Pelaku aborsi. Available at: http://www.aborsi.org. Accessed on Accessed on January,21 2006
  9. Valley VT. Abortion Incomplete. Available at: http://www.emedicine.com. Accessed on January,21 2006
  10. Incomplete Abortion. Gugur Kandungan. Available at: http://www.findarticles.com Accessed on January,21 2006
  11. Darmawan Y. Perdarahan Pada Kehamilan uda. Available at: http://www.infosehat.com. Accessed on Accessed on January,21 2006
  12. Pritchard JA, MacDonald PC, Gant NF. Abortion in William Obtetrics, 7th ed. Appleton-Century-Crofts, USA, 1985. p. 467-488
    Martin E. Incomplete Miscarriage. Available at: http://www.abn.it.org Accessed on Accessed on January,21 2006