JEVUSKA
Recent Posts
- SYOK SEPTIK
- Britney Spears Jadi Publisher Google Adsense
- Susahnya cari uang di internet (Bagian 1)
- Hypertension Primer: The Essentials of High Blood Pressure: Basic Science, Population Science, and Clinical Management
- Herbal Medicines :Pengobatan alternatif dan komplementer
- 28 Tahun : Great age at this year
- WordPress Complete: Set Up, Customize and Market Your Blog
- Desmond Tutu
- DEMAM TIFOID (TYPHOID FEVER)
- PENANGGULANGAN REAKSI TRANSFUSI
Personal Blog
Tags
Most Viewed
- DEMAM TIFOID (TYPHOID FEVER) - 4,080 views
- Britney Spears Jadi Publisher Google Adsense - 2,657 views
- SYOK SEPTIK - 2,149 views
- Susahnya cari uang di internet (Bagian 1) - 2,076 views
- WordPress Complete: Set Up, Customize and Market Y... - 780 views
04 19th, 2007
By Andi Visi Kartika
PENDAHULUAN
Traktus urinarius bagian bawah memiliki dua fungsi utama, yaitu: sebagai tempat untuk menampung produksi urine dan sebagai fungsi ekskresi. Selama kehamilan, saluran kemih mengalami perubahan morfologi dan fisiologi. Perubahan fisiologis pada kandung kemih yang terjadi saat kehamilan berlangsung merupakan predisposisi terjadinya retensi urine satu jam pertama sampai beberapa hari post partum. Perubahan ini juga dapat memberikan gejala dan kondisi patologis yang mungkin memberikan dampak pada perkembangan fetus dan ibu.
Residu urine setelah berkemih normalnya kurang atau sama dengan 50 ml, jika residu urine ini lebih dari 200 ml dikatakan abnormal dan dapat juga dikatakan retensi urine. Insiden terjadinya retensi urine post partum berkisar 1,7% sapai 17,9%. Secara umum penanganannya diawali dengan kateterisasi. Jika residu urine lebih dari 700 ml, antibiotik profilaksis dapat diberikan karena penggunaan kateter dalam jangka More »
WordPress Theme by Template Monster