Gejala kurang oksigen ke otak

Wanita Kurang OksigenTubuh manusia membutuhkan oksigen untuk menopang dirinya sendiri. Penurunan oksigen setidaknya satu bagian tubuh dikenal sebagai hipoksia. Total kurangnya oksigen dikenal sebagai anoksia. Sel-sel otak akan rusak setelah 4 sampai 6 menit tanpa oksigen. Ketika aliran oksigen ke otak terputus, seseorang akan kehilangan kesadaran dalam waktu 10 detik. Hipoksia diperpanjang menyebabkan kerusakan otak dan akhirnya kematian.

Oksigen dibawa ke otak dalam darah. Kerusakan otak anoksia dapat terjadi jika:

  • Aliran darah ke otak tersumbat atau diperlambat. Hal ini dapat terjadi karena:

    • Bekuan darah atau stroke-aliran darah ke area otak tersumbat
    • Shock dan masalah jantung, seperti serangan jantung-darah tidak dipompa cukup efektif untuk mencapai otak
  • Aliran darah normal, tetapi darah tidak membawa cukup oksigen. Hal ini bisa terjadi karena kondisi medis seperti:
    • Penyakit paru-paru-oksigen kesulitan melewati dari paru-paru ke darah
    • Anemia kronik-suatu kondisi yang menyebabkan rendahnya sel darah merah, sel-sel ini membawa oksigen dalam darah
  • Anda terkena racun tertentu atau racun lainnya. Misalnya, keracunan karbon monoksida membuat darah terhambat dalam mengambil oksigen.
  • Ada kekurangan oksigen di udara. Hal ini dapat terjadi pada tempat ketinggian.

Otak adalah organ pengguna oksigen terbesar, meskipun kurang dari 5 persen dari berat tubuh. Otak mengkonsumsi 20 persen dari oksigen yang dibutuhkan tubuh. Hipoksia serebral adalah kekurangan oksigen yang dibutuhkan ke otak. Ada beberapa penyebab hipoksia otak, dan sebagian besar berkaitan dengan kecelakaan atau komplikasi kesehatan seperti menghirup asap, trauma kepala, tersedak, keracunan karbon monoksida, tenggelam, overdosis narkoba, stroke dan cekikan.

Gejala pada kasus hipoksia otak ringan tidak mendapatkan perhatian khusus, pengambilan keputusan yang buruk dan tidak terkoordinasi. Dalam kasus hipoksia yang parah, seseorang akan menjadi tidak responsif dan jatuh ke dalam koma, berhenti bernapas dan tidak merespon terhadap cahaya. Jika hanya terdapat tekanan darah dan detak jantung, orang tersebut kemungkinan mengalami mati otak.

Faktor resiko terjadinya kurang oksigen ke otak seperti:

  • Gagal jantung
  • Tersedak
  • Tercekik
  • Hampir tenggelam
  • Terkena listrik
  • Serangan jantung
  • Aritmia jantung
  • Stroke
  • Tumor otak
  • Penggunaan obat-obat terlarang (narkotik)

Harapan hidup bagi seseorang yang telah menderita kekurangan oksigen tergantung pada berapa lama orang itu menderita tanpa/kurang oksigen dan apakah terjadi kerusakan otak. Orang-orang biasanya dapat pulih secara penuh jika mereka tidak sadar sejenak. Semakin banyak waktu seseorang menghabiskan waktu dalam keadaan tidak sadar, semakin sedikit kesempatan untuk pemulihan penuh. Kalaupun pulih, seseorang dapat menderita kerusakan psikologis dan neurologis, termasuk amnesia, halusinasi dan kejang otot.

Tips terbaru memacu kekuatan memori otak

cara pacu kekuatan memori otakMerasa sering lupa atau teledor?. Solusi yang cukup sederhana seperti makan buah blueberry dapat meningkatkan kekuatan otak Anda. Berikut adalah tips terbaru yang akan memacu memori Anda.

Anda tidur, Anda menang
Jika Anda punya presentasi besar besok, Anda akan dengan mudah mengingat lebih baik mengenai apa yang akan Anda sampaikan dalam presentasi dan mempesona auidens Anda. Setidaknya enam jam tidur sudah cukup untuk itu (the journal Learning and Memory). Para peneliti tidak tahu persis mengapa, tapi mereka pikir tidur dapat membantu otak mengkonsolidasikan dan mengelola informasi yang nantinya Anda dapat me-recall memory Anda dengan benar.

Kebiasaan yang membuat susah untuk tidur malam

Makan kacang-kacangan
Kacang-kacangan dari segala jenis penuh dengan magnesium, mineral dikaitkan dengan perbaikan dalam memori pendek dan jangka panjang. Segenggam kacang almond atau kacang mede, khususnya, menawarkan sekitar 25 persen dari kebutuhan harian) Menurut penelitian dari MIT and Tsinghua University in Beijing, Magnesium tampaknya dapat membantu membuat koneksi baru antara sel-sel otak.

Makan Makanan Mediterania (ala Italia)
Dengan bertambahnya usia, otak mulai mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam berpikir dan mengingat, namun penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan diet Mediterania seperti ikan, sayuran dengan minyak zaitun, dan sedikit daging, 36 persen lebih rendah untuk mengalami kerusakan tersebut.

Cara mencegah diabetes

Ngemil buah Blueberry
Blueberry dapat membantu menjaga kesehatan otak Anda. Sebuah studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa buah ini kaya akan anthocyanin – antioksidan yang menciptakan komunikasi antar neuron di otak, yang dapat membantu menghambat keterlambatan memori.

Relaks untuk mengingat
Pekerjaan sibuk Anda dapat membuat Anda jadi cemas bahwa otak Anda tidak bisa menerima info baru, apalagi mengingatnya, hasil temuan penlitian di University of Rochester. Frank Felberbaum, president of Memory Training Systems di New York mengatakan bahwa mengambil napas dalam-dalam secara teratur akan membantu memacu kekuatan otak. Lakukan berjalan di alam terbuka atau yoga, ini adalah senam otak yang dapat membantu menenangkan pikiran Anda juga.

Ayo main game Scrable
Melatih keterampilan kata seperti bermain Scrable, dapat melindungi otak Anda terhadap kehilangan memori, temuan dari sebuah penelitian di jurnal Neurology.

Baca juga tips kesehatan lainnya seperti cara menghindari cacar dan cara mengatasi luka dengan madu dan lada

Epidural Hematoma – Referat Perdarahan Epidural

PENGERTIAN EPIDURAL HEMATOMA
Epidural hematoma adalah perdarahan intrakranial yang terakumulasi di antara tulang tengkorak dan dura mater. Dura mater adalah suatu membran tebal yang menutupi otak.

INSIDEN EPIDURAL HEMATOMA
Angka kejadian epidural hematom sekitar setengah dari hematoma subdural dan biasanya terjadi pada orang dewasa muda. Empat kali lebih sering pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan dan jarang sebelum usia 2 atau setelah usia 60. Sebuah perdarahan epidural sering disebabkan oleh patah tulang tengkorak pada masa kanak-kanak atau remaja. Jenis perdarahan lebih sering terjadi pada orang muda karena selaput yang melindungi otak tidak begitu kuat melekat pada tengkorak sebagaimana pada orang yang lebih tua.

ETIOLOGI EPIDURAL HEMATOMA
Pada perdarahan epidural yang terjadi ketika pecahnya pembuluh darah, biasanya arteri, yang kemudian mengalir ke dalam ruang antara “dura mater” dan tengkorak. Bagian yang terkena sering robek oleh patah tulang tengkorak. Hal ini paling sering hasil dari cedera kepala yang parah, seperti yang disebabkan oleh kecelakaan sepeda motor atau mobil. Perdarahan epidural dapat disebabkan oleh perdarahan vena pada anak-anak.

Perdarahan yang cepat dapat menyebabkan hematom sehingga menekan otak, kemudian menyebabkan peningkatan cepat dari tekanan di dalam kepala (tekanan intrakranial). Tekanan ini dapat mengakibatkan cedera otak tambahan.

Pada perdarahan epidural yang darurat dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kematian jika tidak ditangani. Mungkin ada yang cepat memburuk dalam beberapa menit sampai jam, dari mengantuk sampai koma dan kematian.

PATOFISIOLOGI EPIDURAL HEMATOMA
Epidural hematoma biasanya dihasilkan dari sebuah gaya kontak singkat linier dengan calvaria yang menyebabkan pemisahan dura periosteal dari tulang dan gangguan pembuluh sela karena tegangan pergeseran. Patah tulang tengkorak terjadi pada 85-95% kasus orang dewasa, tetapi jarang terjadi pada anak-anak karena plastisitas calvaria dewasa. Struktur arteri atau vena kemungkinan terganggu, menyebabkan ekspansi yang cepat dari hematoma, namun, manifestasi kronis atau penundaan mungkin terjadi ketika sumber vena yang terlibat. Perluasan hematoma biasanya dibatasi oleh sutura karena perlengketan yang ketat dari dura di lokasi tersebut. Analisis terbaru telah mengungkapkan bahwa epidural hematoma sebenarnya dapat melintasi sutura pada sebagian kecil kasus.

Daerah temporoparietal dan arteri meningeal tengah paling sering terkena (66%), meskipun arteri etmoidalis anterior mungkin dapat terlibat pada cedera frontal, sinus transversal atau sigmoid di kecelakaan daerah oksipital, dan sinus sagital superior pada trauma vertex. Epidural hematoma bilateral terjadi sekitar 2-10% dari semua kasus hematoma epidural akut pada orang dewasa, tetapi sangat langka pada anak-anak. Fossa posterior epidural hematoma mewakili 5% dari semua kasus hematoma epidural.

Epidural hematoma spinal mungkin terkadi secara spontan atau mungkin karena trauma ringan, seperti tindakan pungsi lumbal atau anestesi epidural. Hematom epidural spontan pada spinal mungkin berhubungan dengan antikoagulan, trombolisis, diskrasia darah, koagulopati, trombositopenia, neoplasma, atau malformasi vaskular. Pleksus vena peridural biasanya terlibat, begitu pula sumber perdarahan arteri dapat terjadi. Bagian dorsal daerah toraks atau lumbal paling sering terkena, dan terbatas pada beberapa tingkat vertebra.

GEJALA & TANDA EPIDURAL HEMATOMA
Gejala klasik epidural hematoma melibatkan hilangnya kesadaran singkat diikuti dengan periode kesadaran yang dapat berlangsung beberapa jam sebelum fungsi otak memburuk, kadang-kadang pasien dapat dalam keadaan koma. Jika tidak diobati, kondisi dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, kesulitan bernapas, kerusakan fungsi otak dan kematian. Gejala lain diantaranya:

  • Kebingungan
  • Pusing
  • Mengantuk atau perubahan tingkat kewaspadaan
  • Pembesaran pupil pada satu mata
  • Sakit kepala berat
  • Mual atau muntah
  • Kelemahan dari bagian tubuh, biasanya pada sisi berlawanan dari pupil yang membesar.

PENANGANAN & PENGOBATAN EPIDURAL HEMATOMA
Upaya resusitasi awal harus mencakup penilaian dan stabilisasi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi. Sebuah evaluasi menyeluruh trauma adalah wajib, termasuk pemeriksaan untuk patah tulang tengkorak. Mobilisasi tulang belakang harus dilakukan oleh tingkat pusat pelayanan trauma dengan konsultasi bedah saraf.

Triage dan manajemen awal pasien dengan hematoma epidural dapat disesuaikan dengan derajat kerusakan neurologis. Pasien waspada dapat dievaluasi dengan CT scan setelah pemeriksaan neurologis singkat. Seorang pasien dengan hematoma epidural yang kecil dapat diobati secara konservatif, meskipun observasi disarankan, kerusakan neurologis yang tiba-tiba mungkin saja terjadi.

Pasien trauma mungkin memerlukan diagnostik lavage peritoneal dan radiograf dada, panggul, dan tulang belakang leher. Sementara konsultasi ke bagian bedah saraf diminta, berikan cairan infus untuk menjaga euvolemia dan memberikan tekanan perfusi serebral yang memadai. Pasien dengan tekanan intrakranial tinggi dapat diobati dengan diuretik osmotik dan hiperventilasi, dengan elevasi kepala tempat tidur pada sudut 30 derajat. Pasien yang diintubasi dapat dilakukan hiperventilasi dengan ventilasi intermiten pada tingkat 16-20 pernapasa per menit dan tidal volume 10-12 mL/kg. Tekanan karbon dioksida parsial sekitar 28-32 mm Hg sangat ideal, dab hipokapnia berat (<25 mm Hg) dapat menyebabkan vasokonstriksi serebral dan iskemia.

Koagulopati atau perdarahan persisten mungkin memerlukan vitamin K, sulfat protamine, fresh frozen plasma, transfusi trombosit, atau konsentrat faktor pembekuan.

Diuretik osmotik, seperti manitol atau cairan hipertonik, dapat digunakan untuk mengurangi tekanan intrakranial. Jika terjadi hipertermia dapat memperburuk cedera neurologis, pemberian acetaminophen untuk mengurangi demam. Antikonvulsan digunakan secara rutin untuk menghindari kejang yang mungkin disebabkan oleh kerusakan kortikal. Pasien dengan hematoma epidural spinal mungkin memerlukan dosis tinggi metilprednisolon ketika terdapat kompresi sumsum tulang belakang. Mobilisasi pasien mungkin memerlukan heparin untuk mencegah trombosis vena, sedangkan vitamin K dan protamine dapat diberikan untuk mengembalikan parameter koagulasi normal. Antasida digunakan untuk mencegah ulkus lambung yang berhubungan dengan trauma otak dan kerusakan sumsum tulang belakang.

KOMPLIKASI EPIDURAL HEMATOMA
Risiko cedera otak dapat permanen apakah gangguan tersebut dirawat atau diobati. Gejala (seperti kejang) dapat bertahan selama beberapa bulan, bahkan setelah pengobatan, tetapi seiring perjalanan waktu biasanya menjadi kurang sering atau hilang sepenuhnya. Kejang mungkin banyak muncul pada 2 tahun setelah cedera. Pada orang dewasa, pemulihan terjadi dalam 6 bulan pertama, dengan beberapa perbaikan selama sekitar 2 tahun. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dan sempurna dibandingkan orang dewasa.

Pemulihan yang tidak sempurna jika ada kerusakan otak. Komplikasi lainnya termasuk gejala permanen seperti kelumpuhan atau hilangnya sensasi (yang dimulai pada saat cedera), bernasib otak dan koma permanen. Tekanan normal hidrosefalus yang dapat menyebabkan kelemahan, sakit kepala, inkontinensia, dan kesulitan berjalan.

PROGNOSIS EPIDURAL HEMATOMA
Epidural hematoma memiliki risiko kematian tinggi jika tanpa intervensi bedah. Bahkan dengan perhatian medis yang segera, risiko yang signifikan dari kematian dan cacat menetap.

Referensi Referat epidural hematoma

  • Extradural hemorrhage, PubMed Health, Web, 2012
  • Epidural Hematomas, UCLA Neurosurgery, Web
  • Epidural Hematoma, Medscape, Web, 2012