Memori Kekelaman
Oleh : Francisca Desiany – SMP Hati Suci Jakarta Pusat
Juara I Lomba Cipta Puisi, Kategori Tingkat SMP/MTs
Dengan langkah galau
Kususuri jalan kenangan
Pandanganku tertuju pada sebuah gubuk
Ketika itu memori kelam kembali terbayang
Sepuluh tahun silam
Aku dan ibuku tinggal di sana
Suka duka kami lalui bersama
Seakan tak ada kata perpisahan
AIDS telah merenggut nyawa ibuku tercinta
Ibuku yang tegar dan kuat
Senyum manis selalu terlukis di wajahnya
Tak sekalipun kulihat air mata mengalir di pipinya
Terkadang muncul rasa bangga
Ku terlahir dari rahim ibu yang begitu kuat
Namun segera sirna
Karena hinaan temanku
Walau tubuh dihabisi penyakit
Selalu ada semangat hidup untukku
Tak kenal lelah ia berjuang untuk hidupku
Hingga aku memiliki masa depan yang indah
Tiada hari tanpa hinaan untuknya
Kata-kata kasar yang mengiris hati
Selalu diterimanya dengan sabar
Tak sedikit pun tersimpan dendam
Kucoba melupakan dukaku itu
Namun memori kelam tak pernah sirna
Terpaan angin seakan memberiku isyarat
Dia sudah bahagia di sana
Fatamorgana bayangan kelam muncul
Tersirat senyuman yang sangat indah
Senyuman termulia yang pernah kulihat
Kucoba merangkulnya, bayangan itu lenyap
Rasa rindu selalu hadir membawakan irama kesedihan
terkadang ku murka akan ketidakadilan dunia
mengapa harus ibu?
Dialah orang yang sangat baik dan penyayang
Tanpa hadirnya ibu di sisiku
Aku merasa kehilangan
Karena ia pergi terlalu cepat
Hanya karena sebuah pengalaman hidup tidak sehat
Di saat terakhirnya
Tak dibiarkannya air mataku mengalir
Mengapa tak dapat
kulenyapkan semua kenangan itu?
Setiap malam kupandangi bintang
Ku mencari di mana ibuku berada
Namun tak dapat ia kutemukan
Sekarang ku mengerti..
Menderita AIDS mungkin memang takdir untuknya
Sekarang ia berada di hatiku untuk selamanya
Ingin ku menghapus semua memori kelam
Namun tidak menghapus kenangan ibuku
Kan kubuktikan perjuanganku
Agar ku dapat membanggakannya
Tak terasa air mata membasahi pipiku
ku tersadar dari lamunanku
ku panjatkan sebuah doa
semoga ibuku selalu bahagia di sana
Semoga suatu saat nanti
ku dapat bertemu dengannya lagi
melihat senyum dan memeluknya kembali
di dunia yang kekal abadi
Bagikan
Thank’s atas puisinya membantu bnget buat kegiatan KSPAN d’skolah,