Menghitung Hari
Oleh : Nathalia Kurniawan – SMP Hati Suci Jakarta
Saat ku mencoba menjalani hidup
Aku sangat senang sekali
Duniaku amat menyenangkan
Bagaikan daun-daun yang sangat yang indah
warnanya hijau
muda
Tetapi saat aku tumbuh remaja dan dewasa
Pergaulanku mulai bebas
Aku bermain dengan anak
Remaja yang hidup tak beraturan dan tanpa
bimbingan orang tua
Atau yang ada di sekitarnya
Saat temanku mengajakku pergi
Aku ikut dengan senang hati
Aku diminta untuk memakai jarum suntik
Jarum suntik itu sudah terinfeksi penyakit yang
tak pernah
Kusadari masuk dalam tubuhku
Ku memakainya dengan cara bergantian dengan
temanku
Setelah aku kembali ke rumahku
Keluargaku sangat cemas sekali melihat wajahku
Akhirnya aku dibawa ke dokter
Tenyata aku terkena virus HIV AIDS
Akses yang mudah kugapai untuk mengetahui
apa yang sesungguhnya ada dalam tubuhku
Aku rentan terhadap berbagai penyakit yang
ditimbulkan HIV
Dan menimbulkan penyakit mudah menyerang
tubuhku
Aku sangat terkejut mendengar ucapan dari
dokter yang peduli akan hidupku dan selalu
tersenyum menyapaku, manakala aku berhadapan
dengannya
Aku memperoleh pelayanan yang prima dari
seorang yang sangat mengasihiku dan sangat
mengerti akan penyakit HIV
Aku terkejut manakala aku memperoleh jawaban, bahwa HIV tak dapat
disembuhkan
Dan akan menimbulkan kematian
Setelah 6 bulan lamanya
Aku memeriksa diriku ke dokter
Ternyata aku mengalami kesadaran akan kebersihan lingkunganku
Penderitaanku penyakit HIV dan AIDS akan kuhadapi dengan bantuan
seorang yang peduli akan hidupku
Aku tabah dalam menghadapi semua permasalahanku karena ada orang
yang peduli padaku
Saat ini duniaku sangat sepi
Dunia aku telah gelap
Namun ada cahaya lilin yang memberi seberkas cahaya melalui
Tangan seorang dokter yang peduli padaku
Kini telah pergi jauh dan takkan kembali karena penyakit HIV dan AIDS ini
Sekarang harapanku telah sirna
Aku tidak dapat membanggakan orang tua ku
Aku hanya bisa menghitung hari
Beberapa lama lagi aku akan meninggalkan dunia
Sungguh aku sangat menyesal sekali
Telah melakukan perbuatan seperti ini
Andaikan waktu dapat berputar kembali
Mungkin aku tidak akan mengalami penderitaan penyakit ini
Mungkin juga aku akan hidup sejahtera
Tapi mau dikatakan apa lagi
Aku hanya bisa menerima semua ini
Aku harus menerima kesalahanku
Ya Tuhan
Maafkan kesalahanku ini
Aku memang sangat salah
Aku sungguh menyesal
Akhirnya
Mataku telah gelap
Hidupku telah hampa
Aku terbaring lemah di tempat yang sepi ini
Dan meninggalkan bumi ini dengan penyesalanku
Bagikan
Thank’s atas puisinya membantu bnget buat kegiatan KSPAN d’skolah,