Cawan Petri (Google doodle untuk sang penemu cawan)

Pernah dengar yang namanya cawan Petri? Anda yang pernah masuk ke laboratorium kimia atau biologi pasti tidak asing dengan nama ini. Cawan Petri adalah suatu benda berupa wadah yang terbuat dari kaca dan berbentuk bundar, yang biasa digunakan untuk menumbuhkan berbagai jenis bakteri pada agar.

Mengapa dinamakan cawan Petri? ternyata pemberian nama ini diambil dari sang penemunya yaitu Julius Richard Petri. Ia adalah bakteriologis berkebangsaan jerman, yang pada saat menemukan wadah/cawan ini, ia sedang bekerja sebagai seorang asisten dari sang penemu penyebab penyakit tuberculosis, cholera, dan anthrax, yang bernama Robert Koch (11 Desember 1843 - 27 Mei 1910).

Mengingat wadah ini sangat banyak memberikan manfaat keilmuan dengan bentuknya yang cukup sederhana, pada hari ini Jumat 31 mei 2013 Google pun merayakan ulang tahun kelahiran sang ilmuwan Julius Richard Petri yang ke-160 tahun dengan tampilan doodle cawan Petri yang cukup interaktif.

Enam cawan Petri yang berwarna-warni ditata secara berturut-turut. Kemudian sebuah tangan bersarung muncul saat Anda mengklik pada wadah yang berwarna kuning. Tangan tersebut mengoleskan sesuatu pada masing-masing cawan, dan beberapa saat kemudian koloni mikroba mulai tumbuh dan membentuk ejaan huruf G O O G L E. Tidak hanya sampai disitu, cobalah arahkan mouse pada masing-masing cawan Petri tersebut, akan muncul sumber-sumber dari sesuatu yang telah dioles di cawan-cawan tersebut sebelumnya.

Julius Richard Petri lahir pada tanggal 31 Mei 1852 di Barmen, Jerman dan meninggal pada umur 69 tahun, tepatnya pada tanggal 20 Desember 1921 di Zeitz. Dan kini cawan Petri adalah wadah standar dalam teknik pengkulturan melalui agar untuk mendapatkan jenis dan koloni bakteri suatu penyakit.

Auto Generated Content : Aturan Terbaru Google Webmaster

Buat Anda yang menerapkan teknik auto generated content pada situs Anda, mungkin perlu membaca aturan terbaru Google Webmaster, soalnya aturan baru tersebut di-update tanggal 16 Oktober 2012. Aturan terbaru Google Webmaster mengenai auto generated content atau automatically generated content (AGC) dibahas pada topik Quality guidelines - specific guidelines.

Aturan untuk menghindari penggunaan Auto Generated Content di suatu situs sangat jelas dibahas dengan spesifik. Disitu dikatakan Automatically generated atau auto-generated-content adalah konten yang dihasilkan dari suatu pemrograman yang biasanya terdiri dari teks paragraf yang acak dan tidak masuk akal bagi para pembaca, yang kemungkinan berisi kata kunci pencarian.

Dalam aturan Google Webmaster juga diberikan beberapa contoh konten seperti apa yang dianggap sebagai auto generated content, misalnya:

  • Konten yang mengandung teks dari hasil terjemahan alat otomatis tanpa tinjauan dari manusia atau kurasi sebelum dipublikasikan.
  • Konten yang mengandung teks dari hasil proses otomatis, contohnya Markov chains.
  • Konten yang mengandung teks dari hasil teknik sinonim otomatis, yang membingungkan, ambigu, atau sulit untuk dimengerti.
  • Konten yang mengandung teks dari hasil Atom / RSS feed atau hasil pencarian.
  • Konten yang menggabungkan beberapa konten dari halaman web yang berbeda tanpa ada penambahan nilai yang cukup berarti.

Jika situs Anda tidak memenuhi kriteria aturan webmaster Google, maka silahkan submit situs Anda di Google Webmaster Tool untuk dilakukan pertimbangan ulang (Request Reconsideration).

Referensi
Automatically generated content - Google Webmaster Tools

Wanita di mata Google

Anda masih ingat iklan Parisian Love?, itu adalah fitur Autocomplete dari Google. Fitur ini berfungsi untuk memberikan sugesti atau saran kepada Anda atas apa yang Anda ingin cari melalui kotak mesin pencari Google.

Berikut ini contoh fitur autocomplete yang berkaitan dengan Wanita. Nah, bagaimana wanita di mata Google versi Google Indonesia atau google.co.id ? lihat apa yang Google sugestikan mengenai kata “wanita”.

Wanita …

Wanita adalah …

Wanita suka …

Wanita mudah …

Wanita menyukai …

Wanita tidak …

Wanita itu …

Wanita menikah dengan …

Wanita membuat pria …

Wanita cantik yang …

Wanita berwajah …

Wanita berhubungan dengan …

Wanita baik untuk …

Wanita tidur tanpa …

Wanita sakit saat …

Wanita tidak suka …

Wanita menangis …

Mata Google sepertinya harus memfilter kata-kata yang tidak nyaman untuk para wanita :). Bagaimana Wanita di mata Anda?

Cara upload file JavaScript di Google Code

Google Code dapat dijadikan tempat upload file-file JavaScript untuk kepentingan modifikasi template blog di Blogger/Blogspot. Mungkin Anda sering mengalami kendala ketika mengupload file JavaScript (.js) di Google Code. Ketika melakukan proses upload akan sering muncul halaman Google error 404. Untuk mengatasi masalah tersebut Anda bisa menggunakan aplikasi dari pihak ketiga untuk meng-hosting file Anda di Google Code. Salah satu metode yang sering digunakan untuk upload file JavaScript di Google Code adalah melalui program TortoiseSVN. Silahkan download filenya di situsnya langsung ~ tortoisesvn.net.

Cara menggunakan TortoiseSVN untuk upload file JavaScript di Google Code sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Install program TortoiseSVN yang sudah didownload dalam PC Anda.
  2. Setelah proses install selesai. Pada Windows Explorer, klik kanan file yang ingin di-upload, lalu pilih TortoiseSVN > Settings > Edit

  3. Akan tampil file config. Copy & Paste kode berikut di bagian paling bawah setelah kode # Makefile = svn:eol-style=native, lalu save file tersebut dan klik OK pada settings TortoiseSVN.
    [miscellany]
    enable-auto-props = yes
    [auto-props]
    # Code formats
    *.as         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.bat        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn-mine-type=text/plain
    *.bsh        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-beanshell
    *.c          = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.cgi        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn-mine-type=text/plain
    *.cmd        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn-mine-type=text/plain
    *.cpp        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.h          = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.java       = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.js         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/javascript
    *.mxml       = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.php        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id Rev Date; svn:mime-type=text/x-php
    *.pl         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-perl; svn:executable
    *.pm         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-perl
    *.py         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-python; svn:executable
    *.sh         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-sh; svn:executable
    # Image formats
    *.bmp        = svn:mime-type=image/bmp
    *.gif        = svn:mime-type=image/gif
    *.ico        = svn:mime-type=image/ico
    *.jpeg       = svn:mime-type=image/jpeg
    *.jpg        = svn:mime-type=image/jpeg
    *.png        = svn:mime-type=image/png
    *.tif        = svn:mime-type=image/tiff
    *.tiff       = svn:mime-type=image/tiff
    # Data formats
    *.avi        = svn:mime-type=video/avi
    *.doc        = svn:mime-type=application/msword
    *.eps        = svn:mime-type=application/postscript
    *.gz         = svn:mime-type=application/gzip
    *.jar        = svn:mime-type=application/java-archive
    *.mov        = svn:mime-type=video/quicktime
    *.mp3        = svn:mime-type=audio/mpeg
    *.pdf        = svn:mime-type=application/pdf
    *.ppt        = svn:mime-type=application/vnd.ms-powerpoint
    *.ps         = svn:mime-type=application/postscript
    *.psd        = svn:mime-type=application/photoshop
    *.rtf        = svn:mime-type=text/rtf
    *.swf        = svn:mime-type=application/x-shockwave-flash
    *.tar        = svn:mime-type=application/x-tar
    *.tgz        = svn:mime-type=application/gzip
    *.wav        = svn:mime-type=audio/wav
    *.xls        = svn:mime-type=application/vnd.ms-excel
    *.zip        = svn:mime-type=application/zip
    # Text formats
    .htaccess    = svn:mime-type=text/plain
    *.css        = svn:mime-type=text/css
    *.dtd        = svn:mime-type=text/xml
    *.html       = svn:mime-type=text/html
    *.ini        = svn:mime-type=text/plain
    *.sql        = svn:mime-type=text/x-sql
    *.txt        = svn:mime-type=text/plain
    *.xhtml      = svn:mime-type=text/xhtml+xml
    *.xml        = svn:mime-type=text/xml
    *.xsd        = svn:mime-type=text/xml
    *.xsl        = svn:mime-type=text/xml
    *.xslt       = svn:mime-type=text/xml
    *.xul        = svn:mime-type=text/xul
    *.yml        = svn:mime-type=text/plain
    CHANGES      = svn:mime-type=text/plain
    COPYING      = svn:mime-type=text/plain
    INSTALL      = svn:mime-type=text/plain
    Makefile*    = svn:mime-type=text/plain
    README       = svn:mime-type=text/plain
    TODO         = svn:mime-type=text/plain
    
  4. Kembali ke file dalam Windows Explorer, klik kanan file yang di-upload, pilih opsi TortoiseSVN > Repo-browser.
  5. Masukkan url svn Google Code Anda, lalu klik OK.

    Struktur url svn seperti ini https://project-saya.googlecode.com/svn/trunk/. Anda bisa melihat di tab Source akun Google Code. Disitu tersedia juga username (berupa email) dan link untuk mendapatkan password SVN Anda (googlecode.com password).
  6. Akan tampil window Repository Browser program TortoiseSVN. Lakukan drag & drop file Anda dari Windows Explorer ke Repository Browser.
  7. Anda akan diminta untuk mengisi username dan password svn Google Code Anda agar proses upload file JavaScript di Google Code berjalan.
  8. Jika proses upload selesai, untuk mengambil url file yang Anda upload, klik kanan file dalam Repository Browser lalu pilih Copy Url to Clipboard.

Untuk melihat hasil upload file dalam akun Google Code, lihat di bagian tab Source > Browse.

Cara membuat akun Google Code

Google Code adalah project hosting milik Google yang disediakan dengan gratis bagi para developer sebagai tempat penyimpanan file-file yang akan digunakan untuk membuat suatu project yang sifatnya open source.

Cara membuat akun Google Code sangat mudah, yang penting Anda telah memiliki akun di Google, baik itu email atau produk Google lainnya. Berikut langkah-langkah membuat akun di Google Code:

  1. Buka halaman web code.google.com.
  2. Klik Create a new project.
  3. Isi data informasi mengenai project Anda lalu tekan tombol Create project
  4. Kini akun Google Code Anda telah jadi dan siap digunakan untuk menyimpan file-file project Anda.

Google Custom Search Element Control API Versi 2

Google Custom Search element control API adalah program aplikasi antarmuka (application programming interface - API) yang mengatur fungsi dan properties yang ada pada Google Custom Search Engine (Google CSE). Custom Search element kini telah diperbarui, Google Custom Search Element Control API Versi 2.

Versi ini menawarkan beberapa sintaks yang tidak banyak memerlukan pengetahuan mengenai JavaScript. Custom Search element yang berupa search box dan results pages, ditampilkan dari pengaturan yang tersimpan pada server Google Custom Search Engine (CSE) bersama dengan kustomisasi dari pengguna Google CSE. Perubahan element ini tidak berpengaruh pada settingan akun CSE Anda. Anda cukup mengganti kode Google CSE versi lama yang ada pada situs Anda dengan versi terbaru.

Kode JavaScript custom search element Versi 2 di load secara asynchronous, jadi bisa menurunkan load time halaman situs Anda. Custom Search Control API ini telah support untuk browser Firefox 1.5+, IE6+, Safari, Opera 9+, dan Chrome.

Tipe Custom Search Element
Tipe Custom Search Element terdiri dari 4 macam. Hal inilah yang menjadi perbedaan dengan Custom Search Element versi lama. Karena Anda dapat memisahkan antara elemen search box dan Results page.

  • standard <gcse:search>: search box dan search result ditampilakan bersamaan.
  • 2 kolom <gcse:searchbox> dan <gcse:searchresults>: search box dan search result tampil terpisah.
  • Hanya searchbox <gcse:searchbox-only>: Hanya menampilkan search box.
  • Hanya search results <gcse:searchresults-only>: Hanya menampilkan search result.

Berikut Contoh sederhana kode Google CSE dengan Custom Search Element Control API:

  1. Tempatkan kode berikut sebelum kode </body> website Anda
    <script>
    (function() {
      var cx = '123:456';// kode ID Google CSE Anda
      var gcse = document.createElement('script'); 
          gcse.type = 'text/javascript'; 
          gcse.async = true;
      gcse.src = (document.location.protocol == 'https' ? 'https:' : 'http:') +
          '//www.google.com/cse/cse.js?cx=' + cx;
      var s = document.getElementsByTagName('script')[0]; s.parentNode.insertBefore(gcse, s);
    })();
    </script>
    

    Jangan lupa untuk mengganti kode ID CSE dalam kode tersebut, dengan kode ID Google CSE Anda.

  2. Kemudian tempatkan kode berikut di situs Anda, dimana search box dan result page akan di tampilkan.
    <gcse:search></gcse:search>
    

Kode di atas akan menampilkan result page dengan url query dengan parameter q (default), misalnya http://www.example.com?q=lady+gaga.

HTML5-valid div tags
Anda dapat menggunakan tag div untuk menampilkan kotak pencarian dan/atau hasil pencarian. Contoh kodenya seperti ini:

<div class="gcse-search" data-resultsUrl="http://www.example.com" data-newWindow="true" data-queryParameterName="s" ></div>

Custom Search Element Control API Versi 2 terbaru
google.search.cse.element merupakan objek terbaru dari Custom Search Element versi 2. Ada 4 metode yang digunakan yaitu:

  • google.search.cse.element.render()
  • google.search.cse.element.go()
  • google.search.cse.element.getElement()
  • google.search.cse.element.getAllElements()

Dengan metode google.search.cse.element.render() Anda dapat menggunakan tag div ID untuk menampilkan CSE.

Menggunakan Javascript untuk menampilkan element
Anda dapat menggunakan API JavaScript untuk mempercepat load halaman dengan menetapkan value “explicit“. Value explicit untuk metode google.search.cse.element.render() atau google.search.cse.element.go().

window.__gcse = {
  parsetags: 'explicit',
  callback: myCallback
};

Contoh penggunaan Javascript untuk Custom Search Element Control API Versi 2 terbaru dengan menggunakan metode google.search.cse.element.getElement(), eksekusi query “news”, dan penempatan gname “test”.

<gcse:search gname="test"></gcse:search>
<script>
var myCallback = function() {
if (document.readyState == 'complete') {
  var element = google.search.cse.element.getElement('test');
        element.execute('news');
  } else {
google.setOnLoadCallback(function() {
var element = google.search.cse.element.getElement('test');
        element.execute('news');
},true);
}
};
window.__gcse = {
  parsetags: 'onload',
 callback: myCallback
};
(function() {
  var cx = '123:456';// kode ID Google CSE Anda
  var gcse = document.createElement('script'); 
      gcse.type = 'text/javascript'; 
      gcse.async = true;
  gcse.src = (document.location.protocol == 'https' ? 'https:' : 'http:') +
      '//www.google.com/cse/cse.js?cx=' + cx;
  var s = document.getElementsByTagName('script')[0]; s.parentNode.insertBefore(gcse, s);
})();
</script>

Dokumentasi lengkap untuk atribut/properti elemen custome search ini bisa dipelajari melalui halaman situs Google Developer Custom Search Element Control API v2New!.

Permainan Lego di Google Chrome

Pada tahun ulang tahun ke-50 perusahaan permainan LEGO® brick di Australia, Google Chrome dan LEGO Australia mengumumkan sebuah proyek yang menarik dan inovatif, dengan permainan LEGO terbesar di dunia yang pernah ada!

Permainan Lego adalah permainan konstruksi dengan menggunakan brick/balok yang mempunyai titik pada permukaannya sebagai tempat perlekatan pada brick yang lainnya sehingga jika disusun sedemikian rupa akan membentuk sesuatu yang kita inginkan. Biasanya Anak-anak Anda melakukan permainan LEGO dengan membeli seperangkan alat permainan LEGO yang cukup mahal harganya. Kini, melalui browser Google Chrome, Anda dan anak-anak dapat melakukan permainan konstruksi ini dengan menjelajahi dan membangun dunia 3D secara online dan mempublikasikannya ke teman-teman Anda. Sangat mudah untuk melakukan permainan LEGO ini, hanya memilih sebidang tanah pada peta Google LEGO dan mulai membangun!

Cara untuk memulai permainan LEGO ini bisa dilakukan dengan mengunjungi situs www.buildwithchrome.com. Sementara hanya tersedia negara Australia dan Selandia baru sebagai tempat untuk memulai permainan LEGO ini. Selamat bermain!