Seputar tanya jawab Acne (jerawat)

Mengapa saya masih terkena jerawat di usia lebih 20 tahun?

Pada dasarnya, acne/jerawat tipe dewasa ini disebabkan oleh hal yang sama yang menyebabkan jerawat pada masa remaja: kulit kelebihan minyak dan bakteri. Setiap perubahan hormon, termasuk yang dibawa oleh kehamilan dan menstruasi, dapat memicu minyak berlebih.

Jerawat cenderung terjadi dalam keluarga, jadi jika orang tua mengalamai jerawat tipe dewasa, anda berisiko yang lebih tinggi. Orang bisa berjerawat sampai umur 40 dan seterusnya.

Saya sering mencuci muka tapi masih mendapatkan komedo atau acne. Mengapa?

Mencuci kulit Anda tidak bisa menghilangkan komedo atau jerawat. Mengapa? Komedo terdapat di bawah permukaan kulit, ketika minyak, juga disebut sebum, bereaksi dengan udara dalam pori-pori tersumbat sebagian. Ketika pori-pori benar-benar tersumbat, Anda mendapatkan sebuah komedo putih.

Diagnosis dan Pengobatan Acne Vulgaris
Cuci wajah Anda hanya dua kali sehari, dengan menggunakan mild cleanser dan air hangat - bukan air panas.

Apakah pil KB menyebabkan atau menyembuhkan jerawat?

Pil KB dapat membantu beberapa jerawat pada wanita terkontrol. Hormon-hormon dalam pil KB dapat membantu hormon androgen diblok. Androgen menyebabkan kelenjar minyak menjadi berlebih. Tapi jerawat tidak semua disebabkan oleh kadar androgen tinggi, bakteri cepat tumbuh di pori-pori juga berkontribusi terhadap beberapa tipe jerawat.

Apakah bahan kosmetik makeup menyebabkan jerawat pada wajah saya?

Ya. Bahkan, apa pun yang Anda pakai pada wajah Anda memiliki potensi untuk menyumbat pori-pori. Cari makeup bebas minyak, tabir surya, dan produk kulit lainnya. produk non-comedogenic dan nonacnegenic dapat menjadi lebih baik bagi kulit yang rawan akan jerawat. Anda juga dapat mencoba menggunakan bedak kosmetik, bukan cream foundations.

Pekerjaan membuat saya stres. Apakah itu merupakan faktor dalam jerawat?

Stres tidak dianggap sebagai penyebab utama jerawat. Lebih sering, jerawat Anda dapat meningkatkan tingkat stres Anda, perawatan jerawat yang efektif sebenarnya bisa membantu mengurangi stres Anda.

Namun, pada beberapa orang, stres dapat memperburuk jerawat. Jika Anda berpikir stres memicu bertambahnya acne pada wajah Anda, konsultasilan dengan dokter Anda tentang belajar beberapa teknik relaksasi.

Apa hubungan yang sebenarnya antara coklat dan jerawat?

Tidak ada bukti ilmiah bahwa makan coklat, gula, atau makanan berminyak menyebabkan jerawat. Namun, jika tampak bahwa makanan tertentu memicu jerawat, hindarilah.

Makanan manis atau makanan berminyak menghambat kesehatan Anda dengan cara lain, berkontribusi terhadap penyakit diabetes dan jantung. Konsumsilah makanan segar untuk kesehatan secara keseluruhan yang lebih baik.

Apakah itu deep-cyst acne?

Deep-cyst acne bisa menyakitkan dan membuat frustrasi dalam pengobatannya. Folikel yang tersumbat jauh di bawah permukaan kulit. Dokter Anda mungkin memilih untuk mengobati bentuk jerawat yang parah dengan antibiotik oral dalam waktu yang singkat. Kortikosteroid bisa meredakan peradangan. Krim topikal dengan retinoid juga dapat membantu.

Jangan pernah mencoba mengorek, memijit lesi jerawat karena dapat memperburuk jerawat dan mungkin menimbulkan bekas.

Apa jenis lain jerawat yang ada?
Ada dua jenis jerawat secara umum:
- Komedo - warna hitam (blackheads) dan putih (whiteheads).
- Inflamasi lesi - papula (jerawat), pustula, atau nodul kista.

Seorang dokter kulit dapat bekerja dengan Anda untuk mengatur rencana perawatan untuk jerawat anda dan jenis kulit yang unik.

Bisakah jerawat saya berhubungan dengan anemia?

Hubungan antara anemia, kadar zat besi rendah, dan jerawat tidak terbukti. Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungannya sangat kecil. Namun, para ilmuwan percaya anemia mungkin tidak sebenarnya penyebab jerawat. Sebaliknya, mengambil zat seng terlalu banyak untuk mengobati jerawat dapat menyebabkan anemia. Ada bukti ilmiah yang terbatas bahwa zat seng bekerja untuk mengobati jerawat.

Apakah saya akan berjerawat selamanya?

Jerawat sendiri tampaknya akan hilang sejalan dengan bertambahnya usia. Menurut sebuah penelitian, jerawat menjadi kurang setelah usia 44 tahun. Dan bagi beberapa wanita, jerawat berakhir dengan menopause.

Sampai saat itu, untungnya, ada pengobatan untuk jerawat dewasa. Kebanyakan orang menemukan kombinasi produk kerja yang terbaik. Pengobatan membutuhkan waktu - biasanya 4 sampai 12 minggu - secara berkesinambungan.


 Google

Diagnosis Dan Pengobatan Topikal Akne Vulgaris - Jerawat

Pendahuluan

Pengertian Acne Vulgaris
Akne Vulgaris yang dikenal awam dengan jerawat adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, pustul, nodus, papul dan kista pada tempat predileksinya (tempat terjadinya).

Akne Vulgaris adalah penyakit umum pada kulit yang menyerang 85-100 % orang. Umumnya insiden terjadi pada sekitar umur 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria. Pada seorang gadis akne vulgaris dapat terjadi pada premenarke. Setelah masa remaja kelainan ini berangsur berkurang. Namun kadang-kadang, terutama pada wanita, akne vulgaris menetap sampai dekade umur 30-an atau bahkan lebih.

Penyebab timbulnya akne bisa disebabkan oleh bahan-bahan eksternal seperti beberapa bahan kosmetik atau minyak rambut, obat-obatan juga dapat mencetuskan timbulnya akne termasuk steroid, lithium, antiepileptik, dan iodida. Hiperplasia adrenal kogenital, polikistik ovarium sindrom, dan gangguan endokrin dengan kelebihan hormon androgen dapat memacu timbulnya akne vulgaris. Akne vulgaris bisa juga disebabkan faktor genetik. Lesi akne vulgaris timbul pada unit pilosebaseus yang terdiri dari kelenjar dan folikel rambut.

Unit ini terdapat di seluruh tubuh kecuali pada telapak tangan dan kaki. Densitas pilosebaseus terbanyak pada muka, leher atas, dada, konsentrasinya kira-kira 9 kali lebih tinggi dari daerah lain pada tubuh.1 penyebab utama munculnya akne vulgaris karena meningkatnya produksi sebum dan deskuamasi epitel folikel yang abnormal, akumulasi materi tersebut pada daerah folikel dapat menyebabkan mikro komedo. Pada keadaan tersebut bakteri dapat berproliferasi khususnya Propionibacterium acnes, sehingga terjadi inflamasi pada lesi acne.

Jadi ada 4 prinsip patogenesis terjadinya akne yaitu:

  1. Keratinisasi follikular yang abnormal sampai tersumbatnya folikel,
  2. Meningkatnya produksi sebum,
  3. Proliferasi Pionibacterium acnes dalam sebum dan
  4. Terjadinya inflamasi.

Berikut ini akan dibahas tentang diagnosis dan pengobatan topikal akne vulgaris

Diagnosis (Gambaran Klinis)

Diagnosis akne ditegakkan dengan gambaran klinik dan dapat ditegakkan tanpa biopsi. Lesi akne vulgaris ditandai dengan :

  1. Komedo terbuka (komedo hitam) dan tertutup (komedo putih), merupakan papul miliar yang ditengahnya mengandung sumbatan sebum.
  2. Papul (kecil, superfisial, inflamasi), peninggian sirkuler pada kulit berwarna merah berisi pus yang tak terlihat.
  3. Pustul (lesi yang berisi pus mengelilingi unit pilosebaseus), peradangan superfisial yang biasanya berisi pus yang berwarana putih atau kuning.
  4. Makula, bintik merah pada kulit tanpa peninggian, tanpa pus dan ditandai dengan lesi inflamasi.

Beberapa sistem gradasi tingkat keparahan akne dikemukakan untuk mengevaluasi pengobatan akne. Pillsbury membagi tingkat keparahan akne dalam 4 tingkatan yaitu :

  1. Komedo di muka
  2. Komedo, papul, pustul, dan peradangan lebih dalam dimuka
  3. Komedo papul, pustul ddan peradangan lebih dalam dimuka, dada, pungung
  4. Akne Konglobata

Sedangkan menurut Cyril H. Cook dkk, Sebuah sistem gradasi untuk melihat keadaan klinis akne telah ditemukan suatu cara dalam mengevaluasi seluruh keparahan dari akne dengan membuat skala dari 0 sampai 8.

Skala grading untuk derajat keparahan Jerawat

Derajat/Keterangan

  • 0 terdiri atas 3 komedo kecil dan atau papul-papul kecil jika agak tersebar
  • 2 sangat sedikit pustul, atau 3 papul yang inflamasi dan atau dengan komedo; tak ada lesi yang cukup besar; lesi tersebut dapat dilihat dari jarak 2,5 m
  • 4 antara derajat 2 dan 6, terdapat lesi eritem dan inflamasi; membutuhkan pengobatan
  • 6 bersama komedo; tanpa inflamasi; atau dengan inflamasi; terdapat banyak pustul dengan ukuran 1-2 cm, dapat dikenali dari jarak 2,5 m
  • 8 akne dengan tipe konglobata, sinus atau kistik; lesi inflamasi hampir seluruh wajah; pustul juga ada pada dagu dan leher

Pengobatan Jerawat

Prinsip umum

Sangat penting memberi tahu pasien bahwa siklus hidup jerawat sampai 8 minggu (bintik hitam dan jaringan skar dapat lebih lama). Oleh karena itu penanganan akne lebih baik mencegah timbulnya lesi baru. Sebagai tambahan pasien sebaiknya diperingatkan pengobatanan ini dapat berlangsung selama satu tahun dan perubahan regimen dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari waktu ke waktu. ditekankan pada pasien bahwa tidak ada pengobatan yang memberi hasil yang sama dari pasien yang satu dengan lainnya.

Secara umum pengobatan sebaiknya dimulai dengan pengobatan topikal, kombinasi antara Benzoil Peroksida (BP) dengan antibiotik topikal seperti erithromisin atau klindamisin merupakan terapi topikal yang paling efektif dari kombinasi lainnya. Pilihan pengobatan antara topikal atau sistemik tergantung dari luas kulit yang terkena dan keparahan lesi.

Pengobatan utama pada acne jenis mild (ringan) sampai moderate (sedang)

Tujuan Pengobatan & Dosis
Mengurangi P. Acne

  • benzoyl peroxide (BP) 2,5 - 10%
  • azelaic acid 20%
  • Eritromycin 2%
  • Clindamycin 1%
  • BP + clindamycin 5% + 1%

Merangsang pengelupasan

  • Retinoid 0,025% - 0,1%
  • salycylic acid 2%
  • alpha hidroxy acid 15-20%
  • Tazarotene 0,1%

Mengurangi peradangan

  • Retinoid 0,025% - 0,1%
  • salycylic acid 2%
  • alpha hidroxy acid

Mengurangi produksi sebum kontrasipsi oral Paket

  • Retinoid 0,025% - 0,1%

Berikut ini beberapa strategi yang perlu dipertimbangkan dalam penanganan akne vulgaris. Langkah strategik dalam penggunaan antibiotik pada pasien akne yaitu:

  • Penggunaan antibiotik secara minimal
  • Penggunaan kombinasi antibiotik dengan retinoid topikal
  • Penghentian antibiotik jika si pasien telah sembuh
  • Terapi perawatan : retinoid topikal + benzoil perokside
  • isotretinoin

Bahan dasar obat topikal Jerawat

  • Krim diberikan pada pasien dengan kulit kering dan sensitif yang membutuhkan formula yang tidak membuat iritasi dan kulit menjadi kering.
  • Lotion dapat diberikan pada segala jenis kulit dan merata pada kulit yang berambut, tetapi lotion mengandung propilene glycol yang dapat menyebabkan kulit kering dan terasa terbakar.
  • Solution, utamanya digunakan bersama antibiotik topikal yang sering dicampur dengan alkohol. Seperti gel solution bekerja paling baik pada kulit yang berminyak.
  • Gel memiliki efek mengeringkan kulit, pasien dengan tipe kulit berminyak akan merasa nyaman dengan menggunakan bahan ini.

Perawatan kulit

Pasien sebaiknya memulai perawatan kulit dengan menggunakan bahan yang dapat menyababkan deskuamasi folikular( untuk menghilangkan sumbatan keratun dan komedo), bakteriostatik, mengurangi inflamasi, mencegah kekeringan, dan dapat melindungi dari sengatan sinar matahari. Untuk wanita bisa ditambahkan pembersih (cleansing) dengan antimikroba, eksfoliasi, pelembab dengan zat nonkomedogenik, dengan bahan dasar air, dan melindungi kulit dari sinar UV, terutama jika menggunakan retinoid.

Agen Topical

Antimikroba
Agen topikal yang terdiri atas antibiotik dan retinoid merupakan terapi utama untuk akne ringan sampai menengah biasa di sajikan dalam sediaan sendiri maupun kombinasi. Antibiotik benzoil perokside efektif menangani P. Acne tersedia dalam konsentrasi (2,5%, 5%, 10%) dan sediaan (krim, gel, lotion, sabun batangan). Eritromisin (1,5%-2%), dan klindamisin (1%) merupakan antibiotik topikal spektrum luas, efektif mengobati akne derajat menengah tapi tak terlalu berefek pada komedo. Antibiotik topikal tersebut dipakai dua kali sehari, klindamisin topikal kira-kira memiliki efek yang sama dengan dengan obat oral tetrasiklin 500 mg.

Bagaimanapun munculnya resistensi merupakan masalah yang sering dihadapi dan direkomendasikan antibiotik topikal tidak digunakan sebagai terapi utama, kecuali jika dikombinasikan dengan Benzoil Perokside atau retinoid topikal. Tersedia kombinasi topikal BP dengan eritromisin atau klindamisin, kombinasi ini memperlihatkan efek yang lebih baik dibanding sediaan tunggal tanpa meningkatkan efek samping.

Retinoid topikal
Retinoid lebih efektif untuk akne komedo, bukan saja membersihkan mikrokomedo tapi juga berguna untuk pengobatan akne yang meradang. Retinoid memodulasi diferensiasi sel dan keratinisasi dan memiliki efek antiinflamasi langsung atapun tak langsung. Retinoid tersedia dalam sediaan gel atau krim dengan kekuatan obat yang berbeda-beda.

Klindamisin Topikal

Gambaran Klindamisin
Rumus bangun klindamisin mirip dengan linkomisin. Perbedaannya hanya pada 1 gugus hidroksil pada linkomisin yang diganti dengan atom Cl. Klindamisin adalah derivat dari linkomisin, terikat pada ikatan 50’s ribosom.7 Klindamisin merupakan kelompok obat antibiotik. Penggunaan topikal membantu dalam mengontrol akne. Klindamisin dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain baik oral maupun topikal untuk akne. Klindamsiin hanya tersedia hanya dengan resep dokter dengan bentuk gel, larutan maupun suspensi.

Sifat Antimikroba Klindamisin yaitu aktif terhadap beberapa bakteri anaerob, kokkus gram positif dan beberapa protozoa. Enterokkkus pada umumnya lebih resisten. Beberapa organisme gram negatif aerob adalah resisten. Bakteri anaerob yang termasuk adalah P.acne.

Hal-hal yang diperhatikan sebelum penggunaan obat

  • Alergi
  • Kehamilan, Klindamisin belum pernah diteliti pada wanita hamil tetapi obat ini tidak memperlihatkan kelainan bawaan atau masalah lain pada binatang percobaan.
  • Menyusui, Klindamsin dalam jumlah sedikit diserap melalui kulit. Hal ini memungkinkan klindamisin berada dalam air susu ibu, tetapi belum ada laporan bahwa klindamisin menyebabkan masalah pada bayi yang menyusu.
  • Anak-anak, penelitian klindamisin hanya pernah dilakukan pada pasien dewasa dan tidak ada informasi yang membandingkan penggunaan obat ini pada anak dibawah 12 tahun.
  • Paruh baya, tidak ada penelitian yang pernah dilakukan pada usia ini tetapi obat ini diharapkan tidak memberikan efek samping yang berbeda pada pemberian untuk usia orang dewasa muda.
  • Obat-obatan lain.

Penggunaan Klindamisin

Sebelum menggunakan obat ini bersihkan daerah yang terkena dengan air hangat dan sabun, bilas dengan baik dan keringkan. Sebaiknya olesi obat ini pada daerah yang biasa terkena akne untukl mencegah munculnya lesi baru. Hindari membasuh muka terlalu sering karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan lesi bertambah parah. Basuh muka cukup 2 atau 3 kali sehari keculi untuk kulit berminyak bisa lebih sering.

Efek Samping Klindamisin

  • Jarang : Kram abdomen atau perut, nyeri, kembung (parah), diare sampai diare berdarah, demam, haus, mual, muntah, lemas, penurunan berat badan. Efek ini bisa hilang sampai beberapa minggu setelah penghentian obat – Bila timbul efek samping ini hubungi dokter secepat mungkin.
  • Kadang-kadang : ruam kulit, gatal, kemerahan, membengkak. Bila timbul efek samping ini hubungi dokter sebisa mungkin.
    Efek samping ringan (tanpa perlu tindakan medis kecuali jika sangat mengganggu)
  • Biasa terjadi : Kulit kering, bersisik, terkelupas.
  • Kadang-kadang : Nyeri perut, diare ringan, iritasi, kulit berminyak, rasa perih dan terbakar.

Dosis Klindamisin
Sediaan biasanya disajikan dalam dosis 10 mg/ml gel, 10 mg/ml lotion, 10 mg/ml topical solution. Penggunaan 1-2 kali sehari.

Efektivitas Klindamisin
Pengobatan topikal dipakai dalam pengobatan akne vulgaris dan terbukti sukses, seperti eritromisin, klindamisin, metronidazole, asam azeloik, benzoil perokside, dan kombinasi benzoil perokside dengan klindamisin atau eritromisin. Kombinasi benzoil perokside dengan klindamisin atau eritromisin telah terbukti efektif terutama mereduksi jumlah P.acne.

Pengobatan topikal yang lain

Benzoil Peroxide (BP)
Bersifat bakterisidal dan komedolitik. BP Sebagai agen topikal aktif terhadap P.Acnes. Iritasi pada kulit adalah efek samping yang paling umum. Diberikan dalam berbagai konsentrasi mulai dari 2,5% sampai 10 % .

Asam salisilat
Agen ini menghambat terjadinya komedogenesis yang disebabkan oleh deskuamasi epitel folikular. Diberikan dalam konsentrasi 0,5 sampai 2 % dalam sekali atau dua kali sehari.

Sulfur
Agen ini efektif dalam mengobati lesi inflamasi akne dan bersifat keratolisis meskipun efeknya dapat menyebabkan iritasi.

Azelaic Acid
Azelaic acid efektif terhadap pengobatan akne. Bersifat antibakteri dan anti keratin. Tersedia dalam 20% krim yang diberikan 2 kali sehari untuk membersihkan dan mengeringkan daerah yang terkena.

Tetrasiklin
Tetrasiklin adalah antibiotik dengan spektrum luas yang aktif terhadap bakteri gram positif dan negatif seperti Chlamydia, mycoplasma, riketsia, spirochetes dan beberapa jenis parasit.Efek samping yang ditimbulkan seperti rasa terbakar pada epigastrium, mual, muntah dan kembung.

Retinoid
Retinoid adalah derivat dari vitamin A yang berfungsi memperlambat proses deskuamasi dengan demikian0 menurunkan jumlah komedo dan mikrokomedo. Retinoid efektif sebagai agen komedolitik yang digunakan untuk pengobatan akne sejak 25 tahuin yang lalu.


 Google