Pendahuluan
- Nyeri kronik, tidak terkontrol → alasan orang mencari bantuan medis
- Nyeri yang persisten → komponen emosional (depresi)
Nyeri dan Depresi
- Nyeri dan depresi → komorbiditas umum
- Peningkatan derajat depresi → peningkatan gangguan terkait-nyeri
Penanganan Depresi pada Pasien Nyeri
- Skrining
- Susunan Tingkat Depresi Beck
- Pemantauan Keadaan Psikologis pasien
- Diagnosa gangguan mood
- Evaluasi keamanan pasien
- Menetapkan dan mempertahankan kepatuhan terapi
- Edukasi
- Ketepatan pengobatan
- Penanganan Farmakologik Depresi
Penatalaksanaan Farmakologis Depresi
- Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan obat antidepresi:
- Respon utama
- Riwayat respon dlm keluarga
- Efek samping
- Efikasi
- Kecepatan remisi
- Kesederhanaan dosis
- Kepatuhan
- Biaya
Obat-obatan Antidepresi-Analgesik
- Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs)
- Fluoxetine, fluvoxamine, citalopram, paroxetine
- Trisiklik dan Tetrasiklik Antidepresi
- Amitriptilin, imipramine, amoxapine, maprotiline
- Dopamine-Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SSRIs)
- Bupropion
- Serotonin-norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs)
- Venlafaxine
- Serotonin Modulators
- Nefazodone, Trazodone
- Norepinephrine-Serotonin Modulators
- Mirtazapine
- Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs)
- Moclobemide
- Anticonvulsant
- Gabapentin, Topiramate, Lamotigrine
Mekanisme Kerja Antidepresan-Analgesik
Psikoterapi
- Terapi Kognitif-Perilaku
- Terapi Perilaku
- Psikoterapi Interpersonal
- Psikoterapi psikodinamis
Nyeri dan Gangguan Cemas
- DSM-IV membagi gangguan cemas menjadi:
- Gangguan panik
- Agorafobia
- Gangguan obsesif-kompulsif
- Gangguan stress pasca trauma
- Gangguan cemas menyeluruh
Psikoterapi untuk Gangguan Cemas
- Prinsip: membantu pasien mempelajari keterampilan kognitif dan perilaku
- Gangguan panik → terapi kognitif
- Gangguan obsesif-kompulsif → terapi perilaku
- Gangguan stress pasca trauma → Psikoterapi psikodinamis
Kesimpulan
- Nyeri → Emosi
- Emosi dan nyeri → subtrat neuroanatomi dan neurofisiologis
- Pengobatan nyeri tanpa disertai penanganan emosi akan sia-sia
- Dokter harus memahami pilihan pengobatan farmakologis dan psikoterapi yang tepat untuk tiap pasien
Referensi:
Gallagher RM, Verma S. Biopsychosocial Factors in Pain Medicine. In: Wallace MS, Staats PS. Pain Medicine and Management Just the Facts. Chapter 45. New York: McGraw-Hill; 2005, 244-254