Wabah Demam Berdarah Virus Ebola

Demam berdarah Ebola adalah penyakit berat dan sering fatal, terjadi pada manusia dan primata seperti monyet, gorila, dan simpanse yang diesbabkan virus ebola.

TEM Virus Ebola

Demam berdarah akibat virus Ebola kini telah mewabah di Republik Demokratik Kongo dengan memakan korban sekitar 31 orang. Demam berdarah Ebola (Ebola hemorrhagic fever) adalah penyakit berat dan sering fatal, yang terjadi pada manusia dan primata seperti monyet, gorila, dan simpanse, yang muncul secara sporadis sejak awal tahun 1976.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Ebola. Ebola adalah nama sebuah sungai di Republik Demokratik Kongo (dulu Zaire) di Afrika, tempat di mana virus Ebola ini pertama kali dikenali. Virus ini adalah salah satu dari dua family virus RNA disebut Filoviridae. Ada lima subtipe dari virus Ebola. Empat dari kelima subtipe virus tersebut telah menyebabkan penyakit pada manusia. Subtipe virus ebola yaitu Ebola Zaire, Ebola-Sudan, Ebola-Ivory Coast, dan Ebola-Bundibugyo. Subtipe yang kelima adalah Ebola-Reston, yang telah menyebabkan penyakit pada primata, tidak pada manusia.

Dimana virus Ebola dapat ditemukan?
Lokasi dan habitat alami dari virus Ebola tetap tidak diketahui. Namun, dari berbagai bukti yang tersedia dan sifat virus yang sama, para peneliti percaya bahwa virus ini asalnya dari hewan, dengan 4 dari 5 subtipe terjadi pada hewan asli Afrika.

Di mana kasus demam berdarah Ebola terjadi?
Kasus demam berdarah Ebola telah dilaporkan terjadi di Republik Demokratik Kongo, Gabon, Sudan, Pantai Gading, Uganda, dan Republik Kongo. Tidak ada kasus penyakit ini yang pernah dilaporkan terjadi pada manusia di Amerika Serikat, hanya pada hewan. Virus Ebola-Reston telah menyebabkan penyakit yang parah dan kematian pada monyet yang diimpor dari Filipina ke fasilitas penelitian di Amerika Serikat dan Italia. Selama wabah ini terjadi, para pekerja penelitian akhirnya terinfeksi dengan virus, tetapi tidak menjadi sakit.

Bagaimana penyebaran virus Ebola?
Infeksi virus Ebola sifatnya akut. Karena reservoir alami dari virus tidak diketahui, cara bagaimana virus pertama muncul pada manusia belum ditentukan. Namun, hipoptesi para peneliti menyimpulkan bahwa pasien pertama menjadi terinfeksi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Ketika manusia terinfeksi, virus dapat ditularkan melalui beberapa cara. Orang bisa terkena virus Ebola dari kontak langsung dengan darah dan/atau sekresi dari orang yang terinfeksi. Dengan demikian, virus sering menyebar melalui keluarga dan teman-teman. Orang juga dapat terkena virus Ebola melalui kontak dengan benda-benda, seperti jarum, yang telah terkontaminasi virus ebola, yang akhirnya dapat pula menyebabkan infeksi nosokomial.

Apa saja gejala demam berdarah Ebola?
Masa inkubasi untuk demam berdarah Ebola berkisar antara 2 sampai 21 hari. Penyakit yang tiba-tiba dan ditandai dengan demam, sakit kepala, dan nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, dan kelemahan, diikuti dengan diare, muntah, dan nyeri perut. Ruam mata merah, cegukan dan pendarahan internal dan eksternal dapat dilihat pada beberapa pasien.

Para peneliti tidak mengerti mengapa beberapa orang dapat pulih dari demam berdarah Ebola dan yang lain tidak. Namun, diketahui bahwa pasien yang meninggal biasanya belum timbulnya imunitas yang signifikan terhadap virus.

Bagaimana Ebola demam berdarah didiagnosis secara klinis?
Sulit untuk mendiagnosis demam berdarah Ebola pada individu yang telah terinfeksi beberapa hari karena gejala awal, seperti mata merah dan ruam kulit. Namun, jika seseorang memiliki konstelasi gejala yang dijelaskan di atas, maka bisa diduga telah terinfeksi virus Ebola. Pasien harus diisolasi dan kemudian beritahukan departemen kesehatan lokal dan pemerintah.

Tes laboratorium apa yang digunakan untuk mendiagnosis demam berdarah Ebola?
Tes enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), IgM ELISA, polymerase chain reaction (PCR), dan isolasi virus dapat digunakan untuk mendiagnosa kasus demam berdarah Ebola dalam beberapa hari sejak timbulnya gejala.

Bagaimana demam berdarah Ebola dirawat?
Tidak ada pengobatan standar untuk demam berdarah EbolaF. Pasien menerima terapi suportif, yaitu keseimbangan cairan dan elektrolit, mempertahankan status oksigen dan tekanan darah, dan penanganan komplikasi infeksi.

Bagaimana demam berdarah Ebola dapat dicegah?
Pencegahan demam berdarah Ebola di Afrika menyajikan banyak tantangan. Karena identitas dan lokasi reservoir alami dari virus Ebola tidak diketahui, ada beberapa tindakan pencegahan primer yang dilakukan.

Jika kasus penyakit ini muncul, kondisi sosial dan ekonomi sering mendukung penyebaran epidemi dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penyedia layanan kesehatan harus mampu mengenali kasus demam berdarah Ebola pada saat timbul. Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk melakukan tes diagnostik dan siap untuk melakukan pencegahan praktis untuk virus.

Pencegahan praktis ini termasuk mengenakan pakaian pelindung, seperti masker, sarung tangan, baju, dan kacamata, termasuk sterilisasi peralatan lengkap, dan isolasi pasien demam berdarah Ebola dari kontak dengan orang-orang yang tidak dilindungi. Tujuan dari semua teknik ini adalah untuk menghindari kontak setiap orang dengan darah atau cairan dari setiap pasien. Jika seorang pasien dengan demam berdarah Ebola meninggal, itu sama pentingnya bahwa kontak langsung dengan tubuh pasien meninggal harus dicegah.

Para ilmuwan dan peneliti dihadapkan dengan tantangan untuk mengembangkan alat diagnostik tambahan untuk membantu dalam diagnosis awal demam berdarah Ebola dan mungkin melakukan penyelidikan ekologi virus Ebola dan reservoir. Selain itu, salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk memantau daerah-daerah yang dicurigai untuk menentukan kejadian penyakit. Pengetahuan yang lebih luas dari reservoir alami virus Ebola dan bagaimana virus menyebar harus diketahui untuk kefektifan pencegahan terjadinya wabah.

Referensi

  • Centers for Disease Control and Prevention
  • Foto Transmission Electron Micrograph (TEM) dari RNA filovirus yang menyebabkan demam berdarah Ebola. ~ Photo courtesy CDC/Cynthia Goldsmith.

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]