Balas dendam pemenang hadiah Nobel

Tidak ada balas dendam yang lebih baik daripada hidup dengan baik, yaitu dengan memenangkan hadiah Nobel.

John B. Gurdon

Tidak ada balas dendam yang lebih baik daripada hidup dengan baik, yaitu dengan memenangkan hadiah Nobel. Itulah yang terjadi pada beberapa pemenang hadiah Nobel.

Woodrow Wilson
Woodrow Wilson
Woodrow Wilson (1856 – 1924) – Gubernur New Jersey, pemenang hadiah Nobel Perdamaian, dan juga Presiden Amerika Serikat yang ke-28 – tidak dapat membaca sampai dia berumur lebih dari 10 tahun, gurunya menyamakan dia dengan anak-anak yang lambat di kelas.

Nikola Tesla (1856 – 1943), seorang perintis elektromekanik, tanpa kabel, dan daya listrik. Paten Tesla dan kerja teorinya merupakan dasar dari daya listrik arus bolak-balik (Alternating Current, AC). Dia sering diabaikan dalam mendukung pencapaiannya oleh mentornya, Thomas Edison, dituduh curang setelah ia mempresentasikan kalkulus integral yang ada dalam kepalanya.

Nikola Tesla
Nikola Tesla
Thomas Edison dan Nikola Tesla seharusnya menerima Nobel dalam bidang fisika pada tahun 1915, akan tetapi mereka menolaknya. Ada pernyataan oleh penulis biografi Tesla bahwa Edison dan Tesla tidak diberi penghargaan karena permusuhan mereka terhadap satu sama lain.

Dan pada tahun 2012 ini, tepatnya hari senin 8 Agustus 2012, Sir John Bertrand Gurdon (79 tahun) dari Inggris, memenangkan hadiah Nobel untuk bidang Fisiologi atau Kedokteran. Gurdon memenangkan hadiah Nobel bersama Shinya Yamanaka (50 tahun) dari Jepang untuk penemuan bahwa sel dewasa bisa diprogram ulang untuk menjadi pluripotent dengan kata lain, bahwa sel dewasa tertentu dapat dibuat lagi menjadi sel muda yang dapat berkembang di setiap jaringan tubuh. Hadiah Nobel 1 juta dollar Amerika merupakan kehormatan bahwa Gurdon kemungkinan tidak pernah mengimpikannya waktu ia sebagai seorang remaja.

Gurdon, pada pada tahun 2006 dalam penelitiannya “From Nuclear Transfer to Nuclear Reprogramming: The Reversal of Cell Differentiation“, tepatnya pada bagian “HOW NOT TO START“, biologist yang juga pionir transplantasi nuklir dan kloning menyisipkan kutipan dari gurunya tentang dia setelah semester pertama biologi ketika ia berusia 15 tahun.

Kata-kata gurunya ini sangat diingatnya sampai kini, karena pada pasca Perang Dunia (1947), tidak ada buku pelajaran, dan dia harus mengingat apa yang guru katakan, ditambah lagi daya ingat Gordon sangat buruk saat itu.

I believe Gurdon has ideas about becoming a scientist; on his present showing this is quite ridiculous; if he can’t learn simple biological
facts he would have no chance of doing the work of a specialist, and it would be a sheer waste of time, both on his part and of those who would have to teach him.

Dendam dari kata-kata gurunya yang menjadi memori buruk bagi dirinya kini sudah terbalaskan.

Referensi

  • Wikipedia
  • Jurnal Cell and Developmental Biology Volume 22, 2006 www.annualreviews.org/doi/pdf/10.1146/annurev.cellbio.22.090805.140144

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]