Tanda-tanda orang kemungkinan mengidap HIV-positif

Tanda-tanda orang kemungkinan mengidap HIV Positif dan beberapa penyakit yang menjadi faktor yang akan memperburuk kesehatan orang yang terinfeksi.

HIV Positif

Pada tahap awal infeksi HIV, tanda dan gejala yang paling umum tidak ada. Satu dari lima orang di Amerika Serikat dengan HIV positif tidak tahu mereka memilikinya, itulah sebabnya mengapa begitu penting untuk diuji, terutama jika Anda berhubungan seks tanpa kondom dengan lebih dari satu pasangan atau menggunakan obat intravena.

Dalam kurun waktu 1 atau 2 bulan saat HIV memasuki tubuh, terdapat sekitar 40% sampai 90% orang akan mengalami tanda atau gejala seperti pilek atau flu yang disebut dengan sindrom retroviral akut (acute retroviral syndromeARS). Tapi terkadang gejala atau tanda HIV ini tidak timbul dalam waktu beberapa tahun, bahkan hingga satu dekade sesudah terkena infeksi.

Tanda dan Gejala HIV Positif

Berikut ini beberapa tanda-tanda dan gejala orang yang kemungkinan mengidap HIV-positif:

  • Demam
    Salah satu gejala atau tanda-tanda awal ARS (acute retroviral syndrome) adalah demam ringan, yang suhu tubuh mencapai sekitar 38.8 derajat celcius. Jika terjadi demam, maka biasanya disertai dengan gejala lain yang lebih ringan, contohnya sering merasa lelah, sakit pada tenggorokan, dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. Dengan kondisi seperti ini virus telah masuk ke dalam peredaran dan mulai menggandakan dirinya (replikasi) dalam jumlah yang cukup banyak, disinilah terjadi suatu reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh.
  • Kelelahan
    Respon inflamasi yang terjadi dari hasil sistem kekebalan tubuh akan mempengaruhi kondisi kesehatan Anda, dan akhirnya timbul kelelah dan rasa lesu. Kelelahan inilah yang dapat menjadi tanda awal dan kemudian HIV.
  • Nyeri otot, sendi, dan pembengkakan kelenjar getah bening
    ARS sering keliru dengan flu, mononucleosis, atau infeksi virus lainnya, bahkan dengan penyakit hepatitis atau sifilis. Itu tidak mengherankan, karena banyaknya gejala penyakit yang mirip satu dengan lainnya, contohnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa nyeri di bagian oto dan sendi.

    Dalam sistem kekebalan tubuh kita, kelenjar getah bening adalah salah satu bagiannya dan ia lebeih cenderung akan mengalami peradangan ketika terjadi suatu infeksi. Adapun tempat yang paling banyak mengandung kelenjar getah bening adalah pada bagian ketiak, di leher atau di pangkal paha.

  • Sakit kepala dan tenggorokan
    Adanya gejala yang lain seperti sakit di kepala dan tenggorokan, sering juga didapati dan diagnosis sebagai ARS hanya dalam konteks. Tes HIV adalah ide yang baik. Segera lakukan tes untuk kepentingan Anda sendiri dan untuk orang lain: HIV paling menular pada tahap awal.
  • Itulah beberapa tanda-tanda atau gejala yang dapat saja terjadi dengan orang yang terinfeksi HIV Positif. Penanganan dini sangat diperlukan agar tanda-tanda tersebut tidak semakin meluas dan memperburuk keadaan orang yang mengidap HIV Positif.

    Perlu diketahui bahwa tubuh tidak menghasilkan antibodi terhadap HIV belum jadi tes antibodi mungkin tidak mengambilnya. (Ini bisa memakan waktu beberapa minggu untuk beberapa antobodi HIV ditunjukkan dalam tes darah). Selidiki tes pilihan lain seperti yang mendeteksi RNA virus, biasanya dalam sembilan hari infeksi.

  • Ruam kulit
    Ruam kulit dapat terjadi lebih awal atau terlambat dalam perjalanan HIV / AIDS.
  • Mual, muntah dan disertai diare
    Pada tahap awal HIV, persentase terjadinya mual, muntah, ataupun diare adalah 30% sampai 60% orang akan mengalaminya. Penanganan dengan tindakan terapi antiretroviral dapat juga menimbulkan gejala ini. Bisa juga karena terjadi infeksi oportunistik. Diare yang terus-menerus berlangsung dan tidak merespon sama sekali terhadap pengobatan, bisa saja merupakan adanya indikasi.
  • Penurunan Berat Badan
    Berat badan yang secara drastis mengalami penurunan juga menunjukkan bahwa tanda penyakit HIV ini sudah semakin meningkat, karena turunnya berat badan ini bisa saja karena sering mengalami diare. Dengan begitu dengan kehilangan berat badan yang cukup signifikan, maka sistem kekebalan tubuh juga biasanya tidak lagi mencukupi.
  • Batuk kering
    Tanda awal dari infeksi HIV juga dapat berupa batuk kering (tidak berdahak). Inhaler, antibiotik atau obat seperti Benadryl tidak akan mampu menangani masalah yang terjadi, begitu pula alergi. Batuk dapat terjadi selama berminggu-minggu yang tampaknya tidak dapat diselesaikan.
  • Pneumonia
    Batuk dan penurunan berat badan juga mungkin pertanda infeksi serius yang disebabkan oleh kuman yang tidak akan mengganggu Anda jika sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan benar. Infeksi oportunistik lainnya seperti toksoplasmosis, ini merupakan infeksi oleh parasit yang berpengaruh di otak. Ada juga infeksi akibat virus herpes yang dinamakan cytomegalovirus, serta infeksi karena jamur, yaitu yang menyebabkan sariawan.
  • Berkeringat di malam hari
    Keringat di malam hari juga dapat terjadi selama tahap awal infeksi HIV, dan sebagian orang yang terinfeksi virus ini akan mengalaminya. Kejadian ini sudah sering terjadi dan ini memang tidak ada hubungannya dengan aktivitas olahraga atau suhu dalam ruangan yang membuat berkeringat.
  • Perubahan Kuku
    HIV pada tahap akhir biasanya terjadi tanda perubahan kuku pada orang yang terinfeksi, seperti clubbing nail (penebalan dan melengkung dari kuku), pemisahan kuku, atau warna kuku berubah seperti menjadi berwarna hitam atau bergaris-garis coklat baik secara vertikal maupun horizontal. Penyebab yang paling sering adalah infeksi oleh suatu jamur, contohnya jamur kandida. Pasien dengan sistem imun yang menurun tentunya akan lebih rentan terinfeksi oleh jamur.
  • Infeksi jamur
    Infeksi jamur yang umum di tahap-tahap selanjutnya adalah thrush, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, jenis ragi.
  • Bingung dan sulit konsentrasi
    Pada akhir perjalanan penyakit ini, biasanya timbul masalah kognitif yang juga merupakan tanda-tanda terkena demensia karena AIDS. Selain adanya tanda-tanda kebingungan dan sulit untuk berkonsentrasi, demensia ini dapat juga melibatkan gangguan memori dan juga masalah perilaku, contohnya mudah emosi atau marah, ataupun tersinggung.

    Tanda-tanda HIV lainnya adalah perubahan motorik orang yang terinfeksi seperti kurang akan koordinasi, ceroboh, serta masalah dengan tugas yang membutuhkan keterampilan motorik halus, contohnya menulis dengan tangan.

  • Cold Sores atau herpes genital
    Adanya Cold sores (herpes mulut) dan herpes genital dapat merupakan tanda terjadinya ARS dan stadium infeksi HIV. Herpes mulit dan genital ini dapat juga merupakan faktor risiko untuk tertular HIV. Hal ini karena herpes genital dapat menyebabkan borok/luka sehingga memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh saat melakukan hubungan seksual. Dan bagi orang yang mengidap HIV akan cenderung mengalami gangguan kesehatan yang lebih parah karena sistem kekebalan tubuh akan menjadi lemah akibat infeksi virus tersebut.
  • Sering merasa kesemutan dan lemah (mati rasa)
    Pada tahap akhir infeksi HIV, virus ini dapat pula menyebabkan gangguan mati rasa serta kesemutan pada bagian tangan atau di kaki. Jika ini terjadi, maka ini dinamakan neuropati perifer. Panyakit neuropati perifer juga dialami oleh orang yang tidak mengontrol penyakit diabetes yang dialaminya.
  • Menstruasi Tidak Teratur.
    Pada tahap lanjut penyakit HIV tampaknya juga meningkatkan risiko terjadinya gangguan menstruasi yang tidak teratur, contohnya periode mens yang sedikit dan lebih ringan. Terjadinya perubahan menstruasi ini kemungkinan sangat terkait akibat menurunnya berat badan dan tingkat kesehatan yang sangat buruk pada wanita yang mengidap tahap akhir infeksi. Infeksi HIV ini juga berkaitan dengan jenjang usia menopause dini (perempuan yang terinfeksi dengan umur antara 47 dan 48 tahun dan perempuan yang tidak terinfeksi berumur antara 49 dan 51 tahun).
  • Author: Jevuska

    Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]