10 fakta perubahan iklim dan kesehatan

Ada beberapa fakta mengenai hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan menurut WHO, setidaknya berikut ini 10 fakta perubahan iklim dan kesehatan.

Perubahan Iklim

Fakta menunjukkan bahwa aktivitas manusia sangat mempengaruhi iklim secara global. Perubahan iklim memiliki implikasi yang serius bagi kesehatan manusia. Perubahan iklim dapat mempengaruhi pasokan air, makanan, toksikologi lingkungan dan perubahan ekosistem serta pemanasan global dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Ada beberapa fakta mengenai hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan menurut WHO, setidaknya berikut ini 10 fakta perubahan iklim dan kesehatan, di antaranya:

  1. Selama 50 tahun terakhir, kegiatan manusia – khususnya pembakaran bahan bakar fosil – telah menimbulkan jumlah gas karbon dioksida yang cukup banyak dan emisi gas rumah kaca lainnya mempengaruhi iklim global. Konsentrasi karbon dioksida pada atmosfer telah meningkat lebih dari 30% sejak masa pra-industri, yang menimbulkan lebih banyak suhu panas di bagian bawah atmosfer. Hasil dari perubahan iklim global membawa berbagai risiko terhadap kesehatan, dari kematian ekstrim pada suhu tinggi sampai pada perubahan pola penyakit menular.
  2. Dari daerah tropis ke Arktik, iklim dan cuaca memiliki dampak langsung dan tidak langsung yang kuat pada kehidupan manusia. Cuaca ekstrem – seperti hujan lebat, erosi tanah, banjir, dan bencana seperti Badai Katrina yang menghancurkan New Orleans, Amerika Serikat pada bulan Agustus 2005 – membahayakan kesehatan serta merusak properti dan mata pencaharian. Sekitar 600 ribu kematian terjadi di seluruh dunia sebagai akibat dari cuaca yang berhubungan dengan bencana alam di tahun 1990-an, sekitar 95% di antaranya terjadi di negara berkembang.
  3. Fluktuasi suhu jangka pendek yang sering juga dapat mempengaruhi kesehatan yang cukup serius, yang menyebabkan hipertermia atau dingin yang ekstrim (hipotermia) – dan menyebabkan angka kematian meningkat pada penyakit jantung dan pernapasan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suhu tinggi mencapai rekor di Eropa Barat pada musim panas pada tahun 2003, yang berkaitkan dengan lonjakan kematian mencapai sekitar 70.000 lebih dibandingkan tahun sebelumnya.
  4. Tingkat aeroallergen serbuk sari dan lainnya juga lebih tinggi pada panas yang ekstrim. Hal ini tentunya dapat memicu asma, yang mempengaruhi sekitar 300 juta orang. Peningkatan suhu yang terus berlangsung tentunya juga akan meningkatkan jumlah orang terlibat asma.
  5. Naiknya permukaan laut – hasil lain dari pemanasan global – meningkatkan risiko banjir pada daerah pesisir, dan dapat menyebabkan perpindahan penduduk. Lebih dari setengah populasi dunia sekarang tinggal berjarak 60 kilometer dari garis pantai. Banjir secara langsung dapat menyebabkan cedera dan kematian, dan meningkatkan risiko infeksi dari penyakit air dan vector-borne. Perpindahan penduduk dapat meningkatkan ketegangan dan berpotensi risiko konflik.
  6. Pola curah hujan cenderung membahayakan pasokan air tawar. Secara global, kelangkaan air sudah mempengaruhi empat dari setiap 10 orang. Kurangnya air dan kualitas air yang buruk dapat membahayakan kebersihan dan kesehatan. Hal ini meningkatkan risiko diare, yang membunuh sekitar 2,2 juta orang setiap tahun, serta trachoma (infeksi mata yang dapat menyebabkan kebutaan) dan penyakit lainnya.
  7. Kelangkaan air mendorong orang untuk mengangkut air bersih dari jarak jauh menuju ke rumah mereka untuk disimpan. Hal ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi air rumah tangga dan akhirnya menyebabkan penyakit.
  8. Kondisi iklim mempengaruhi penyakit yang ditularkan melalui air, dan melalui vektor seperti nyamuk. Penyakit akibat perubahan iklim adalah salah satu pembunuh terbesar dunia. Diare, malaria dan protein-energi malnutrisi saja menyebabkan lebih dari 3 juta kematian secara global pada tahun 2004, dengan lebih dari sepertiga dari kematian ini terjadi di Afrika.
  9. Malnutrisi menyebabkan jutaan kematian setiap tahun, kurangnya nutrisi yang cukup untuk mempertahankan hidup dan kerentanan imunitas tubuh dapat mengakibatkan penyakit menular seperti malaria, diare, dan penyakit pernapasan. Peningkatan suhu di bumi dan curah hujan yang lebih banyak dapat mengurangi hasil panen di banyak negara tropis yang berkembang, di mana potensi ketahanan pangan kini telah menjadi masalah.
  10. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca atau mengurangi dampak kesehatan dari perubahan iklim, sangat diperlukan untuk mencapai kesehatan yang positif. Misalnya, mempromosikan penggunaan transportasi umum dan gerakan aktif – seperti bersepeda atau berjalan sebagai alternatif untuk menggunakan kendaraan pribadi – dapat mengurangi emisi karbon dioksida dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Hal ini tidak hanya mengurangi kecelakaan lalu lintas, tetapi juga polusi udara dan penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Peningkatan tingkat aktivitas fisik dapat menurunkan angka kematian secara keseluruhan.

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]