Elektroakupuntur, Acupressure, Laser, Aurikuloterapi & variasi penusukan akupuntur

Elektroakupuntur adalah suatu teknik yang memungkinkan terjadinya stimulasi regular dan kontinyu serabut-serabut saraf otot.

Elektroakupuntur (electroacupunture = EA)
Elektroakupuntur adalah suatu teknik yang memungkinkan terjadinya stimulasi regular dan kontinyu serabut-serabut saraf otot. Stimulasi dengan frekuensi rendah disertai dengan tampaknya kontraksi otot selama 10-20 menit. EA dapat digunakan untuk pemulihan gejala-gejala selama prosedur-prosedur singkat atau untuk tindakan pemberian ‘dosis’ untuk penanganan luas. EA dapat digunakan pada frekuensi rendah (2-5Hz), tinggi (100Hz) atau campuran frekuensi tinggi dan rendah. Frekuensi rendah cenderung berupa stimulasi enkefalin dan beta-endorfin, dan pada frekuensi tinggi, dinorfin. Beberapa orang menggunakan EA secara rutin, namun lebih sering digunakan untuk kondisi-kondisi dengan nyeri yang menantang jika hasil penusukan manual tidak memuaskan.

Teknik Acupressure menggunakan batuAcupressure
Penekanan pada titik-titik akupuntur tidak sekuat stimulus akupuntur. Meskipun demikian, cara tersebut memiliki beberapa manfaat; misalnya, pada pencegahan mual dan muntah.

Terapi laser
Terapi laser seringkali difokuskan pada titik-titik akupuntur. Tidak digunakan jarum, sehingga tidak termasuk sebagai akupuntur secara sempurna, namun memiliki beberapa keuntungan yang nyata bagi pasien anak dan pasien yang fobia jarum. Cara tersebut adalah stimulus panas dan tidak harus sesuatu yang dapat dipertukarkan dengan akupuntur. Namun, cara tersebut memiliki keuntungan dalam hal penyembuhan luka.

Aurikuloterapi
Telinga kaya akan innervasi/persarafan dan penusukan pada telinga akan menyebabkan stimulasi vagus. Cara tersebut seringkali digunakan untuk pemulihan nyeri dan dapat berupa tambahan pada akupuntur tubuh. Cara tersebut juga digunakan untuk penanganan adiksi. Teori keberadaan somatotopik bagian-bagian tubuh pada pinna untuk pemilihan titik, masih berupa spekulatif tinggi.

Variasi-variasi pada penusukan
Jarum-jarum suntik semi-permanen kini tersedia dalam kemasan penggunaan tunggal yang steril. Ketika diinsersikan, jarum tersebut dapat ditutupi dengan penutup plastik jernih dan dibiarkan di tempat tersebut selama hingga 1 minggu. Teknik tusuk jarum tersebut dapat digunakan untuk :

  • Penanganan ataupun pencegahan mual dan muntah.
  • Penanganan adiksi.
  • Perkembangan kanker yang terkait dengan dispnu dan ansietas, dimana jarum-jarum tersebut dapat dibiarkan selama hingga 4 minggu di atas sternum bagian atas.

Pasien dapat diajarkan untuk menstimulasi secara manual atas permintaan untuk pemulihan gejala, khususnya pada perawatan paliatif.

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]