Malpraktek Kedokteran : Pengertian & Tinjauan hukum

Pengertian malpraktek kedokteran serta tinjauan hukum praktik kedokteran baik itu untuk para profesional kesehatan dan pasien yang mengalami kasus malpraktek.

Pengertian Malpraktek Kedokteran
Malpraktek kedokteran adalah kelalaian profesional yang dilakukan oleh seorang profesional kesehatan atau penyedia layanan kesehatan dimana perawatan yang diberikan berada di bawah standar medis yang menyebabkan kerugian, cedera atau kematian pada pasien. Dalam sebagian besar kasus, malpraktik kedokteran atau malpraktek medis merupakan kesalahan medis baik itu berupa diagnosis, dosis obat, manajemen kesehatan, cara pengobatan atau rehabilitasi. Kesalahan mungkin karena tidak ada tindakan yang dilakukan atau tindakan yang sembrono.

Sebagai contoh, baru-baru ini terungkap terdapat lebih dari 4000 kasus kelalaian kedokteran di Amerika dalam kurun waktu satu tahun. Itu hanya dihitung khusus dalam bidang bedah medis, seperti yang diungkap Medical News Today yang didapat dari penelitian Johns Hopkins University.

Malpraktek KedokteranTinjauan Hukum
Hukum tentang malpraktik telah tersedia agar pasien bisa mendapatkan kompensasi dan pemulihan dari setiap bahaya yang dihasilkan dari pengobatan di bawah standar medis. Standar pemberlakuan hukum dan peraturan untuk malpraktik medis sedikit berbeda antar negara. Rumah sakit, dokter atau ahli kesehatan lainnya mungkin tidak bertanggung jawab atas semua kerugian pasien yang diderita. Mereka hanya secara hukum bertanggung jawab atas kerusakan atau cedera yang diakibatkan dari penyimpangan mereka dari kualitas perawatan yang mana dokter yang kompeten biasanya berada dalam situasi yang mirip dengan prosedur standar, dan akhirnya mengakibatkan kerugian atau cedera bagi pasien.

Di Indonesia, Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 mengatur tentang Praktik Kedokteran dapat dijadikan acuan dalam kasus malpraktik medis, disamping undang-undang pidana, dan KODEKI. Para profesional yang terbukti secara hukum melakukan malpraktek kedokteran dapat dijatuhi sanksi pidana, perdata ataupun administrasi.

Dari pihak pasien yang mengalami kasus malpraktik kedokteran, tentunya tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk melakukan tuntutan hukum. Jika pasien mengalami kecelakaan yang ringan dan menuntut atas malpraktek yang dilakukan oleh para profesional medis yang menanganinya, bisa-bisa biaya yang dikeluarkan untuk tuntutan lebih besar dari pemulihan/perbaikan yang seharusnya bisa dilakukan.

Beberapa para ahli bedah yang telah melalui gugatan kasus malpraktek di luar negeri lebih cenderung tidak puas dengan karir mereka, dan mungkin akan menyarankan anak-anak mereka dan orang lain untuk mengejar karir di luar non-medis. Bagaimanapun para profesional kesehatan adalah manusia yang juga bisa saja lalai, informed consent yang baik, benar dan jujur, serta payung perlindungan hukum harus benar-benar diterapkan untuk kebaikan bersama antara para pelayan kesehatan dan pasien.

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]