Konsep Dokumentasi Kebidanan

Dokumen dalam bahasa Inggris “document” berarti satu natau lebih lembar kertas resmi ( Official) dengan tulisan diatasnya
2. Menurut suryono trino ( 1987)

KONSEP DOKUMENTASI KEBIDANAN

GemelliA. Beberapa pengertian dokumentasi antara lain :
1. Dokumen dalam bahasa Inggris “document” berarti satu natau lebih lembar kertas resmi ( Official) dengan tulisan diatasnya
2. Menurut suryono trino ( 1987)
Dokumentasi berasal dari kata dokument yang berarti pustaka, baik ber bentu tulisan maupun bentuk rekaman lainnya seperti pita suara / cassette, vidio film, gambar atau foto
3. Menurut DepKes RI (1995)
Dokumentasi adalah suatu proses pencatatan, penyimpanan informasi atau fakta yang bermakna dalam pelaksanaan kegiatan

B. Tujuan Dokumentasi
1. Sebagai sarana komunikasi melalui tulisan yang bersifat permanen , komunikatif, teliti, dan lengkap yang berguana untuk :
a. Mengurangi kesalahan dan meningkatkan ketelitian dalam asuhan kebidanan
b. Keefektifan waktu sehingga tidak ada tumpang tindih tugas
2. Sebagai mekanis mempertanggung jawabkan kwalitas dan kebenaran asuhan
3. Sebagai metode pengumpulan data nyang dibuat secara kronologis pengkajian
4. Sebagai saran pelayanan kebidanan
5. Audit untuk memantau kwalitas pelayanan yang diterima klien ( sesuai saran evaluasi utuk klien terhadap asuhan yang dilaksanakan
6. Sebagai sarana untuk meningkatkan disiplin ilmu dalam Tim pelayanan kesehatan ( Metode Pengembangan IPTEK )

C. Manfaat Dokumentasi Kebidanan
1. Sebagai dokumen yang sah
2. Sebagai sarana komunikasi antara tenaga kesehatan
3. Sebagai dokumen yang berharga untuk mengikuti perkembangan dan evaluasi pasien
4. Sebagai sumber data yang penting untuk penelitian dan pendidikan
5. Sebagai sarana bagi bidan dalam peranannya sebagai pembela (advocate)

D. Syarat – syarat Keterampillan menulis dokumentasi:

1. Susunan kalimat yang mengandung subjek dan predikat
2. Mengikuti tata bahasa yang ditetapkan
3. Komposisi penggunaan kutipan bukan suatu kesimpulan bidan tetapi hasil percakapan dengan klien
4. Ada dan sesuai dengan kondisi klien
5. Menggunakan catatan tindakan menggunakan kalimat aktif bukan pasif, misalnya mengukur TFU
6. Menggunakan ejaan yang benar
7. Catatan ringkasan istilah simbol atau kode yang sifatnya umum dan dimengerti oleh tim kesehatan
8. Hindari pencatatan yang sifatnya umum

E. Pedoman Untuk Pencatatan Legal
1. Jangan menghapus menggunakan tipe-x atau mencoret tulisan yang salah ketika mencatat, karena gambaran akan nmerusak catatan. Yang benar adalah dengan membuat garis pada tulisan yang salah ,lalu diparaf kemudian tulis catatan yang benar
2. Jangan menulis komentar yang bersifat mengkritik klien atau tentang kesehatan yang lain karena pernyataan tersebut dapat digunakan sebagai bukti prilaku yang tidak profesional atau asuhan yang tidak bermutu . Tulisan hanya uraian objektif tentang prilaku klien dan tindakan yang dilakukan oleh gtenaga kesehatan lainnya
3. Koreksi semua kesalahan segera mungkin karena kesalahan menulis dapat diikuti dengan kesalahan tindakan. Jadi jangan tergesa-gesa melengkapi catatan, pas tikan informasi akurat
4. Catatan hanya fakta, catatan harus akurat dan dapat dipercaya pasti apa jyang ditulis adalah fakta jangan berspekulasi atau menulis perkiraan saja
5. Jangan biarkan bagian yang kosong pada catatan bidan, karena orang lain bisa menambahkan informasi yang tidak benar pada bagian yang kosong tersebut
6. Semua catatan harus dibaca, ditulis dengan tinta. Bila tulisan sulit dibaca akan timbul suatu kesalahan penafsiran dan dapat dituntut secara hukum . Bila ditulis dengan pinsil tulisan dapat dihapus atau diganti, maka sebaiknya menggunakan tinta
7. Jika ada instruksi atau pesan dokter / tim, sebelum dilakukan tindakan diklarifikasi dulu catat dengan hasilnya
8. Untuk diri sendiri bukan untuk orang lain
9. Hindari tulisan yang bersifat umum, tulisan harus lengkap, singkat dan padat
10. Membuat dokumentasi dimulai dengan waktu dan diakhiri dengan tanda tangan, nama jelas

Article by: Anonim

SAP Perawatan Payudara (Breast Care)

Cara perawatan payudara atau breast care selama masa kehamilan serta sesudah proses melahirkan atau masa nifas untuk ibu hamil dan menyusui.

Salah satu hal pertama yang mulai berubah dari Anda setelah persalinan adalah payudara Anda. Mereka menjadi lembut dan bengkak dan segera seluruh tampilan dan bentuk mereka akan benar-benar berbeda dengan sebelum Anda hamil. Perawatan payudara atau breast care setelah masa persalinan (masa nifas) dilakukan dengan berbagai tindakan seperti melakukan beberapa teknik pijat, tetap bersih serta langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kelainan pada payudara Anda. Hal ini dilakukan agar ketika menyusui, Anda tidak terlalu kesulitan menghadapinya.

Hal ini sangat penting juga untuk merawat payudara Anda selama masa kehamilan. Karena hormon kehamilan, payudara menjadi lebih besar dan aliran darah di payudara meningkat sehingga Anda akan merasa bengkak, sakit dan lembut. Puting susu dan areola akan gelap dan dalam beberapa kasus vena gelap dapat muncul di sepanjang payudara Anda. Puting susu Anda juga akan berubah dalam bentuk dan ukuran dan lebih jauh Anda mungkin mengalami keluarnya cairan kekuningan yang dikenal sebagai kolostrum. Hal ini sebagai persiapan untuk menyusui.

Langkah-langkah Pijat PayudaraTeknik perawatan payudara Anda relatif mudah selama kehamilan. Tentu Anda musti berinvestasi untuk pilihan bra yang dapat menangani ukuran payudara meningkat. Selama malam hari, kenakan bra tidur bersalin untuk memastikan dukungan payudara yang cukup. Jangan gunakan sabun pada puting susu Anda karena hal ini dapat mengeringkan mereka, menggunakan pelembab yang baik untuk mencegah hal ini terjadi. Ada produk yang bagus di pasaran yang dirancang khusus untuk ibu hamil. Beberapa panduan serta tips dalam menjalankan kehamilan bagi ibu hamil tersedia pula buku ibu hamil yang dapat Anda baca untuk membuat kehamilan yang Anda jalankan lebih aman dan sehat.

Setelah bayi berharga Anda dilahirkan, payudara Anda akan menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Hal ini penting untuk berhati-hati ketika Anda sedang menyusui dan mengikuti tips perawatan payudara ini berguna membantu Anda mengurus aset Anda yang paling penting !

  • Tahap-tahap perawatan payudara setelah Anda melahirkan meliputi yaitu pertama, dengan cara membersihkan puting susu untuk menghindari kontaminasi bakteri pada saat menyusui. Kedua, lakukan beberapa teknik pemijatan pada kedua payudara Anda sehingga sirkulasi yang ada lancar. Dan langkah terakhir adalah dengan melakukan pengompresan untuk menghindari terjadinya bendungan ASI pada payudara Anda.
  • Pastikan bahwa Anda memberi ASI bayi Anda dalam posisi yang berbeda untuk mendistribusikan tekanan menyusui ke berbagai bagian puting susu Anda.
  • Perubahan antara duduk, memegang bayi di bawah lengan Anda, di pangkuan Anda atau berbaring.
  • Lakukan beberapa teknik latihan payudara untuk membantu menghindari payudara kendur dengan mengangkat lengan Anda di depan Anda setinggi bahu dan meletakkan tangan Anda bersama-sama, telapak tangan saling berhadapan. Dengan mendorong telapak tangan Anda terhadap satu sama lain agar otot-otot di sekitar area payudara bekerja dan efektif membantu mencegah payudara kendur.
  • Pastikan bayi yang mengait pada payudara dengan benar dengan sebagian besar areola di mulut anak. Jika bayi tidak menempel dengan benar kemungkinan puting retak dan ini sangat menyakitkan.
  • Payudara bisa menjadi membesar jika bayi tidak menyusui dengan baik atau benar. Untuk meminimalkan pembengkakan coba untuk melakukan perawatan yang sering dengan mengompres.
  • Air susu yang keluar sendiri dapat terjadi beberapa minggu sampai beberapa bulan tergantung pada produksi susu dan kapasitas mengisap bayi. Memakai bantalan payudara selama menyusui diperlukan dan mengubah posisinya dengan sering sangat disarankan. Cobalah untuk menjaga puting dan sekitarnya tetap bersih dan kering untuk menyusui berikutnya.

Payudara adalah karya seni yang ajaib dan dibentuk oleh Anda sendiri secara alami. Melakukan perawatan payudara seperti permata berharga bagi Anda. Jika Anda merawat payudara Anda selama kehamilan hampir dijamin bahwa setelah Anda berhenti menyusui, mereka dapat kembali ke ukuran aslinya dan hampir seperti bentuk aslinya. Breast care dengan kasih sayang yang lembut sangat penting dan tidak hanya untuk bayi Anda senang akan hal itu tetapi juga bagi pasangan Anda.

Berikut ini adalah contoh SAP (Satuan Acara Penyuluhan) Perawatan Payudara.

Asuhan Kebidanan Antenatal Komprehensif

Berikut ini sekedar contoh Asuhan Kebidanan (ASKEB) tentang Antenatal Komprehensif (ANC Kompre).

Berikut ini sekedar contoh Asuhan Kebidanan (ASKEB) tentang Antenatal Komprehensif (ANC Kompre).

Asuhan Kebidanan Antenatal Komprehensif Bidan Cantik
PADA NY “K” GESTASI 38 – 40 MINGGU
DI RS UMUM “A”
TANGGAL 17 MARET 2009

Nomor Register : 067420
Tanggal Kunjungan : 17 Maret 2010, jam 10.00 WITA
Tanggal Pengkajian : 17 Maret 2010, jam 10.10 WITA
Nama Mahasiswa : MINA

LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
A. Identitas Istri / Suami
Nama : Ny. “K” / Tn. “A”
Umur : 21 thn / 32 thn
Suku : Makassar / Makassar
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMP / SD
Pekerjaan : IRT / Buruh Harian
Alamat : Jln. Rajawali no.01
Nikah : ± 1 tahun

B. Riwayat Kehamilan Sekarang
1. GI P0 A0
2. HPHP tanggal 23 Juni 2010, HTP Tgl 30 Maret 2010
3. Ibu telah memperoleh imunisasi TT sebanyak 2 kali di RSU “A”
TT I tanggal 17 November 2009
TT II tanggal 15 Desember 2009
4. Ibu merasakan pergerakan janinnya sejak bulan Oktober 2009 (kehamilan 4 bulan)
5. Ibu mengatakan janinnya bergerak kuat terutama pada perut sebelah kiri
6. Ibu mengatakan umur kehamilannya memasuki usia 8 bulan
7. Ibu tidak pernah mengalami nyeri perut hebat selama hamil
8. Ibu mengatakan khawatir dengan kehamilannya

C. Riwayat Kesehatan / Penyakit yang Lalu
• Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit jantung, hipertensi, DM, malaria, alergi obat dan makanan, serta penyakit kelamin HIV / AIDS
• Ibu mengatakan tidak pernah dioperasi
• Ibu tidak pernah merokok dan mengkonsumsi alkohol
• Tidak ada riwayat keturunan kembar baik dari pihak istri maupun suami

D. Riwayat Reproduksi
• Menarche : 13 tahun
• Siklus : 28-30 hari
• Lamanya : 5 – 7 hari

E. Riwayat Obstetri
Tahun Tempat Jenis Keadaan Penolong JK BB PB Keadaan
2008 PKM Bara – Baraya Aterm Normal Bidan ? 3200 gr 50 cm Baik

F. Riwayat Ginekologi
Ibu tidak pernah mengalami / menderita penyakit kelamin, tumor dan penyakit gangguan sistem reproduksi lainnya

G. Riwayat Keluarga Berencana
Ibu belum pernah menjadi akseptor KB

H. Riwayat Sosial Ekonomi
• Menikah 1x dengan suami yang sekarang ± 2 tahun
• Ibu tinggal bersama suami, anak dan orang tua suami
• Keputusan diambil dengan cara musyawarah oleh ibu dan suami
• Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga dibantu oleh mertua
• Hubungan ibu denagn suami dan keluarga yang lain baik

I. Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar
1. Pola Nutrisi dan cairan
Ibu mengatakan makan 3x sehari, nafsu makan baik, minum 5-7 gelas perhari.

2. Pola Eliminasi
– BAB : 1x kali sehari, konsistensi padat, warna kuning kecoklatan
– BAK : 5-6x sehari ,warna kuning muda

3. Pola Istirahat
– Istirahat siang : ± 2 jam
– Tidur malam ± 8 jam

4. Pola Personal Hygiene
– Mandi 2x sehari
– Keramas 3x sehari
– Sikat gigi 3x sehari
– Ganti pakaian dalam setiap selesai mandi atau lembab

J. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum dan tanda-tanda vital
• Penampilan ibu tampak sehat, bersih, dan emosi dalam keadaan stabil
• TB : 157 cm
• BB sebelum hamil : 52 kg
• BB hamil : 60 kg
• Lila : 24 cm
• TTV
TD : 110/80 mmHg
N : 78 x/menit
S : 36,50 C
P : 20 x/menit

2. Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi
a. Kepala : Kulit kepala bersih, rambut tidak mudah rontok, tidak ada nyeri
tekan dan benjolan pada kepala
b. Wajah : Wajah simetris dan tidak ada oedema, ekspresi wajah ibu
tampak cemas
c. Mata : Simetris ki-ka, konjungtiva merah muda, tidak ada ikterus
d. Hidung : Simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada secret, tidak ada polip
dan nyeri tekan
e. Telinga : Simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada secret
f. Mulut dan gigi : Bibir lembab, bersih, tidak ada karies dan gigi yang tanggal
g. Payudara : Simetris kiri dan kanan, puting susu menonjol, nampak hiper
pigmentasi pada areolla mammae, tidak ada nyeri tekan dan
benjolan pada payudara
h. Abdomen : Tonus otot perut tampak kendor, nampak pembesaran perut
sesuai umur kehamilan , tampak striae albicans pada perut,
tidak ada luka bekas operasi, DJJ terdengar disebelah kanan
perut ibu setinggi pusat 138x/i
Palpasi Abdomen
Leopold I : 2jrapst
Leopold II : Pu-ka
Leopold III : Bokong
Leopold IV : BAP
i. Ektermitas : Simetris kiri dan kanan, tidak ada oedem, tidak ada varices,
reflex patella (+) kiri dan kanan

3. Ukuran Panggul
– Distansia Spinarum : 24 cm
– Distansia Cristarum : 28 cm
– Distansia Boudelaque : 18 cm
– Distansia Posterior : 9 cm

4. Pemeriksaan Laboratorium
HB : 10,8 g%
Alb : (-)
Red : (-)

LANGKAH II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 31 minggu 1 hari, Pu-ka, Persentase bokong, BAP, Intra
uterin, Tunggal, Hidup, Belum inpartu, Keadaan ibu dan janin baik
1. GII PI A0
DS : Ibu mengatakan ini kehamilannya yang kedua dan tidak pernah keguguran
DO :
– Tonus otot perut ibu tampak kendor, terdapat striae albicans
– Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
Analisa dan Interpretasi data
• Dengan terabanya bagian – bagian saat palpasi dan terdengarnya DJJ menandakan bahwa ibu tersebut dalam keadaan hamil (Obstetri Fisiologi, FK UNPAD, Bandung, hal. 144)
• Tonus otot perut nampak kendor karena pernah mengalami peregangan sebelumnya

2. Gestasi 30 – 32 minggu
DS :
– Ibu mengatakan umur kehamilannya memasuki usia 8 bulan
– Ibu mengatakan HPHT tanggal 23 Maret 2009
DO : Tampak pembasaran perut sesuai umur kehamilan
Analisa dan interpretasi data
• Menurut rumus Naegle, dari HPHT tanggal 23 Maret 2009 sampai tanggal pengkajian 29 September 2009 , maka didapatkan masa gestasi 31 minggu 1 hari

3. Pu-ka
DS : Ibu mengatakan janinnya bergerak kuat sebelah kiri perut ibu
DO :
– Pada saat palpasi Leopold II teraba punggung sebelah kanan perut ibu
– DJJ terdengar jelas pada perut sebelah kanan ibu setinggi pusat
Analisa dan interpretasi data
• DJJ terdengar jelas pada kuadran kanan perut ibu dan teraba bagian / tahanan keras seperti papan menandakan janin dalam posisi punggung kanan

4. Persentase Bokong
DS : –
DO : Pada palpasi Leopold III teraba teraba tahanan keras berbentuk bulat dan tidak
melenting
Analisa dan interpretasi data
• Pada palapasi Leopold III teraba tahanan keras, bulat dan tidak melenting menandakan persentase bokong

5. BAP
DS : –
DO : Pada palpasi leopold IV, teraba bokong dan kedua tangan konvergen
Analisa dan interpretasi data
• Pada palpasi leopold IV, teraba bokong bagian bawah, kedua tangan konvergen, dan mudah digerakkan dari luar. Hal ini dipengaruhi bagian terendah janin belum masuk dalam rongga panggul (BAP)

6. Intra uterine
DS : Ibu mengatakan tidak ada nyeri perut hebat selama hamil
DO :
– Pada saat palpasi abdomen, ibu tidak merasa nyeri
– Pembesaran perut sesuai umur kehamilan

Analisa dan interpretasi data
• Pada saat palpasi Leopold abdomen ibu tidak merasa kesakitan, serta pembesaran perut sesuai umur kehamilan menandakan kehamilan intra uteri (Obstetri Fisiologi, FK UNPAD, Bandung, hal. 196)

7. Tunggal
DS : Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat di sebelah kiri perut ibu
DO :
– Pada palpasi hanya teraba 2 bagian besar janin yaitu bokong pada bagian terendah dan kepala pada fundus
– DJJ terdengar jelas pada satu sisi yaitu kuadran kanan perut ibu setinggi pusat
Analisa dan interpertasi data
• Pergerakan janin pada perut sebelah kiri, DJJ terdengar jelas pada kuadran kanan perut ibu, serta teraba 1 kepala dan 1 bokong menandakan bahwa janin tunggal (Obstetri Fisiologi, FK UNPAD, Bandung, hal. 196)

8. Hidup
DS : Ibu merasakan janinnya bergerak aktif di sebelah kiri perut ibu.
DO : DJJ terdengar jelas pada sisi kanan perut ibu 138 x/i, kuat, dan teratur.
Analisa dan interpertasi data
• Adanya pergerakan janin dan terdengar nya DJJ merupakan tanda bahwa janin hidup

9. Belum inpartu
DS : Ibu mengatakan tidak ada pelepasan lendir dan darah dari jalan lahir
DO : Tidak ada pelepasan lendir dan darah dari jalan lahir, serta belum ada tanda – tanda
inpartu lainnya

Analisa dan interpretasi data
• Belum ada pelepasan lendir dan darah dari jalan lahir menandakan ibu dalam keadaan belum inpartu
10. Keadaan Ibu dan Janin baik
DS : Ibu merasakan pergerakan janinnya kuat mulai sejak juli 2009 sampai sekarang
DO : DJJ terdengar jelas pada kuadran kanan perut ibu setinggi pusat dengan frekuensi
138x/i

Analisa dan interpretasi data
• Ibu dan janin dalam keadaan baik ditandai dengan penampilan ibu yang nampak sehat dan TTV dalam batas normal serta keadaan janin baik ditandai dengan adanya pergerakan janin dan DJJ dalam batas normal

Masalah Kecemasan
DS : Ibu mengatakan khawatir dengan kehamilannya
DO :
– Ibu selalu bertanya – tanya tentang kondisi janinnya
– Ekspresi wajah ibu tampak cemas
Analisa dan interpretasi data
• Adanya gangguan yang dirasakan oleh ibu dan keadaan janin yang patologi (letak bokong) membuat ibu cemas dan bertanya – tanya tentang kehamilannya

LANGKAH III ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Tidak ada data yang mendukung

LANGKAH IV EVALUASI PERLUNYA TINDAKAN SEGERA
Tidak ada indikasi

LANGKAH V RENCANA TINDAKAN
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 31 minggu 1 hari, Pu-ka, Persentase bokong, BAP, Intra
uterin, Tunggal, Hidup, Belum inpartu, Keadaan ibu dan janin baik

Tujuan:
• Kehamilan berlangsung normal
• KU ibu dan janin baik
• Ibu dan keluarga dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan nanti

Kriteria:
• Ibu tidak bertanya – tanya dan merasa cemas dengan kehamilannya
• TTV dalam batas normal
• Ekspresi wajah ibu tampak tenang dan ceria

Intervensi :
Tanggal 29 September 2009, jam 09.00 WITA
1) Beri penjelasan pada ibu tentang kehamilannya dengan persentase sungsang
Rasional : Agar ibu mengetahui perkembangan kehamilannya dan keadaannya saat sekarang
sehingga ibu dapat memahami dan melakukan apa yang dianjurkan demi kesehatan ibu dan janin.

2) Beri HE pada ibu tentang :
a) Gizi ibu hamil
Rasional :Gizi yang adekuat bagi ibu hamil sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan janin dan dirinya sendiri
b) Istirahat yang cukup
Rasional : Istirahat yang cukup dapat mengurangi beban kerja jantung dan menghemat pemakaian energi
c) Hygiene dalam kehamilan
Rasional : Kebersihan diri yang cukup memberikan rasa yang nyaman pada ibu dan mencegah terjadinya infeksi sehingga tidak memberikan kesempatan bagi mikroorganisme patogen untuk masuk kedalam tubuh dan berkembang biak.

3) Beritahu ibu 9 tanda bahaya kehamilan
Rasional : Tanda bahaya kehamilan perlu diketahui oleh ibu agar lebih waspada dan memotivasi untuk segera memeriksakan kehamilannya jika terdapat tanda bahaya dalam kehamilannya dan keselamatan ibu dan janin.

9 tanda bahaya kehamilan meliputi :
• Sakit kepala yang hebat dan menetap
• Perubahan penglihatan
• Nyeri perut hebat
• Bengkak pada wajah dan tangan
• Pergerakan janin berkurang
• Demam
• Kejang
• Ketuban pecah sebelum waktunya

4) Memberi support pada ibu
Rasional : Ibu lebih siap menghadapimpersalinannya dan menerima kehamilannya dengan senang hati

5) Evaluasi / Follow up
Rasional : Dengan member penjelasan pada ibu kapan ia harus kembali, sehinggan asuhan yang diberikan lebih efektif serta keadaan ibu dan janin dapat dipantau.

LANGKAH VI IMPLEMENTASI
Tanggal 29 September 2009, jam 09.15 WITA
1) Memberi penjelasan pada ibu tentang kehamilannya dengan persentase sungsang
• Letak janin dalam keadaan sungsang
• Keadaan janin baik ditandai dengan DJJ dalam batas normal
Hasil : Ibu mengerti dan kecemasan sedikit berkurang

2) Memberi HE pada ibu tentang :
a) Gizi ibu hamil
• Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nasi / sumber karbohidrat lainnya dalam porsi sedang
• Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi protein hewani maupun nabati seperti : daging, ikan, telur, kacang – kacangan dan susu
• Menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi sayur, buah dan vitamin
b) Istirahat yang cukup
• Menganjurkan ibu untuk istirahat siang 1-2 jam sehari dan istirahat malam 7-8 jam
c) Hygiene dalam kehamilan
• Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan tubuhnya dan mengganti pakaian dalam setiap selesai mandi/jika lembab.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melakukan anjuran yang diberikan

3) Memberitahu ibu 9 tanda bahaya kehamilan
• Sakit kepala yang hebat dan menetap
• Perubahan penglihatan
• Nyeri perut hebat
• Bengkak pada wajah dan tangan
• Pergerakan janin berkurang
• Demam
• Kejang
• Ketuban pecah sebelum waktunya
• Pendarahan dari jalan lahir

4) Memberi support pada ibu
Hasil : Ibu nampak sedikit tenang

5) Evaluasi / Follow up
• Menganjurkan ibu untuk dating kembali 2 minggu kedepan
• Sewaktu – waktu dapat berkunjung bila ada keluhan

LANGKAH VII EVALUASI
Tanggal 29 September 2009, jam 09.30 WITA
1. Kehamilan berlangsung normal ditandai dengan :
a. Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
b. TFU 2 Jrapst

2. Keadaan ibu dan janin baik, ditandai dengan :
a. Kondisi ibu tampak baik dengan TTV dalam batas normal
TD : 110/80 mmHg N : 78x/i S : 36,5oc P : 20x/i
b. Pemeriksaan Laboratorium, Hb : 10,8 gr%
c. Keadaan janin baik dengan DJJ 138x/i

Please Note
Baca juga contoh ASKEB lainnya seperti Asuhan Kebidanan Keluarga di blog ini.

Aborsi : Pengertian, Jenis & Tinjauan Hukum Gugur Kandungan

Pengertian aborsi atau abortus, jenis klasifikasi keguguran, penyebab, cara abortus provokatus serta tinjauan hukum & pasal terkait abortus kriminalis.

Masalah Kebidanan komunitas yang akhir-akhir ini mencuat dan menjadi bahan perbincangan, yaitu tentang aborsi. Dari data yang diperoleh, remaja berusia 15-19 tahun melahirkan, 4 juta melakukan aborsi.

Pengertian Aborsi

  • Pengertian aborsi dalam bahasa Latin dinamakan abortus atau gugur kandungan adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan menginjak waktu 20 minggu yang akhirnya mengakibatkan terjadinya kematian pada janin. Apabila janin lahir dengan selamat atau hidup sebelum kehamilan 38 minggu namun setelah melewati 20 minggu masa kehamilan, maka ini disebut sebagai kelahiran prematur.
  • Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.
  • Abortus sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau usia kehamilan sebelum 20 minggu (terakhir oleh WHO/FIGO tahun 1998 adalah sebelum 22 minggu)

Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi:
1. Spontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami
2. Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya adalah:

  • Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
  • Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.
  • Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.

Dalam bahasa sehari-hari, istilah keguguran biasanya digunakan untuk spontaneous abortion, sementara aborsi digunakan untuk induced abortion.

Klasifikasi Aborsi

Beberapa jenis aborsi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Abortus spontanea

Pengertian abortus spontanea adalah abortus yang berlangsung tanpa tindakan, dalam hal ini dibedakan sebagai berikut:

  • Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
  • Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
  • Abortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.
  • Abortus kompletus, semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

Abortus provokatus

Pengertian abortus provokatus adalah jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan, yaitu dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya bayi dianggap belum dapat hidup diluar kandungan apabila usia kehamilan belum mencapai 28 minggu, atau berat badan bayi kurang dari 1000 gram, walaupun terdapat beberapa kasus bayi dengan berat dibawah 1000 gram dapat terus hidup. Pengelompokan Abortus provokatus secara lebih spesifik :

  • Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus, abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu.
  • Abortus Provokatus Kriminalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

Abortus Habitualis

Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi berturut-turut tiga kali atau lebih. Pada umumnya penderita tidak sukar menjadi hamil, namun kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu, dan umumnya disebabkan karena kelainan anatomi uterus, atau kelainan faktor imunologi.

Missed Abortion

Missed Abortion adalah kematian janin dan nekrosis jaringan konsepsi tanpa ada pengeluaran selama lebih dari4 minggu atau lebih (beberapa buku 8 minggu)

Abortus Septik

Abortus Septik adalah tindakan pengakhiran kehamilan dikarenakan sepsis akibat tindakan abortus yang terinfeksi (misalnya dilakukan oleh dukun, atau awam). Bahaya terbesar adalah kematian ibu.

Penyebab Aborsi

  • Penyebab aborsi dari segi maternal
  • Penyebab aborsi secara umum:

Infeksi akut

  1. virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis.
  2. Infeksi bakteri, misalnya streptokokus.
  3. Parasit, misalnya malaria.

Infeksi kronis

  1. Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.
  2. Tuberkulosis paru aktif.
  3. Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll.
  4. Penyakit kronis, misalnya :hipertensin, ephritis, diabetes, anemia berat, penyakit jantung, toxemia gravidarum
  5. Gangguan fisiologis, misalnya Syok, ketakutan, dll.
  6. Trauma fisik.

Penyebab aborsi yang bersifat lokal:

  • Fibroid, inkompetensia serviks.
  • Radang pelvis kronis, endometrtis.
  • Retroversi kronis.
  • Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil, sehingga menyebabkan hiperemia dan abortus.

Penyebab dari segi Janin

  • Kematian janin akibat kelainan bawaan.
  • Mola hidatidosa.
  • Penyakit plasenta dan desidua, misalnya inflamasi dan degenerasi.

Alasan untuk melakukan tindakan Aborsi

Abortus provokatus kriminalis sering terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya:

  • Alasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil.
  • Alasan psikososial, di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau untuk punya anak lagi.
  • Kehamilan di luar nikah.
  • Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah beban ekonomi keluarga.
  • Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan, janin cacat.
  • Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga).
  • Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan.

Akibat Abortus Provokatus Kriminalis

Komplikasi aborsi medis yang dapat timbul pada ibu :

  • Perforasi
  • Luka pada serviks uteri
  • Pelekatan pada kavum uteri
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Lain-lain

Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejala-gejala konvulsi, penghentian kerja jantung, penghentian pernapasan, atau hipofibrinogenemia. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan pada pemberian prostaglandin antara lain panas, rasa enek, muntah, dan diare.

Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu bisa menyebabkan kematian pada keduanya.

Cara – cara Abortus Provokatus Kriminalis Kekerasan Mekanik :

1. Umum

  1. Latihan olahraga berlebihan
  2. Naik kuda berlebihan
  3. Mendaki gunung, berenang, naik turun tangga
  4. Tekanan / trauma pada abdomen

2. Lokal

  1. Memasukkan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina : pensil, paku, jeruji sepeda
  2. Alat merenda, kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk melepas kantung amnion
  3. Alat untuk memasang IUD
  4. Alat yang dapat dilalui arus listrik
  5. Aspirasi jarum suntik

Metode hisapan sering digunakan pada aborsi yang merupakan cara yang ilegal secara medis walaupun dilakukan oleh tenaga medis. Tabung suntik yang besar dilekatkan pada ujung kateter yang dapat dilakukan penghisapan yang berakibat ruptur dari chorionic sac dan mengakibatkan abortus. Cara ini aman asalkan metode aseptik dijalankan, jika penghisapan tidak lengkap dan masih ada sisa dari hasil konsepsi maka dapat mengakibatkan infeksi.

Tujuan dari merobek kantong kehamilan adalah jika kantong kehamilan sudah rusak maka secara otomatis janin akan dikeluarkan oleh kontraksi uterus. Ini juga dapat mengakibatkan dilatasi saluran serviks, yang dapat mengakhiri kehamilan. Semua alat dapat digunakan dari pembuka operasi sampai jari-jari dari ban sepeda. Paramedis yang melakukan abortus suka menggunakan kateter yang kaku. Jika digunakan oleh dokter maupun suster, yang melakukan mempunyai pengetahuan anatomi dan menggunakan alat yang steril maka resikonya semakin kecil. Akan tetapi orang awam tidak mengetahui hubungan antara uterus dan vagina. Alat sering digunakan dengan cara didorong ke belakang yang orang awam percayai bahwa keadaan serviks di depan vagina.

Permukaan dari vagina dapat menjadi rusak dan alat mungkin masuk ke usus bahkan hepar. Penetrasi dari bawah atau tengah vagina dapat juga terjadi perforasi. Jika serviks dimasuki oleh alat, maka serviks dapat ruptur dan alat mungkin masuk lewat samping. Permukaan luar dapat cedera dengan pengulangan, usaha yang ceroboh yang berusaha mengeluarkan benda yang terlalu tebal ke saluran yang tidak membuka. Jika sukses melewati saluran dari uterus, mungkin langsung didorong ke fundus, yang akan merusak peritoneal cavity. Bahaya dari penggunaan alat adalah pendarahan dan infeksi. Perforasi dari dinding vagina atau uterus dapat menyebabkan pendarahan, yang mungkin diakibatkan dari luar atau dalam.

Sepsis dapat terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril atau kuman berasal dari vagina dan kulit. Bahaya yang lebih ringan(termasuk penggunaan jarum suntik) adalah cervical shock. Ini dapat membuat dilatasi serviks, dalam keadaaan pasien yang tidak dibius, alat mungkin menyebabkan vagal refleks, yang melalui sistem saraf parasimpatis, yang dapat mengakibatkan cardiac arrest. Ini merupakan mekanisme yang berpotensi menimbulkan ketakutan yang dapat terjadi pada orang yang melakukan Abortus kriminalis.

Obat keras bahan kimia / obat-obatan atau bahan-bahan yang bekerja pada uterus
Berbagai macam zat yang digunakan baik secara lokal maupun melalui mulut telah banyak digunakan untuk menggugurkan kandungan. Beberapa zat mempunyai efek yang baik sedangkan beberapa lainnya berbahaya. Zat yang digunakan secara lokal contohnya fenol dan lysol, merkuri klorida, potassium permagnat, arsenik, formaldehid, dan asam oxalat. Semua mempunyai bahaya sendiri, baik dari korosi lokal maupun efek sistemik jika diserap. Pseudomembran yang nekrotik mungkin berasal dari vagina dan kerusakan serviks mungkin terjadi.

Potasium permangat adalah zat yang muncul selama perang yang terakhir dan berlangsung beberapa tahun, 650 kasus dilaporkan hingga tahun 1959, yang parah hanya beberapa. Ini dapat menyebabkan nekrosis pada vagina jika diserap yang dapat mempunyai efek sistemik yang fatal termasuk kerusakan ginjal. Permanganat dapat menyebabkan pendarahan vagina dari nekrosis, yang mana dapat membahayakan janin.

Cara menggugurkan kandungan dengan indikasi medis

Jenis obat-obatan yang dipakai untuk menginduksi abortus antara lain :

a. Emmenagogum : obat untuk melancarkan haid. Cara kerja : Indirect Congesti + engorgement mucosa → Bleeding → Kontraksi Uterus → Foetus dikeluarkan.
Direct : Bekerja langsung pada uterus/saraf motorik uterus.
Misal : Aloe, Cantharides (racun irritant), Caulopylin, Borax, Apiol, Potassium permanganate, Santonin, Senega, Mangan dioksida, dll.

b. Purgativa/Emetica : obat-obatan yang menimbulkan kontraksi GI tract
Misal :Colocynth, Aloe
Castor oil : Magnesim sulfate, Sodium sulfate.

c. Ecbolica : menimbulkan kontraksi uterus secara langsung.
Misal : Apiol, Ergot, Ergometrine, Extract secale, Extract pituatary, Pituitrine, Exytocin.
Cara kerja ergot : Merangsang alpha 1 receptor pada uterus mengakibatkan kontraksi uterus yang kuat dan lama.

d. Garam dari logam : biasanya sebelum mengganggu kehamilannya sudah membahayakan keselamatan ibu. Dengan tujuan menimbulkan tonik kontraksi pada uterus. Misal : Arsenicum, HgCl, Potassium bichromate, Ferro sulfate, ferri chloride.

HUKUM DAN ABORSI

Aspek Hukum dan Medikolegal Abortus Povocatus Criminalis Abortus telah dilakukan oleh manusia selama berabad-abad, tetapi selama itu belum ada undang-undang yang mengatur mengenai tindakan abortus. Peraturan mengenai hal ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 4 M di mana telah ada larangan untuk melakukan abortus. Sejak itu maka undang-undang mengenai abortus terus mengalami perbaikan, apalagi dalam tahun-tahun terakhir ini di mana mulai timbul suatu revolusi dalam sikap masyarakat dan pemerintah di berbagai negara di dunia terhadap tindakan abortus. Hukum abortus di berbagai negara dapat digolongkan dalam beberapa kategori sebagai berikut:

  • Hukum yang tanpa pengecualian melarang abortus, seperti di Belanda.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus demi keselamatan kehidupan penderita (ibu), seperti di Perancis dan Pakistan.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi medik, seperti di Kanada, Muangthai dan Swiss.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosio-medik, seperti di Eslandia, Swedia, Inggris, Scandinavia, dan India.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial, seperti di Jepang, Polandia, dan Yugoslavia.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas permintaan tanpa memperhatikan indikasi-indikasi lainnya (Abortion on requst atau Abortion on demand), seperti di Bulgaris, Hongaria, USSR, Singapura.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi eugenistis (aborsi boleh dilakukan bila fetus yang akan lahir menderita cacat yang serius) misalnya di India.
  • Hukum yang memperbolehkan aborsi atas indikasi humanitarian (misalnya bila hamil akibat perkosaan) seperti di Jepang.

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atatu pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”
Yang menerima hukuman adalah :

  1. Ibu yang melakukan aborsi
  2. Dokter, bidan atau dukun yang melakukan aborsi
  3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Beberapa pasal yang terkait aborsi adalah :

Pasal 229

  1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatab itu, hamilnya dapat digugurkan , diancam dengan pidana penjara paling banyak 4 tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah
  2. Jika yang bersalah membuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan, atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga
  3. Jika yang bersalah melakukan hal tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341
Seorang ibu karena takut, akanketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana paling lama 7 tahun

Pasal 342
Seorang ibu, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa melahirkan anak. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan penjara, dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun

Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346
Seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh ornag lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347

  1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 348

  1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama tutjuh tahun.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan, atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan ataupun membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan spertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan

Referensi+


 Bagikan

Keluarga Berencana (Contoh Satuan Acara Penyuluhan-SAP)

Berikut ini adalah SAP tentang Keluarga Berencana bagi mahasiswa keperawatan atau mahasiswa kebidanan yang mau mencari contoh Satuan Acara Penyuluhan (SAP).

Berikut ini adalah SAP tentang Keluarga Berencana bagi mahasiswa keperawatan atau mahasiswa kebidanan yang mau mencari contoh Satuan Acara Penyuluhan (SAP):

Pokok Bahasan: Keluarga Berencana
Sub Pokok Bahasan: Efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan
Sasaran: PUS ( Pasangan Usia Subur )
Waktu: 10 Juni 2010 jam 15.00
Tempat: Rumah Keluarga Binaan
TIU: Menginformasikan dan menjelaskan efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan.
TIK: PUS mengerti dan dapat menjelaskan :

1. Dua jenis suntikan yang hanya mengandung Progestine
2. Keuntungan dari alat kontrasepsi suntikan 3 bulan
3. Efek samping dari suntikan 3 bulan
4. Cara mengatasi Amenorhea akibat efek samping penggunaan KB

Materi
1. Menyebutkan dua jenis suntikan yang hanya mengandung Progestine
2. Keuntungan dari alat kontrasepsi suntikan 3 bulan
3. Efek samping dari suntikan 3 bulan
4. Cara mengatasi Amenorhea akibat efek samping penggunaan KB

Metode:Ceramah
Media :Karton Manila
Evaluasi: Setelah mendengarkan penyuluhan, PUS mampu mendengarkan secara lisan:

• Dua jenis suntikan yang hanya mengandung Progestine
• Keuntungan dari alat kontrasepsi suntikan 3 bulan
• Efek samping dari suntikan 3 bulan
• Cara mengatasi Amenorhea akibat efek samping penggunaan KB

PEMBAHASAN MATERI
Terdapat dua jenis alat kontrasepsi suntikan yang mengandung Progestine, yaitu :
1.Depo Medrosiprogesteron Asetat yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntikkan Intra Muskular ( IM ) di daerah bokong.
2.Deponeretisteron Enantat, diberikan setiap 3 bulan IM.

Keuntungan dari alat kontrasepsi suntikan 3 bulan :
• Sangat Efektif
• Menjarangkan kehamilan jangka panjang
• Tidak mempengaruhi hubungan suami istri
• Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius pada penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.
• Tidak mempengaruhi produksi ASI
• Efek samping sedikit
• Dapat digunakan oleh usia > 35 tahun sampai perimenopause.

Kerugian / Efek samping dari suntikan 3 bulan :
a. Sering menimbulkan gangguan haid (seperti Amenorhea, spotting dan siklus haid tidak teratur)
b. Dapat meningkatkan / menurunkan berat badan, sakit pada kepala dan payudara
c. Keterlambatan kembalinya kesuburan

Untuk mengatasi masalah Amenorhea akibat efek samping penggunaan KB, ibu dianjurkan ke tempat pelayanan kesehatan dan dianjurkan untuk mengganti cara / metode kontrasepsi yang lain, misalnya pil, Implan atau IUD.

Referensi :
Wikujosastro, Hanifa, 1994, Ilmu Kandungan, Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo (YBPSP), Jakarta.
Saifuddin, Abdul Bari, 2003, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo ( YBPSP ), Jakarta

Kesehatan Lingkungan (Contoh Satuan Acara Penyuluhan-SAP)

Berikut ini adalah contoh Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang Kesehatan Lingkungan untuk mahasiswa keperawatan atau kebidanan.

Bagi mahasiswa keperawatan atau mahasiswa kebidanan yang ingin mencari referensi Satuan Acara Penyuluhan (SAP), berikut ini adalah contoh SAP tentang Kesehatan Lingkungan:

Pokok Bahasan :Kesehatan Lingkungan
Sub Pokok Bahasan: SPAL yang memenuhi standar kesehatan
Sasaran: Keluarga Binaan
Waktu: 30 Juni 2010 jam 15.00 WITA
Tempat: Rumah Keluarga Binaan

TIU: Setelah penyuluhan, keluarga mampu memahami pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang memenuhi standar kesehatan.

TIK: Setelah penyuluhan, keluarga diharapkan mampu :

1. Menyebutkan pengertian Kesehatan Lingkungan
2. Menjelaskan ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
3. Menjelaskan pengaruh Kesehatan Lingkungan rumah terhadap kesehatan
4. Menciptakan lingkungan rumah , khususnya SPAL yang memenuhi standar kesehatan

Materi:
1). Pengertian Kesehatan Lingkungan
2). Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
3). Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga
4). Syarat – syarat lingkungan rumah yang sehat

Metode: Ceramah
Media: Karton Manila

Evaluasi:
Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga mampu :

  • Menyebutkan pengertian Kesehatan Lingkungan
  • Menjelaskan ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
  • Menjelaskan pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga
  • Menciptakan lingkungan rumah , khususnya SPAL yang memenuhi standar kesehatan


Pembahasan Materi

A. Pengertian Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah suatu keseimbangan yang harus ada antara manusia dengan lingkungan agar dapat menjamin kesehatan manusia.

B. Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan

  • Penyediaan air bersih dan pengendalian pencemaran air bersih serta pengolahan air limbah (SPAL ) tertutup
  • Pengolahan sampah dan pemberantasan vektor
  • Pencegahan dan pengawasan pencemaran tanah
  • Sanitasi makanan dan pengendalian pencemaran udara
  • Pengendalian kebisingan perumahan dan permukiman
  • Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk perlindungan lingkungan

C. Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga
Keluarga yang sehat biasanya berasal dari lingkungan rumah yang sehat, maka kesehatan keluarga dapat meningkat. Rumah yang cukup bersih dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Rumah yang ventilasinya cukup, dapat menghindarkan keluarga dari resiko terjadinya penyakit/gangguan saluran pernafassan.

D. Syarat – syarat lingkungan rumah yang sehat

  • Harus mempunyai pekarangan / halaman yang cukup
  • Harus mempunyai ventilasi yang cukup sehingga memungkinkan sirkulasi udara yang lancar
  • Harus cukup mendapat penerangan baik siang maupun malam hari
  • Mempunyai WC dalam kamar mandi
  • Adanya sumber air yang sehat
  • Harus ada tempat pembuangan kotoran, sampah, dan air limbah yang baik
  • Harus dapat mencegah perkembangan vektor penyakit, mis : nyamuk, tikus, dll.

Artikel Kiriman: Anonim

Baca juga contoh Asuhan Kebidanan Keluarga.

Asuhan Kebidanan Keluarga Tn “x” (Contoh ASKEB)

Pemahaman dan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sangat diperlukan untuk memberi asuhan kebidanan yang optimal.

Masa nifas adalah bagian dari proses persalinan dimana wanita akan memulai hidupnya sebagai ibu. Follow up terhadap wanita yang sudah melalui persalinan harus terus dilakukan demi kesejahteraan sang ibu dan bayi yang dilahirkan, tentunya tindak lanjut tersebut melibatkan peran serta keluarga. Masa nifas dilakukan dengan mempertimbangkan banyaknya angka kematian ibu pada fase masa nifas. Di sinilah peran asuhan kebidanan yang optimal diterapkan. Pemahaman dan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sangat diperlukan untuk memberi asuhan kebidanan yang optimal.

Berikut ini adalah salah satu contoh laporan ASKEB
Asuhan Kebidanan untuk Keluarga By Mina:

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS KELUARGA TN “X”asuhan kebidanan keluarga
DUSUN “X”
KEC. “X”

TANGGAL dd mm yyyy

I. PENGKAJIAN DATA
A. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA

1. STRUKTUR KELUARGA
Nama : Tn. X
Umur: 20 Tahun
Suku: X
Agama: X
Pendidikan: X

Pekerjaan: Petani
Penghasilan :Rp 300.000,-
Perkawinan Keberapa:I
Lamanya menikah :4 Tahun
Alamat:Dusun X

Daftar Anggota Keluarga
daftar anggota keluarga

Genogram 3 Generasi
Genogram 3 Generasi

Keterangan:

Simbol Kotak : Laki-laki
Simbol Lingkaran : Perempuan
— : Serumah
+ : Meninggal

2. SIFAT KELUARGA
1. Tipe Keluarga
Merupakan keluarga yang terdiri dari anak, istri, dan mertua. Yang paling dominan dalam pengambilan keputusan adalah suami.
2. Hubungan dengan anggota keluarga cukup harmonis

3. KEGIATAN SEHARI-HARI

– Kebiasaan makan keluarga sehari-hari cukup baik, dengan makanan pokok berupa nasi serta komposisi makanan meliputi lauk-pauk, sayur dan kadang-kadang tersedia buah-buahan dengan frekuensi 3x sehari, kondisi fisik keluarga cukup baik.
– Kebiasaan istirahat / tidur siang hari tidak teratur, malam hari tidur sekitar pukul 21.00 – 22.00 bangun pukul 05.00
– Kebiasaan rekreasi jarang dilakukan, biasanya waktu luang keluarga dihabiskan dengan menonton TV
– Kebersihan diri (Personal Hygiene) anggota keluarga cukup baik, mandi 3x sehari memakai sabun dan menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi.

B. FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA
1) Penghasilan
a. Pekerjaan Kepala Keluarga adalah Petani
b. Penghasilan Rp 300.000,-/bulan
c. Penghasilan keluarga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
d. Simpanan keluarga disimpan oleh Ny. Marlia di lemari

2) Suku dan Agama
Bapak Kadir dan keluarga berasal dari Gowa. keluarga cukup taat dalam melaksanakan ajaran agama Islam yang dianutnya.

3) Peran Anggota Keluarga
– Ayah sebagai pencari nafkah
– Ibu mengatur urusan rumah tangga

4) Hubungan Keluarga Dengan Masyarakat
Hubungan keluarga dengan masyarakat sekitar cukup baik.

C. FAKTOR LINGKUNGAN
1. Rumah

Gambar Denah Rumah
Gambar Denah Rumah Keluarga

– Ventilasi rumah cukup, pertukaran udara keluar masuk cukup baik
– Ruang dalam rumah cukup mendapat sinar matahari
– Pengaturan perabot dalam rumah cukup baik, hanya agak kotor ( jarang dibersihkan)
– Keluarga mempunyai kamar mandi sendiri

2. Sumber Air Bersih

Sumber Air Bersih keluarga adalah sumur bor, air jernih dan tidak berbau.
Keluarga minum air yang sudah dimasak

3. Tempat Pembuangan
– Keluarga memiliki WC model leher angsa
– Keluarga membuang sampah pada lobang galian
– SPAL keluarga adalah terbuka sehingga airnya terpakai kemana-mana
– Lingkungan rumah cukup baik, hanya tidak ada pemanfaatan pekarangan, jarak rumah dengan tetangga sekitar 1-2 meter dan cukup aman dari gangguan kejahatan.

4. Fasilitas Hiburan
Keluarga memilikiTV 20 inchi sebagai sarana hiburan dan sumber informasi bagi keluarga.

5. Fasilitas Sosial Dan Kesehatan Yang Ada
Lingkungan sosial keluarga cukup ramah dan tersedia fasilitas sosial yang tidak jauh dari rumah yaitu mesjid, sarana kesehatan pun tidak jauh dari rumah yaitu posyandu namun transportasi kurang lancar.

D. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat kesehatan keluarga umumnya cukup baik. Bapak sehat, merokok, dan jarang sakit. Kondisi istri, mertua dan anak baik. Anak jarang ditimbang dengan alas an ibu malas ke Puskesmas.

2. Keluarga Berencana
Keluarga merupakan PUS dan istri merupakan akseptor KB yang menggunakan metode kontrasepsi suntikan 3 bulan selama 2 tahun atas kesadaran keluarga sendiri dan sejak penggunaan KB, ibu tidak pernah mendapat haid.

E. PENGKAJIAN / PEMERIKSAAN FISIK

Sehubungan dengan riwayat kesehatan keluarga, dilakukan pemeriksaan fisik anggota keluarga, dengan hasil :

– Bapak : TD : 120/70 mmHg BB : 60 Kg
N : 86 x/i TB : 165 cm
S : 36,6oC

– Istri: TD : 120/80 mmHg BB : 54 Kg
N : 80 x/i TB : 158 cm
S : 36,5oC

– Mertua (Pr.) TD : 140/100 mmHg BB : 47 Kg

N : 84 x/i TB : 153 cm
S : 36,4oC

F. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Status Emosi
Tingakat emosi keluarga cukup baik, bila ada masalah umumnya dibicarakan secara musyawarah.

2. Pola Interaksi / Komunikasi
Pola Interaksi keluarga cukup baik dan bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Makassar.

3. Pola Pertahanan Dalam keluarga
Sebagai Kepala Keluarga, suami disegani oleh istri dan anaknya.

G. PENGKAJIAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG TUMBUH KEMBANG DAN KESEHATAN
Keluarga menyadari bahwa bila kita kekurangan gizi maka akan mudah terserang penyakit, maka setiap orang harus mengkonsumsi makanan dan istirahat yang cukup.

H. HARAPAN KELUARGA TERHADAP BIDAN
Keluarga berharap tenaga kesehatan dapat membantu mengatasi masalah kesehatan dan lebih banyak memberikan motivasi serta mendukung perkembangan masyarakat.

II. KLASIFIKASI DATA DASAR

No.

Data

Analisa

Data

1.

DS : Ibu mengatakan sudah 2 tahun
menggunakan     suntikan 3 bulan dan

belum pernah mendapat haid selama menggunakan KB.

DO : Ibu merupakan / memiliki
kartu akseptor KB sejak mm yyyy.

Ibu tidak mengetahui efek samping
dari KB suntikan 3 bulan dan Amenorhea merupakan salah satu efek samping yang
sering terjadi pada penggunaan KB suntikan 3 bulan.

2.

DS : Ibu mengatakan SPAL nya
terbuka

DO : Tampak genangan air limbah
di belakang rumah keluarga

Kurangnya pengetahuan keluarga
tentang Kesehatan Lingkungan.

PERUMUSAN MASALAH

A. Ketidaktahuan Ibu tentang efek samping penggunaan alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

No.

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

1.

Sifat Masalah

2/3

x 1

2/3

Ibu tidak mengetahui efek samping
suntikan KB 3 bulan

2.

Kemungkinan masalah untuk diubah

2/2
x2

2

Keluarga dapat menerima
penjelasan yang diberikan

3.

Potensi Pencegahan

3/3
x 1

1

Adanya keinginan ibu untuk
memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan

4.

Penonjolan Masalah

2/2
x 1

1

Masalah harus segera ditangani

 

 

 

4 2/3

 

B. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang Kesehatan Lingkungan

No.

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

1.

Sifat Masalah

3/3

x 1

1

Kurangnya pengetahuan keluarga
tentang Kesehatan Lingkungan

 

2.

Kemungkinan masalah untuk diubah

1/2
x2

1

Kemungkinan Keluarga dapat
membuat SPAL tertutup

3.

Potensi Pencegahan

1/3
x 1

1/3

Adanya keinginan keluarga untuk

memperbaiki kesehatan lingkungan

4.

Penonjolan Masalah

0/2

x 1

0

Masalah tidak dirasakan

 

 

 

2 1/3

 

III. PRIORITAS MASALAH

Berdasarkan hasil perumusan masalah, maka urutan prioritas masalah Kebidanan dan Kesehatan keluarga diprioritaskan sbb :

1. Masalah amenorhea yang dirasakan selama 2 tahun sejak penggunaan kontrasepsi suntikan 3 bulan

2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan

IV. INTERVENSI

1. Masalah amenorhea yang dirasakan selama 2 tahun sejak penggunaan kontrasepsi suntikan 3 bulan

DS : Ibu mengatakan belum pernah mendapat haid sejak menjadi akseptor KB suntikan 3 bulan.

DO : Ibu merupakan akseptor KB suntikan 3 bulan dan tanggal anjuran untuk kembali adalah tanggal dd mm yyy.

Tujuan :

– Ibu mengetahui efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan dan cara mengatasi efek sampingnya.

– Masalah Amenorhea ibu dapat teriatasi

Kriteria :

a. Berikan penjelasan pada ibu tentangefek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

Rasional : Agar Ibu mengetahui efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

b. Anjurkan Ibu untuk mengeluhkan masalahnya pada petugas kesehatan tentang efek samping yang dialaminya.

Rasional : Agar Ibu segera mendapat pertolongan, dan masalah Amenorhea Ibu dapat segera teratasi.

2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan

DS : Ibu mengatakan SPAL nya terbuka

DO : Tampak genangan air di belakang rumah

Tujuan :

Agar keluarga mengerti dampak lingkungan yang tidak bersih terrhadap kesehatan

Kriteria :

a. Beri penjelasan kesehatan pada keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan

Rasional : Dengan memberi penjelasan pada keluarga, makakeluarga akan menyadari dan menjaga kebersihan lingkungan.

b. Anjurkan pada keluarga untuk membuat SPAL yang tertutup.

Rasional : Air limbah yang berserakan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

V. IMPLEMENTASI

Tanggal dd mm yy jam jj.ss

– Memberi penjelasan pada ibu tentang efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan dan menganjurkan ibu untuk menghubungi petugas kesehatan agar masalah amenorrhea segera teratasi.

– Memberi penjelasan pada keluarga tentang pentingnya kesehatan lingkungan dan menganjurkan keluarga untuk membuat SPAL tertutup.

VI. EVALUASI

Tanggal dd mm yy jam jj.ss

1. Ibu telah mengerti tentang efek samping alat kontrasepsi suntikan 3 bulan

2. Keluarga bersedia melakukan anjuran yang diberikan untuk membuat SPAL tertutup.


 Google