Obat Diuretik

Mannitol
Hasil reduksi dari dektrose. substansi yang tidak di metabolisme, difiltrasi bebas di glomerulus dan tidak direabsorpsi dalam jumlah yang signifikan di tubulus ginjal. Menyebabkan diuresis melalui ? ? osmolalitas zat aktif terlarut dalam urin sisa. Untuk terapi edema yg resisten, edema serebral, keracunan barbiturat, salisilat, karbontetraklorida, bromida dan imipramin, peningkatan TIK dan TIO, profilaksis sblm & sesudah prostatektomi, cegah gagal ginjal pada reaksi transfusi. Mannitol sebabkan hipotensi, dehidrasi, hilangnya elektrolit, asidosis dan tromboplebitis, sakit kepala, mual, muntah.

Dosis Mannitol 0,25 sampai 1 gr/Kg IV dan sebagai cairan infus 50-200 g /24 jam. Dapat digunakan larutan 10-20 % dengan jumlah 0,5-1 g/Kg dan konsentrasi 15-20 % dosisnya 1,5-2 g/Kg selama 30-60 menit.
Durasi efek hiperosmotiknya sekitar 6 jam. Selama terapi dengan mannitol, air dan elektrolit tambahan diperlukan. Kontraindikasi pada gagal ginjal dgn anuria, perdarahan intrakranial kecuali selama kraniotomi, pada dehidrasi berat dan deplesi elektrolit, gangguan jantung dan vaskuler, edema dan kongesti vaskuler.

Penanggulangan Reaksi Transfusi

Urea
Merupakan agen diuretik osmotik, disaring bebas pada glomerulus dan direabsorpsi terbatas pada tubulus renalis. Urea tak dapat diberikan per oral, hanya digunakan dalam larutan IV 30 %. Digunakan untuk terapi edema ? edema serebral dan prosedur bedah saraf pada edema serebral. Terapi urea ? edema rebound.
Efek samping lainya antara lain aritmia, hemolisis, dan rentan perdarahan. Dosis biasanya adalah 1-1,5 g/KgBB.

Gliserin
Sebagai diuretik osmotik per oral ? diuresis ringan dan Gliserin tidak memiliki efek rebound dan efek toksik tp mempengaruhi metabolisme serebral. Dipakai untuk menurunkan edema serebral dan menurunkan TIO pada operasi mata. Gliserin digunakan pada cairan infus 10 % gliserin dalam larutan dekstrosa 5 %. Gliserin 10 % menjadi larutan hiperosmolalitas saat diberikan intra vena, menyebabkan hiperosmolalitas darah dan disusul urin. Dosis biasanya 1-1,5 g/KgBB dengan konsentrasi larutan oral 50-75 %.

Referensi
Paul A.K. Diuretic Drugs in : Drugs and Equipment in Anaesthetic Practice.2005. 5th ed. Elvesier ; 127-131
Foto:wikimedia.org

VN:F [1.9.20_1166]
Rating: 7.0/10 (1 vote cast)
Obat Diuretik, 7.0 out of 10 based on 1 rating
comments