Trakeostomi

Trakheostomi Elektif Pada Orang Dewasa
Penderita tidur terlentang dengan posisi kepala lebig tingga daripada kaki untuk mengurangi tekanan aliran balik vena. Kulit daerah leher dibersihkan secara asepsis dan antisepsis dan ditutup dengan kain kasa steril.

Insisi horisontal direkomendasikan pada trakheostomi elektif. Insisi kulit dilakukan pada daerah landmark sepanjang ± 5 cm,yaitu cincin ke-2 dan ke-4. Ikatan-ikatan otot dipisahkan selapis demi selapis dan dijauhkan satu sama lain dengan dua penarik kecil samapi cincin trachea tampak Isthmus ini bisa diretraksi maka dapat ditarik ke atas dan ke bawah menjauhi lapangan trakheostomi.

Irisan trakhea dilakukan pada jajaran setinggi cincin kedua dan ketiga. Kanul trakheostomi disesuaikan dengan diameter dari lumen trakhea dan panjangnya disesuaikan dengan panjang trakhea. Setelah kanul terpasang, dilakukan fiksasi berupa pengikatan dari kanul dan diikatkan disisi leher.

Trakheostomi Darurat
Indikasi: kondisi pasien sangat berat berupa hipoksia yang semakin menghebat dimana tidak ada waktu untuk trakheostomi terencana dan fasilitas untuk intubasi endoktrakhea dan pemasukkan bronkhoskopi tidak memungkinkan.

Teknik dari trakheostomi darurat berbeda dari trakheostomi terencana, yaitu insisi dilakukan secara vertikal.

Trakheostomi Pada Anak
Teknik trakheostomi pada anak prinsipnya sama dengan pada orang dewasa. Anak harus lebih hati-hati karena anatomi leher anak sedikit berbeda. Diperlukan pula suatu ventilasi control dengan masker.

Perawatan Pasca Trakheostomi

  • Awasi tanda vital
  • Foto dada segera dilakukan dan 48 jam kemudian untuk melihat komplikasi lambat yang mungkin ada.
  • Udara hangat yang lembab harus disediakan selama 48 sampai 72 jam
  • Aspirasi teratur harus dilakukan dalam beberapa hari segera setelah operasi

Komplikasi

Immediate

  • Apneu, akibat lambatnya penanganan hipoksia
  • Perdarahan
  • Pneumothoraks dan pneumomediastinum
  • Trauma pada kartilago krikoid
  • Trauma pada struktur dekat trachea, seperti esophagus, n.laringeal rekurens dan pleura.

Intermediate.

  • Erosi trachea dan perdarahan
  • Disposisi dari kanul trakheostomi
  • Emfisema subkutan
  • Aspirasi dan abses paru

Late

  • Fistel trakheokutanes yang menetap
  • Stenosis dari laring dan trachea
  • Pembentukan jaringan ikat pada trachea
  • Fistel trakheaosofagus

Dekanulasi
Pastikan bahwa penyakit yang mendasari tindakan trakeostomi telah teratasi. Penutupan kanul trakeostomi dilakukan secara bertahap. Mulai dari ½ bagian stoma/lubang, ¾ bagian dan terakhir ditutup penuh, atau dengan mengganti kanul dengan diameter yang lebih kecil.

Syarat-syarat dilakukan dekanulasi
Hambatan atau kelainan neurologik sudah teratasi sehingga airway melalui hidung sudah adekuat. Jika pasien dapat batuk dengan adekuat dan disertai fungsi menelan yang sudah baik. Sekret tidak ada tanda-tanda infeksi seperti mukopurulen. Stoma terawat baik dan tidak ada komplikasi misalnya fistel (faringokutan).

Artikel Terkait:

Tags: , , , , , , , , , trakeostomi, asuhan keperawatan trakeostomi, trakeostomi adalah, pemasangan trakeostomi, prosedur trakeostomi, pengertian trakeostomi, jenis Trakeostomi, trakeastomi, kanul trakeostomi, perawatan trakeostomi, gambar trakeostomi, trakeostomi tube, KANULA, prosedur dekanulasi, prosedur dan perawatan trakeostomi

Bukan Artikel yang kamu butuhkan? Coba cari lewat search box di bawah ini.
Loading...

One Response to “Trakeostomi”

  • wah info bagus neh

Jadwal-Hasil Skor Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010