Weight Loss Surgery dapat menghilangkan nyeri lutut Osteoartritis

StetoskopPasien gemuk yang kehilangan 57 pound berat badan dalam 6 bulan melihat perbaikan yang signifikan, dari hasil temuan suatu penelitian. Mengurangi berat badan dapat membantu mengurangi rasa sakit yang dialami oleh orang-orang obesitas dengan lutut osteoarthritis, kata peneliti.

Studi terbaru dengan 24 orang dewasa gemuk, berusia 30 sampai 67, dengan osteoarthritis lutut yang menjalani operasi kehilangan berat (Weight Loss Surgery - operasi bariatrik). Lutut para pasien dinilai sebelum operasi dan pada enam dan 12 bulan setelah operasi.

Obesitas tingkatkan risiko nyeri fibromyalgia

Pasien yang kehilangan rata-rata 57 pound dalam waktu enam bulan menjalani operasi bariatrik menunjukkan perbaikan yang signifikan terhadap nyeri lutut, kekakuan dan fungsi fisik, hasil temuan para peneliti. Pasien-pasien ini juga mengalami peningkatan dalam kualitas hidup, kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari dan aktivitas olahraga.

Tidak ada pasien menerima perawatan lain untuk osteoartritis lutut mereka. Temuan itu dijadwalkan dan disajikan pada hari sabtu pada program American Orthopaedic Society for Sports Medicine’s Specialty.

“Setiap individu mengalami perbaikan terhadap nyeri mereka karena kehilangan berat badan,” kata pemimpin peneliti Christopher Edwards, dari Penn State College of Medicine.

“Ada beberapa studi yang telah meneliti peran berat badan tanpa adanya pengobatan arthritis tambahan pada individu-individu dengan radiografi osteoarthritis ,” tambahnya. “Penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk menyelidiki apakah gejala lutut arthritis terus meningkat dari waktu ke waktu berlaku untuk orang-orang yang hanya kelebihan berat badan, tetapi penelitian kami menunjukkan kuatnya kemungkinan untuk mengalami perbaikan.”

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)

Kombinasi Obat kanker payudara yang menjanjikan (penelitian)

Breast Cancer AwarenessMenggunakan dua obat (kombinasi), Herceptin (her-SEPT-in) dan Tykerb (TIE-curb), lebih dari dua kali lipat jumlah wanita penderita kanker payudara dini, tumor yang dideritanya menghilang sebelum mereka dijadwalkan untuk menjalani operasi pengangkatan payudara, ini adalah hasil temuan dari sebuah penelitian terbaru. Obat ini menargetkan protein yang dioverproduksi dalam seperempat dari kanker payudara.

Dalam studi tersebut, sekitar 450 wanita mendapatkan kemoterapi juga diberikan obat Herceptin atau Tykerb atau keduanya. Setengah dari wanita tersebut yang diberikan kombinasi obat terlihat tumor mereka hilang, dibandingkan 20 persen yang memakai obat tanpa kombinasi.

GlaxoSmithKline, sebuah perusahaan farmasi di Inggris membuat Tykerb, juga biasa disebut lapatinib. Divisi Genentech Roche membuat Herceptin, juga disebut dengan trastuzumab. Pembahasan studi ini oleh para medis di sebuah konferensi, San Antonio, Texas. Kedua obat tersebut telah disetujui untuk digunakan di Kanada.

Fakta Kanker Payudara
• Setiap 2 menit, ada diagnosa kanker payudara baru.
• Setiap 14 menit, hidup menghilang karena penyakit kanker ganas ini.
• 85% dari semua diagnosa tidak memiliki riwayat keluarga.
• 1 dari 8 wanita akan didiagnosa menderita kanker payudara.
• Kanker payudara adalah penyebab utama kematian pada wanita antara usia 40 dan 55.

Baca juga artikel kedokteran lainnya seperti cara terbaru memprediksi terbaru kanker payudara dan bagaimana suplemen vitamin dan kalsium menurunkan risiko kanker payudara.

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)

Eliminasi Urine dalam Ilmu Keperawatan

Gangguan eliminasi urine adalah kondisi ketika individu yang mengalami atau berisiko mengalami disfungsi eliminasi urine. Gangguan Eliminasi Urine mungkin merupakan diagnosis yang terlalu luas untuk digunakan secara efektif di klinik. Oleh karena itu, perawat sebaiknya menggunakan diagnosis yang lebih spesifik, seperti Inkontinensia Stres, jika memungkinkan, jika faktor penyebab atau faktor penunjang inkontinensia belum teridentifikasi, untuk sementara perawat dapat menuliskan diagnosis Gangguan Eliminasi Urine yang berhubungan dengan etiologi yang tidak diketahui, yang ditandai dengan inkontinensia.

Perawat melakukan pengkajian fokus untuk menentukan apakah inkontinensia bersifat sementara, yakni dalam merespons kondisi akut (mis., infeksi, efek samping obat), atau ditetapkan dalam merespons berbagai kondisi persarafan atau genitourinaria kronis (Miller, 1999). Selain itu, perawat harus membedakan jenis-jenis inkontinensia: fungsional, stres, urgensi, atau total. Diagnosis Inkontinensia Total tidak boleh digunakan kecuali seluruh jenis inkontinensia lain telah disingkirkan.

Kesalahan Dalam Pernyataan Diagnostik
Gangguan Eliminasi Urine yang berhubungan denngan diversi pembedahan
Diagnosis ini mewakili label baru untuk urostomi, dan tidak berfokus pada akontabilitas keperawatan. Pada klien urostomi perlu dilakukan pengkajian tentang pengaruh urostomi terhadap pola fungsional dan fungsi fisiologis. Bagi klien tersebut, masalah kolaborasi Komplikasi Potensial: Obstruksi stoma dan Komplikasi Potensial: Kebocoran urine internal, dan diagnosis keperawatan seperti Risiko Gangguan Citra Tubuh dan Risiko Gangguan Pemeliharnan Kesehatan, dapat diterapkan.

Gangguan Eliminasi Urine yang berhubungan den, gagal ginjal.
Diagnosis ini merupakan nama pengganti untuk gagal ginjal dan tidak sesuai untuk dijadikan diagnosis keperawatan. Dengan demikian, diagnosis Kelebihan Volume Cairan yang berhubungan dengan gagal ginjal akut juga tidak tepat. Gagal ginjal menyebabkan munculnya berbagai diagnosis keperawatan, baik aktual maupun potensial, seperti Risiko lnfeksi dan Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi, serta masalah kolaborasi, seperti Komplikasi Potensial: Ketidakseimbangan cairan elektrolit dan Komplikasi Potensial: Asidosis metabolik.

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Eliminasi
Ada beberapa faktor yang memengaruhi eliminasi feses dan urine. Faktor tersebut antara lain:

a. Usia
Usia bukan hanya berpengaruh pada eliminasi feses dan urine saja, tetapi juga berpengaruh terhadap kontrol eliminasi itu sendiri. Anak-anak masih belum mampu untuk mengontrol buang air besar maupun buang air kecil karena sistem neuromuskulernya belum berkembang dengan baik. Manusia usia lanjut juga akan mengalami perubahan dalam eliminasi tersebut. Biasanya terjadi penurunan torus otot, sehingga peristaltik menjadi lambat. Hal tersebut menyebabkan kesulitan dalam pengontrolan eliminasi feses, sehingga pada manusia usia Ian jut berisiko mengalami konstipasi. Begitu pula pada eliminasi urine, terjadi penurunan kontrol otot sphincter sehingga terjadi inkontinensia.

b. Diet
Makanan merupakan faktor utama yang berpengaruh pada eliminasi fekal dan urine. Makanan berserat sangatlah diperlukan untuk pembentukan feses. Makanan yang rendah serat menyebabkan pergerakan sisa digestif menjadi lambat mencapai rektum, sehingga meningkatkan penyerapan air. Hal ini berakibat terjadinya konstipasi. Makan yang teratur sangat berpengaruh pada keteraturan defekasi.

Di samping itu, pemilihan makanan yang kurang memerhatikan unsur manfaatnya, misalnya jengkol, dapat menghambat proses miksi. Jengkol dapat menghambat miksi karena kandungan pada jengkol, yaitu asam jengkolat, dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan menyumbat saluran kemih sehingga pengeluaran urine menjadi terganggu. Selain itu, urine juga dapat menjadi bau jengkol.

Malnutrisi menjadi dasar terjadinya penurunan tonus otot, sehingga mengurangi kemampuan seseorang untuk mengeluarkan feses maupun urine. Selain itu, yang paling penting akibat malnutrisi terhadap eliminasi fekal dan urine adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi yang menyerang pada organ pencernaan maupun organ perkemihan.

c. Cairan
Intake cairan berpengaruh pada eliminasi fekal dan urine. Bila intake cairan tidak adekuat atau output cairan yang berlebihan, maka tubuh akan mengabsorbsi cairan dari usus besar dalam jumlah besar. Hal tersebut menyebabkan feses menjadi keras, kering, dan sulit melewati saluran pencernaan. Pada eliminasi urine, kurangnya intake cairan menyebabkan volume darah yang masuk ke ginjal untuk difiltrasi menjadi berkurang sehingga urine menjadi berkurang dan lebih pekat.

d. Latihan fisik
Latihan fisik membantu seseorang untuk mempertahankan tonus otot. Tonus otot yang baik dari otot-otot abdominal, otot pelvis, dan diafragma sangat penting bagi defekasi dan miksi. Latihan fisik juga merangsang terhadap timbulnya peristaltik.

e. Stres psikologis
Stres yang berlebihan akan memengaruhi eliminasi fekal dan urine. Ketika seseorang mengalami kecemasan atau ketakutan, terkadang ia akan mengalami diare ataupun beser. Namun, adapula yang menyebabkan sulit buang air besar.

f. Temperatur
Eliminasi dipengaruhi oleh temperatur tubuh. Seseorang yang demam akan mengalami peningkatan penguapan cairan tubuh karena meningkatnya aktivitas metabolik. Hal tersebut menyebabkan tubuh akan kekurangan cairan sehingga dampaknya berpotensi terjadi konstipasi dan pengeluaran urine menjadi sedikit. Selain itu, demam juga dapat memengaruhi terhadap nafsu makan yaitu terjadi anoreksia, kelemahan otot, dan penurunan intake cairan.

Poin-poin pengkajian berikut ini berhubungan dengan berbagai aspek eliminasi urine. Perawat memilih poin yang sesuai dengan teknik tertentu yang akan dilaksanakan. Kaji pola frekuensi berkemih klien yang biasa. Tanyakan berapa kali rata-rata klien berkenmih setiap harinya. Tentukan adanya perubahan baru-baru ini mengenai berkemih dengan Memperhatikan:
- Keluarnya sejumlah besar urine
- Keluarnya sejumlah kecil urine
- Berkemih dengan interval waktu yang lebih sering
- Mengalami kesulitan mencapai kamar mandi pada waktunya atau merasa terdesak (urgensi) untuk berkemih.
- Berkemih disertai rasa nyeri
- Mengalami kesulitan dalain memulai berkemih
- Urine sering menetes atau kandung kemih terasa penuh terkait dengan keluarnya sejumlah kecil urine
- Tekanan aliran kemih berkurang
- Adanya rembesan urine ketika terjadi hal-hal berikut ini (misalnya jika batuk, tertawa, atau bersin, saat malam hari; ketika siang hari

Dapatkan riwayat medic mengenai masalah eliminasi, riwayat penyakit atau pembedahan saluran kemih, dan penyakit lainnya yang dapat memengaruhi masalah eliminasi urine, termasuk:
- Infeksi ginjal, kandung kemih, atau uretra
- Batu di saluran perkermihan
- Pembedahan ginjal, pembedahan kandung kemih, pengangkatan prostat, atau prosedur pembedahan lain yang mengubah jalur perkemihan (mis, ureterostomi)
- Penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi atau penyakit jantung
- Penyakit kronis yang mengubah karakteristik perkemihan atau mengganggu fungsi perkemihan, seperti diabetes melitus, penyakit saraf/ neurologic (mis., sklerosis multipel dan kanker.

Kaji volume dan karakteristik urine klien:
- Waktu berkemih klien yang terakhir dan jumlahnya (volume urine yang tidak perkiraan yaitu yang kurang dari 30 ml atau lebih dart 500 ml per jam harus segera dilaporkan).
- Warna urine gelap, keruh, dan berubah.
- Terdapat gumpalan lendir.
- Bau menyengat.

Referensi
- Diagnosis Keperawatan Aplikasi pd praktik klinis ed9 Oleh Lynda Juall Carpenito
- Buku Ajar Praktik keperawatan Klinis Kozier Erb Oleh Audrey Berman, Shirlee J. Snyder, Barbara Kozier & Glenora Erb
- Teknik Prosedural Konsep & Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien Oleh Asmadi

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)

Apa penyebab gejala sakit pinggang sebelah kanan?

Nyeri pinggang kanan dapat terjadi di dua tempat pada tubuh. Hal ini dapat terjadi di sisi kanan pinggul dekat paha atas atau dapat terjadi di daerah selangkangan dimana terletak hip joint. Sakit pinggang bisa dirasakan pada sendi itu sendiri atau dalam jaringan di sekitar sendi panggul yang membuat nyeri pinggul sulit untuk didiagnosa.

Berikut beberapa penyakit yang berkaitan dengan gejala sakit pinggang sebelah kanan:

Arthritis (Radang Sendi)
Salah satu bentuk arthritis yang dapat mempengaruhi paha kanan adalah osteoarthritis. Jenis arthritis dapat mempengaruhi orang yang telah mengalami patah paha kanan atau kanan area panggul.

Avascular Nekrosis Pinggang
Menurut Mayo Clinic, ketika aliran darah ke pinggul kanan terputus, suatu kondisi yang disebut Avascular Nekrosis dapat terjadi. Jaringan tulang mati sebagai akibat dari aliran darah berhenti. Avascular Nekrosis biasanya mempengaruhi femur tetapi dapat terjadi di daerah lain pinggul. Pasien dengan kondisi ini mungkin mengalami rasa sakit menjalar ke kaki.

Bursitis
Bursitis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika ‘bursa’ atau kantung berisi cairan di sekitar jaringan dan sendi menjadi meradang. Daerah pinggang adalah tempat umum untuk radang kandung lendir terjadi. Pasien mungkin mengalami nyeri, kekakuan atau kemerahan di sekitar daerah sendi.

Lupus
Pasien dengan nyeri sendi mungkin memiliki kondisi yang disebut Lupus. Lupus adalah penyakit autoimun yang menyerang jaringan seseorang dan menyebabkan peradangan. Seiring dengan nyeri sendi, pasien mungkin mengalami kelelahan, demam, mulut luka dan lesi kulit.

Hip Fraktur
Hip fraktur yang umum pada pasien di atas 65 tahun. Fraktur Hip juga lebih sering terjadi pada wanita karena kepadatan tulang hilang dengan bertambahnya usia mereka. Pasien biasanya mengalami sakit parah dan tidak mampu menahan beban pada pinggul dan kaki yang terkena.

Hip Labral Tear
Hip labral tear dapat mempengaruhi atlet yang mengalami cedera akibat olahraga. Penyakit ini terjadi pada jaringan dekat sendi pinggul Anda. Selain nyeri, pasien dengan Hip Labral Tear mungkin merasa terhambat pergerakannya di dalam atau di dekat sendi.

Referensi
Mayo Clinic: Hip Pain Causes
The University Hospital: Hip Pain
Mayo Clinic: Avascular Necrosis

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)

Diagnosis dan Penanganan Fraktur Servikal

Ada tujuh tulang servikal vertebrae (tulang belakang) yang mendukung kepala dan menghubungkannya ke bahu dan tubuh. Sebuah fraktur (patah atau retak) di salah satu tulang leher disebut fraktur servikal atau kadang-kadang juga disebut patah tulang leher.

Penyebab Fraktur Cervical
Fraktur servikal paling sering disebabkan oleh benturan kuat, atau trauma pukulan di kepala. Atlet yang terlibat dalam olahraga impact, atau berpartisipasi dalam olahraga memiliki resiko jatuh akibat benturan di leher (ski, menyelam, sepak bola, bersepeda) terkait dengan fraktur servikal.

Pertolongan Pertama untuk Fraktur Servikal
Setiap cedera kepala atau leher harus dievaluasi adanya fraktur servikalis. Sebuah fraktur servikal merupakan suatu keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera. Spine trauma mungkin terkait cedera saraf tulang belakang dan dapat mengakibatkan kelumpuhan, sehingga sangat penting untuk menjaga leher .

Jika ada kemungkinan patah tulang leher, leher pasien tidak boleh digerakkan sampai tindakan medis diberikan dan X-ray dapat diambil. Itu jalan terbaik untuk mengasumsikan adanya cedera leher bagi siapa saja yang terkena benturan, jatuh atau tabrakan.

Gejala fraktur servikal termasuk parah dengan rasa sakit pada kepala, nyeri yang menjalar ke bahu atau lengan,memar dan bengkak di bagian belakang leher.

Pengobatan Fraktur servikal
Penanganan fraktur servikal tergantung vertebra servikalis apa yang rusak dan luasnya fraktur. Fraktur minor sering diperlakukan menggunakan cervical collar atau neck brace yang dipakai selama enam sampai delapan minggu sampai tulang sembuh dengan sendirinya.

Hormon Progesteron untuk Trauma Capitis Berat

Suatu fraktur yang lebih berat atau kompleks mungkin memerlukan traksi, atau perbaikan bedah atau fusi tulang belakang.

Bedah perbaikan patah tulang servikalis dapat mengakibatkan waktu pemulihan yang lama diikuti dengan terapi fisik.

Referensi
American Academy of Orthopaedic Surgeons, Cervical Fracture, Patient Information.

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)