Proses Pembentukan Dan Sekresi Empedu

Empedu dihasilkan oleh hati. Garam empedu yang dihasilkannya memecah agregat lemak hingga memperbesar luas permukaannya. Bentuk micelles ( agregat dari asam lemak, kolesterol, dan monogliserida ) yang dihasilkannya membuat lemak dapat larut dalam air. Hal ini penting dalam mempercepat proses pencernaan lemak.

Pentingnya proses pemecahan lemak oleh empedu membuat sekresi, ekskresi dan reabsorpsi empedu menjadi bahan yang menarik untuk dibahas di dalam artikel kedokteran ini. Hati dan kantung empedu merupakan dua bagian yang tak terpisahkan saat kita membahas tentang empedu. Oleh karena itu, pada bagian awal artikel kedokteran ini kami akan sedikit mengulas anatomi dan fisiologi keduanya yang berkaitan dengan ketiga proses yang telah disebutkan di atas.

Hati adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan, yang mempunyai berbagai macam fungsi, termasuk perannya dalam membantu pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi dalam sistem pencernaan.

Hati manusia dewasa normal memiliki massa sekitar 1,4 Kg atau sekitar 2.5% dari massa tubuh. Letaknya berada di bagian teratas rongga abdominal, disebelah kanan, dibawah diagfragma dan menempati hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagian epigastrium abdomen. Permukaan atas berbentuk cembung dan berada dibawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transverses. Permukaannya dilapisi pembuluh darah yang keluar masuk hati.

Lobus-lobus dari hati terdiri atas lobulus-lobulus. Sebuah lobulus terdiri atas sel-sel epitel yang disebut sel-sel hati atau hepatosit. Disusun secara tak beraturan, bercabang, diantara lapisan-lapisan sel tersebut ada ruang endothelial-lined yang disebut sinusoid-sinusoid yang diteruskan ke aliran darah.

Sinusoid-sinusoid juga sebagian terdiri atas sel-sel fagosit dan sel-sel kupffer yang merombak sel-sel darah merah dan sel darah putih yang telah rusak, bakteri-bakteri dan senyawa-senyawa beracun. Hati terdiri atas sinusoid-sinusoid yang bergantung pada tipe pembuluh kapilernya berlapis-lapis dan dihubungkan langsung ke sebuah vena pusat. Sel-sel ini mensekresikan cairan empedu.

Secara fisiologis, fungsi utama dari hati adalah:

  1. Membantu dalam metabolisme karbohidrat
  2. Membantu metabolisme lemak
  3. Membantu metabolisme Protein
  4. Menetralisir obat-obatan dan hormon
  5. Menetralisir obat-obatan dan hormon
  6. Mensintesis garam-garam empedu
  7. Sebagai tempat penyimpanan
  8. Sebagai fagosit

Kandung Empedu (Gallbladder)

Anatomi dan fisiologi kandung empedu

Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati). Kandung empedu memiliki bentuk seperti buah pir dengan panjang 7-10 cm dan merupakan membran berotot. Terletak didalam fossa dari permukaan visceral hati. Kandung empedu terbagi kedalam sebuah fundus, badan dan leher.

Bagian-bagian dari kandung empedu :

  • Fundus vesikafelea, merupakan bagian kandung emepedu yang paling akhir setelah korpus vesikafelea.
  • Korpus vesikafelea, bagian dari kandung empedu yang didalamnya berisis getah empedu. Getah emepedu adalah suatu cairan yang disekeresi setiap hari oleh sel hati yang dihasilkan setiap hari 500-1000 cc, sekresinya berjalan terus menerus, jumlah produksi meningkat sewaktu mencerna lemak.
  • Leher kandung kemih. Merypakan leher dari kandung empedu yaitu saluran yang pertama masuknya getah empedu ke badan kandung emepedu lalu menjadi pekat berkumpul dalam kandung emepedu.
  • Duktus sistikus. Panjangnya kurang lebih 3 ¾ cm. berjalan dari leher kandung emepedu dan bersambung dengan duktus hepatikus membentuk saluran empedu ke duodenum.
  • Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher.
  • Duktus koledokus, saluran yang membawa empedu ke duodenum.

Baca lebih lanjut → Anatomi Empedu.

Fungsi kandung empedu

  1. Tempat menyimpan cairan empedu dan memekatkan cairan empedu yang ada didalamnya dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit. Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang dihasilkan oleh sel hati. Untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak.
  2. Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus. Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dirubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu.
    Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu.

Proses pembentukkan empedu

Empedu sebagian besar adalah hasil dari excretory dan sebagian adalah sekresi dari pencernaan. Garam-garam empedu termasuk ke dalam kelompok garam natrium dan kalium dari asam empedu yang berkonjugasi dengan glisin atau taurin suatu derifat/turunan dari sistin, mempunyai peranan sebagai pengemulsi, penghancuran dari molekul-molekul besar lemak menjadi suspensi dari lemak dengan diameter ± 1mm dan absorpsi dari lemak, tergantung dari sistem pencernaannya. Terutama setelah garam-garam empedu bergabung dengan lemak dan membentuk Micelles, kompleks yang larut dalam air sehingga lemak dapat lebih mudah terserap dalam sistem pencernaan (efek hidrotrofik). Ukuran lemak yang sangat kecil sehingga mempunyai luas permukaan yang lebar sehingga kerja enzim lipase dari pankreas yang penting dalam pencernaan lemak dapat berjalan dengan baik. Kolesterol larut dalam empedu karena adanya garam-garam empedu dan lesitin.

Baca lebih lanjut bagaimana mekanisme terjadinya batu empedu.

Sistem Pencernaan (Digestif) - Arti, fungsi, dan organ pencernaan manusia

Arti Pencernaan

Pencernaan adalah suatu proses kimia dari molekul makanan besar menjadi molekul yang lebih kecil yang dapat digunakan oleh sel. Proses pencernaan terjadi ketika enzim spesifik tertentu bercampur dengan makanan.

Sistem pencernaan manusia atau sistem digestif secara umum berfungsi memproses makanan yang kita makan. Sistem digestif ini terdiri dari beberapa organ dan kelenjar yang mencerna makanan, energi dan ekstrak nutrisi, dan kemudian membuang produk sampingan berupa limbah. Sistem pencernaan memiliki dua bagian utama yaitu saluran gastrointestinal (GI) atas dan bawah. Saluran pencernaan bagian atas terdiri dari mulut, faring, kerongkongan, dan lambung, sedangkan yang lebih rendah saluran pencernaan terdiri dari usus kecil, usus besar dan anus. Organ seperti hati, kandung empedu, dan pankreas juga merupakan bagian dari sistem pencernaan.

Fungsi & bagian organ sistem pencernaan manusia

Mulut

Pada bagian mulut terdapat gigi, saliva (air liur/ludah) dan lidah.
Gigi - Pencernaan dimulai di sini. Tugas gigi adalah untuk merobek dan mulai menghancurkan makanan menjadi bagian-bagian yang cukup kecil sehingga bisa masuk ke tenggorokan kita.

Saliva - kelenjar ludah terletak di bawah bagian belakang lidah kita. Kelenjar ini menciptakan air liur atau ludah. Hal ini membantu melunakkan makanan di dalam mulut sehingga lebih mudah untuk menelan. Air liur juga yang pertama dari beberapa bahan kimia yang memulai untuk memecah makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana.

Lidah - lidah adalah otot yang bekerja dengan makanan dan air liur untuk membentuk “bola” yang bisa tertelan. Tentu saja, lidah juga mengandung selera yang membantu kita membedakan antara asin, asam, manis, pahit dari makanan.

Kerongkongan/Esofagus

Kerongkongan atau esofagus hanyalah sebuah tabung transportasi dari mulut ke perut. Ketika kita menelan, apa yang kita lakukan sebenarnya adalah menutup pintu perangkap di tenggorokan kita yang disebut epiglotis. Epiglotis mengirimkan makanan ke esofagus dan mencegah makanan turun ke trakea dan ke paru-paru kita. Makanan bergerak ke bawah esofagus menggunakan otot-otot tanpa ada gravitasi .

Perut/Lambung

Pemberhentian pertama setelah esofagus adalah lambung. Setelah makanan sampai ke lambung, ia menggunakan bahan kimia untuk mencoba membuat makanan lebih halus. Zat kimia ini disebut asam lambung dan termasuk asam klorida dan enzim (zat kimia yang memecah makanan). Makanan dipindahkan dari lambung dan dicampur dengan bahan kimia selama sekitar 3 atau 4 jam. Ketika proses di lambung selesai, makanan akan berupa cream seperti cairan yang disebut chyme. Makanan masih belum cukup kecil untuk masuk ke aliran darah kita dan belum memberikan tubuh untuk sesuatu yang berguna.

Hati dan Kantung empedu

Pada titik ini, makanan akan bercampur dengan lebih banyak bahan kimia. Hati membuat bahan kimia yang disebut cairan empedu tetapi tidak disimpan dalam hati. Sebaliknya itu disimpan dalam kandung empedu. Ketika kandung empedu bercampur empedu dengan makanan kita, maka mereka akan melakukan pekerjaan yang penting seperti menghancurkan lemak (dari susu, mentega, keju) menjadi bentuk yang lebih kecil. Lemak ini akan memasok kita dengan banyak energi nantinya.

Pankreas

Pankreas juga menambahkan bahan kimia pencernaan ketika makanan meninggalkan lambung. Hasil dari proses pencernaan ini bekerja dengan menghancurkan karbohidrat (dari roti, kentang, dll) dan protein (dari daging, sereal, selai kacang). Pankreas adalah organ kelenjar di perut bagian atas yang berfungsi ganda yanitu menghasilkan kelenjar eksokrin pencernaan dan kelenjar endokrin yang memproduksi hormon. Kelenjar eksokrin pankreas untuk mengeluarkannya enzim yang memecah protein, lemak, karbohidrat, dan asam nukleat dalam makanan. Sedangkan kelenjar endokrin pankreas untuk mengeluarkan hormon glukagon insulin dan mengontrol kadar gula darah sepanjang hari. Kedua fungsi ini sangat penting untuk kelangsungan hidup tubuh kita.

Usus Kecil

Jika boleh diberikan gelar pahlawan untuk sistem pencernaan maka usus kecil atau usus halus ini adalah pahlawan sejati dari sistem pencernaan. Usus kecil adalah saluran yang berbentuk seperti tabung selang yang panjangnya sekitar 22 meter. Di sinilah pencernaan yang sebenarnya terjadi. Ketika makanan melewati saluran ini, maka ia akan dicampur dengan bahan kimia baru dan segera dicerna cukup kecil untuk dimanfaatkan oleh tubuh. Sepanjang dinding usus terdapat ribuan jari-jari kecil yang disebut vili. Pembuluh darah kapiler di vili dapat menyerap molekul makanan kecil dan mengirim mereka ke seluruh tubuh kita melalui darah.

Usus kecil terdiri atas duodenum, jejunum dan ileum. Duodenum adalah saluran pertama dari usus kecil dengan ukuran panjang sekitar 25 cm dan diameternya 5 cm. Saluran ini berbentuk seperti huruf C yang melintas tepat di depan ginjal dan juga pada bagian atas vertebra lumbal ke-3. Pada akhirnya, duodenum akan bergabung usus jejunum yang merupakan bagian kedua dari usus halus ini. Jejunum adalah bagian tengah usus halus yang terletak diantara duodenum dan ileum. Ileum adalah bagian terakhir dari tiga bagian usus ini, dimana nutrisi yang tersisa diserap sebelum pindah ke usus besar.

Katup Ileocecal

Dari usus halus ke usus besar terdapat katup ileocecal, yang merupakan jalan terusan. Adapun fungsinya adalah sebagai pembatas jika terjadi reflux atau aliran balik dari isi colon seperti feses masuk ke usus halus. Struktur katup ileocecal berupa papillose dengan otot sfingter. Katup ini sangat khas karena disinilah satu-satunya saluran pencernaan berfungsi untuk penyerapan Vitamin B12 dan asam empedu.

Usus besar

Apapun jenis makanannya tubuh kita tidak dapat menampung semua ekstrak makanan, dan limbahnya akan dikirim ke usus besar (colon). Banyak tanaman, misalnya, yang mengandung selulosa yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan. Tugas besar dari colon adalah untuk menghilangkan air. Oleh usus besar, air dikirim ke dalam aliran darah. Colon lebih lebar dibandingkan usus halus dan ukuran panjang kurang lebih 5 kaki. Colon terdiri dari:

  • Colon Ascending (yang salurannya naik)
  • Colon Descending (yang salurannya turun)
  • Colon Transversum (yang salurannya melintang)
  • Colon Sigmoid (yang salurannya membentuk sudut medial dari panggul seperti kurva huruf S).

Makanan menghabiskan sekitar 12 jam di usus besar dimana ia menjadi kotoran dan kemudian meninggalkan tubuh melalui lubang dubur (rektum) ketika kita pergi ke kamar mandi.

Rektum

Struktur rektum adalah berupa otot dimana saluran ini akan menghubungkan colon dan anus. Hasil limbah pencernaan yang disebut tinja atau feses akan terkumpul di rektum. Tekanan dari feses ke dinding rektum inilah yang akan menyebabkan impuls pada saraf ke otak, dan otak akan mengirimkan pesan untuk membuat otot pada anus untuk relaksasi sehingga isi rektum akan dikosongkan keluar melalui anus.

Anus

Anus adalah kanal pada ujung saluran pencernaan dimana feses akan dikeluarkan. Ukuran panjang anus sekitar 5 inchi dan hanya terbuka selama kita ingin membuang kotoran. Anus dapat tertutup dan terbuka karena strukturnya berupa otot sfingter.