Fibromyalgia Obesitas

Obesitas tingkatkan risiko nyeri fibromyalgia

Untuk membantu atasi nyeri pada fibromyalgia, jalan terbaik adalah mempertahankan berat badan dan tetap aktif, menurut sebuah studi terbaru dari Norwegia. Penelitian ini menemukan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan meningkatnya risiko fibromyalgia, khususnya di kalangan perempuan yang tidak terlalu aktif secara fisik.

Pil anti tambah berat badan

Fibromyalgia adalah sindrom nyeri yang mempengaruhi sekitar 2-4 persen dari jumlah penduduk. Fibromyalgia ditandai dengan nyeri kronis yang sering terjadi di leher, bahu, punggung, pinggul, lengan dan kaki. Kelelahan, depresi mood, kesulitan berpikir dan tidur adalah gejala umum lainnya. Tidak ada alasan yang jelas.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal kedokteran Arthritis Care and Research, didasarkan pada penelitian yang melibatkan 16.000 perempuan yang berlangsung selama 11 tahun. Hasilnya 380 orang terkena fibromyalgia.

Terapi Nyeri

Kegemukan dan wanita obesitas memiliki 60 sampai 70 persen berisiko lebih tinggi mengalami fibromyalgia dibandingkan mereka yang berat badan normal, para peneliti menemukan.

Mereka juga menemukan bahwa wanita yang menjalankan aktivitas olahraga sebanyak 4 kali atau lebih dalam seminggu memiliki resiko 29 persen lebih rendah untuk terkena fibromyalgia dibandingkan dengan wanita yang tidak aktif.

Berdasarkan studi para peneliti menyimpulkan bahwa mempertahankan berat badan yang sehat dan olahraga teratur sangat penting untuk mengurangi risiko fibromyalgia.

Referensi
Arthritis Care and Research, May 2010

One Reply to “Obesitas tingkatkan risiko nyeri fibromyalgia”

  1. artikel yang informatif, thanks ya…

    artikel yang informatif, thanks ya…

Leave a Reply

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]

*

*