Ovarium buatan untuk infertilitas wanita

Ovarium ArtificialPara peneliti di Brown University telah menciptakan suatu “ovarium buatan manusia” dengan menggunakan teknik pendekatan jaringan dimana mereka berharap suatu hari nanti akan memungkinkan para ilmuwan untuk menghasilkan telur manusia di laboratorium.

Dalam waktu yang tidak lama lagi, sebuah indung telur buatan akan memungkinkan para peneliti untuk lebih mengeksplorasi dampak racun lingkungan atau fertilitas dalam meningkatkan kesuburan pada manusia. Hal ini juga bisa membantu pengembangan bentuk alat kontrasepsi baru dan studi tentang kanker ovarium.

Lebih jauh dari itu, penelitian ini juga dapat membantu wanita dengan ovarium yang rusak karena kemoterapi, radiasi, atau sakit, menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam edisi terbaru Journal of Assisted Reproduction and Genetics. Saat ini, bagi para wanita memiliki kesempatan terbatas untuk melahirkan kini bisa berharap dapat memliki sel telur yang selah yang nantinya akan siap dibuahi.

Sebuah ovarium buatan, di mana sel telur yang masih immatur dapat dihasilkan menjadi ribuan dan kemudian dibuat menjadi matur di laboratorium, yang akan membuka kemungkinan besar bagi satu dari 1.000 wanita yang membutuhkannya, kata penulis pertama makalah tersebut, Stephan Krotz, seorang mahasiswa pascasarjana di Brown University.

Ovarium buatan ini menandakan penelitian yang pertama kali dan telah berhasil menciptakan lingkungan tiga-dimensi yang berisi tiga jenis utama sel ovarium: sel teka, sel granulosa, dan sel telur, yang dikenal sebagai oosit. Penelitian ini dipimpin oleh Sandra Carson, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Brown Univerisity dan juga menjabat sebagai staf Rumah Sakit Ibu dan Anak di Rhode Island.

Alan B. Copperman, direktur infertility di Mt. Sinai Medical Center, New York, mengatakan bahwa manfaat dari suatu penelitian klinis baru bisa didapatkan selama bertahun-tahun dan kemungkinan suatu penelitian nantinya akan hilang begitu saja (tidak ada tindak lanjut), tapi dia terkesan dengan potensi penelitian dari suatu grup peneliti. “Konsep menciptakan lingkungan tiga-dimensi buatan, dan fakta bahwa kita dapat mengambil telur belum matang dan membiarkan mereka tumbuh dan dewasa menjadi telur yang matang, benar-benar sangat menarik,” katanya.

Satu lagi teknologi kedokteran dalam biomedis yang patut ditunggu kelanjutannya.

Referensi
Journal of Assisted Reproduction and Genetics: In vitro maturation of oocytes via the pre-fabricated self-assembled artificial human ovary
Foto Credit: Brown University

One Reply to “Ovarium buatan untuk infertilitas wanita”

  1. apakah yang tiadak punya ovarium juga bisa? karena kista, ovarium…

    apakah yang tiadak punya ovarium juga bisa? karena kista, ovarium diangkat dau-duanya…

Leave a Reply

*

*