Infark Miokard - Pengertian, Penyebab & Patofisiologi

Pengertian Infark Miokard
Istilah infark miokard ini sering disebut juga sebagai serangan jantung yang mengacu pada kematian segmen tertentu dari otot jantung yaitu miokardium, biasanya karena adanya penyumbatan di salah satu arteri koroner utama atau cabang daripadanya.

Penyebab / Etiologi Infark Miokard
Penyebab utama infark miokard adalah aterosklerosis di arteri koroner, sama seperti juga yang terjadi pada stroke non hemoragik. Hal ini mengakibatkan gangguan kontraktilitas otot jantung dalam hitungan detik, dan awalnya terbatas pada segmen yang terpengaruh.

Laporan Pendahuluan Syok Septik

Patofisiologi Infark Miokard
Iskemia miokard atau infark miokard dimulai di endokardium (lapisan bagian dalam jantung) dan menyebar ke epikardium (lapisan bagian luar jantung). Kerusakan jantung yang ireversibel akan terjadi apabila terjadi penyumbatan total untuk setidaknya 15-20 menit. kerusakan yang ireversibel terjadi secara maksimal di daerah yang beresiko, dan ketika oklusi dipertahankan selama 4-6 jam. Sebagian besar kerusakan yang terjadi di 2-3 jam pertama. Pemulihan dari aliran dalam 4-5 jam pertama dikaitkan dengan penyelamatan otot jantung, tapi persentase keselamatan lebih besar jika aliran dipulihkan pada 1-2 jam pertama. Faktor penentu utama kematian dan penyakit adalah ukuran infark. Meningkatkan pasokan oksigen ke daerah yang terlibat penyumbatan oleh reperfusi koroner (angioplasty) lebih efektif dalam menyelamatkan miokardium daripada penurunan permintaan oksigen.

Aedes Aegypti — Nyamuk demam berdarah yang cerdas & mematikan

Aedes aegypti adalah vektor nyamuk yang utama untuk virus dengue, dimana jenis serangga ini sangat erat hubungannya dengan manusia dan tempat tinggal mereka. Manusia tidak hanya menyediakan nyamuk dengan darah sebagai makanan mereka tetapi juga wadah yang berisi air di dalamnya dan di sekitar rumah yang dibutuhkan oleh nyamuk ini untuk berkembang biak. Nyamuk Aedes aegypti bertelur di sisi penampungan air dan menetas menjadi larva setelah hujan atau banjir. Sebuah larva berubah menjadi pupa membutuhkan waktu sekitar seminggu dan menjadi nyamuk dalam dua hari. Manusia juga juga memberikan tempat berlindung bagi Ae. aegypti yang sangat istimewa yaitu terletak di daerah dingin dan gelap.

Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi, yang spesies invasif domestik dengan distribusi di seluruh dunia tropis dan subtropis yang berasal dari Ethiopia, Afrika.

Ciri-ciri morphologynyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk Aedes aegypti tipe dewasa berukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan kakinya ditutupi sisik bergari-garis putih keperakan. Nyamuk jantan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan nyamuk betina dan terdapat rambut-rambut tebal pada antena nyamuk jantan. Morfologi nyamuk Aedes aegypti di bagian dorsal atau punggung nyamuk terdapat dua garis melengkung vertikal, baik itu di kiri atau di kanan. Penularan infeksi virus dengue dilakukan oleh nyamuk betina karena yang betina bertugas sebagai pengisap darah untuk memperoleh asupan protein dan memproduksi telur. Sedangkan nyamuk jantan tidak menghisap darah, energinya diperoleh dari nektar bunga atau tumbuhan.

Selain menyebabkan penyakit demam berdarah dan dapat mematikan, nyamuk ini dapat juga mengakibatkan penyakit demam kuning (Yellow fever), dog heartworm, Murray Valley encephalitis dan virus Ross River.

Banyak orang percaya bahwa nyamuk hanya hidup dua atau tiga hari, tetapi dalam kenyataannya, siklus hidup nyamuk aedes aegypti dapat selama berbulan-bulan. Telur nyamuk Aedes terletak secara terpisah sehingga memungkinkan mereka untuk tersebar di permukaan air yang luas jika kondisi memungkinkan, karena dengan cara seperti ini akan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi nyamuk untuk bertahan hidup.

Aedes aegypti tidak seperti spesies nyamuk lain, ia sangat cerdas. Awalnya nyamuk ini tiba di Brazil dari Ethiopia dengan kapal-kapal perdagangan budak. Mereka tinggal di dekat manusia sudah sangat lama dan ia telah menjadi sangat tergantung pada manusia dan telah belajar banyak darinya. Misalnya, ia dapat mengurangi suara nyamuk ‘berdengung’ dengan sayapnya sehingga manusia tidak dapat mendengarnya, tidak seperti nyamuk lain yang berdengung sangat menjengkelkan dan membangunkan tidur nyenyak Anda.

Aedes aegypti tidak pernah tinggal lebih dari 90 meter dari tempat tinggal untuk menjamin makanannya, meskipun ia mampu terbang hingga jarak 121 km. Dia menyerang dari bawah atau belakang, biasanya dari bawah meja atau kursi dan sasarannya pada tubuh manusia adalah di kaki dan pergelangan kaki. Serangga ini sangat cepat saat terbang kecuali mereka dalam keadaan kenyang akan darah. Nyamuk jenis lain yang terbang di depan wajah Anda sangat mudah untuk di tangkap atau dibunuh, tapi tidak nyamuk Aedes, dia terlalu cerdas.

Referensi

  • Aedes aegypti and Dengue fever, Mic-UK, Web.
  • Aedes aegypti, Wikipedia, Web
  • Aedes aegypti, University of Sydney and Westmead Hospital, Australia, Web
  • Entomology Dengue, CDC, Web

Proses Masuknya Islam ke Riau

Riau adalah salah satu propinsi di Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam, karena jika menilik latar belakang proses masuknya Islam ke Riau, provinsi ini sangat erat dengan kerajaan-kerajaan Islam sejak abad ke 15 Masehi. Kerajaan Islam di Riau seperti kerajaan Kampar, Inderagiri, dan Siak. Pada abad sebelumnya yaitu abad ke-7 atau ke-8 M, sebenarnya banyak pedagang muslim dari Arab dan negeri timur tengah yang melalui selat Malaka, akan tetapi efek dari pedagang muslim tersebut dalam proses masuknya Islam di Riau belum dapat dipastikan, karena pada abad ke-13 dan 14 M, kerajaan-kerajaan di Riau tersebut masih dibawah naungan kerajaan Melayu dan Singasari-Majapahit.

Patung Tome Pires
Jika kita berpatokan pada berita dari Tome Pires, seorang penulis dan bendahara Portugis zaman itu, pengaruh Islam yang sampai ke Riau mungkin akibat perkembangan kerajaan Islam Samudra Pasai dan Malaka. Ketiga kerajaan yaitu Kampar, Inderagiri, dan Siak senantiasa melakukan perdagangan dengan Malaka bahkan memberikan upeti kepada kerajaan Malaka. Ketiga kerajaan di pesisir Sumatra Timur ini dikuasai kerajaan Malaka pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah yang wafat pada tahun 1477. Bahkan, pada masa pemerintahan putranya, Sultan Alauddin Riayat Syah (wafat 1488) banyak pulau di Selat Malaka (orang laut) termasuk Lingga - Riau, masuk kekuasaan Kerajaan Malaka.

Itulah sejarah singkat bagaimana proses masuknya Islam ke Riau dan sejak VOC Belanda menguasai Malaka tahun 1641, yaitu sejak abad ke-17 sampai abad-abad ke-18, praktis kerajaan seperti Siak, Kampar, dan Inderagiri berada di bawah pengaruh kekuasaan politik dan ekonomi perdagangan VOC.

Referensi
Sejarah Nasional Indonesia III (6 Seri), Edisi Pemuktahiran Oleh Marwati Djoened Poesponegoro,Nugroho Notosusanto