Patung Tome Pires

Proses Masuknya Islam ke Riau

Riau adalah salah satu propinsi di Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam, karena jika menilik latar belakang proses masuknya Islam ke Riau, provinsi ini sangat erat dengan kerajaan-kerajaan Islam sejak abad ke 15 Masehi. Kerajaan Islam di Riau seperti kerajaan Kampar, Inderagiri, dan Siak. Pada abad sebelumnya yaitu abad ke-7 atau ke-8 M, sebenarnya banyak pedagang muslim dari Arab dan negeri timur tengah yang melalui selat Malaka, akan tetapi efek dari pedagang muslim tersebut dalam proses masuknya Islam di Riau belum dapat dipastikan, karena pada abad ke-13 dan 14 M, kerajaan-kerajaan di Riau tersebut masih dibawah naungan kerajaan Melayu dan Singasari-Majapahit.

Patung Tome Pires
Patung Tome Pires
Jika kita berpatokan pada berita dari Tome Pires, seorang penulis dan bendahara Portugis zaman itu, pengaruh Islam yang sampai ke Riau mungkin akibat perkembangan kerajaan Islam Samudra Pasai dan Malaka. Ketiga kerajaan yaitu Kampar, Inderagiri, dan Siak senantiasa melakukan perdagangan dengan Malaka bahkan memberikan upeti kepada kerajaan Malaka. Ketiga kerajaan di pesisir Sumatra Timur ini dikuasai kerajaan Malaka pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah yang wafat pada tahun 1477. Bahkan, pada masa pemerintahan putranya, Sultan Alauddin Riayat Syah (wafat 1488) banyak pulau di Selat Malaka (orang laut) termasuk Lingga – Riau, masuk kekuasaan Kerajaan Malaka.

Itulah sejarah singkat bagaimana proses masuknya Islam ke Riau dan sejak VOC Belanda menguasai Malaka tahun 1641, yaitu sejak abad ke-17 sampai abad-abad ke-18, praktis kerajaan seperti Siak, Kampar, dan Inderagiri berada di bawah pengaruh kekuasaan politik dan ekonomi perdagangan VOC.

Referensi
Sejarah Nasional Indonesia III (6 Seri), Edisi Pemuktahiran Oleh Marwati Djoened Poesponegoro,Nugroho Notosusanto

Leave a Reply

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]

*

*