Aedes Aegypti — Nyamuk demam berdarah yang cerdas & mematikan

Aedes aegypti adalah vektor nyamuk yang utama untuk virus dengue, dimana jenis serangga ini sangat erat hubungannya dengan manusia dan tempat tinggal mereka.

Aedes aegypti adalah vektor nyamuk yang utama untuk virus dengue, dimana jenis serangga ini sangat erat hubungannya dengan manusia dan tempat tinggal mereka. Manusia tidak hanya menyediakan nyamuk dengan darah sebagai makanan mereka tetapi juga wadah yang berisi air di dalamnya dan di sekitar rumah yang dibutuhkan oleh nyamuk ini untuk berkembang biak. Nyamuk Aedes aegypti bertelur di sisi penampungan air dan menetas menjadi larva setelah hujan atau banjir. Sebuah larva berubah menjadi pupa membutuhkan waktu sekitar seminggu dan menjadi nyamuk dalam dua hari. Manusia juga juga memberikan tempat berlindung bagi Ae. aegypti yang sangat istimewa yaitu terletak di daerah dingin dan gelap.

Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi, yang spesies invasif domestik dengan distribusi di seluruh dunia tropis dan subtropis yang berasal dari Ethiopia, Afrika.

Ciri-ciri morphologynyamuk Aedes Aegypti
gambar nyamuk Aedes aegyptiNyamuk Aedes aegypti tipe dewasa berukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan kakinya ditutupi sisik bergari-garis putih keperakan. Nyamuk jantan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan nyamuk betina dan terdapat rambut-rambut tebal pada antena nyamuk jantan. Morfologi nyamuk Aedes aegypti di bagian dorsal atau punggung nyamuk terdapat dua garis melengkung vertikal, baik itu di kiri atau di kanan. Penularan infeksi virus dengue dilakukan oleh nyamuk betina karena yang betina bertugas sebagai pengisap darah untuk memperoleh asupan protein dan memproduksi telur. Sedangkan nyamuk jantan tidak menghisap darah, energinya diperoleh dari nektar bunga atau tumbuhan.

Selain menyebabkan penyakit demam berdarah dan dapat mematikan, nyamuk ini dapat juga mengakibatkan penyakit demam kuning (Yellow fever), dog heartworm, Murray Valley encephalitis dan virus Ross River.

Banyak orang percaya bahwa nyamuk hanya hidup dua atau tiga hari, tetapi dalam kenyataannya, siklus hidup nyamuk aedes aegypti dapat selama berbulan-bulan. Telur nyamuk Aedes terletak secara terpisah sehingga memungkinkan mereka untuk tersebar di permukaan air yang luas jika kondisi memungkinkan, karena dengan cara seperti ini akan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi nyamuk untuk bertahan hidup.

Aedes aegypti tidak seperti spesies nyamuk lain, ia sangat cerdas. Awalnya nyamuk ini tiba di Brazil dari Ethiopia dengan kapal-kapal perdagangan budak. Mereka tinggal di dekat manusia sudah sangat lama dan ia telah menjadi sangat tergantung pada manusia dan telah belajar banyak darinya. Misalnya, ia dapat mengurangi suara nyamuk ‘berdengung’ dengan sayapnya sehingga manusia tidak dapat mendengarnya, tidak seperti nyamuk lain yang berdengung sangat menjengkelkan dan membangunkan tidur nyenyak Anda.

Aedes aegypti tidak pernah tinggal lebih dari 90 meter dari tempat tinggal untuk menjamin makanannya, meskipun ia mampu terbang hingga jarak 121 km. Dia menyerang dari bawah atau belakang, biasanya dari bawah meja atau kursi dan sasarannya pada tubuh manusia adalah di kaki dan pergelangan kaki. Serangga ini sangat cepat saat terbang kecuali mereka dalam keadaan kenyang akan darah. Nyamuk jenis lain yang terbang di depan wajah Anda sangat mudah untuk di tangkap atau dibunuh, tapi tidak nyamuk Aedes, dia terlalu cerdas.

Referensi

  • Aedes aegypti and Dengue fever, Mic-UK, Web.
  • Aedes aegypti, Wikipedia, Web
  • Aedes aegypti, University of Sydney and Westmead Hospital, Australia, Web
  • Entomology Dengue, CDC, Web

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]