Ikan Kaya Vitamin D

Vitamin D: Pengertian, Sumber & Kadar Asupan

Pengertian Vitamin D

VItamin D adalah jenis vitamin yang masuk dalam kelompok vitamin  larut dalam lemak (liposoluble), dan merupakan grup dari Vitamin D3 (cholecalciferol) dan D2 (ergocalciferol). Pada manusia, fungsi vitamin D bertanggung jawab terhadap peningkatan penyerapan (absorbsi) kalsium dan fosfat di usus. Ketersediaan vitamin D secara alami dalam makanan sangat sedikit, oleh karena itu butuh ketersediaan suplemen.

Vitamin D juga diproduksi secara endogen ketika kulit terpapat sinar ultraviolet matahari sehingga memicu sintesis vitamin D di tubuh. Vitamin D diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan, dan suplemen secara biologis harus menjalani dua kali hidroksilasi dalam tubuh untuk diaktivasi. Yang pertama terjadi di hati yang kemudian dikonversi menjadi 25-hydroxyvitamin D [25(OH)D], juga dikenal sebagai calcidiol. Yang kedua terjadi terutama di ginjal dan membentuk fisiologis aktif.

Apa sumber vitamin D yang baik?

Kita memang mendapatkan sebagian besar vitamin D dari sinar matahari melalui kulit kita. Namun, Anda harus berhati-hati untuk menutupi atau melindungi kulit Anda dengan cream tabir surya sebelum kulit Anda berubah menjadi merah atau terbakar. Adapun sejumlah kecil makanan yang dapat dijadikan sumber dan kaya akan vitamin D seperti:

  • Ikan berminyak: cod, salmon, sarden dan mackerel.
  • Telur.
  • Sereal.

Berapa jumlah kadar vitamin D yang dibutuhkan?

Jika memungkinkan Anda harus bisa mendapatkan vitamin D dengan makan diet seimbang yang sehat dan dengan terkena sinar matahari. Adapun orang-orang yang berisiko tidak mendapatkan cukup akan vitamin D adalah:

  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun.
  • Orang tua dengan usia di atas 65 tahun.
  • Orang-orang yang tidak terkena banyak sinar matahari, seperti orang-orang yang sering menutupi kulit mereka ketika berada di luar rumah, atau yang tinggal di rumah untuk waktu yang lama.
  • Orang yang memiliki kulit lebih gelap seperti orang Afrika, Afrika-Karibia dan orang asli Asia Selatan.

Semua ibu hamil dan menyusui harus mengkonsumsi suplemen harian yang mengandung dosis 10 mikrogram (0,01mg) vitamin D untuk memastikan kebutuhan vitamin D terpenuhi dan memadai untuk janin dan bayi pada di masa awal. Semua bayi dan anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun sebisa mungkin mengonsumsi suplemen setiap hari yang mengandung vitamin D dalam bentuk vitamin tetes. Kelompok usia 7-8 tahun, 5 mikrogram ( 0,007 – 0,0085mg ) vitamin D sehari.

Bayi yang minum susu formula minimal 500 ml (sekitar setengah liter) susu formula sehari tidak perlu vitamin tetes, karena produk-produk ini telah diperkaya dengan vitamin D. Bayi yang disusui mungkin perlu untuk menerima vitamin D tetes dari usia satu bulan jika ibu mereka tidak mengkonsumsi suplemen vitamin D selama kehamilan. Orang yang berusia 65 tahun ke atas dan orang-orang tidak terkena banyak sinar matahari juga harus mengkonsumsi suplemen harian yang mengandung 10 mikrogram (0,01 mg) vitamin D.

Apa yang terjadi jika terlalu banyak mengkonsumsi vitamin D?

Mengkonsumsi vitamin D lebih dari 25 mikrogram ( 0.025mg ) sehari bisa berbahaya. Namun kurang mengkonsumsi sehingga menyebabkan defisiensi vitamin D juga tidak terlau bagus untu kesehatan. Terlalu banyak suplemen vitamin D selama jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kalsium diserap lebih banyak dibandingkan yang dikeluarkan. Akibatnya kelebihan kalsium yang tersimpan dapat merusak ginjal. Asupan berlebihan vitamin D juga dapat mendorong kalsium keluar dari tulang, sehingga malah dapat membuat tulang menjadi lemah atau rapuh.

Leave a Reply

*

*