Defisiensi vitamin D dan risiko demensia

Mempertahankan kadar vitamin D dalam darah pada orang tua dapat membantu mencegah kepikunan, penyakit Alzheimer dan stroke, menurut studi baru yang diterbitkan dalam buletin Neurology 5 Januari 2010.

Studi ini meneliti orang-orang tua dengan kekurangan vitamin D dua kali lipat cenderung mengidap pentakit demensia, penyakit Alzheimer dan stroke dibandingkan dengan mereka yang cukup akan vitamin D.

Akibat kekurangan Vitamin D menyebabkan DemensiaDalam penelitian ini, Buell J.S, peneliti dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging at Tufts University meneliti hubungan antara vitamin D, demensia, dan penyakit serebrovaskular di antara 231 wanita dan 109 pria berusia 65-99 yang berpartisipasi dalam penelitian sejak tahun 2003-2007.

23,9% peserta telah mengalami demensia seperti Alzheimer, 14,5 persen dengan defisiensi vitamin D, dan 44,3 persen dengan insufisiensi vitamin D dalam darahnya.

Defisiensi vitamin D didefinisikan dengan kurangnya kadar 25-hydroxyvitamin D [25(OH)D] dibawah 10 ng/mL dan insufisiensi vitamin D didefinisikan dengan kadar vitamin D yang lebih rendah dari 10 hingga 20 ng / mL dalam darah.

Setelah penyesuaian untuk usia, ras, jenis kelamin, body mass index, dan pendidikan, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 130 persen dari semua penyebab demensia, 15 persen untuk peningkatan risiko Alzheimer dan 100 persen peningkatan risiko stroke.

Leave a Reply

*

*