Ganja (Kanabis) atasi aterosklerosis? (Penelitian)

Penelitian terbaru menyatakan senyawa kimia dalam ganja (kanabis) dapat mengatasi aterosklerosis, suatu penyakit vaskular.

Mengatasi Aterosklerosis dengan Ganja

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ganja dapat mengatasi aterosklerosis, diplublikasikan dalam journal Atherosclerosis oleh National Institute of Health edisi Maret 2014, dimana ditemukan reseptor cannabinoidsuatu senyawa kimia yang secara alami ditemukan dalam ganja atau kanabis – berpotensi sebagai pilihan dalam mengatasi aterosklerosis.

Sebagaimana kita ketahui, aterosklerosis merupakan penyakit vaskular yang timbul akibat substansi lemak atau kolesterol yang menumpuk pada dinding pembuluh darah sehingga terjadi pembentukan plak. Dalam jangka waktu yang lama, proses ini akan menghambat aliran darah dalam arteri dan menyebabkan masalah kesehatan yang berat pada seluruh tubuh kita.

Menurut penelitian ini, ECS (endocannabinoid system) aktif berada dalam makrofag manusia dan macrophage-derived foam cells. Aktivasi selektif CB2R (suatu reseptor cannabinoid tipe 2) menurunkan akumulasi CD36-dependent oxidized low-density lipoproteins oxDL dan memodulasi sitokin inflamasi, yang nantinya berpotensi sebagai terapi yang strategis dalam melawan aterosklerosis.

Penelitian terbaru ini juga merupakan penelitian pertama yang menjabarkan secara lebih rinci bagaimana aktivasi reseptor cannabinoid memberikan pilihan pengobatan yang efektif dalam mengatasi aterosklerosis.

Reseptor Cannabinoid yang diaktivasi dari murine macrophages bertujuan untuk memberikan paparan terhadap oxLDL dan juga reseptor cannabinoid tipe 1 (CB1R), yang merupakan faktor risiko aterosklerosis dan juga sesuatu yang menyebabkan akumulasi kolesterol dan penghasil mediator inflamasi.

Kesimpulannya, akumulasi yang terjadi akan diatasi oleh peran reseptor cannabinoid tipe 2. Dari sini, para peneliti berusaha untuk memastikan unsur-unsur yang berbeda dari endocannabinoid system yang diaktifkan dalam lipid-laden macrophages manusia, dan apakah CB2R memainkan satu peran dalam aterogenesis dan peradangan sel-sel ini.

Apa itu Cannabinoid?

Terdapat lebih dari 480 komponen alami yang ditemukan dalam tanaman Cannabis sativa alias ganja, yang mana terdapat 66 jenis telah diklasifikasikan sebagai cannabinoid, suatu bahan kimia yang unik untuk tanaman. Yang paling terkenal dan diteliti adalah senyawa delta-9-tetrahydrocannabinol (Δ-THC), adalah substansi utama yang bertanggung jawab terhadap efek psikoaktif ganja.

Seperti halnya opiat (zat yang berasal dari tanaman opium seperti heroin), cannabinoid mempengaruhi pemakainya dengan berinteraksi dengan reseptor spesifik yang terletak di sistem saraf pusat. Dua jenis reseptor cannabinoid telah ditemukan sampai saat ini yaitu CB1R dan CB2R.

Interaksi Cannabinoid cenderung terjadi pada sistem limbik kita (bagian dari otak yang mempengaruhi memori, kognisi dan kinerja psikomotor) dan jalur mesolimbic (aktivitas ini dikaitkan dengan perasaan reward) dan juga berpengaruh di bidang persepsi nyeri.

Bagaimanapun banyak penelitian telah difokuskan pada berbagai keperluan medis akan potensi cannabinoid buatan manusia, yang disebut sintetis analog.

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]