Autisme – Pengertian, Penyebab, Gejala, Ciri & Terapi

Pengertian Autis

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku terbatas, berulang-ulang dan karakter stereotip. Gejala autis muncul sebelum 3 tahun pertama kelahiran sang anak. Autisme merupakan salah satu dari tiga gangguan Autism spectrum disorder. Dua di antaranya adalah sindrom Asperger dan PDD-NOS (pervasive developmental disorder, not otherwise specified).

Penyebab Autis

Menurut CDC, tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan anak-anak menjadi autis. Para ilmuwan berpikir bahwa ada hubungan genetika dan lingkungan. Mengetahui penyebab pasti dari autisme sangat sulit karena otak manusia sangat rumit. Otak mengandung sel saraf lebih dari 100 miliar neuron disebut. Setiap neuron mungkin memiliki ratusan atau ribuan sambungan yang membawa pesan ke sel-sel saraf lain di otak dan tubuh. Neurotransmiter menjaga neuron bekerja sebagaimana mestinya, seperti Anda dapat melihat, merasakan, bergerak, mengingat, emosi pengalaman, berkomunikasi, dan melakukan banyak hal-hal penting lainnya.

Dalam otak anak-anak dengan autisme, beberapa sel-sel dan koneksi tidak berkembang secara normal atau tidak terorganisir seperti seharusnya. Para ilmuwan masih mencoba untuk memahami bagaimana dan mengapa hal ini terjadi.

Sejumlah kemungkinan penyebab autis lain telah diduga, tetapi tidak terbukti. seperti:

  • Diet
  • Perubahan saluran pencernaan
  • Keracunan merkuri
  • Ketidakmampuan tubuh menggunakan vitamin dan mineral dengan benar
  • Sensitivitas vaksin

Tanda, Gejala dan Diagnosis Autisme

Anak-anak dengan autisme mungkin memiliki masalah dengan komunikasi, keterampilan sosial, dan bereaksi terhadap dunia di sekitar mereka. Tidak semua perilaku tersebut terdapat di setiap anak. Diagnosis harus dilakukan oleh dokter anak atau profesional lainnya yang berpengalaman dalam bekerja dengan anak-anak autisme. Tanda-tanda dan gejala autisme diuraikan di bawah ini dapat dijadikan pedoman untuk melihat ciri-ciri autis.

Komunikasi

  • Tidak berbicara atau sangat terbatas.
  • Kehilangan kata-kata sebelum bisa mengatakan.
  • Kesulitan mengekspresikan keinginan dan kebutuhan dasar.
  • Kurang dapat membangun kosakata.
  • Bermasalah mengikuti arah atau menemukan benda-benda yang bernama.
  • Mengulangi apa yang dikatakan (echolalia).
  • Bermasalah menjawab pertanyaan.
  • Ucapan yang terdengar berbeda karena nada tinggi.

Keterampilan sosial

  • Kontak mata buruk dengan orang atau benda.
  • Kurang dalam bermain keterampilan.
  • Menjadi terlalu fokus pada suatu topik atau benda-benda yang menarik bagi mereka.
  • Masalah dalam berteman.
  • Menangis,marah, tertawa, atau tertawa tanpa alasan yang diketahui atau pada waktu yang salah.
  • Menyukai sentuhan atau pelukan.

Reaksi terhadap lingkungan sekitar mereka

  • Gerakan tangan goyang, mengepakkan atau lainnya (bergerak sendiri tanpa disadari).
  • Tidak memperhatikan hal-hal yang dilihat atau didengar.
  • Bermasalah terhadap perubahan dalam rutinitas.
  • Menggunakan benda-benda dengan cara yang tidak biasa.
  • Tidak takut terhadap bahaya nyata.
  • Menjadi sangat sensitif atau tidak cukup sensitif terhadap sentuhan, cahaya, atau suara (misalnya, tidak menyukai suara keras atau hanya merespons ketika suara yang sangat keras, disebut juga gangguan integrasi sensorik).
  • Kesulitan makan (hanya menerima makanan yang dipilih, menolak tekstur makanan tertentu).
  • Gangguan tidur.

Dari melihat beberapa gejala dan tanda tersebut dijadikan pedoman dalam diagnosis autisme. Hal ini penting agar anak Anda dievaluasi oleh para profesional yang tahu tentang autisme. Speech-language pathologists (SLPs), biasanya sebagai bagian dari tim, bisa mendiagnosa autisme. Tim termasuk dokter anak, ahli saraf, terapis okupasi, terapis fisik, dan spesialis perkembangan. SLPs memainkan peran kunci karena masalah dengan keterampilan sosial dan komunikasi sering menjadi gejala pertama autisme. SLPs harus berkonsultasi pada awal proses evaluasi. Ada beberapa tes dan daftar periksa observasi yang tersedia untuk mengevaluasi anak-anak dengan masalah perkembangan. Informasi yang paling penting datang dari orang tua dan pengasuh anak yang tahu dengan baik dan dapat memberitahu SLP dan lain-lain mengenai segala perilaku anak. Seorang anak dengan autis juga mungkin dilakukan tes pendengaran dan beberapa tes lain untuk memastikan bahwa masalah tidak disebabkan oleh beberapa kondisi lain.

Terapi Autis

Terapi AutisTidak ada obat untuk autisme. Terapi dan intervensi perilaku dirancang untuk memperbaiki gejala spesifik dan dapat meningkatkan perkembangan anak secara substansial. Rencana perawatan yang ideal dengan terapi yang terkoordinasi dan intervensi yang memenuhi kebutuhan spesifik dari masing-masing anak. Para profesional kesehatan sepakat bahwa intervensi awal terhadap anak autis, akan membuat perkembangannya semakin baik.

Intervensi pendidikan / perilaku
Terapis menggunakan keterampilan terstruktur dan intensif yang berorientasi pada sesi pelatihan dalam membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial dan bahasa, seperti analisis perilaku terapan. Konseling keluarga bagi orang tua dan saudara kandung anak-anak dengan autis sering membantu dalam mengatasi tantangan tertentu dari hidup dengan seorang anak dengan autisme.

Pengobatan
Dokter dapat meresepkan obat untuk pengobatan tertentu yang berhubungan dengan gejala-gejala, seperti kecemasan, depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif. Obat antipsikotik digunakan untuk mengobati masalah perilaku yang parah. Kejang bisa diobati dengan satu atau lebih obat antikonvulsan. Obat yang digunakan untuk mengobati orang dengan gangguan defisit perhatian dapat digunakan secara efektif untuk membantu mengurangi impulsif dan hiperaktif.

Obat Antipsikotik

  • Risperidone.
  • Aripiprazole.

Anti Depresi

  • Prozac.
  • Sarafem.
  • Celexa.
  • Cipramil.

Obat stimulants dan hiperaktivitas

  • Ritalin.
  • Adderall.
  • Tenex.

Obat gangguan pencernaan

  • Secretin

Terapi menggunakan zat untuk menghilangkan logam berat dari tubuh, yang beberapa orang berpikir ini menjadi penyebab autisme.

  • Chelation.

Terapi lain
Ada sejumlah terapi kontroversial atau intervensi yang tersedia, tetapi hanya sedikit, jika ada, maka harus didukung oleh penelitian ilmiah. Orang tua harus berhati-hati sebelum mengadopsi setiap perawatan. Meskipun intervensi diet telah membantu pada beberapa anak, orang tua harus memperhatikan status gizi anak mereka.

Prognosis

Autisme merupakan kondisi yang menantang untuk anak-anak dan keluarga mereka, tetapi prospek saat ini jauh lebih baik daripada generasi masa lalu. Pada saat itu, sebagian besar orang dengan autisme ditempatkan di suatu lembaga.

Kini, dengan terapi yang tepat, banyak gejala autisme dapat dilakukan perbaikan, meskipun sebagian besar orang akan memiliki beberapa gejala sepanjang hidup mereka. Kebanyakan orang dengan autisme dapat hidup dengan keluarga mereka atau di masyarakat. Secara keseluruhan prognosis autis tergantung pada tingkat keparahan autisme dan tingkat terapi orang yang menerima.

9 Replies to “Autisme – Pengertian, Penyebab, Gejala, Ciri & Terapi”

  1. maaf kakak kakak, saya mau nambahin sedikit aja karna saya…

    maaf kakak kakak, saya mau nambahin sedikit aja karna saya mahasiswa psikologi yang belajar sedikit tentang perkembangan anak. sebaiknya jangan melebelkan anak kalian dengan penyakit2 tersebut (autisme/adhd/syndrom/dll) sebelum anda membawanya ke Psikolog. karena jika anda melebelkan anak anda spt itu, bisa jadi seperti di sugest dengan tersendiri dan itu sangatlah tidak baik. cobalah bawa anak/adik anda ke Psikolog. bahkan dokter pun tidak bisa melabeling anak anda terkena autism/adhd/syndrom/dll. setau saya hanya psikolog yang bisa melabel, karena nanti selanjutnya akan diarahkan untuk terapi dan sebaginya.hanya sekedar info sajaa ya tmn temen..

    • Terima kasih banyak Annisa, informasinya sangat bermanfaat. Tidak ada kata…

      Terima kasih banyak Annisa, informasinya sangat bermanfaat. Tidak ada kata label dalam dunia kesehatan, mungkin maksudnya diagnosis setelah dilakukan assesment secara menyeluruh. Dalam mendiagnosis Autism memang sangat vital, assessment yang dilakukan itu harus menyeluruh dan terpadu. Jika melihat perkembangan psikologi di luar negeri, sebut saja australia, di sana banyak asosiasi mengenai autism, patokan standar diagnosis pun tetap berdasarkan DSM-5 (2013) oleh para psikiatri (dokter Spesialis Kedokteran Jiwa – SP.KJ). Secara formal yang bisa melakukan diagnosa bisa saja berbeda-beda di setiap tempat, apalagi jika di daerah tersebut terdapat asosiasi autism, tentunya para professional di dalamnya ada berbagai macam dengan kompetensi yang berbeda-beda, dokter pediatrik, psikiatri anak, psikolog, speech therapist, dan bisa juga melibatkan occupational therapist, kesimpulannya untuk diagnosis secara utuh biasanya melibatkan banyak kalangan profesional.

  2. Terima kasih info sangat bermanfaat, apakah autis bisa d sembuhkan

    Terima kasih info sangat bermanfaat, apakah autis bisa d sembuhkan

    • Bisa bu, tentunya dengan penananganan secara dini dan terpadu oleh…

      Bisa bu, tentunya dengan penananganan secara dini dan terpadu oleh kalangan profesional yang terkait dengan ganggauan ini, sudah banyak publisitas yang memberitakan itu, jangan kehilangan harapan untuk itu.

  3. Saya mempunyai keponakan ..dia itu anak nya normal tp yg…

    Saya mempunyai keponakan ..dia itu anak nya normal tp yg saya hern kan klo sekolah bljar smua pljran dia tdk bsa menngkap smua pljaran ….yg ad diotak nya hnya bermain.main tanpa ad daya ingat pljran ..klo blh tau saran y obat apa ya biar otaky it berfungsi

  4. Saya mau tanya “Anak saya sudah 16 bulan belum bicara.…

    Saya mau tanya “Anak saya sudah 16 bulan belum bicara. Tapi, sudah bisa berdiri dan jalan ketempat umum. Bedanya yang saya tanyakan ini adalah Apakah anak saya yang belum bicara 16 bulan ini masih bisa belajar bicara ke usia depannya. Pasalnya, Saya kasihan perkembangan anak saya ini?”

  5. Apa benci pelukan/sentuhan,benci makanan berteksur lembek,benci suara keras dan bau…

    Apa benci pelukan/sentuhan,benci makanan berteksur lembek,benci suara keras dan bau yang menusuk hidung serta tidur larut malam sedari kecil termasuk autis?

  6. Apakah terlambat berbicara sampai usia 18 bulan termasuk autis? Apakah…

    Apakah terlambat berbicara sampai usia 18 bulan termasuk autis?
    Apakah jarang memiliki teman karena nyaman dengan diri sendiri termasuk autis?
    Dan apakah jika berbicara selalu tdk nyaman jika menatap lawan bicara dan lebih suka mengungkapkan sesuatu lewat tulisan termasuk autis?

Leave a Reply

*

*