Apa itu Vaksin? - Bahan & Efek Samping Vaksin

Pengertian Vaksin

Vaksin adalah sistem kekebalan tubuh yang dirancang untuk membantu melindungi orang dari virus dan bakteri yang mungkin masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Ketika suatu bakteri atau virus memasuki tubuh, maka sistem kekebalan tubuh mulai memproduksi suatu protein yang disebut sebagai antibodi. Antibodi inilah yang dapat menyerang dan membantu menghancurkan bakteri atau virus tersebut.

Vaksin yang dibuat dengan cara menggunakan virus atau bakteri penyebab penyakit yang tidak aktif atau dilemahkan. Ketika virus atau bakteri ini diperkenalkan ke dalam tubuh dalam bentuk vaksin, maka sistem kekebalan tubuh akan mengenali mereka dan belajar bagaimana untuk membuat antibodi untuk melawan infeksi yang akan terjadi pada masa mendatang.

Virus atau bakteri yang digunakan dalam vaksin pada awalnya tumbuh dalam kumpulan sel-sel khusus dan kemudian dilakukan pemurnian sebelum digunakan. Meskipun vaksin telah menjalani proses pemurnian, vaksin ini mungkin mengandung sejumlah kecil bahan yang digunakan untuk menumbuhkan virus atau bakteri.

Gambar Vaksin DPT - Vaksin untuk penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.

Bahan-bahan Vaksin

Sebagai tambahan bahan aktif, vaksin juga mengandung komponen lain yang disertakan untuk membantu meningkatkan efektivitas mereka. Beberapa bahan berikut terdapat dalam vaksin:

Aluminum

Garam aluminium digunakan dalam beberapa vaksin untuk membantu meningkatkan respon kekebalan pada orang yang menerima vaksinasi.

Merkuri/Thimerosal

Thimerosal adalah senyawa yang mengandung merkuri yang telah digunakan sejak tahun 1930-an untuk membantu mencegah bakteri mengkontaminasi vaksin. Thimerosal telah dihilangkan atau dikurangi untuk melacak jumlah di sebagian besar vaksin yang direkomendasikan untuk anak usia 6 tahun dan lebih muda.

Antibiotik

Antibiotik tertentu dapat digunakan selama pembuatan vaksin untuk mencegah kontaminasi dari bakteri. Kadar antibiotik sangat kecil mungkin terdapat dalam vaksin itu sendiri.

Formaldehida

Formaldehida telah digunakan selama bertahun-tahun untuk memproses virus tidak aktif dan bakteri selama proses pembuatan vaksin. Kadar formaldehida sangat kecil dapat ditemukan dalam beberapa vaksin.

Apakah Efek Samping Vaksin Berbahaya?

Seperti banyak obat-obatan dan prosedur medis, efek samping dapat saja terjadi setelah vaksinasi. Efek samping dapat bervariasi pada beberapa vaksin. Efek samping yang paling sering terjadi pada saat vaksin diberikan seperti nyeri, kemerahan atau bengkak. Efek samping lainnya adalah demam, sakit kepala, mual, nyeri otot dan kelelahan.

Ada juga beberapa efek samping yang jarang terjadi namun memberikan dampak yang lebih serius, seperti reaksi alergi terhadap vaksin, dan tentunya hal ini memerlukan perhatian medis segera. Jika Anda mengalami efek samping yang berkaitan dengan vaksin, silakan hubungi para ahli medis Anda.

Herpes Zoster (Cacar Api - Shingles) : Definisi, Gejala & Pengobatan

Definisi Herpes Zoster
Herpes zoster juga disebut zoster, Shingles, atau cacar api/cacar monyet/cacar ular. Herpes zoster adalah ruam kulit yang menyakitkan dan disebabkan oleh virus varicella-zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air (Varicella). Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tetap aktif dalam tubuh. Biasanya virus tidak menyebabkan masalah lebih lanjut, namun, virus bisa kembali muncul beberapa tahun kemudian dan inilah yang menyebabkan herpes zoster. Tidak diketahui secara pasti mengapa virus cacar air tersebut aktif kembali dari keadaan yang non-aktif. Herpes zoster tidak disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan herpes genital, suatu jenis penyakit menular seksual.

Insiden, faktor risiko, dan cara penularan Herpes Zoster
Siapapun yang telah sembuh dari cacar air dapat terkena herpes zoster, termasuk anak-anak. Namun, herpes zoster paling sering terjadi pada orang dengan umur 50 tahun atau lebih. Risiko terkena herpes zoster meningkat dengan bertambahnya usia. Orang-orang yang memiliki kondisi medis seperti kanker, leukemia, limfoma, dan infeksi human immunodeficiency virus (HIV), atau orang yang menerima obat yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti steroid dan obat-obatan yang diberikan setelah transplantasi organ, juga beresiko lebih besar untuk berkembangnya herpes zoster.

Jika orang dewasa atau anak terdapat kontak langsung dengan ruam herpes zoster dan tidak pernah terkena cacar air atau tidak pernah mendapatkan vaksin cacar air, mereka bisa terkena cacar air, bukan herpes zoster.

Virus ini tidak menyebar melalui bersin, batuk atau kontak biasa. Seseorang dengan herpes zoster dapat menyebarkan penyakit saat ruam berada dalam keadaan melepuh (basah). Setelah ruam menjadi kering, orang tersebut tidak lagi menularkan cacar. Cacar ini juga tidak menular sebelum lepuh muncul atau jika sakit berlanjut setelah ruam hilang (pasca-herpes neuralgia).

Tanda dan Gejala Herpes Zoster
Gejala pertama biasanya satu sisi tubuh terasa nyeri, kesemutan, atau terbakar. Rasa sakit dan terbakar bisa berat dan biasanya muncul sebelum adanya ruam.

Tampilan Herpes Zoster

Bercak merah pada kulit, diikuti oleh lepuh kecil, yang terjadi pada kebanyakan orang.

  • Lecet, membentuk luka kecil yang mulai mengering dan membentuk krusta (semecam koreng). Krusta lepas dalam 2 sampai 3 minggu. Jarang menimbulkan jaringan parut.
  • Ruam biasanya melibatkan daerah sudut dari spina tulang belakang dan memutar ke depan daerah perut atau dada.
  • Ruam mungkin melibatkan wajah, mata, mulut, dan telinga.

Gejala lain mungkin termasuk:

  • Sakit perut (nyeri abdomen)
  • Demam dan menggigil
  • Merasa sakit seluruh tubuh
  • Luka genital(alat kelamin)
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Penderita cacar api juga mungkin mengalami nyeri, kelemahan otot, dan ruam yang melibatkan berbagai bagian wajah jika herpes zoster mempengaruhi saraf di wajah. Gejala-gejala lain mungkin termasuk:

Pengobatan Herpes Zoster
Beberapa obat anti virus se[erti acyclovir, valacyclovir, dan famsiklovir, tersedia untuk mengobati herpes zoster. Obat-obat ini harus dimulai sesegera mungkin setelah ruam muncul dan akan membantu mempersingkat perjalanan penyakit dan menurunkan tingkat keparahan penyakit. Obat-obatan ini biasanya diberikan dalam bentuk pil, dan dalam dosis tinggi. Beberapa orang mungkin harus menerima obat melalui pembuluh darah (injeksi intravena). Obat anti-nyeri atau kompres basah dingin juga dapat membantu untuk menghilangkan rasa nyeri yang disebabkan oleh virus herpes zoster. Antihistamin atatu lotion calamine diberikan untuk dapat membantu untuk meringankan gatal dan ketidaknyamanan (baik itu secara oral atau dioleskan pada kulit). Hubungi dokter sesegera mungkin untuk mengkonsultasikan pilihan pengobatan.

Beberapa anjuran yang sebaiknya dilakukan:

  • Istirahat di tempat tidur sampai demam turun.
  • Menjaga kulit tetap bersih.
  • Jangan menggunakan kembali barang-barang yang terkontaminasi.
  • Cuci barang-barang yang dubutuhkan dengan air mendidih atau mensterilkannya sebelum digunakan lagi.
  • Penderita mungkin perlu dijauhkan (isolasi) untuk menghindari dan mencegah infeksi herpes zoster kepada orang-orang yang belum pernah menderita cacar air, terutama perempuan hamil.

Virus Basmi Jerawat

Anda yang bermasalah dengan jerawat, kini mungkin sedikit dapat bernapas dengan lega. Para dokter nantinya punya senjata baru untuk basmi jerawat (acne). Penelitian terbaru yang dilakukan di UCLA dan the University of Pittsburgh dipublikasikan di jurnal mBio edisi online 25 September, the American Society for Microbiology.

Isolat P. Acnes. Foto: University of Pittsburgh
Para peneliti menggunakan virus yang ada pada kulit untuk membasmi bakteri yang biasa memicu timbulnya jerawat. Para peneliti mengamati dua mikroba kecil yaitu Propionibacterium acnes, bakteri yang tumbuh subur di pori-pori kita yang dapat memicu jerawat, dan P. acnes phages, family virus yang hidup di kulit manusia. Virus ini tidak berbahaya bagi manusia tetapi diprogram untuk menginfeksi dan membasmi bakteri P. acnes tersebut.

Setelah mempelajari pori-pori dari relawan, para ilmuwan menemukan virus P. acnes phages yang mampu secara alami mencari dan melakukan basmi bakteri penyebab jerawat, yang disebut Propionibacterium acnes.

Bakteri P. acnes biasanya memperburuk sistem kekebalan tubuh sehingga menimbulkan benjolan bengkak merah yang terkait dengan jerawat. Kebanyakan pengobatan untuk acne efektif bekerja dengan mengurangi jumlah bakteri P. acnes ini pada kulit.

“Kita tahu bahwa hormon seks, minyak pada wajah dan sistem kekebalan tubuh memainkan peran dalam menyebabkan jerawat, namun banyak penelitian mengimpikasikan P. acnes sebagai pemicu penting,” jelas penulis pertama Laura J. Marinelli, seorang peneliti postdoctoral di laboratorium Modlin UCLA.

Tim peneliti berencana untuk mengisolasi protein aktif dari virus dan menguji apakah efektif dalam membunuh bakteri jerawat secara keseluruhan. Jika pengujian laboratorium terbukti sukses, para peneliti akan mempelajari keamanan dan keefektivitasan dalam membasmi jerawat pada orang.

Referensi

Aplikasi Ponsel Berbahaya: Inilah cara menghindarinya

Banyak aplikasi ponsel atau mobile yang dipenuhi dengan malware di internet. Yah mungkin hal ini bukanlah suatu kejutan bagi Anda. Yang mengejutkan Anda adalah bahwa Anda sebenarnya dapat dengan mudah untuk menghindari aplikasi ponsel berbahaya ini. Menjaga ponsel Anda dari aplikasi seperti ini tidak sulit untuk dilakukan.

Apakah sulit untuk menyingkirkan mobile malware yang telah terinstal di ponsel Anda?. Cukup sulit!. Seberapa besar ancaman mobile malware tehadap ponsel Anda? Cukup besar! dan Anda harus tahu mengenai aplikasi berbahaya ini. Kuncinya di sini adalah bahwa virus ponsel tumbuh dengan kecepatan tinggi. Jadi, bersiaplah untuk apa pun yang mungkin terjadi akan datang.

Apa yang harus Anda lakukan untuk menghindari aplikasi ponsel yang berbahaya? berikut langkah mudah untuk melakukannya.

  1. Lakukan penelusuran mengenai aplikasi yang ingin Anda gunakan.

    Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menemukan jawabannya? Seberapa cepat Anda dapat mengetik? Jika Anda melihat aplikasi baru yang terlihat menarik, ambil laptop, tablet, atau telepon Anda, dan ketik nama aplikasi itu ke dalam browser Anda. Anda akan mendapatkan beberapa informasi dengan dengan segera. Dari sana, Anda dapat membaca tentang perusahaan pengembang aplikasi, review atau tinjauan aplikasi tersebut, dan mengetahui apakah aplikasi yang akan Anda download berbahaya. Penelusuran ini memang nampaknya seperti tugas yang panjang dan membosankan, tetapi langkah ini merupakan dasar agar Anda tidak kecewa nantinya.

  2. Buka website yang terjamin keamanannya.

    Terkadang suatu aplikasi tidak tersedia di toko-toko aplikasi seperti Apple Store atau Google play. Ketika ini terjadi, Anda mungkin berpikir bahwa satu-satunya cara untuk men-download aplikasi yang Anda inginkan tersebut melalui situsnya langsung. Sekarang, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan sebelum men-download dari situs tersebut.

    Pertama, pastikan bahwa situs tersebut sudah terkemuka atau popular. Kedua, jika Anda tidak yakin dengan aplikasi yang Anda beli di website tersebut, toko aplikasi online yang aman seperti Apple Store telah memindai semua aplikasi sebelum mengizinkan mereka masuk ke App Store serta Google juga semakin jauh lebih ketat dengan aplikasi yang diperbolehkan di Google play. Disana juga tersedia aplikasi yang mungkin terkait dengan aplikasi yang Anda inginkan. Jika Anda tidak dapat menemukan sebuah aplikasi di app store, kembali ke langkah nomor satu dan lakukan penelusuran Anda lagi.

  3. Jangan hanya mengatakan “Ya” atau “Yes”

    Sebagaimana kita ketahui, membaca hal-hal seperti aturan/perizinan penggunaan aplikasi memang terkadang menjenuhkan. Coba tebak? Para pengembang aplikasi sebenarnya tahu bahwa membaca aturan seperti itu memang menjenuhkan. Dengan menyediakan pertanyaan yang sudah diatur sedemikian rupa agar Anda dapat mendownload suatu aplikasi, terutama aplikasi yang sudah cukup terkenal, dan Anda tidak dapat mengubah apa yang para pengembang sudah aturkan. Aplikasi ini akan meminta Anda untuk melakukan hal-hal seperti “can this app post to Facebook for you” atau “can we send you push notifications?“. Anda hanya mempunyai dua pilihan antara “Yes” atau “Cancel”. Jadi biarkan diri Anda berpikir dan benar-benar membaca melalui permintaan izin seperti ini.

    Memang sangat mudah untuk mengatakan “Ya, ya, ya” untuk pertanyaan izin-terutama jika Anda sangat ingin mendapatkan suatu aplikasi yang Anda inginkan. Tapi, dengan mengatakan “Ya” tanpa berpikir tentang pertanyaan dari para pengembang aplikasi, bisa menjadi permainan yang berbahaya. Jangan hanya mengatakan “Yes.” Pikirkan tentang apa yang sedang Anda izinkan, baca baik-baik aturan mainnya, dan katakan “tidak” atau “cancel” jika aturan tersebut tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Terakhir, jika Anda mengalami masalah dengan sebuah aplikasi, pastikan orang lain juga tahu. Anda dapat memberikan review terhadap aplikasi-aplikasi yang cukup terkenal, sehingga Anda pun membantu mencegah terjadinya penyebaran virus/malware, dan dengan begitu aplikasi yang benar-benar aman akan tetap terjaga.