Pengobatan Mesothelioma dengan Photodynamic Therapy

Beberapa terapi percobaan saat ini sedang dilakukan untuk pengobatan kanker mesothelioma, salah satu yang paling menjanjikan adalah teknik yang disebut Photodynamic Therapy (PDT).

Beda antara kanker pleural mesothelioma dan peritoneal mesothelioma

Mesothelioma atau yang biasa disebut kanker asbestos, merupakan kanker yang sangat agresif dan mematikan, penyakit ini mempengaruhi lapisan dada (mesothelioma pleura) dan rongga perut (mesothelioma peritoneal), umumnya kurang responsif terhadap pengobatan tradisional seperti kemoterapi dan radiasi. Sejumlah pengobatan lain, seperti terapi gen, immunoterapi dan pendekatan alternatif dapat memberi harapan untuk penderita kanker mesotelioma.

Photodynamic therapy atau terapi fotodinamis adalah salah satu jenis pengobatan mesothelioma yang sangat menjanjikan kedepannya. Metode ini menggabungkan tiga unsur yang terpisah yaitu nontoxic, photosensitizing compound, oksigen dan visible light. Terapi fotodinamis menargetkan sel-sel kanker mesothelioma. Biasanya diberikan selama atau setelah pembedahan untuk menghilangkan sisa bagian dari tumor.

Kemoterapi Cisplatin dan Carboplatin untuk kanker Mesothelioma

Berbeda halnya dengan kemoterapi dan radiasi, yang cenderung memiliki efek terbakar pada tubuh pasien, Photodynamic Therapy memberikan keuntungan yang jelas bahwa ia tidak membunuh sel-sel yang sehat-non-cancerous cells. Ini berarti bahwa efek samping dari perawatan kanker mesotelioma dapat dikurangi dan tentunya prognosis mesothelioma akan lebih baik.

Di Amerika, Photodynamic Therapy ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration-suatu badan POM seperi di Indonesia-untuk beberapa jenis kanker, walaupun penggunaannya untuk mengobati mesothelioma masih dalam tahap percobaan.

Gejala Penyakit Kanker Mesothelioma

Terdapat sekitar 3.000 kasus baru kanker mesothelioma yang didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat, dan di seluruh dunia, dan telah ada 20.000 orang meninggal karena penyakit ini setiap tahun. Hampir semua diagnosis mesothelioma dikaitkan dengan adanya kontak dengan asbestos, bahan mineral yang pernah dimasukkan ke dalam berbagai macam produk komersial yang bisa membuat tahan api (fireproof). Meskipun penggunaan asbes memuncak pada tahun 1970-an, mesothelioma memiliki periode laten yang sangat panjang untuk didiagnosis dan karena itu tidak dapat didiagnosis hanya dalam setahun, atau bahkan puluhan tahun setelah terjadi kontak.


Video Pengobatan Mesothelioma dengan Photodynamic Therapy

Credit:
www.asbestos.net
Foto: www.burtonhospitals.nhs.uk

VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0 (from 0 votes)

EPIDURAL HEMATOMA

Epidural hematom was one of the bleeding kinds intracranial that most often happened because fraktur skull bones. The brain in covered by stiff and hard skull bones. The brain also in surrounded by something that was useful as the wrapper that in mentioned dura. His function to protect the brain, covered the sinuses vena, and formed the periosteum tabula interna. When a person received the collision that was great in the head of the possibility will be formed a hole, the movement from the brain possibly will cause the erosion or injury from blood vessels that surrounded the brain and dura, when blood vessels experienced erosion then blood will be accumulated in space between dura and skull bones, the situation in that in knew and the term epidural hematom. Continue reading

VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.16_1159]
Rating: 0 (from 0 votes)