Operasi Mata dengan Teknik LASIK (video YouTube)

Video animasi medis ini menggambarkan operasi mata dengan teknik LASIK untuk mengoreksi rabun dekat (miopia) dari mata. LASIK singkatan dari Laser-assisted in Situ Keratomileusis dan merupakan prosedur operasi mata yang secara permanen mengubah bentuk kornea.

Lihat bagaimana cara kerja teknik operasi mata dengan LASIK lewat video YouTube berikut:



Masalah Pergaulan Bebas Pria dan Wanita

Arti pergaulan bebas
Pengertian pergaulan bebas berarti pergaulan yang luas diantara para pria dan wanita, dimana tidak hanya berpatokan hanya pada dua orang saja akan tetapi antara banyak orang baik itu pria maupun wanita. Jika pergaulan hanya terbatas pada dua orang, pria dan wanita, artinya terdapat hubungan khusus antara keduanya, yang biasa kita sebut pacaran.

Bergaul dengan bebas sih wajar-wajar saja, akan tetapi ada batasan yang perlu Anda ingat yaitu:

  1. Anda harus mempunyai bertanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan antar sesama.
  2. Anda harus saling menghormati baik itu hak dan juga harga diri pada wanita maupun pria.
  3. Anda harus tetap berpegang teguh akan norma, aturan sosial, nilai moral, tata susila, serta norma hukum.

Gejolak Remaja
Tidak mudah untuk memberikan nasehat pada remaja, karena mereka bukan anak-anak lagi. Mereka sudah banyak mengalami perubahan baik itu perubahan organ tubuh ataupun perubahan psikologis. Memang mereka awalnya adalah anak-anak, akan tetapi seiring dengan waktu dimana ketika mereka masuk pada masa puber, hormon sangat berpengaruh terhadap gejolak remaja, dan mereka cenderung menjadi temperamen.

Anda harus pandai-pandai membaca situasi dan mengatur strategi ketika Anda ingin memberikan nasehat pada mereka, andaikan saja Anda seperti berada dalam medan perang. Jika tidak, akan mudah sekali untuk timbul kesalahpahaman dan selanjutnya pertengkaran yang akan Anda dapatkan. Yang Anda harus mengerti dalam menasehati para remaja adalah remaja bukan lagi anak-anak, dan remaja bukanlah orang dewasa.

Adapun ciri-ciri anak yang baru tumbuh menjadi remaja adalah:
Remaja akan cemas terhadap perkembangan fisiknya
Terjadinya perubahan fisik yang mencolok pada remaja pria seperti tumbuh jakun, rambut-rambut di tubuh, kumis, dan mengalami mimpi basah. Untuk wanita, mereka akan mengalami menstruasi yang teratur dan kadang nyeri pada saat menstruasi, buah dada yang membesar. Dengan adanya perubahan itu, tentunya mereka akan risih dan cemas terhadap teman-teman mereka yang mungkin belum mengalami hal yang sama.

Rangsangan nafsu remaja yang kuat
Hormon memegang peranan penting terhadap nafsu seks remaja yang meningkat. Respon yang mereka berikan dapat berupa menjadi sangat reaktif, atau menjadi sangat malu dan menyembunyikannya. Setiap anak remaja tentu berbeda-beda dalam memberikan respon. Dalam hal ini, orang tua sangat perlu memberikan bimbingan baik itu dasar moral, etika dan agama.

Masalah penampilan
Dengan adanya perubahan fisik yang terjadi pada remaja, tentunya mereka akan mulai menunjukkan penampilan yang berbeda. Mereka cenderung menunjukkan penampilannya yang baru kepada teman-temannya, sering pergi ke salon, berbelanja baju-baju modis, melihat dirinya di depan cermin dalam waktu yang lama, atau mengunci diri dalam kamar.

Contoh pergaulan bebas remaja yang cenderung mengarah ke tindakan negatif seperti:

  • Kenakalan Remaja
  • Seks bebas
  • Terlibat dalam Narkoba atau Napza (Narkotika, alkohol, obat-obatan psikotropika terlarang dan zat aditif)

Cara mengatasi masalah pergaulan bebas pada remaja
Peran serta orang tau dalam membimbing dan mengawasi para remaja sangat diperlukan. Mengetahui situasi dan kondisi sang anak dan membicarakan permasalahan yang terjadi pada anak sangat membantu mereka terjerumus dalam masalah pergaulan bebas. Menghindari sebisa mungkin pertengkaran yang akan terjadi dengan memberikan nasehat-nasehat yang tidak membuat para remaja ini merasa seperti anak-anak atau orang dewasa. Memberikan pemahaman akan pendidikan agama yang lebih mendalam, serta menjelaskan dampak negatif yang akan terjadi apabila mereka terlibat dalam pergaulan bebas.

Peran serta pemerintah, tokoh agama, guru dan masyarakat dalam memberikan wawasan yang lebih luas mengenai efek negatif dari masalah pergaulan bebas juga dibutuhkan untuk menghindari para remaja terlibat didalamnya.

Vaksin Kanker Prostat (prostate cancer)

Vaksin kanker prostat dari hasil penelitian dapat digunakan untuk membantu pasien dengan symptomatic castration-resistant metastatic prostate cancer (mCRPC), dikutip dari renalandurologynews.com dari hasil uji klinis fase-2.

Hasil uji coba menunjukkan Prostvac-VF immunotherapy, yang dibuat oleh BN ImmunoTherapeutics, Inc, Mountain View, California, menunjukkan pengurangan tingkat kematian sebesar 44 persen selama tiga tahun.

Bagaimana lemak bisa meningkatkan resiko kanker prostat ?

Prostvac dibuat dari 2 poxvirus yang dilemahkan dan direkayasa secara genetis untuk menghasilkan Prostate-Specific Antigen (PSA) versi irregular dan senyawa lain untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dan menyerang sel-sel kanker prostat.

Selama tiga tahun masa follow-up, 30 persen pasien yang diberi vaksin masih hidup dengan survival rate 24,5 bulan.

Philip Kantoff, MD, Professor of Medicine di Harvard Medical School dan direktur the Lank Center for Genitourinary Oncology di Dana-Farber Cancer Institute, besama rekan-rekanya melakukan percobaan vaksin untuk kanker prostat. Hasilnya dijadwalkan akan diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology.

Kanker prostat didiagnosis sekitar 190.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat dan Kanker prostat dengan komplikasi telah membunuh sekitar 30.000 orang setiap tahun di negara tersebut.

Kemoterapi Mesothelioma: Perbandingan Cisplatin & Carboplatin

Sebuah artikel mesothelioma baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Lung Cancer yang meneliti manfaat dan biaya kombinasi Cisplatin dan Pemetrexed dengan Carboplatin dan Pemetrexed untuk kemoterapi mesothelioma.

Kemoterapi kombinasi Cisplatin dan Pemetrexed adalah salah satu dari beberapa pilihan kemoterapi yang telah terbukti cukup berhasil untuk menangani pasien dengan mesothelioma pleura ganas/malignant pleural mesothelioma (MPM), namun kombinasi ini bisa sangat beracun bagi tubuh. Tidak ada pengobatan dan perawatan untuk kanker mesothelioma ganas tanpa disertai efek samping yang tidak diinginkan.

Pada jurnal tersebut peneliti mencatat bahwa “terdapat dua fase penelitian secara acak pada fase III menunjukkan manfaat untuk prognosis mesothelioma dengan penggunaan antifolates seperti raltitrexed atau Pemetrexed, bila dikombinasikan dengan Cisplatin. Penelitian tersebut telah menunjukkan peningkatan mutlak dalam kelangsungan hidup secara keseluruhan rata-rata 2,6 dan 2,8 bulan, dibandingkan dengan perawatan tunggal untuk Cisplatin. Hal ini yang membuat banyak institusi menggunakan Cisplatin dan Pemetrexed sebagai standar pengobatan kemoterapi paliatif untuk malignant pleural mesothelioma. ”

Sayangnya, kombinasi Cisplatin dan Pemetrexed menghasilkan efek beracun yang tidak diinginkan dan ini mendorong para peneliti untuk mempelajari obat kemoterapi lain untuk dikombinasikan dengan Pemetrexed. Para peneliti mengatakan, “Baru-baru ini, dua percobaan fase II sudah dievaluasi akan kemanjuran Carboplatin dan Pemetrexed di MPM. Kedua studi menunjukkan tingkat respons secara keseluruhan 18,6 dan 25%, dengan tingkat kelangsungan hidup rata-rata 12,7 dan 14 bulan. Sebagai lanjutan dari hasil ini, kami telah melakukan analisis secara retrospektif pada pasien MPM yang diobati dengan Carboplatin dan Pemetrexed di lembaga kami.”

Dalam upaya untuk menemukan kombinasi kemoterapi mesothelioma dengan sedikit toksisitas dan efek samping, para peneliti menyelidiki lebih lanjut dengan menggantikan Cisplatin dengan Carboplatin ketika dipasangkan dengan Pemetrexed. Dengan menggunakan pendekatan retrospektif, peneliti mengevaluasi 49 kasus mesothelioma pleura ganas yang diberi kombinasi Carboplatin dan Pemetrexed dan membandingkan hasilnya dengan data pemberian kombinasi kemoterapi Cisplatin dengan Pemetrexed.

Tingkat kontrol penyakit (yang diketahui dengan tidak adanya tanda progresif mesothelioma melalui CT scan) untuk pasien adalah 69 persen, dan respons parsial dan persentase kestabilan penyakit sebesar 28 persen dan 41 persen. Peningkatan klinis yang ditunjukkan dalam angka 69 persen, mayoritas pasien melaporkan peningkatan keuntungan setelah dua siklus kemoterapi. Toksisitas pada umumnya rendah dan lebih baik daripada toksisitas Cisplatin dengan Pemetrexed.

Rata-rata waktu kegagalan pengobatan adalah 4,6 bulan. Rata-rata kelangsungan hidup secara keseluruhan dalam penelitian ini adalah 14 bulan, yang dibandingkan dengan Cisplatin-pemetrexed selama 12,1 bulan. Peneliti mengemukakan, “Sebagai kesimpulan, data kami menunjukan kombinasi Carboplatin dan Pemetrexed mungkin menjadi pilihan dalam perawatan mesothelioma, terutama pada pasien yang mengalami masalah dengan penggunaan Cisplatin.”

Google Toolbar jadi mata-mata (spy) browsing meskipun di disable

Benjamin Edelman atau Ben, seorang asisten profesor di Harvard University meneliti kebijakan privasi fitur Google yaitu Google Toolbar. Dia sangat terkejut manakala mendapatkan apabila Google Toolbar di nonaktifkan (disbale) ternyata program tersebut tidak benar-benar dinonaktifkan. Bagaimana Ben menjelaskan sepak terjang Google Toolbar jadi mata-mata (spy) saat browsing meskipun di disable?. Silahkan baca di sini. Benjamin Edelman pun merekomendasikan untuk meng-uninstal Google Toolbar dari browser. Belum ada respon dari Google sampai saat ini mengenai bagaimana Google menanggapi kebijakan aturannya untuk Google Toolbar dan memperbaiki masalah pada program tersebut.

Lemak Tingkatkan Resiko Kanker Prostat

Penelitian yang dilakukan oleh E Liu di University of Nottingham Medical School Amerika Serikat menunjukkan bahwa tingginya intake makanan yang mengandung lemak secara signifikan dapat beresiko kanker prostat (prostate cancer) - British Journal of Nutrition Edisi Januari 2010.
.
Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data diet (pola makan) dari 512 pasien dengan kanker prostat dan 838 orang tanpa kanker sama sekali dengan menggunakan metode kuesioner.

Hasilnya penelitian menunjukkan lemak total, saturated fatty acids, monounsaturated fatty acids dan polyunsaturated adalah 2.53, 2.49, 2.69 dan 2.34 kali lebih tinggi beresiko terkena kanker prostat. Tentu saja faktok tingginya intake lemak dalam Artikel Kedokteran ini bukan satu-satunya faktor yang beresiko menyebabkan kanker prostat. Faktor lainnya yang bisa mencetuskan terjadinya kanker prostat seperti paparan bahan pestisida, paparan sinar matahari, defisiensi vitamin D, obesitas, tingginya konsumsi akan daging, penyakit akibat retrovirus.

Berbeda halnya dengan flaxseed (rami), omega-3 fatty acids, diet rendah lemak, high serum vitamin D, teh hijau, dan latihan fisik (olah raga) dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat.

Langkah-langkah Penelitian Kohort Ilmu Kesehatan Gigi

Berikut langkah-langkah studi penelitian metode Kohort ilmu kesehatan gigi:

1. Mengidentifikasi faktor risiko.
Variabel terikat/bergantung: protrusi gigi.
Variabel bebas: mengisap ibu jari.
Variasi yang dikendalikan atau variabel kontrol: umur, jenis kelamin, ras, dst.

2. Menetapkan subyek penelitian dengan menetapkan populasi sampel.
di sini dimisalkan, semua atau sebagian anak yang berumur enam sampai dua betas tahun (kira-kira usia sekolah dasar) baik laki-laki maupun perempuan, baik yang mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari maupun yang tidak mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari.

3. Memilih subyek dengan faktor risiko positif dari subyek efek negatif.
Langkah mengidentifikasi subyek yang mengisap ibu jari (faktor risiko positif) maupun subyek yang tidak mengisap ibu jari (faktor risiko negatif) dengan jumlah kurang lebih sama.

4. Memilih subyek yang akan dijadikan kelompok kontrol.

5. Mengobservasi perkembangan subyek sampai batas waktu tertentu atau ditentukan, diikuti dengan mengidentifikasi timbul atau tidak timbulnya efek pada kedua kelompok. Contohnya, langkah mengobservasi perkembangan efek pada kelompok subyek yang mengisap ibu jari dan kelompok subyek yang tidak mengisap ibu jari dalam jangka waktu 2 tahun misalnya, untuk melihat ada atau tidaknya protrusi gigi.

6. Menganalisis data dengan membandingkan proporsi subyek yang memperoleh efek positif dengan subyek yang memperoleh efek negatif baik pada kelompok risiko positif maupun kelompok kontrol.

Referensi
Metodologi Penelitian Kesehatan dengan Contoh Bid Ilmu Kes GIGI Oleh Prof. Dr. Budiharto, drg. SKM