Risiko Pekerja Terpapar Asbestos : Mesothelioma Kanker Paru

Setiap tahun, 2.000 sampai 3.000 orang Amerika meninggal karena mesothelioma, kanker pada selaput paru-paru atau perut yang berkembang dari menghirup serat asbes mikroskopis. Asbestos juga menyumbang ribuan kematian tambahan dari kanker paru-paru setiap tahun.

Jenis Pengobatan Kanker Ganas Mesothelioma

Menghirup asbes meningkatkan kemungkinan pengembangan mesothelioma dan kanker paru-paru dan penyakit pernapasan non-maligna lainnya seperti asbestosis, menurut ahli kanker. National Cancer Society melaporkan sekitar satu dari tujuh orang yang menderita asbestosis, sebuah jaringan parut kronis paru-paru yang disebabkan oleh kontak yang terlalu lama akibat asbes, akhirnya berkembang menjadi kanker paru. Semakin tinggi terpapar asbes, semakin tinggi risiko terkena kanker paru.

Para peneliti telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker bagi non-perokok.Para pekerja asbes yang tidak merokok menghadapi risiko lima kali lipat terkena kanker paru dibandingkan orang yang tidak merokok lainnya, menurut sebuah artikel di The New York Times.

Kombinasi Terapi Kanker Mesothelioma

Risiko bertambah tinggi untuk pekerja asbes yang merokok. Perokok yang telah terkena asbes menghadapi risiko jauh lebih tinggi terkena kanker paru-paru.

Asbes telah digunakan di ribuan produk seperti sirap atap, pipa air bersih, pelapis rem dan beberapa produk untuk kendaraan bermotor. Dalam dekade belakangan ini, penggunaan asbes telah menurun sejak akhir 1970-an, dan lebih dari 40 negara telah melarang penggunaan semua bentuk asbes. Hari ini, asbes dibatasi di Amerika Serikat, tetapi tidak dilarang. Orang-orang masih dapat terkena pada saat dilakukan pembongkaran atau renovasi bangunan yang mengandung asbes atau di tempat kerja yang masih menggunakan asbes. Beberapa pekerjaan seperti pekerja pembongkaran, dan tukang pipa memiliki resiko tinggi terpapar dan kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan asbes.


 Bagikan

Aborsi : Pengertian, Jenis & Tinjauan Hukum Gugur Kandungan

Masalah Kebidanan komunitas yang akhir-akhir ini mencuat dan menjadi bahan perbincangan, yaitu tentang aborsi. Dari data yang diperoleh, remaja berusia 15-19 tahun melahirkan, 4 juta melakukan aborsi.

Pengertian Aborsi

  • Pengertian aborsi dalam bahasa Latin dinamakan abortus atau gugur kandungan adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan menginjak waktu 20 minggu yang akhirnya mengakibatkan terjadinya kematian pada janin. Apabila janin lahir dengan selamat atau hidup sebelum kehamilan 38 minggu namun setelah melewati 20 minggu masa kehamilan, maka ini disebut sebagai kelahiran prematur.
  • Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.
  • Abortus sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau usia kehamilan sebelum 20 minggu (terakhir oleh WHO/FIGO tahun 1998 adalah sebelum 22 minggu)

Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi:
1. Spontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami
2. Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya adalah:

  • Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
  • Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.
  • Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.

Dalam bahasa sehari-hari, istilah keguguran biasanya digunakan untuk spontaneous abortion, sementara aborsi digunakan untuk induced abortion.

Klasifikasi Aborsi

Beberapa jenis aborsi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Abortus spontanea

Pengertian abortus spontanea adalah abortus yang berlangsung tanpa tindakan, dalam hal ini dibedakan sebagai berikut:

  • Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
  • Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
  • Abortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.
  • Abortus kompletus, semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

Abortus provokatus

Pengertian abortus provokatus adalah jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan, yaitu dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya bayi dianggap belum dapat hidup diluar kandungan apabila usia kehamilan belum mencapai 28 minggu, atau berat badan bayi kurang dari 1000 gram, walaupun terdapat beberapa kasus bayi dengan berat dibawah 1000 gram dapat terus hidup. Pengelompokan Abortus provokatus secara lebih spesifik :

  • Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus, abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu.
  • Abortus Provokatus Kriminalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

Abortus Habitualis

Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi berturut-turut tiga kali atau lebih. Pada umumnya penderita tidak sukar menjadi hamil, namun kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu, dan umumnya disebabkan karena kelainan anatomi uterus, atau kelainan faktor imunologi.

Missed Abortion

Missed Abortion adalah kematian janin dan nekrosis jaringan konsepsi tanpa ada pengeluaran selama lebih dari4 minggu atau lebih (beberapa buku 8 minggu)

Abortus Septik

Abortus Septik adalah tindakan pengakhiran kehamilan dikarenakan sepsis akibat tindakan abortus yang terinfeksi (misalnya dilakukan oleh dukun, atau awam). Bahaya terbesar adalah kematian ibu.

Penyebab Aborsi

  • Penyebab aborsi dari segi maternal
  • Penyebab aborsi secara umum:

Infeksi akut

  1. virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis.
  2. Infeksi bakteri, misalnya streptokokus.
  3. Parasit, misalnya malaria.

Infeksi kronis

  1. Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.
  2. Tuberkulosis paru aktif.
  3. Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll.
  4. Penyakit kronis, misalnya :hipertensin, ephritis, diabetes, anemia berat, penyakit jantung, toxemia gravidarum
  5. Gangguan fisiologis, misalnya Syok, ketakutan, dll.
  6. Trauma fisik.

Penyebab aborsi yang bersifat lokal:

  • Fibroid, inkompetensia serviks.
  • Radang pelvis kronis, endometrtis.
  • Retroversi kronis.
  • Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil, sehingga menyebabkan hiperemia dan abortus.

Penyebab dari segi Janin

  • Kematian janin akibat kelainan bawaan.
  • Mola hidatidosa.
  • Penyakit plasenta dan desidua, misalnya inflamasi dan degenerasi.

Alasan untuk melakukan tindakan Aborsi

Abortus provokatus kriminalis sering terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya:

  • Alasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil.
  • Alasan psikososial, di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau untuk punya anak lagi.
  • Kehamilan di luar nikah.
  • Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah beban ekonomi keluarga.
  • Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan, janin cacat.
  • Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga).
  • Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan.

Akibat Abortus Provokatus Kriminalis

Komplikasi aborsi medis yang dapat timbul pada ibu :

  • Perforasi
  • Luka pada serviks uteri
  • Pelekatan pada kavum uteri
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Lain-lain

Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejala-gejala konvulsi, penghentian kerja jantung, penghentian pernapasan, atau hipofibrinogenemia. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan pada pemberian prostaglandin antara lain panas, rasa enek, muntah, dan diare.

Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu bisa menyebabkan kematian pada keduanya.

Cara – cara Abortus Provokatus Kriminalis Kekerasan Mekanik :

1. Umum

  1. Latihan olahraga berlebihan
  2. Naik kuda berlebihan
  3. Mendaki gunung, berenang, naik turun tangga
  4. Tekanan / trauma pada abdomen

2. Lokal

  1. Memasukkan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina : pensil, paku, jeruji sepeda
  2. Alat merenda, kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk melepas kantung amnion
  3. Alat untuk memasang IUD
  4. Alat yang dapat dilalui arus listrik
  5. Aspirasi jarum suntik

Metode hisapan sering digunakan pada aborsi yang merupakan cara yang ilegal secara medis walaupun dilakukan oleh tenaga medis. Tabung suntik yang besar dilekatkan pada ujung kateter yang dapat dilakukan penghisapan yang berakibat ruptur dari chorionic sac dan mengakibatkan abortus. Cara ini aman asalkan metode aseptik dijalankan, jika penghisapan tidak lengkap dan masih ada sisa dari hasil konsepsi maka dapat mengakibatkan infeksi.

Tujuan dari merobek kantong kehamilan adalah jika kantong kehamilan sudah rusak maka secara otomatis janin akan dikeluarkan oleh kontraksi uterus. Ini juga dapat mengakibatkan dilatasi saluran serviks, yang dapat mengakhiri kehamilan. Semua alat dapat digunakan dari pembuka operasi sampai jari-jari dari ban sepeda. Paramedis yang melakukan abortus suka menggunakan kateter yang kaku. Jika digunakan oleh dokter maupun suster, yang melakukan mempunyai pengetahuan anatomi dan menggunakan alat yang steril maka resikonya semakin kecil. Akan tetapi orang awam tidak mengetahui hubungan antara uterus dan vagina. Alat sering digunakan dengan cara didorong ke belakang yang orang awam percayai bahwa keadaan serviks di depan vagina.

Permukaan dari vagina dapat menjadi rusak dan alat mungkin masuk ke usus bahkan hepar. Penetrasi dari bawah atau tengah vagina dapat juga terjadi perforasi. Jika serviks dimasuki oleh alat, maka serviks dapat ruptur dan alat mungkin masuk lewat samping. Permukaan luar dapat cedera dengan pengulangan, usaha yang ceroboh yang berusaha mengeluarkan benda yang terlalu tebal ke saluran yang tidak membuka. Jika sukses melewati saluran dari uterus, mungkin langsung didorong ke fundus, yang akan merusak peritoneal cavity. Bahaya dari penggunaan alat adalah pendarahan dan infeksi. Perforasi dari dinding vagina atau uterus dapat menyebabkan pendarahan, yang mungkin diakibatkan dari luar atau dalam.

Sepsis dapat terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril atau kuman berasal dari vagina dan kulit. Bahaya yang lebih ringan(termasuk penggunaan jarum suntik) adalah cervical shock. Ini dapat membuat dilatasi serviks, dalam keadaaan pasien yang tidak dibius, alat mungkin menyebabkan vagal refleks, yang melalui sistem saraf parasimpatis, yang dapat mengakibatkan cardiac arrest. Ini merupakan mekanisme yang berpotensi menimbulkan ketakutan yang dapat terjadi pada orang yang melakukan Abortus kriminalis.

Obat keras bahan kimia / obat-obatan atau bahan-bahan yang bekerja pada uterus
Berbagai macam zat yang digunakan baik secara lokal maupun melalui mulut telah banyak digunakan untuk menggugurkan kandungan. Beberapa zat mempunyai efek yang baik sedangkan beberapa lainnya berbahaya. Zat yang digunakan secara lokal contohnya fenol dan lysol, merkuri klorida, potassium permagnat, arsenik, formaldehid, dan asam oxalat. Semua mempunyai bahaya sendiri, baik dari korosi lokal maupun efek sistemik jika diserap. Pseudomembran yang nekrotik mungkin berasal dari vagina dan kerusakan serviks mungkin terjadi.

Potasium permangat adalah zat yang muncul selama perang yang terakhir dan berlangsung beberapa tahun, 650 kasus dilaporkan hingga tahun 1959, yang parah hanya beberapa. Ini dapat menyebabkan nekrosis pada vagina jika diserap yang dapat mempunyai efek sistemik yang fatal termasuk kerusakan ginjal. Permanganat dapat menyebabkan pendarahan vagina dari nekrosis, yang mana dapat membahayakan janin.

Cara menggugurkan kandungan dengan indikasi medis

Jenis obat-obatan yang dipakai untuk menginduksi abortus antara lain :

a. Emmenagogum : obat untuk melancarkan haid. Cara kerja : Indirect Congesti + engorgement mucosa → Bleeding → Kontraksi Uterus → Foetus dikeluarkan.
Direct : Bekerja langsung pada uterus/saraf motorik uterus.
Misal : Aloe, Cantharides (racun irritant), Caulopylin, Borax, Apiol, Potassium permanganate, Santonin, Senega, Mangan dioksida, dll.

b. Purgativa/Emetica : obat-obatan yang menimbulkan kontraksi GI tract
Misal :Colocynth, Aloe
Castor oil : Magnesim sulfate, Sodium sulfate.

c. Ecbolica : menimbulkan kontraksi uterus secara langsung.
Misal : Apiol, Ergot, Ergometrine, Extract secale, Extract pituatary, Pituitrine, Exytocin.
Cara kerja ergot : Merangsang alpha 1 receptor pada uterus mengakibatkan kontraksi uterus yang kuat dan lama.

d. Garam dari logam : biasanya sebelum mengganggu kehamilannya sudah membahayakan keselamatan ibu. Dengan tujuan menimbulkan tonik kontraksi pada uterus. Misal : Arsenicum, HgCl, Potassium bichromate, Ferro sulfate, ferri chloride.

HUKUM DAN ABORSI

Aspek Hukum dan Medikolegal Abortus Povocatus Criminalis Abortus telah dilakukan oleh manusia selama berabad-abad, tetapi selama itu belum ada undang-undang yang mengatur mengenai tindakan abortus. Peraturan mengenai hal ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 4 M di mana telah ada larangan untuk melakukan abortus. Sejak itu maka undang-undang mengenai abortus terus mengalami perbaikan, apalagi dalam tahun-tahun terakhir ini di mana mulai timbul suatu revolusi dalam sikap masyarakat dan pemerintah di berbagai negara di dunia terhadap tindakan abortus. Hukum abortus di berbagai negara dapat digolongkan dalam beberapa kategori sebagai berikut:

  • Hukum yang tanpa pengecualian melarang abortus, seperti di Belanda.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus demi keselamatan kehidupan penderita (ibu), seperti di Perancis dan Pakistan.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi medik, seperti di Kanada, Muangthai dan Swiss.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosio-medik, seperti di Eslandia, Swedia, Inggris, Scandinavia, dan India.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial, seperti di Jepang, Polandia, dan Yugoslavia.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas permintaan tanpa memperhatikan indikasi-indikasi lainnya (Abortion on requst atau Abortion on demand), seperti di Bulgaris, Hongaria, USSR, Singapura.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi eugenistis (aborsi boleh dilakukan bila fetus yang akan lahir menderita cacat yang serius) misalnya di India.
  • Hukum yang memperbolehkan aborsi atas indikasi humanitarian (misalnya bila hamil akibat perkosaan) seperti di Jepang.

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atatu pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”
Yang menerima hukuman adalah :

  1. Ibu yang melakukan aborsi
  2. Dokter, bidan atau dukun yang melakukan aborsi
  3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Beberapa pasal yang terkait aborsi adalah :

Pasal 229

  1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatab itu, hamilnya dapat digugurkan , diancam dengan pidana penjara paling banyak 4 tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah
  2. Jika yang bersalah membuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan, atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga
  3. Jika yang bersalah melakukan hal tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341
Seorang ibu karena takut, akanketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana paling lama 7 tahun

Pasal 342
Seorang ibu, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa melahirkan anak. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan penjara, dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun

Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346
Seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh ornag lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347

  1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 348

  1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama tutjuh tahun.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan, atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan ataupun membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan spertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan

Referensi+


 Bagikan

Pasang CSE di bawah postingan WordPress

Sebelumnya Jevuska telah bahas mengenani bagaimana cara pasang CSE di single post blogspot, sekarang kita coba di blog WordPress. Teknik yang saya terapkan di sini adalah Autofill Custom Search API dengan mengambil kata kunci berdasarkan title postingan. Sebenarnya penerapan kode dalam teknik ini nggak jauh beda sama teknik auto generate content di single post WP.

Berikut langkah-langkah cara pasang Autofill CSE di bawah postingan WordPress:
1. Silahkan daftar atau sign in langsung di Google CSE.
2. Isi semua form yang ada dan pastikan kamu mengisi url site yang kamu inginkan saja.
3. Kamu akan mendapatkan costum ID untuk CSE mu, contoh kodenya seperti ini: 654672547625472542:qwqwqee dan save pekerjaan kamu.
4. Buka single.php wp theme kamu.
5. copy-paste kode berikut dan tempatkan setelah kode <?php endif; ?>

<?php
function ambiljudul($title){
   $title = get_the_title(); //wp codex judul postingan
   $title = trim($title);
    return ($title);
}
?>
 <script src="http://www.google.com/jsapi"></script>
    <script type="text/javascript">
      google.load('search', '1');
      function OnLoad() {
      // Create a custom search control that uses a CSE restricted to code.google.com
      var customSearchControl = new google.search.CustomSearchControl('Pasang ID CSE di sini');
      // Draw the control in content div
      customSearchControl.draw('searchresult');
      // run a query
      customSearchControl.execute('< ?php echo ambiljudul($title) ?>');
    }
    google.setOnLoadCallback(OnLoad);
    </script>
<div id="searchresult">Loading...</div>

6. Pada kode di atas, ganti kata “Pasang ID CSE di sini” dengan id CSE kamu.
7. Save pekerjaan kamu, dan lihat hasilnya.

Membuat auto generated content di halaman pencarian WP

Teknik ini bisa juga diterapkan di halaman kategori atau tag blog WP kamu.
Untuk halaman kategori, ganti kode get_the_title() pada line 1 kode di atas menjadi single_cat_title().
Untuk halaman tag, ganti kode get_the_title() menjadi single_tag_title(). Untuk autofill dengan mengambil keyword selain dari title, silahkan berkeksperimen sendiri hanya dengan mengganti kode get_the_title() tersebut dengan wp codex yang kamu inginkan. Selamat mencoba sob! :)

Disable link di kolom komentar WP

Pemasangan url di kolom komentar WordPress akan secara otomatis terkonversi menjadi HTML yang akhirnya menjadi link/tautan. Walaupun ini masalah sederhana kemungkinan akan menjadi masalah besar jika akhirnya form comment kamu dijadikan sasaran ‘nyepam’ para penyebar link lewat kolom komentar. Bagaimana cara men-disable atau menonaktifkan konversi otomatis link di kolom komentar WP?

Caranya cukup sederhana, selipkan saja kode berikut di function.php theme wp kamu setelah kode <?php paling atas:

remove_filter('comment_text', 'make_clickable', 9);

Kode tersebut akan menghentikan proses konversi url ke HTML. Selamat mencoba sob! :)

Please Note
Postingan ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Anton di postingan Autoblog unik.

Update 13-11-2010
Disable html tags in comment

add_filter('comment_text', 'wp_filter_nohtml_kses');
add_filter('comment_text_rss', 'wp_filter_nohtml_kses');
add_filter('comment_excerpt', 'wp_filter_nohtml_kses');

Epistaksis (Perdarahan Hidung)

Epistaksis atau perdarahan hidung-mimisan adalah kondisi yang sangat umum terjadi. di Amerika Serikat insiden yang diperkirakan 10 per 10.000 orang per tahun. Epistaksis biasanya merupakan akibat dari trauma intranasal yang terlokalisir. Namun, mungkin bisa menjadi tanda awal penyakit sistemik yang lebih serius.

ANATOMI DAN FISIOLOGI
Suplai darah pada kavitas sinonasal berasal dari kedua sistem arteri karotid interna dan eksterna.
Bagaian bawah rongga hidung mendapat perdarahan dari cabang a.maksillaris interna, diantaranya adalah ujung a. palatina mayor dan a.sfenopalatina.

Bagian depan hidung mendapat pendarahan dari cabang-cabang a. fasialis.
Pada bagian depan septum terdapat anastomosis dari cabang-cabang a. sfenopalatina, a. ethmoid anterior, a. labial superior dan a. apalatina mayor yang disebut pleksus kiesselbach (little area).

INDIKASI
Pasien dengan epistaksis harus dievaluasi secara bijaksana. Semua pasien epistaksis memerlukan pemeriksaan secara menyeluruh demikian pula dengan kontrol perdarahannya.

KONTRAINDIKASI
Tidak ada kontraindikasi pada penanganan epistaksis. Perlu penatalaksanaan tanda vital yang tidak stabil, pernapasan yang tidak stabil, cedera pada tungkai yang membutuhkan perawatan, atau komplikasi lain yang berhubungan dengan hilangnya darah

PERALATAN

  • Nose clip
  • Headlight or overhead light source
  • Yankauer suction caheter
  • Frazier suction caheter, #5 and #7
  • Nasal speculum, short and medium lenghts
  • Bayonet forceps
  • Kidney basin
  • Weeder metal tongue blade or wooden tongue depressors
  • Gown, gloves and face shield
  • Cotton balls
  • Topical anesthetics and vasoconstrictors
  • Silver nitrate applicator stick
  • Petroleum (Vaseline)-impregnated gauze ribbon 0,5 inchies wide
  • Synthetic nasal sponges/tampons, various lenghts
  • Nasal ballons (anterior, posterior, anterior and posterior)
  • 14 French Foley catheter with a 30 mL ballon
  • Gelfoam
  • 4×4 gauze squares
  • Surgicel
  • ENTaxis nasal packing
  • 3 inch long dental rolls or tonsil packs, or 3×36 inch Vaseline gauze
  • Umbilical tape or 0 silk suture
  • Red rubber catheters
  • Lubricant

PERSIAPAN PASIEN
Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan, risiko-risikonya, dan keuntungannya terhadap pasien dan atau pendapat-pendapat mereka tentang prosedur tersebut. Buat informed consent untuk melakukan prosedur itu. Serta pastikan pasien telah memahami semua instruksi post prosedur dan follow up yang diperlukan .

ANESTESI DAN VASOKONTRIKSI

Anestesi
Lidocaine (4%)Cocaine (4%)Pontocaine (2%)
Vasokonstriksi
Phenulephrine (0,5-1,9%)Cocaine (4%)Oxymetazoline (0,05%)Epinephrine (1:1000)Xylometazoline Ephedrine (3%)
Kombinasi Anestesi dan Vasokonstriksi
CocaineLidocaine and phenylephrine (50:50).Lidocaine and oxymetazoline (50:50). Epinephrine (0,25 mL of 1:1000) and lidocaine (20 mL)

Teknik untuk penanganan epistaksis. Terdiri dari

  • penggunaan pack absorbabel
  • kauterisasi elektik
  • kateter folley
  • rull gauze
  • kateter balon intranasal
  • petrolatum(vaselin)
  • gauze yang diisi dengan ribbon
  • tampon/sponge nasal
  • serta silver nitrat.

Teknik dan bahan yang dipilih tergantung dari lokasi perdarahan (anterior dan posterior) serta keinginan dokter.

TEKNIK PENAGANAN EPISTAKSIS ANTERIOR

PACK ABSORBABEL
Gelfoam adalah sponge gelatin absorbabel yang mudah didapat tidak mahal, tersedia dalam bentuk jaring-jaring untuk pembentukan bekuan darah.
Surgicel mengandung selluloid yang teroksidasi dan teregenerasi. Surgicel lebih meningkatkan koagulasi dari pada Gelfoam. Akan tetapi, surgical menyebabkan pemyembuhan menjadi terhambat; sehingga digunakan untuk perdarahan yang persisten atau jika Gelfoam tidak tersedia.

Thrombin topical terbuat dari bovine thrombin. Tempatkan sepotong Gelfoam jenuh dengan thrombin didaerah yang mengalami perdarahan. Thrombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin dan membantu proses koagulasi yang cepat untuk membentuk bekuan darah.
Kolagen cocok untuk berbagai bentuk multiple dari sumber perdarahan yang bervariasi. Bahan ini meningkatkan agregasi platelet dan pembentukan jaring-jaring untuk formasi dari bekuan darah.

KAUTERISASI KIMIA
Kauterisasi kimia ini adalah dengan mengaplikasikan Silver Nitrat.
Oleskan silver nitrat selama 3-10 detik, jangan oleskan aplikator pada suatu daerah lebih dari 10 detik. Hal ini dapat menyebabkan nekrose pada mukosa dan kerusakan pada lapisan septum kartilaginous. Jangan mengoleskan silver nitrat secara luas atau pada daerah yang sama di kedua sisi dari septum, hal ini dapat menyebabkan perforasi dari septal. Oleskan salep antibiotic topical pada daerah tersebut. Tempatkan sepotong Gelfoam atau Surgicel diatas permukaan tersebut untuk membantu menstabilakan bekuan darah.

KATERISASI ELEKTRIK
Elektrokauter secara efektif dapat mengontrol pendarahan jika diketahui sumber pendarahannya. Teknik ini sebagai alternative untuk otolaryngologis yang berpengalaman. Teknik ini dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada kartilago, di tangan orang yang tidak berpengalaman.

PACKING RIBBON GAUZE

Teknik tradisional, berupa packing nasal anterior menggunaan 0,5 inchi petrolatum wide (Vaseline) yang diisi dengan gauze ribbon. Teknik ini sangat efektif namum tidak sering digunakan karena kurang praktis, butuh banyak waktu, dan adanya metode lain yang lebih mudah (seperti : kauter silver nitrat, sponge/tampon).

EXPANDABLE SPONGE/TAMPON NASAL
Salah satu teknik yang mudah, cepat, sangat efektif untuk mengontrol epistaksis anterior. Pack ini digunakan terutama ketika terjadi perdarahan yang difus, perdarahan yang tidak bisa ditentukan sumbernya atau perdarahan yang hebat. ada beberapa ukuran (4,5,6,8 dan 10 cm), bentuk dan modelnya. Ciri-cirinya sangat kaku, ringan dan mengembang dengan absorpsi salin atau darah.

INFLATABLE NASAL BALLON CAHTETERS


“plastic inflatable ballon catheters’ mempunyai penanganan yang sederhana terhadap epistaksis. Ballon nasal mudah digunakan dan cepat ditempatkan. Cocok dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Dapat berupa ballon anterior, ballon posterior atau balon rangkap.

PACK NASALIS ENTAKSIS
Pack/tampon nasalis anterior yang relatif baru adalah ENTaksis. Ini merupakan polimer alami yang berasal dari ganggang laut dan mengandung kalsium alginate. Pack ini menghasilkan hemostasis, memiliki sifat menyembuhkan, serta dapat diinsersi dan dikeluarkan tanpa menyebabkan trauma. Hidrasi dengan normal saline mengaktivasi kalsium alginate dan membuat pack ini lunak, pack mengembang 300% dan menyesuaikan dengan bentuk cavitas nasalis anterior. Pack ini mengaktivasi agregasi platelet untuk menghasilkan hemostasis, menjaga hemostasis tetap lembab, dan mengeluarkan gel ke permukaan halus yang memungkinkan pengeluaran pack dengan mudah.

TEKNIK PENANGANAN EPISTAKSIS POSTERIOR

PACK TRADISIONAL (GAUZE ROLL)

Teknik tradisional dari tampon hidung posterior melibatkan penggunaan helled gauze, dental roll, atau tonsil pack yang ditempatkan melalui orofaring. Teknik ini sulit, memerlukan banyak waktu, kotor, memerlukan banyak persediaan dan tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien, terdapat teknik yang lebih mudah dan cepat, untuk alasan ini kadang tidak dilakukan.

TEHNIK FOLEY KATETER

Kateter foley dapat digunakan untuk menekan dinding posterior, penggunaan foley kateter sangat mudah, cepat dan gampang. Pilih kateter foley pompa balon dengan udara, pastikan keutuhan balon.
Pompa balon dengan 7 sampai 10 ml udara. Jangan pergunakan saline atau cairan lain sebagai pengganti udara sebab dapat terjadi aspirasi jika balon tersebut rupture.

TAMPON NASAL/SPONGES EXPANDABLE

Banyak ahli lebih memilih menggunakan spons/tampon ukuran 8 atau10 cm dari pada tehnik pack posterior yang lain. Sebab tehnik ini mudah cepat sederhana dan murah. Tehnik untuk memasukkan dan mengeluarkan tentu saja sama dengan tehnik anterior yang digambarkan sebelumnya.
BALON KATETER NASAL INFLATABLE
Balon kateter rangkap dapat digunakan dimana pack posterior tidak cocok. Kateter ini mempunyai berbagai tipe dan ukuran. Harganya cukup mahal tetapi mudah dan cepat digunakan. Balon distal yang kecil tersangkut pada lengkung choana dan sama pada pack posterior balon proximal yang lebih besar menutupi seluruh rongga hidung dan sama dengan pack anterior. Balon distal dengan ukuran tekanan 10 ml dan balon anterior sebesar 30 ml . ini adalah volume maksimum yang direkomendasikan oleh pabrik yang tertera pada pembungkus dan tempat masuk udara pada balon.

BLOK ARTERI SPHENOPALATINA
Tehnik ini digunakan dimana tidak adanya ahli, pendarahan yang tidak berhenti dan metode yang lain untuk mengontrol pendarahan gagal. Local anastesi diinjeksikan pada kanalis ptyregopalatina untuk memblok arteri sphenopalatina. Local anestesi ini dapat menyebabkan nekrosis yang berbatasan dengan saraf. Injeksikan 0,25 ml larutan anestesi yang mengandung epinefrin kedalam mukosa foramen palatina.

INTERVENSI BEDAH
Konsulkan pada ahli ketika epistaksis sulit dikontrol dengan beberapa metode, maka intervensi bedah adalah suatu indikasi. Terapi bedah yang termasuk adalah septoplasty, kateterisasi endoskopi, ligasi arteri, (arteri maksillaris interna, arteri sphenopaltina, arteri ethmoid anterior dan posterior dan arteri carotis eksterna), atau dengan embolisasi.

SETELAH PERAWATAN
Prosedur setelah perawatan pada pasien dengan epistaksis anterior adalah sangat penting yaitu untuk ;
mengontrol perdarahan.

Semua pasien dengan nasal pack hendak ditherapi dengan antibiotic oral prophylactis yang adekuat untuk membunuh kuman staphylococcus aerus, streptococcus pneumonia, haemophilus influenza, dan morasella katarhalis.

Follow up yang rutin dengan ahli otolaryngotologi selama 24 - 48 jam, keluarkan packingnya dalam 48-72 jam jika pasien mengalami perdarahan yang minimal dan hemodinamit yang stabil.

Pasien harus menghindari korekan hidung dan tiupan ke hidung.

Memberitahukan pasien bahwa pack anterior tidak nyaman dan dapat diberikan obat acetaminophen dan beberapa analgesia.

Hindari penggunaan obat yang mengandung aspirin dan obat anti inflamasi non steroid sebab golongan ini tidak dapat menghentikan perdarahan.

KOMPLIKASI
Epistaksis yang disertai dengan komplikasi adalah beragam, luas dan diperkirakan 2 dari 69 % kasus. Epistaksis dapat berkomplikasi perdarahan,hypoksemia, hypovolumea, kolapsnya pembuluh darah dan tersumbatnya jalan nafas. Hasil komplikasi dari pengobatan epistaksis termasuk perforasi dari septum nasi, sinusitis, otitis media, syndrome syok toksik, aspirasi mekrosis dan hypoksia intrapulmonar biasanya menstimulasi refleks nasopulmonar.

KESIMPULAN
Kunci sukses penanganan tergantung dari kecepatan dan ketepatan dalam mengevaluasi pasien, diagnosis yang tepat dan mengontrol perdarahan. Sembilan puluh persen kasus epistaksis yang berasal atau bersumber dari anterior dan dapat dikontrol dengan kauter kimia atau nasal packing. Kedua tampon anterior dan posterior dapat digunakan pada Perdarahan posterior. Semua pasien dengan nasal packing hendaknya diberikan antibiotic profilaksis untuk mencegah sinusitis dan syndrome syok. Untuk mengeluarkan nasal packing hendaknya di Follow up dalam 24-72 jam pertama oleh ahli otolaryngologis atau departemen emergency.

Referensi
Reichmen.E.F, Simon.R.R, Management Epistaksis, chapter 148, in book Emergency Medicine Procedure, hal 1307-1319

Cara Menggugurkan Kandungan - Aborsi Medis

Untuk ibu yang ingin mengakhiri kehamilan untuk satu atau alasan lain, ada banyak keputusan baginya untuk menghadapi kehidupan pada beberapa bulan mendatang. Beberapa pertanyaan seperti bagaimana cara menggugurkan kandungan dibawah umur 3 bulan, 2 bulan atau 1 bulan dibahas secara umum dalam artikel ini. Ada beberapa cara menggugurkan kandungan atau yang dikenal dengan aborsi. Untuk melakukan aborsi, agar membahasnya dengan dokter yang akan membantu Anda nantinya. Yang paling penting untuk diketahui ketika mempertimbangkan melakukan penguguran adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. Tidak semua prosedur dapat dilakukan pada setiap tahap kehamilan.

Selama trimester pertama, atau 12 minggu pertama kehamilan (sekitar 3 bulan), ada banyak pilihan yang tersedia untuk menggugurkan kandungan; Manual Vacuum Aspiration (MVA), Dilation and Curettage (D&C), dan Electric Vacuum Aspiration (EVA) adalah pilihan yang memungkinkan untuk dibahas dengan dokter Anda. Ada juga cara kimia yang tersedia di mana semacam koktail dicampur obat yang nantinya dapat merangsang keguguran.

Abortus Inkomplit

Waktu kehamilan trimester kedua sangatlah penting untuk mempertimbangkan melakukan penghentian kehamilan; D & C (Dilatasi dan Kuret) dapat dilakukan selama beberapa minggu pertama trimester, dan bisa juga dilakukan Dilation and Evacuation (D&E). Metode penguguran kehamilan untuk late-term abortions (aborsi yang terlambat) seperti histerektomi, Early Induced Labor (induksi), Intact Dilation and Extraction (IDX).

Dokter akan menghindari teknik D & C dalam situasi berikut, kecuali jika benar-benar diperlukan:

  • Infeksi panggul: Jika Anda memiliki infeksi saluran reproduksi, ada kemungkinan instrumen bedah yang akan masuk ke vagina dan leher rahim dapat membawa bakteri dari vagina atau leher rahim ke dalam rahim Anda. Ada juga peningkatan risiko cedera pada jaringan yang terinfeksi. Untuk alasan ini, dokter Anda dapat memilih untuk menunggu sampai setelah infeksi diterapi dengan antibiotik sebelum melakukan D & C.
  • Gangguan pembekuan darah: Tegantung pada kemampuan alami tubuh untuk menghentikan pendarahan setelah kuret. Wanita dengan kelainan darah tertentu biasanya tidak diberikan operasi ini.
  • Masalah medis serius: jantung dan penyakit paru-paru.

Saat ini, 16 negara telah melarang untuk dilakukannya late-term abortions. Seringkali aborsi dilakukan pada tahap berikutnya dalam kehamilan karena adanya alasan kesehatan ibu berada pada risiko, namun dapat menjadi kasus lagi jika seorang ibu tidak mampu melakukan aborsi pada awal kehamilan. D&E merupakan cara yang paling sering digunakan untuk late-term abortions.

Alasan terbesar adanya kontroversi sekitar debat aborsi adalah fetal pain. Beberapa berpendapat bahwa janin dapat merasakan sakit selama trimester pertama, sementara yang lain mengatakan nyeri tidak dapat dirasakan sampai reseptor saraf telah berkembang sepenuhnya pada trimester kedua dan ketiga. Apapun situasi dan kondisinya, penting untuk mengetahui semua fakta ketika membuat keputusan aborsi, karena keputusan yang sudah dibuat akan berlangsung seumur hidup dan tidak akan pernah terlupakan.

Referensi:
Pregnancy - Abortion And The Ways To Abort! - ezinearticles.com
Dilation and Curettage (D&C) - emedicinehealth.com

Apa penyebab gejala sakit pinggang sebelah kanan?

Nyeri pinggang kanan dapat terjadi di dua tempat pada tubuh. Hal ini dapat terjadi di sisi kanan pinggul dekat paha atas atau dapat terjadi di daerah selangkangan dimana terletak hip joint. Sakit pinggang bisa dirasakan pada sendi itu sendiri atau dalam jaringan di sekitar sendi panggul yang membuat nyeri pinggul sulit untuk didiagnosa.

Berikut beberapa penyakit yang berkaitan dengan gejala sakit pinggang sebelah kanan:

Arthritis (Radang Sendi)
Salah satu bentuk arthritis yang dapat mempengaruhi paha kanan adalah osteoarthritis. Jenis arthritis dapat mempengaruhi orang yang telah mengalami patah paha kanan atau kanan area panggul.

Avascular Nekrosis Pinggang
Menurut Mayo Clinic, ketika aliran darah ke pinggul kanan terputus, suatu kondisi yang disebut Avascular Nekrosis dapat terjadi. Jaringan tulang mati sebagai akibat dari aliran darah berhenti. Avascular Nekrosis biasanya mempengaruhi femur tetapi dapat terjadi di daerah lain pinggul. Pasien dengan kondisi ini mungkin mengalami rasa sakit menjalar ke kaki.

Bursitis
Bursitis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika ‘bursa’ atau kantung berisi cairan di sekitar jaringan dan sendi menjadi meradang. Daerah pinggang adalah tempat umum untuk radang kandung lendir terjadi. Pasien mungkin mengalami nyeri, kekakuan atau kemerahan di sekitar daerah sendi.

Lupus
Pasien dengan nyeri sendi mungkin memiliki kondisi yang disebut Lupus. Lupus adalah penyakit autoimun yang menyerang jaringan seseorang dan menyebabkan peradangan. Seiring dengan nyeri sendi, pasien mungkin mengalami kelelahan, demam, mulut luka dan lesi kulit.

Hip Fraktur
Hip fraktur yang umum pada pasien di atas 65 tahun. Fraktur Hip juga lebih sering terjadi pada wanita karena kepadatan tulang hilang dengan bertambahnya usia mereka. Pasien biasanya mengalami sakit parah dan tidak mampu menahan beban pada pinggul dan kaki yang terkena.

Hip Labral Tear
Hip labral tear dapat mempengaruhi atlet yang mengalami cedera akibat olahraga. Penyakit ini terjadi pada jaringan dekat sendi pinggul Anda. Selain nyeri, pasien dengan Hip Labral Tear mungkin merasa terhambat pergerakannya di dalam atau di dekat sendi.

Referensi
Mayo Clinic: Hip Pain Causes
The University Hospital: Hip Pain
Mayo Clinic: Avascular Necrosis