5 latihan perut untuk menurunkan berat badan

Siapa yang tidak ingin perut datar? Orang-orang yang putus asa untuk menurunkan berat badan akan rela kelaparan sendiri, mengambil suplemen mahal atau melakukan model diet yang menjanjikan untuk penurunan berat badan dalam 30 hari. Untungnya, lemak perut secara metabolik aktif dan lebih mudah untuk hilang.

Menurut Christine Rosenbloom, Profesor gizi di Georgia State University, diet makanan untuk mengendalikan kalori dan 60 menit latihan moderat setiap hari akan membantu penurunan berat badan yang diinginkan. Bahkan, menurut Profesor Michael Jensen dari Mayo Clinic, latihan aerobik secara teratur akan menghasilkan tubuh yang ramping sekitar perut.

Penting untuk diingat bahwa menjaga metabolisme tubuh dan berjalan dapat membantu tubuh terus membakar kalori sehingga mencegah terjadinya timbunan lemak.

Para peneliti di laboratorium biomekanik di San Diego State University melihat beberapa latihan perut yang populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan yang memerlukan stabilisasi perut yang konstan dan rotasi tubuh mengakibatkan aktivitas otot terjadi kebanyakan di perut.

Di bawah ini adalah lima teratas latihan perut yang diperingkatkan berdasarkan studi:

  1. Bicycle Crunch
    Latihan ini terbaik untuk menargetkan otot six pack dan obliques. Untuk melakukan latihan ini, masuk ke posisi berbaring dengan tangan di bagian belakang kepala Anda. Bawa lutut ke dada sambil mengangkat bahu dari lantai. Perlahan-lahan membawa siku Anda tepat terhadap lutut kiri karena Anda meluruskan kaki kanan. Beralih dan terus bergerak mengayuh. Lakukan 1-3 set dengan 12 sampai 16 pengulangan.
  2. The Captain’s Chair Leg Raise
    Latihan ini memerlukan alat yang memungkinkan kaki dapat menggantung bebas. Alat ini umumnya ditemukan di pusat kebugaran atau tempat fitnes. Untuk melakukan latihan ini, berdiri dengan tangan memegang pad. Angkat lutut dan perut kontraksi kemudian turunkan kembali ke bawah. Lakukan 1-3 set dengan 12 sampai 16 pengulangan.
  3. Exercise Ball Crunch
    Latihan ini memerlukan bola. Untuk melakukan latihan ini, letakkan bola di lantai dan punggung sepenuhnya bertumpu pada bola. Tempatkan tangan di belakang kepala. Untuk mengangkat tubuh dari bola, kontraksikan perut untuk menarik bawah tulang rusuk ke arah pinggul. Jaga bola tetap stabil dengan punggung Anda diangkat, kemudian turunkan kembali untuk peregangan perut. Lakukan 1-3 set dengan 12 sampai 16 pengulangan.
  4. Vertical Leg Crunch
    Latihan ini serupa dengan melakukan crunch kaki dimana dalam latihan ini kaki lurus ke atas, hal ini akan memaksa perut untuk berkontraksi. Untuk melakukan ini, berbaring di lantai dengan kaki lurus ke atas, kemudian tangan mencoba menjangkau kaki bersamaan dengan tubuh di angkat. Kontraksikan perut saat mengangkat bahu dari lantai dan menjaga kaki di posisi stabil ke atas. Lakukan 1-3 set dengan 12 sampai 16 pengulangan.
  5. Long Arm Crunch
    Latihan ini merupakan peregangan perut dimana tangan lurus ke belakang Anda saling menggenggam. Lakukan dengan berbaring sambil kaki ditekuk. Perlahan-lahan angkat bahu menjauh dari lantai dan kontraksikan perut, jagalah agar lengan tetap lurus. Kemudian turunkan bahu untuk peregangan perut. Lakukan 1-3 set dengan 12 sampai 16 pengulangan.

Strategi terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengamati diet sehat digabungkan dengan latihan-latihan perut setidaknya satu jam sehari. Selama Anda sedang bersenang-senang, Anda dapat menurunkan berat badan tanpa menyadarinya. Penting untuk mencari latihan yang Anda nikmati. Jika latihan yang disarankan di atas tidak sesuai dengan selera Anda, kegiatan seperti mendaki, berenang atau bersepeda merupakan latihan yang efektif membakar lemak dan pengencangan otot Anda.

3 jenis makanan ringan untuk kesehatan Anda

Selama musim dingin, Anda mungkin merasa lebih sering ngemil daripada biasanya. Ingat bahwa ngemil sebenarnya baik untuk Anda, asalkan Anda memilih jenis makanan ringan yang benar dan mengisi kesenjangan antara waktu makan. Pilihlah makanan ringan yang tinggi akan serat. Serat ini tidak hanya penting dan bermanfaat untuk diet atau pencernaan, tetapi juga membuat Anda merasa kenyang dan mambantu meningkatkan energi untuk aktivitas Anda sepanjang hari.

Mayo Clinic merekomendasikan bahwa wanita di bawah usia 50 mengkonsumsi sekitar 25 gram serat per hari, sementara perempuan 51 atau lebih tua harus mengkonsumsi 21 gram setiap hari. Berikut adalah beberapa makanan ringan yang akan membuat Anda merasa kenyang dan berenergi:

Buah segar
Meskipun buah tinggi akan kadar gula, gula alami selalu lebih baik untuk Anda daripada gula halus buatan. Buah-buahan juga penuh akan serat. Beberapa buah-buahan terbaik untuk makanan ringan yaitu raspberry, yang berisi sekitar 8 gram serat dalam setiap cangkir. Buah-buahan kering juga dapat memberikan energi bagi tubuh dengan kismis dan Ara menempati daftar di bagian atas.

Kacang
Kacang sangat penuh akan protein dan serat. Almond menempati urutan teratas dengan 4 gram serat dalam satu ons. Kenari di tempat kedua, dengan lebih dari 3 gram per ons.

Sereal
Tidak semua sereal akan membantu Anda mendapatkan serat; memilih sereal dengan dasar dedak (bran based) untuk mendapatkan hasil terbaik bagi Anda. Sereal mengandung 5 gram serat per cangkir. Ada beberapa merek sereal yang di pasarkan khusus untuk membantu Anda mendapatkan dosis serat harian bagi Anda. Jika Anda lebih suka sereal yang hangat, oatmeal adalah alternatif lain.

Cara upload file JavaScript di Google Code

Google Code dapat dijadikan tempat upload file-file JavaScript untuk kepentingan modifikasi template blog di Blogger/Blogspot. Mungkin Anda sering mengalami kendala ketika mengupload file JavaScript (.js) di Google Code. Ketika melakukan proses upload akan sering muncul halaman Google error 404. Untuk mengatasi masalah tersebut Anda bisa menggunakan aplikasi dari pihak ketiga untuk meng-hosting file Anda di Google Code. Salah satu metode yang sering digunakan untuk upload file JavaScript di Google Code adalah melalui program TortoiseSVN. Silahkan download filenya di situsnya langsung ~ tortoisesvn.net.

Cara menggunakan TortoiseSVN untuk upload file JavaScript di Google Code sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Install program TortoiseSVN yang sudah didownload dalam PC Anda.
  2. Setelah proses install selesai. Pada Windows Explorer, klik kanan file yang ingin di-upload, lalu pilih TortoiseSVN > Settings > Edit

  3. Akan tampil file config. Copy & Paste kode berikut di bagian paling bawah setelah kode # Makefile = svn:eol-style=native, lalu save file tersebut dan klik OK pada settings TortoiseSVN.
    [miscellany]
    enable-auto-props = yes
    [auto-props]
    # Code formats
    *.as         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.bat        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn-mine-type=text/plain
    *.bsh        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-beanshell
    *.c          = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.cgi        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn-mine-type=text/plain
    *.cmd        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn-mine-type=text/plain
    *.cpp        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.h          = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.java       = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.js         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/javascript
    *.mxml       = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/plain
    *.php        = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id Rev Date; svn:mime-type=text/x-php
    *.pl         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-perl; svn:executable
    *.pm         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-perl
    *.py         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-python; svn:executable
    *.sh         = svn:eol-style=native; svn:keywords=Id; svn:mime-type=text/x-sh; svn:executable
    # Image formats
    *.bmp        = svn:mime-type=image/bmp
    *.gif        = svn:mime-type=image/gif
    *.ico        = svn:mime-type=image/ico
    *.jpeg       = svn:mime-type=image/jpeg
    *.jpg        = svn:mime-type=image/jpeg
    *.png        = svn:mime-type=image/png
    *.tif        = svn:mime-type=image/tiff
    *.tiff       = svn:mime-type=image/tiff
    # Data formats
    *.avi        = svn:mime-type=video/avi
    *.doc        = svn:mime-type=application/msword
    *.eps        = svn:mime-type=application/postscript
    *.gz         = svn:mime-type=application/gzip
    *.jar        = svn:mime-type=application/java-archive
    *.mov        = svn:mime-type=video/quicktime
    *.mp3        = svn:mime-type=audio/mpeg
    *.pdf        = svn:mime-type=application/pdf
    *.ppt        = svn:mime-type=application/vnd.ms-powerpoint
    *.ps         = svn:mime-type=application/postscript
    *.psd        = svn:mime-type=application/photoshop
    *.rtf        = svn:mime-type=text/rtf
    *.swf        = svn:mime-type=application/x-shockwave-flash
    *.tar        = svn:mime-type=application/x-tar
    *.tgz        = svn:mime-type=application/gzip
    *.wav        = svn:mime-type=audio/wav
    *.xls        = svn:mime-type=application/vnd.ms-excel
    *.zip        = svn:mime-type=application/zip
    # Text formats
    .htaccess    = svn:mime-type=text/plain
    *.css        = svn:mime-type=text/css
    *.dtd        = svn:mime-type=text/xml
    *.html       = svn:mime-type=text/html
    *.ini        = svn:mime-type=text/plain
    *.sql        = svn:mime-type=text/x-sql
    *.txt        = svn:mime-type=text/plain
    *.xhtml      = svn:mime-type=text/xhtml+xml
    *.xml        = svn:mime-type=text/xml
    *.xsd        = svn:mime-type=text/xml
    *.xsl        = svn:mime-type=text/xml
    *.xslt       = svn:mime-type=text/xml
    *.xul        = svn:mime-type=text/xul
    *.yml        = svn:mime-type=text/plain
    CHANGES      = svn:mime-type=text/plain
    COPYING      = svn:mime-type=text/plain
    INSTALL      = svn:mime-type=text/plain
    Makefile*    = svn:mime-type=text/plain
    README       = svn:mime-type=text/plain
    TODO         = svn:mime-type=text/plain
    
  4. Kembali ke file dalam Windows Explorer, klik kanan file yang di-upload, pilih opsi TortoiseSVN > Repo-browser.
  5. Masukkan url svn Google Code Anda, lalu klik OK.

    Struktur url svn seperti ini https://project-saya.googlecode.com/svn/trunk/. Anda bisa melihat di tab Source akun Google Code. Disitu tersedia juga username (berupa email) dan link untuk mendapatkan password SVN Anda (googlecode.com password).
  6. Akan tampil window Repository Browser program TortoiseSVN. Lakukan drag & drop file Anda dari Windows Explorer ke Repository Browser.
  7. Anda akan diminta untuk mengisi username dan password svn Google Code Anda agar proses upload file JavaScript di Google Code berjalan.
  8. Jika proses upload selesai, untuk mengambil url file yang Anda upload, klik kanan file dalam Repository Browser lalu pilih Copy Url to Clipboard.

Untuk melihat hasil upload file dalam akun Google Code, lihat di bagian tab Source > Browse.

Infinite Ajax Scroll di Blogspot

Tutorial kali ini bagaimana cara memasang infinite ajax scroll di Blogspot yang membuat halaman pagination blog Anda menjadi autoload ketika di scroll ke bawah. Pada artikel sebelumnya, plugin jQuery infinite ajax scroll ini dapat diterapkan di blog WordPress dan dapat berjalan di beberapa browser dengan versi terbarunya.

Cara pasang skrip infinite ajax scroll di Blogger/Blogspot

1. Buka template editor blog Anda.
2. Centang Expand Template Widget dan sisipkan skrip di bawah ini secara berurutan dalam head template Anda, tepatnya sebelum kode <b:skin>:

File jQuery versi 1.6.1

<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
<!-- File jQuery versi 1.6.1 -->
<script src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.6.1/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

Infinite Ajax Scroll Setting

<!-- Infinite Ajax Scroll Setting -->
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
jQuery('document').ready(function($) {
	setup_ajax_pagination();
});
function setup_ajax_pagination()
{
jQuery.ias({
 container 	: ".main-inner",
  item		: ".post-outer",
  pagination	: ".main-inner .blog-pager",
  next		: ".blog-pager a.blog-pager-older-link",
	history:false,
	loader: "<img src='http://url-gambar-loading.tld/loader.gif'/>", //sisipkan url gambar loading, download di sini www.ajaxload.info
});
}
//]]>
</script>

Untuk gambar loader, upload gambar melalui blog Anda, dan sisipkan urlnya pada kode Infinite Ajax Scroll Setting di atas. Ganti kode ini yang ini http://url-gambar-loading.tld/loader.gif dengan url gambar loader Anda.

Skrip jQuery Infinite Ajax Scroll

<!-- Skrip jQuery Infinite Ajax Scroll -->
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
(function(b){b.ias=function(d){var m=b.extend({},b.ias.defaults,d);var c=new b.ias.util();var j=new b.ias.paging(m.scrollContainer);var h=(m.history?new b.ias.history():false);var f=this;r();function r(){j.onChangePage(function(x,v,w){if(h){h.setPage(x,w)}m.onPageChange.call(this,x,w,v)});s();if(h&&h.havePage()){q();pageNum=h.getPage();c.forceScrollTop(function(){if(pageNum>1){l(pageNum);curTreshold=p(true);b("html,body").scrollTop(curTreshold)}else{s()}})}return f}function s(){n();m.scrollContainer.scroll(g)}function g(){if(m.scrollContainer==b.ias.defaults.scrollContainer){scrTop=m.scrollContainer.scrollTop()}else{scrTop=m.scrollContainer.offset().top}wndHeight=m.scrollContainer.height();curScrOffset=scrTop+wndHeight;if(curScrOffset>=p()){t(curScrOffset)}}function q(){m.scrollContainer.unbind("scroll",g)}function n(){b(m.pagination).hide()}function p(v){el=b(m.container).find(m.item).last();if(el.size()==0){return 0}treshold=el.offset().top+el.height();if(!v){treshold+=m.tresholdMargin}return treshold}function t(w,v){urlNextPage=b(m.next).attr("href");if(!urlNextPage){return q()}j.pushPages(w,urlNextPage);q();o();e(urlNextPage,function(y,x){result=m.onLoadItems.call(this,x);if(result!==false){b(x).hide();curLastItem=b(m.container).find(m.item).last();curLastItem.after(x);b(x).fadeIn()}b(m.pagination).replaceWith(b(m.pagination,y));k();s();m.onRenderComplete.call(this,x);if(v){v.call(this)}})}function e(w,x){var v=[];b.get(w,null,function(y){container=b(m.container,y).eq(0);if(0==container.length){container=b(y).filter(m.container).eq(0)}if(container){container.find(m.item).each(function(){v.push(this)})}if(x){x.call(this,y,v)}},"html")}function l(v){curTreshold=p(true);if(curTreshold>0){t(curTreshold,function(){q();if((j.getCurPageNum(curTreshold)+1)<v){l(v);b("html,body").animate({scrollTop:curTreshold},400,"swing")}else{b("html,body").animate({scrollTop:curTreshold},1000,"swing");s()}})}}function u(){loader=b(".ias_loader");if(loader.size()==0){loader=b("<div class='ias_loader'>"+m.loader+"</div>");loader.hide()}return loader}function o(){loader=u();if(m.customLoaderProc!==false){m.customLoaderProc(loader)}else{el=b(m.container).find(m.item).last();el.after(loader);loader.fadeIn()}}function k(){loader=u();loader.remove()}};function a(c){if(window.console&&window.console.log){window.console.log(c)}}b.ias.defaults={container:"#container",scrollContainer:b(window),item:".item",pagination:"#pagination",next:".next",loader:'<img src="images/loader.gif"/>',tresholdMargin:0,history:true,onPageChange:function(){},onLoadItems:function(){},onRenderComplete:function(){},customLoaderProc:false};b.ias.util=function(){var d=false;var f=false;var c=this;e();function e(){b(window).load(function(){d=true})}this.forceScrollTop=function(g){b("html,body").scrollTop(0);if(!f){if(!d){setTimeout(function(){c.forceScrollTop(g)},1)}else{g.call();f=true}}}};b.ias.paging=function(){var e=[[0,document.location.toString()]];var h=function(){};var d=1;j();function j(){b(window).scroll(g)}function g(){scrTop=b(window).scrollTop();wndHeight=b(window).height();curScrOffset=scrTop+wndHeight;curPageNum=c(curScrOffset);curPagebreak=f(curScrOffset);if(d!=curPageNum){h.call(this,curPageNum,curPagebreak[0],curPagebreak[1])}d=curPageNum}function c(k){for(i=(e.length-1);i>0;i--){if(k>e[i][0]){return i+1}}return 1}this.getCurPageNum=function(k){return c(k)};function f(k){for(i=(e.length-1);i>=0;i--){if(k>e[i][0]){return e[i]}}return null}this.onChangePage=function(k){h=k};this.pushPages=function(k,l){e.push([k,l])}};b.ias.history=function(){var d=false;var c=false;e();function e(){c=!!(window.history&&history.pushState&&history.replaceState);c=false}this.setPage=function(g,f){this.updateState({page:g},"",f)};this.havePage=function(){return(this.getState()!=false)};this.getPage=function(){if(this.havePage()){stateObj=this.getState();return stateObj.page}return 1};this.getState=function(){if(c){stateObj=history.state;if(stateObj&&stateObj.ias){return stateObj.ias}}else{haveState=(window.location.hash.substring(0,7)=="#/page/");if(haveState){pageNum=parseInt(window.location.hash.replace("#/page/",""));return{page:pageNum}}}return false};this.updateState=function(g,h,f){if(d){this.replaceState(g,h,f)}else{this.pushState(g,h,f)}};this.pushState=function(g,h,f){if(c){history.pushState({ias:g},h,f)}else{hash=(g.page>0?"#/page/"+g.page:"");window.location.hash=hash}d=true};this.replaceState=function(g,h,f){if(c){history.replaceState({ias:g},h,f)}else{this.pushState(g,h,f)}}}})(jQuery);
//]]>
</script>
</b:if>

3. Save template Anda.

4. Memposisikan gambar loader.gif pada posisi tengah dengan memasang kode css berikut:
(Baca di sini bagaimana cara mudah menambahkan CSS di template Blogspot):

.ias_loader{
	text-align:center;
	margin: 5px 0;
}

5. Klik tombol di kanan atas, Terapkan ke Blog (Apply to Blog).Selesai dan lihat hasilnya.

Kode JavaScript Infinite Ajax Scroll di hostingan lain

Apabila Anda mempunyai website hosting atau tempat upload untuk file JavaScript Blogspot, kode JavaScript Infinite Ajax Scroll di atas dapat dipersingkat.

  1. Melalui notepad atau yang sejenisnya, simpan kode JavaScript Infinite Ajax Scroll Setting berikut dengan nama jquery.ias.setting.js.
    jQuery('document').ready(function($) {
    	setup_ajax_pagination();
    });
    function setup_ajax_pagination()
    {
    jQuery.ias({
     container 	: ".main-inner",
      item		: ".post-outer",
      pagination	: ".main-inner .blog-pager",
      next		: ".blog-pager a.blog-pager-older-link",
    	history:false,
    	loader: "<img src='http://url-gambar-loading.tld/loader.gif'/>",
    });
    }
    
  2. Simpan Skrip jQuery Infinite Ajax Scroll berikut dengan nama jquery.ias.min.js.
    (function(b){b.ias=function(d){var m=b.extend({},b.ias.defaults,d);var c=new b.ias.util();var j=new b.ias.paging(m.scrollContainer);var h=(m.history?new b.ias.history():false);var f=this;r();function r(){j.onChangePage(function(x,v,w){if(h){h.setPage(x,w)}m.onPageChange.call(this,x,w,v)});s();if(h&&h.havePage()){q();pageNum=h.getPage();c.forceScrollTop(function(){if(pageNum>1){l(pageNum);curTreshold=p(true);b("html,body").scrollTop(curTreshold)}else{s()}})}return f}function s(){n();m.scrollContainer.scroll(g)}function g(){if(m.scrollContainer==b.ias.defaults.scrollContainer){scrTop=m.scrollContainer.scrollTop()}else{scrTop=m.scrollContainer.offset().top}wndHeight=m.scrollContainer.height();curScrOffset=scrTop+wndHeight;if(curScrOffset>=p()){t(curScrOffset)}}function q(){m.scrollContainer.unbind("scroll",g)}function n(){b(m.pagination).hide()}function p(v){el=b(m.container).find(m.item).last();if(el.size()==0){return 0}treshold=el.offset().top+el.height();if(!v){treshold+=m.tresholdMargin}return treshold}function t(w,v){urlNextPage=b(m.next).attr("href");if(!urlNextPage){return q()}j.pushPages(w,urlNextPage);q();o();e(urlNextPage,function(y,x){result=m.onLoadItems.call(this,x);if(result!==false){b(x).hide();curLastItem=b(m.container).find(m.item).last();curLastItem.after(x);b(x).fadeIn()}b(m.pagination).replaceWith(b(m.pagination,y));k();s();m.onRenderComplete.call(this,x);if(v){v.call(this)}})}function e(w,x){var v=[];b.get(w,null,function(y){container=b(m.container,y).eq(0);if(0==container.length){container=b(y).filter(m.container).eq(0)}if(container){container.find(m.item).each(function(){v.push(this)})}if(x){x.call(this,y,v)}},"html")}function l(v){curTreshold=p(true);if(curTreshold>0){t(curTreshold,function(){q();if((j.getCurPageNum(curTreshold)+1)<v){l(v);b("html,body").animate({scrollTop:curTreshold},400,"swing")}else{b("html,body").animate({scrollTop:curTreshold},1000,"swing");s()}})}}function u(){loader=b(".ias_loader");if(loader.size()==0){loader=b("<div class='ias_loader'>"+m.loader+"</div>");loader.hide()}return loader}function o(){loader=u();if(m.customLoaderProc!==false){m.customLoaderProc(loader)}else{el=b(m.container).find(m.item).last();el.after(loader);loader.fadeIn()}}function k(){loader=u();loader.remove()}};function a(c){if(window.console&&window.console.log){window.console.log(c)}}b.ias.defaults={container:"#container",scrollContainer:b(window),item:".item",pagination:"#pagination",next:".next",loader:'<img src="images/loader.gif"/>',tresholdMargin:0,history:true,onPageChange:function(){},onLoadItems:function(){},onRenderComplete:function(){},customLoaderProc:false};b.ias.util=function(){var d=false;var f=false;var c=this;e();function e(){b(window).load(function(){d=true})}this.forceScrollTop=function(g){b("html,body").scrollTop(0);if(!f){if(!d){setTimeout(function(){c.forceScrollTop(g)},1)}else{g.call();f=true}}}};b.ias.paging=function(){var e=[[0,document.location.toString()]];var h=function(){};var d=1;j();function j(){b(window).scroll(g)}function g(){scrTop=b(window).scrollTop();wndHeight=b(window).height();curScrOffset=scrTop+wndHeight;curPageNum=c(curScrOffset);curPagebreak=f(curScrOffset);if(d!=curPageNum){h.call(this,curPageNum,curPagebreak[0],curPagebreak[1])}d=curPageNum}function c(k){for(i=(e.length-1);i>0;i--){if(k>e[i][0]){return i+1}}return 1}this.getCurPageNum=function(k){return c(k)};function f(k){for(i=(e.length-1);i>=0;i--){if(k>e[i][0]){return e[i]}}return null}this.onChangePage=function(k){h=k};this.pushPages=function(k,l){e.push([k,l])}};b.ias.history=function(){var d=false;var c=false;e();function e(){c=!!(window.history&&history.pushState&&history.replaceState);c=false}this.setPage=function(g,f){this.updateState({page:g},"",f)};this.havePage=function(){return(this.getState()!=false)};this.getPage=function(){if(this.havePage()){stateObj=this.getState();return stateObj.page}return 1};this.getState=function(){if(c){stateObj=history.state;if(stateObj&&stateObj.ias){return stateObj.ias}}else{haveState=(window.location.hash.substring(0,7)=="#/page/");if(haveState){pageNum=parseInt(window.location.hash.replace("#/page/",""));return{page:pageNum}}}return false};this.updateState=function(g,h,f){if(d){this.replaceState(g,h,f)}else{this.pushState(g,h,f)}};this.pushState=function(g,h,f){if(c){history.pushState({ias:g},h,f)}else{hash=(g.page>0?"#/page/"+g.page:"");window.location.hash=hash}d=true};this.replaceState=function(g,h,f){if(c){history.replaceState({ias:g},h,f)}else{this.pushState(g,h,f)}}}})(jQuery);
    
  3. Upload 2 file .js (jquery.ias.setting.js & jquery.ias.min.js) tersebut di hostingan Anda.
  4. Sisipkan link upload file tersebut pada kode singkat berikut dan tempatkan di template blog Anda.
    <b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
    <!-- File jQuery versi 1.6.1 -->
    <script src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.6.1/jquery.min.js" type="text/javascript"></script> 
    <!-- Infinite Ajax Scroll Setting -->
    <script type="text/javascript" src="http//url-hosting-lain.tld/jquery.ias.setting.js"></script>
    <!-- Skrip jQuery Infinite Ajax Scroll -->
    <script type="text/javascript" src="http//url-hosting-lain.tld/jquery.ias.min.js"></script>
    </b:if>
    

Jika pagination blog Anda tidak me-load secara otomatis ketika discroll, Anda perlu mengatur tag id/class pada kode Infinite Ajax Scroll Setting di atas untuk disesuaikan dengan template Anda. (baca di sini untuk mengetahui deskripsi skrip dasar jQuery Infinite Ajax Scroll dan cara settingnya).

Tempat upload gratis file JavaScript untuk Blogspot

“Bagaimana cara upload file JavaScript (.js) di Blogger/Blogspot?” tentunya pertanyaan ini sering dipertanyakan oleh para blogger. Sampai saat ini Blogger belum memungkinkan untuk meng-upload file JavaScript. Fitur upload Blogger hanya tersedia untuk file gambar saja. Ada beberapa website sebagai tempat hosting dan upload file .js yang tersedia dengan gratis yaitu:

  1. Google Sites sites.google.com
  2. Drop Box www.dropbox.com
  3. Geocities www.geocities.ws
  4. Google Code code.google.com

Kemungkinan website hosting tersebut mempunyai keterbatasan dalam hal bandwidth. Lalu bagaimana cara mengatasinya?. Blogger memang tidak memungkinkan untuk meng-upload file .js, akan tetapi dengan bandwith yang tidak terbatas (unlimited), sebenarnya Anda bisa menyisipkan isi/kode file JavaScript langsung pada template Blogger Anda.

Cara menyisipkan kode JavaScript di Blogger/Blogspot

  1. Buka template editor blog Anda
  2. Buka file .js Anda, kemudian sisipkan isi/kode file JavaScript Anda dalam kode berikut. Kodenya seperti ini:
    <script type=’text/javascript’>
    //<![CDATA[

    SISIPKAN KODE FILE .JS DI SINI
    //]]>
    </script>
  3. Save template Anda

Penempatan kode ini disesuaikan dengan fungsi JavaScript itu sendiri, bisa ditempatkan di head atau di body template Anda.

Cara membuat snippet, thumbnail, read more di Blogspot dengan mudah

Jika Anda melihat blog Anda di Blogspot melalui ponsel tentunya akan berbeda tampilannya dengan versi desktop. Tampilan blog versi mobile memang terlihat lebih sederhana karena untuk mempercepat loading halaman web di ponsel. Pada halaman depan terlihat hanya tampilan summary/snippet dari suatu artikel blog Anda. Jika artikel Anda memuat gambar, maka akan terlihat gambar yang otomatis berukuran kecil (thumbnail) beserta ringkasan artikel (snippet) Anda.

Anda dapat dengan mudah merubah tampilan blog Anda untuk versi desktop menjadi seperti versi mobile, di mana halaman depan (homepage) hanya terlihat summary artikel, thumbnail, serta link Read More (dalam bahasa Indonesia: baca selengkapnya) untuk menuju ke artikel yang lengkap (full article).

Link Read More ini bukanlan read more yang Anda sisipkan pada saat membuat postingan di blog Anda, melainkan read more yang otomatis tampil pada saat Anda menyisipkan kode di template Anda nantinya.

Berikut tutorial cara membuat snippet, thumbnail serta read more di Blogspot dengan mudah:

  1. Masuk melalui template editor Anda.
  2. Berikan tanda centang Expand Widget Templates dan temukan kode
    <data:post.body/>
    
  3. Ganti kode di atas dengan kode berikut:
    <!-- Tampilan static page dalam artikel lengkap -->
    <b:if cond='data:blog.pageType == "static_page"'>
    <data:post.body/>
    <b:else/>
    <!-- Tampilan halaman selain halaman postingan/artikel lengkap akan membentuk snippet, thumbnail dan readmore -->
    <b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
    <b:if cond='data:post.thumbnailUrl'>
                  <div class='item-thumbnail'>
                    <img expr:alt='data:post.title' expr:src='data:post.thumbnailUrl' height='72px' width='72px'/>
                  </div>
    </b:if>
    <data:post.snippet/>
    <b:if cond='data:post.jumpLink != data:post.hasJumpLink'>
          <div class='jump-link'>
            <a expr:href='data:post.url + "#more"' expr:title='data:post.title'><data:post.jumpText/></a>
          </div>
    </b:if>
    <b:else/>
    <data:post.body/>
    </b:if>
    </b:if>
    
  4. Save template Anda.

Jika tampilan thumbnail tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, misalnya Anda menginginkan thumbnail berada pada posisi kiri snippet artikel, Anda dapat memberikan kode tambahan css di template Anda.

Cara mudah menambahkan CSS di template Blogspot

  1. Pada menu template, klik tombol Sesuaikan (Customize).
  2. Akan tampil Perancang Template Blogger. Pilih menu Tingkat Lanjut > Tambahkan CSS.
  3. Pada kotak kosong Tambahkan CSS khusus, sisipkan kode css berikut untuk memposisikan gambar di sebelah kiri snippet:
    .item-thumbnail {
    float: left;
    margin: 0 5px 5px 0;
    }
    

    Optional. Jika Anda ingin menambahkan shadow/bayangan pada thumbnail, sisipkan lagi kode css berikut di bawah kode css di atas.

    .post-body .item-thumbnail img {
    padding: 5px;
    background: #FFF;
    -moz-box-shadow: 1px 1px 5px rgba(0, 0, 0, .5);
    box-shadow: 1px 1px 5px rgba(0, 0, 0, .5);
    }
    
  4. Klik tombol di kanan atas, Terapkan ke Blog (Apply to Blog).Selesai!.

Tutorial ini tanpa penggunaan kode javascript dalam menentukan ukuran thumbnail. Thumbnail secara otomatis terbentuk pada saat Anda mengupload gambar. Ukuran thumbnail 72 x 72 pixel.

Update 23-09-2012
Penambahan data alt, height, dan width pada thumbnail (SEO Analyzer Bing Webmaster Tool)

Baca juga cara terbaru membuat meta descriptions dengan gampang di Blogger.

Windows Phone 8: Fitur terbaru yang perlu anda ketahui

Windows Phone 8 akan datang dengan sejumlah teknologi fitur terbaru yang diperuntukkan bagi ponsel smartphone. Apa sebenarnya yang bisa kita harapkan dari Windows Phone 8 ketika telah hadir? Di sini kita akan melihat fitur-fitur utama Windows Phone 8 dan menjelaskan semuanya untuk sekedar Anda ketahui.

Windows Phone 8 merupakan perubahan yang cukup besar bagi Microsoft dan untuk pertama kalinya operating system (OS) core akan saling berbagi dengan sistem operasi Windows 8 di desktop dan PC tablet. Ini berarti smartphone Anda akan mencerminkan desktop Anda dan juga sebaliknya. Ini juga berarti para developer aplikasi telepon genggam hanya perlu bekerja pada satu platform saja sehingga dapat menghemat ruang, uang dan waktu. Dan yang paling penting adalah para pengguna bisa mendapatkan aplikasi terbaik untuk Windows Phone dengan lebih cepat dari sebelumnya.

Apa yang dapat Anda harapkan dari Windows Phone 8?, di sini kita coba melihat beberapa fitur terbaru dari Windows Phone 8:

Dual-core Processors

Windows Phone 8 memungkinkan dukungan untuk beberapa core Windows Phone untuk pertama kalinya. Diharapkan kita akan melihat perangkat dual-core serta quad-core pada smartphone dari berbagai produsen ponsel.

Resolusi layar

Fitur utama yang direspon dari permintaan pengguna dan juga menjadi tren pada platform lain adalah resolusi layar ponsel. Windows Phone 8 akan menawarkan dukungan resolusi layar ponsel hingga tiga resolusi layar yang berbeda yaitu 1280 x 768, 1280 x 720, dan yang sudah hadir adalah 480 x 800 pixel. Tetunya ini adalah berita bagus karena itu berarti kita dapat menonton video dan melihat gambar dalam higher definitions (HD).

Start screen

Salah satu hal yang benar-benar terlihat berbeda dari Windows Phone 8 adalah Start screen yang menggunakan lebar penuh (full width) dari layar smartphone, sehingga Anda lebih mudah melakukan pin yang lebih banyak untuk aplikasi favorit, website dan feed.

SD card

Banyak ponsel smartphone yang selalu hadir dengan banyak penyimpanan data internal tetapi Windows Phone 8 memungkinkan untuk tambahan penyimpanan data eksternal. Akan hal ini belum ada konfirmasi mengenai kapasitas kartu yang didukung.

NFC

Near Field Communication adalah teknologi nirkabel (wireless) yang memungkinkan ponsel dapat berkomunikasi hanya dengan sentuhan satu sama lain. NFC sangat sempurna untuk berbagi informasi dengan teman atau untuk melakukan pembayaran pada mesin pembayaran otomatis.

IE10

Internet Explorer kini sedang berkembang dan akan menjadi browser yang paling canggih. Itu karena sebagai bagian dari peluncuran processor yang akan digunakan pada smartphone Windows Phone 8. Browser IE10 di Windows Phone 8 akan sama seperti yang Anda temukan di Windows 8 desktop sehingga Anda akan dapat memiliki pengalaman yang sama seperti dekstop Anda.

Aplikasi

Dengan lebih dari 100.000 aplikasi yang sudah hadir di Windows Phone Marketplace dan SDK terbaru, akan membuat para developer dimudahkan membuat aplikasi langsung melalui tangan mereka.

Dibangun untuk bisnis

Kemampuan untuk melakukan pekerjaan secara profesional seperti enkripsi, aplikasi manajemen dan Company Hub juga akan di atur di Windows Phone 8.

Pengumuman mengenai peluncuran Windows Phone 8 sekitar bulan September 2012 dan produsen gadget smartphone sepertinya telah bersiap-siap untuk menghadirkan generasi ponsel terbaru mereka di bawah sistem operasi Windows Phone 8.