Bayi Baru Lahir – Pentingnya Mengetahui Cara Perawatan Bayi

Pentingnya mengetahui cara perawatan bayi baru lahir bagi orang yang baru pertama kali menjadi ayah dan ibu dalam 1 tahun pertama merawat bayi di rumah.

Bayi merupakan hadiah dan karunia yang tidak dapat ditolak oleh orang tuanya. Pengetahuan bagaimana cara merawat bayi baru lahir perlu mendapat perhatian khusus karena bayi yang baru lahir tidak dapat memberitahu Anda apa yang mereka inginkan. Anda perlu memahami tanda-tanda yang disampaikan oleh mereka dan melakukan perawatan bayi baru lahir yang benar di rumah. Satu-satunya tanda yang mungkin dari bayi yang baru lahir adalah memberikan Anda suatu tangisan yang panjang. Anda perlu memahami bahasa anak Anda dan memperhatikan permintaannya. Untuk pertama kalinya, orang tua baru mungkin akan merasa sangat sulit untuk menangani bayi mereka.

Membekali Pengetahuan Bagaimana Cara Merawat Bayi Saat Hamil

Buku BayiMasalah perawatan bayi baru lahir ini memang merupakan hal yang sangat wajar karena para orang tua yang baru pertama kali menjadi ayah dan ibu tidak memiliki cukup pengalaman dalam menangani bayi. Oleh sebab itu, selama masa hamil Anda, perlu mulai belajar dan mencari informasi yang berguna bagaimana cara merawat bayi yang baru lahir nantinya. Meskipun Anda belum pernah melakukan sebelumnya, Anda perlu memahami dasar-dasar panduan perawatan bayi yang sangat penting di 1 tahun pertama mereka dilahirkan. Tujuan mengetahui cara perawatan bayi ini tentunya akan membuat Anda tidak canggung dan kaget pada saat merawat bayi untuk pertama kalinya nanti. Informasi tentang panduan perawatan bayi dapat Anda temukan dengan membaca buku merawat bayi yang sudah tersebar banyak di toko buku atau di internet, salah satu contohnya buku yang di tulis oleh seorang dokter yang juga seorang ibu ini → Buku Bayi.

Merawat Sisa Tali Pusar Bayi

Perhatian utama bagi orang tua adalah sisa tali pusar (udel/umbilikus) bayi baru lahir. Bagaimana cara menangani bagian sisa tali pusar bayi, sering merupakan masalah besar bagi beberapa ibu bahkan ketika mereka memiliki cukup pengalaman akan hal itu. Yang harus Anda lakukan adalah menjaga sisa tali pusar bayi sampai semua kering sama sekali. Selama mandi, sisa tali pusar dapat menjadi basah dan Anda harus membersihkan menggunakan kapas yang lembut. Bagian umbilikus ini dapat menjadi tempat terjadinya infeksi, oleh sebab itu kebersihannya harus tetap terjaga. Sisa tali pusar akan terlepas dalam 2 atau 3 minggu setelah itu Anda harus memberikan waktu dan membiarkannya sembuh sepenuhnya.

Bayi Baru Lahir
Tampak bayi baru lahir dengan tali pusat belum dipotong.

Mengetahui Jenis Pakaian Bayi

Anda perlu tahu tentang pakaian bayi yang nyaman dan tepat untuk bayi Anda sebagai bagian yang penting dalam perawatan bayi baru lahir. Anda harus memilih baju yang bagus dan lembut selama musim panas. Anda harus menjaga bayi Anda tetap hangat selama musim dingin dan karenanya Anda perlu menemukan pakaian musim dingin yang tepat. Setelah bayi berusia beberapa minggu, Anda bisa membawanya keluar untuk memberikannya sinar matahari pagi. Hal ini akan mencegah bayi kuning. Setiap kali Anda membawa bayi keluar, pastikan bahwa Anda benar-benar tahu tentang perawatan bayi baru lahir sehingga Anda terhindari dari kesalahan yang tanpa Anda sadari untuk bayi Anda.

Perawatan Kulit Bayi

Untuk bayi yang baru lahir, popok merupakan sesuatu yang tak terelakkan. Anda harus selalu pergi dan membeli popok yang cukup popular dan diakui aman untuk bayi Anda. Bahkan popok yang paling lembut mungkin dapat menyebabkan alergi kulit terhadap bayi Anda. Anda harus memeriksa apakah bayi Anda mengalami gangguan ruam popok. Dalam hal ini, Anda harus tahu cara merawat kulit yang tepat untuk bayi Anda.

Perawatan kulit bayi baru lahir sangat penting. Kulit bayi Anda sangat halus dan Anda harus berhati-hati memilih produk yang tepat untuk bayi Anda. Dalam beberapa kasus Anda dapat menggunakan lotion atau salep, dan pastikan bahwa produk itu diuji dan disertifikasi oleh layanan kesehatan terkemuka. Selama minggu awal, kadang-kadang bayi Anda mungkin mengalami sel-sel mati pada kulit dan rambut. Ini dapat dihilangkan menggunakan spons saat mandi. Namun, jika lapisan kulit yang mengelupas tampak berat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter anak segera.

Pemberian Nama Bayi (Penamaan Bayi)

Penamaan bayi adalah tugas yang menakutkan bagi banyak orang tua karena banyak masalah yang harus dipertimbangkan saat memilih dan memberikan nama bayi. Anda dapat memilih salah satu di antara nama-nama bayi terkenal untuk bayi Anda sehingga Anda dapat membuatnya sebagai bintang tahun ini bagi Anda. Sebagian orang memilih nama-nama bayi berdasarkan tanda-tanda matahari dan tanda-tanda bulan. Adalah penting bahwa Anda memberikan nama yang bermakna untuk bayi Anda, karena nama bayi adalah identitas yang unik.

Banyak hal-hal yang selama ini salah dalam perawatan bayi baru lahir, pentingnya pengetahuan cara merawat bayi yang baru lahir dengan benar, tidak saja membuat Anda sebagai orang tua menjadi pintar dalam merawat bayi, tetapi juga membuat bayi Anda sehat, aman serta terhindar dari kesalahan yang mungkin tidak disadari oleh kita sebagai orang tua baru.

Buku Bayi


 Share

Pertusis (Batuk Rejan)

Pertusis adalah penyakit pernapasan akibat bakteri yang sangat menular dan menyebabkan batuk tidak terkendali, batuk rejan.

Pengertian Pertusis

Pertusis adalah penyakit pernapasan akibat bakteri yang sangat menular dan menyebabkan batuk tidak terkendali, batuk rejan. Batuk dapat membuat kesulitan dalam bernapas. Suara batuk rejan yang dalam sering terdengar saat pasien mencoba untuk mengambil napas (lihat mekanisme batuk).

Penyebab Pertusis

Pertusis umumnya dikenal sebagai batuk rejan, adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh jenis bakteri yang disebut Bordetella pertussis. Bakteri ini menempel pada silia (kecil, mirip rambut) dari sistem pernapasan bagian atas. Bakteri ini melepaskan racun bakteri yang merusak dan menyebabkan peradangan silia saluran napas.

Cara Penularan Pertusis

Pertusis adalah penyakit yang sangat menular hanya ditemukan pada manusia dan menyebar dari orang ke orang. Orang dengan pertusis biasanya menyebarkan penyakit melalui batuk atau bersin dengan orang lain yang terdekat, yang kemudian menghirup bakteri pertusis. Banyak bayi yang terkena pertusis terinfeksi dari yang orang dewasa, orang tua, saudara atau pengasuh yang mungkin tidak tahu bahwa mereka memiliki penyakit pertusis. Gejala pertusis biasanya berkembang dalam waktu 7-10 hari setelah terkena, tapi kadang-kadang tidak selama 6 minggu.

Vaksin pertusis sangat efektif dalam melindungi Anda dari penyakit, tetapi tidak ada vaksin yang 100% efektif. Jika Anda telah divaksinasi, infeksi biasanya kurang parah. Jika Anda atau anak Anda terkena batuk berat atau batuk yang berlangsung untuk waktu yang lama, mungkin pertusis. Cara terbaik untuk tahu adalah dengan menghubungi dokter Anda.

Gejala dan Tanda Pertusis

Bayi BatukGejala awal, mirip dengan flu biasa, biasanya berkembang sekitar satu minggu setelah terpapar bakteri. Episode yang parah dari batuk mulai sekitar 10 sampai 12 hari kemudian. Pada anak-anak, batuk sering berakhir dengan suara “teriakan”. Suara diproduksi ketika pasien mencoba untuk mengambil napas. Suara teriakan jarang terjadi pada pasien di bawah usia 6 bulan dan pada orang dewasa.

Batuk dapat menyebabkan muntah atau kehilangan kesadaran yang singkat. Pertusis harus selalu dipertimbangkan ketika muntah terjadi dengan batuk. Pada bayi, tersedak adalah kejadian yang paling sering.

Gejala pertusis lainnya meliputi:

  • Hidung ingusan (meler)
  • Sedikit demam (102 ° F atau lebih rendah)
  • Diare

Setelah sekitar 1 sampai 2 minggu batuk. Batuk bisa berlangsung selama lebih dari satu menit, anak dapat berubah menjadi merah atau ungu. Pada akhirnya, anak dapat membuat suara rejan karakteristik saat bernapas dalam atau mungkin muntah.

Pengobatan Pertusis

Jika penanganan dilakukan lebih dini, antibiotik seperti eritromisin dapat membuat gejala hilang lebih cepat. Sayangnya, kebanyakan pasien didiagnosis terlambat, ketika antibiotik tidak sangat efektif. Namun, obat-obatan dapat membantu mengurangi kemampuan pasien untuk menyebarkan penyakit kepada orang lain.

Bayi berusia di bawah 18 bulan membutuhkan pengawasan konstan karena napas mereka sementara mungkin berhenti selama terjadinya batuk. Bayi dengan kasus yang parah harus dirawat di rumah sakit. Batuk campuran, ekspektoran, dan penekan batuk biasanya tidak membantu dan TIDAK harus digunakan.

Komplikasi potensial lainnya termasuk kesulitan bernapas, periode apnea, membutuhkan oksigen terutama selama batuk, dan dehidrasi karena kurangnya asupan oral.

Cairan intravena (IV) mungkin diperlukan jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau memiliki kesulitan makan. Meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah infeksi menyebar ke pasien lain, staf rumah sakit, dan pengunjung.

Autisme – Pengertian, Penyebab, Gejala, Ciri & Terapi

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan ditandai kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, perilaku terbatas, dan berulang-ulang.

Pengertian Autis

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku terbatas, berulang-ulang dan karakter stereotip. Gejala autis muncul sebelum 3 tahun pertama kelahiran sang anak. Autisme merupakan salah satu dari tiga gangguan Autism spectrum disorder. Dua di antaranya adalah sindrom Asperger dan PDD-NOS (pervasive developmental disorder, not otherwise specified).

Penyebab Autis

Menurut CDC, tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan anak-anak menjadi autis. Para ilmuwan berpikir bahwa ada hubungan genetika dan lingkungan. Mengetahui penyebab pasti dari autisme sangat sulit karena otak manusia sangat rumit. Otak mengandung sel saraf lebih dari 100 miliar neuron disebut. Setiap neuron mungkin memiliki ratusan atau ribuan sambungan yang membawa pesan ke sel-sel saraf lain di otak dan tubuh. Neurotransmiter menjaga neuron bekerja sebagaimana mestinya, seperti Anda dapat melihat, merasakan, bergerak, mengingat, emosi pengalaman, berkomunikasi, dan melakukan banyak hal-hal penting lainnya.

Dalam otak anak-anak dengan autisme, beberapa sel-sel dan koneksi tidak berkembang secara normal atau tidak terorganisir seperti seharusnya. Para ilmuwan masih mencoba untuk memahami bagaimana dan mengapa hal ini terjadi.

Sejumlah kemungkinan penyebab autis lain telah diduga, tetapi tidak terbukti. seperti:

  • Diet
  • Perubahan saluran pencernaan
  • Keracunan merkuri
  • Ketidakmampuan tubuh menggunakan vitamin dan mineral dengan benar
  • Sensitivitas vaksin

Tanda, Gejala dan Diagnosis Autisme

Anak-anak dengan autisme mungkin memiliki masalah dengan komunikasi, keterampilan sosial, dan bereaksi terhadap dunia di sekitar mereka. Tidak semua perilaku tersebut terdapat di setiap anak. Diagnosis harus dilakukan oleh dokter anak atau profesional lainnya yang berpengalaman dalam bekerja dengan anak-anak autisme. Tanda-tanda dan gejala autisme diuraikan di bawah ini dapat dijadikan pedoman untuk melihat ciri-ciri autis.

Komunikasi

  • Tidak berbicara atau sangat terbatas.
  • Kehilangan kata-kata sebelum bisa mengatakan.
  • Kesulitan mengekspresikan keinginan dan kebutuhan dasar.
  • Kurang dapat membangun kosakata.
  • Bermasalah mengikuti arah atau menemukan benda-benda yang bernama.
  • Mengulangi apa yang dikatakan (echolalia).
  • Bermasalah menjawab pertanyaan.
  • Ucapan yang terdengar berbeda karena nada tinggi.

Keterampilan sosial

  • Kontak mata buruk dengan orang atau benda.
  • Kurang dalam bermain keterampilan.
  • Menjadi terlalu fokus pada suatu topik atau benda-benda yang menarik bagi mereka.
  • Masalah dalam berteman.
  • Menangis,marah, tertawa, atau tertawa tanpa alasan yang diketahui atau pada waktu yang salah.
  • Menyukai sentuhan atau pelukan.

Reaksi terhadap lingkungan sekitar mereka

  • Gerakan tangan goyang, mengepakkan atau lainnya (bergerak sendiri tanpa disadari).
  • Tidak memperhatikan hal-hal yang dilihat atau didengar.
  • Bermasalah terhadap perubahan dalam rutinitas.
  • Menggunakan benda-benda dengan cara yang tidak biasa.
  • Tidak takut terhadap bahaya nyata.
  • Menjadi sangat sensitif atau tidak cukup sensitif terhadap sentuhan, cahaya, atau suara (misalnya, tidak menyukai suara keras atau hanya merespons ketika suara yang sangat keras, disebut juga gangguan integrasi sensorik).
  • Kesulitan makan (hanya menerima makanan yang dipilih, menolak tekstur makanan tertentu).
  • Gangguan tidur.

Dari melihat beberapa gejala dan tanda tersebut dijadikan pedoman dalam diagnosis autisme. Hal ini penting agar anak Anda dievaluasi oleh para profesional yang tahu tentang autisme. Speech-language pathologists (SLPs), biasanya sebagai bagian dari tim, bisa mendiagnosa autisme. Tim termasuk dokter anak, ahli saraf, terapis okupasi, terapis fisik, dan spesialis perkembangan. SLPs memainkan peran kunci karena masalah dengan keterampilan sosial dan komunikasi sering menjadi gejala pertama autisme. SLPs harus berkonsultasi pada awal proses evaluasi. Ada beberapa tes dan daftar periksa observasi yang tersedia untuk mengevaluasi anak-anak dengan masalah perkembangan. Informasi yang paling penting datang dari orang tua dan pengasuh anak yang tahu dengan baik dan dapat memberitahu SLP dan lain-lain mengenai segala perilaku anak. Seorang anak dengan autis juga mungkin dilakukan tes pendengaran dan beberapa tes lain untuk memastikan bahwa masalah tidak disebabkan oleh beberapa kondisi lain.

Terapi Autis

Terapi AutisTidak ada obat untuk autisme. Terapi dan intervensi perilaku dirancang untuk memperbaiki gejala spesifik dan dapat meningkatkan perkembangan anak secara substansial. Rencana perawatan yang ideal dengan terapi yang terkoordinasi dan intervensi yang memenuhi kebutuhan spesifik dari masing-masing anak. Para profesional kesehatan sepakat bahwa intervensi awal terhadap anak autis, akan membuat perkembangannya semakin baik.

Intervensi pendidikan / perilaku
Terapis menggunakan keterampilan terstruktur dan intensif yang berorientasi pada sesi pelatihan dalam membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial dan bahasa, seperti analisis perilaku terapan. Konseling keluarga bagi orang tua dan saudara kandung anak-anak dengan autis sering membantu dalam mengatasi tantangan tertentu dari hidup dengan seorang anak dengan autisme.

Pengobatan
Dokter dapat meresepkan obat untuk pengobatan tertentu yang berhubungan dengan gejala-gejala, seperti kecemasan, depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif. Obat antipsikotik digunakan untuk mengobati masalah perilaku yang parah. Kejang bisa diobati dengan satu atau lebih obat antikonvulsan. Obat yang digunakan untuk mengobati orang dengan gangguan defisit perhatian dapat digunakan secara efektif untuk membantu mengurangi impulsif dan hiperaktif.

Obat Antipsikotik

  • Risperidone.
  • Aripiprazole.

Anti Depresi

  • Prozac.
  • Sarafem.
  • Celexa.
  • Cipramil.

Obat stimulants dan hiperaktivitas

  • Ritalin.
  • Adderall.
  • Tenex.

Obat gangguan pencernaan

  • Secretin

Terapi menggunakan zat untuk menghilangkan logam berat dari tubuh, yang beberapa orang berpikir ini menjadi penyebab autisme.

  • Chelation.

Terapi lain
Ada sejumlah terapi kontroversial atau intervensi yang tersedia, tetapi hanya sedikit, jika ada, maka harus didukung oleh penelitian ilmiah. Orang tua harus berhati-hati sebelum mengadopsi setiap perawatan. Meskipun intervensi diet telah membantu pada beberapa anak, orang tua harus memperhatikan status gizi anak mereka.

Prognosis

Autisme merupakan kondisi yang menantang untuk anak-anak dan keluarga mereka, tetapi prospek saat ini jauh lebih baik daripada generasi masa lalu. Pada saat itu, sebagian besar orang dengan autisme ditempatkan di suatu lembaga.

Kini, dengan terapi yang tepat, banyak gejala autisme dapat dilakukan perbaikan, meskipun sebagian besar orang akan memiliki beberapa gejala sepanjang hidup mereka. Kebanyakan orang dengan autisme dapat hidup dengan keluarga mereka atau di masyarakat. Secara keseluruhan prognosis autis tergantung pada tingkat keparahan autisme dan tingkat terapi orang yang menerima.


 Google

Demam Berdarah Dengue (DBD) — gejala, penyebab & pengobatan

Pengertian demam berdarah dengue beserta gejala, tanda-tanda, patofisiologi, penyebab, pemeriksaan, pengobatan dan pencegahan penyakit DBD.

Pengertian DBD
Demam Berdarah Dengue (DBD) (Inggris: Dengue Hemorrhagic Fever – DHF) adalah suatu penyakit infeksi virus yang berat dan berpotensi mematikan yang disebarkan oleh spesies nyamuk tertentu dalam hal ini nyamuk Aedes aegypti. Pasien demam berdarah dengue yang mengalami syok hipovolemik akibat kebocoran plasma disebut dengue shock syndrome (DSS) yang dapat berakibat fatal.

Epidemiologi DBD
Menurut WHO, dengue adalah penyakit virus yang yang paling umum ditularkan oleh nyamuk ke manusia, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi masalah kesehatan utama masyarakat internasional. Secara global, 2.5 miliar orang tinggal di daerah di mana virus dengue dapat ditransmisikan. Penyebaran geografis antara vektor nyamuk dan virus telah menyebabkan epidemi demam berdarah secara global dan kedaruratan demam berdarah dengue dalam 25 tahun terakhir dengan perkembangan hiperendemisitas di pusat-pusat perkotaan daerah tropis.

Patofisiologi DBD
Patofisiologi utama DBD atau DSS adalah kebocoran plasma yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas pembuluh darah, sehingga perpindahan plasma ke dalam ruang ekstravaskuler. Jika tidak ditangani dengan benar sering terjadi komplikasi lebih parah sampai kematian. Ada dua perubahan patofisiologis utama yang terjadi pada DBD. Pertama adalah peningkatan permeabilitas pembuluh darah yang meningkatkan hilangnya plasma dari kompartemen vaskular.

Situasi ini mengakibatkan hemokonsentrasi, tekanan nadi rendah, dan tanda-tanda lain dari syok. Perubahan kedua adalah gangguan yang mencakup perubahan dalam hemostasis vaskular, trombositopenia, dan koagulopati. Kerusakan trombosit terjadi dalam kualitatif dan kuantitatif, jumlah trombosit selama fase akut DBD dapat habis. Oleh karena itu, meskipun jumlah trombosit lebih dari 100.000/mm3, waktu perdarahan masih dapat memanjang.

Penyebab DBD
Virus dengue adalah penyebab demam berdarah dengue. Diketahui ada empat jenis virus yang mengakibatkan demam berdarah yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Kekebalan dari berbagai tipe virus dengue yang berbeda memainkan peran penting dalam keparahan penyakit. Keempat serotipe virus yang berbeda tersebut berkaitan erat. Pemulihan dari infeksi dari yang satu serotipe memberikan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe tertentu. Namun, kekebalan silang terhadap serotipe lain setelah pemulihan hanya parsial dan temporer. Infeksi berikutnya oleh serotipe lain meningkatkan risiko berkembangnya demam berdarah yang parah.

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab demam berdarah. Virus ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Setelah masa inkubasi virus selama 4-10 hari, nyamuk yang terinfeksi mampu menularkan virus selama sisa hidupnya. Manusia yang terinfeksi adalah pembawa utama dan pengganda dari virus. DBD bisa dikatakan penyakit menular dimana pasien yang telah terinfeksi virus dengue dapat menularkan infeksi (selama 4-5 hari, maksimum 12 hari) melalui nyamuk Aedes setelah gejala pertama mereka muncul.

Aedes albopictus, vektor demam berdarah yang kedua di Asia, dan telah menyebar ke Amerika Utara dan Eropa. Penyebaran ini sebagian besar karena perdagangan internasional. Ae. albopictus sangat adaptif dan karena itu dapat bertahan hidup di daerah beriklim dingin di Eropa.

Gejala, tanda-tanda dan diagnosis DBD
Gejala awal dari demam berdarah dengue mirip dengan demam dengue biasa. Demam dengue seperti flu yang mempengaruhi bayi, anak-anak dan orang dewasa, tetapi jarang menyebabkan kematian. Pada demam berdarah dengue, setelah beberapa hari pasien akan menjadi mudah marah, gelisah, dan berkeringat.

Demam dengue harus dicurigai bila demam tinggi (40° C/104 ° F) disertai oleh dua gejala berikut: sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, otot dan nyeri sendi, mual/muntah, kelenjar bengkak atau adanya ruam. Biasanya berlangsung selama 2-7 hari, setelah masa inkubasi 4-10 hari akibat gigitan dari nyamuk yang terinfeksi.

Dikatakan demam berdarah karena mungkin akan muncul bintik-bintik darah berukuran kecil di kulit yang dinamakan petechiae dan berukuran lebih lebar bawah kulit dinamakan ekimosis. Jika terjadi syok dapat menyebabkan kematian. Jika pasien dapat bertahan, pemulihan dimulai setelah masa krisis satu hari.

Demam berdarah yang parah merupakan komplikasi yang berpotensi mematikan karena plasma bocor, terjadi akumulasi cairan, gangguan pernapasan, pendarahan parah, atau rusaknya fungsi organ. Tanda-tanda peringatan muncul 3-7 hari setelah gejala pertama dalam hubungannya dengan penurunan temperatur (di bawah 38°C/100°F) dan munculnya nyeri perut yang parah, muntah terus menerus, napas cepat, gusi berdarah, kelelahan, gelisah, muntah darah. 24-48 jam berikutnya dari tahap kritis dapat mematikan, perawatan medis yang tepat diperlukan untuk menghindari komplikasi dan risiko kematian.

Klasifikasi Derajat Demam Berdarah Dengue
DBD diklasifikasikan menjadi 4 derajat, di mana derajat III dan IV dianggap sebagai DSS. Adanya trombositopenia, disertai hemokonsentrasi membedakan derajat I dan II dari demam dengue biasa.

  • Derajat 1: Demam disertai dengan gejala non-spesifik, satu-satunya manifestasi perdarahan adalah tes tourniquet positif dan/atau mudah memar.
  • Derajat II: Perdarahan spontan selain manifestasi perdarahan di derajat I, biasanya dalam bentuk perdarahan kulit atau perdarahan lain.
  • Derajat III: Terjadi kegagalan sirkulasi dengan gejala klinis nadi cepat, lemah dan penyempitan tekanan nadi atau hipotensi, kulit dingin, lembab dan cemas.
  • Derajat IV: Syok berat dengan tekanan darah atau denyut nadi tidak terdeteksi.

Pemeriksaan Fisik DBD
Ada beberapa pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk demam berdarah dengue yaitu:

  • Adanya pembesaran hati (Hepatomegali)
  • Ruam-ruam kulit
  • Mata memerah
  • Tenggorokan memerah
  • Pembengkakan kelenjar
  • Nadi lemah

Tes yang dilakukan

  • Pemeriksaan gas darah arteri
  • Pemeriksaan kuagulasi darah
  • Elektrolisis
  • Hitung hematokrit
  • Enzim hati
  • Jumlah platelet
  • Pemeriksaan serologis
  • Tes Tourniquet
  • X-ray dada yang kemungkinan adanya efusi pleura

Pengobatan DBD
Sampai saat ini tidak ada obat atau vaksin yang spesifik untuk menangani virus demam berdarah dengue, satu-satunya pengobatan adalah dengan mengatasi gejala yang terjadi.

  • Pemberian transfusi darah segar atau trombosit dapat memperbaiki masalah pendarahan.
  • Cairan Intravena (IV) dan elektrolit juga digunakan untuk memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit.
  • Terapi oksigen mungkin diperlukan untuk mengatasi oksigen darah rendah yang abnormal.
  • Rehidrasi dengan cairan intravena (IV) seringkali diperlukan untuk mengobati dehidrasi.
  • Perawatan pendukung dalam Intensif Care Unit (ICU).

Prognosis DBD
Dengan perawatan yang cepat dan agresif, kebanyakan pasien sembuh dari demam berdarah dengue. Namun, setengah dari pasien yang tidak diobati dan telah mengalami syok tidak dapat bertahan hidup.

Komplikasi DBD

  • Encephalopathy
  • Kerusakan hati
  • Kerusakan otak residual
  • Kejang
  • Syok

Penyemprotan nyamuk DBD dengan insektisidaPencegahan Demam Berdarah Dengue
Tidak ada vaksin yang tersedia untuk mencegah demam berdarah. Menurut WHO vaksin demam berdarah masih dalam penelitian. Sementara ada vaksin dengue yang tidak berlisensi tersedia, beberapa kandidat vaksin saat ini sedang dievaluasi dalam studi klinis. Vaksin hidup yang dilemahkan berdasarkan virus demam kuning dan virus dengue, chimeric yellow fever-tetravalent dengue virus (CYD-TDV), telah berkembang sampai fase ke-3. Hasil penelitian mengenai efikasi vaksin telah dipublikasikan di Thailand pada bulan September 2012.

Adapun hal-hal yang Anda dapat lakukan untuk pencegahan terjangkitnya penyakit DBD yaitu menggunakan pakaian yang melindungi tubuh Anda terutama tangan dan kaki, dan jika mungkin, lakukan perjalanan selama periode aktivitas nyamuk minim. Program pengurangan nyamuk juga dapat mengurangi risiko infeksi seperti melakukan fogging di lingkungan sekitar dan jangan melupakan slogan 3M plus dari pemerintah.

Istilah 3M (Menutup, Menguras, dan Mengubur) telah lama di programkan oleh Kementerian Kesehatan/Departemen Kesehatan sejak tahun 80-an, dan kini slogan tersebut berubah menjadi 3M plus. Plus disini artinya memelihara ikan pemakan jentik, menabur larvasida, gunakan kelambu pada saat tidur, memasang kasa pada ventilasi rumah, melakukan penyemprotan nyamuk dengan insektisida, memasang obat nyamuk yang mengandung DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide) dan memeriksa jentik secara berkala.

DIARE : pengertian dan jenis diare (mencret)

Pengertian diare dan jenis-jenis diare berdasarkan atas tanda klinis dan berbagai penyebab yang mengakibatkan terjadinya diare.

Pengertian Diare
Diare adalah kondisi dimana buang air besar terjadi lebih sering yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi feses yang cair. Pengertian kata diare (mencret/diarrhea/diarrhoea) berasal dari bahasa yunani yaitu “dia” artinya membuang dan “rheo” artinya mengalir. Pada saat diare, terjadi peningkatan dari gerakan (motilitas) usus, malabsorpsi air di usus besar dan pelepasan sejumlah besar sekresi inflamasi atau transudat. Diare menyebabkan kehilangan cairan, dan mungkin mengancam nyawa, terutama pada anak-anak dan orang-orang yang kekurangan gizi atau memiliki gangguan kekebalan.

Anak diare-mencret di toiletBanyak orang akan mengalami diare sekali atau dua kali setiap tahun. Ini biasanya berlangsung dua sampai tiga hari dan dapat diobati dengan obat-obatan. Dalam kebanyakan kasus, diare adalah gejala akut atau kronis dari kolitis enteritis yang dapat disebabkan oleh berbagai organisme bakteri, virus dan parasit. Diare juga dapat terjadi dari infeksi menular melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi, atau dari orang ke orang sebagai akibat dari kebersihan atau hygiene yang buruk.

Pada tahun 2009, angka kematian dari orang yang menderita diare diperkirakan mencapai 1,1 juta dengan usia 5 tahun dan lebih. Sementara 1,5 juta kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Solusi penanganan diare dengan memberikan oralit yang menjadi pengobatan pilihan diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak pada 25 tahun terakhir, dan dalam kasus dimana oralit tidak tersedia, oralit buatan sendiri juga sering digunakan.

Jenis Diare berdasarkan tanda klinis
Menurut WHO, berdasarkan tanda klinisnya, diare dibagi dalam 3 jenis yaitu:

  • Diare akut yang berlangsung dalam beberapa jam atau hari, misalnya pada penyakit kolera.
  • Diare berdarah akut biasa juga disebut disentri.
  • Diare persisten yang berlangsung selama 14 hari atau bahkan lebih lama.

Jenis diare (mencret) berdasarkan penyebab
Jenis-jenis diare ini ditentukan dari penyebab diare itu sendiri, yaitu:

  • Diare infeksi akibat dari disentri, salmonellosis, penyakit gizi, penyakit virus (virus diare), amoebiasis, dll
  • Diare gizi kemungkinan pada pola makan yang salah atau jika Anda alergi terhadap makanan tertentu.
  • Diare dispepsia terjadi pada kesalahan dalam pencernaan makanan akibat dari kurangnya sekresi di lambung, pankreas, hati dan usus kecil tidak memadai dalam mengalokasikan enzim tertentu.
  • Diare keracunan berkaitan dengan uremia, keracunan merkuri, arsenik.
  • Diare obat-obatan karena terjadi kematian flora normal usus.
  • Diare neurogenik ditemukan pada gangguan regulasi saraf dari aktivitas motorik usus, misalnya, diare terjadi di bawah pengaruh kegembiraan atau ketakutan.
  • Diare berat dan lama terjadi pada pasien dengan kekurangan gizi yang berat dan kronis, kekurangan vitamin, ditandai perubahan organ dalam.

Dokter dan Diagnosa Autisme

Cara dokter dapat melakukan diagnosa autisme secara efisien pada anak-anak. Diagnosa autisme sulit untuk dilakukan dan bahkan lebih sulit diobati.

Ketika seorang dokter yang pertama mendiagnosa bahwa anak Anda telah autisme, Anda mungkin bereaksi tidak percaya dan mencari pendapat dari dokter kedua, ketiga, atau bahkan pendapat dari dokter keempat. Karena autisme begitu berbeda dalam setiap anak, autisme adalah gangguan yang sulit untuk didiagnosa. Namun, ada beberapa cara di mana dokter dapat mengidentifikasi secara efisien autisme pada anak-anak, dan jika bayi atau anak Anda menunjukkan salah satu tanda-tanda autisme, Anda harus segera mengunjungi dokter anak Anda untuk mengekspresikan keprihatinan Anda.

Diagnosa AutismeAutisme terjadi pada usia muda, yang akan berkembang hingga dewasa. Biasanya terdeteksi sebelum usia tiga tahun, dan lebih banyak terjadi lebih awal. Tanda-tanda pertama autisme biasanya terjadi penundaan atau regresi dalam berbicara atau komunikasi. Tanda awal lainnya adalah perilaku abnormal dalam situasi permainan kelompok dan situasi sosial lainnya. Langkah pertama untuk mendiagnosa autis adalah pemeriksaan fisik secara menyeluruh serta tinjauan riwayat keluarga dengan seorang dokter spesialis. Walaupun dokter umum Anda akan dapat melihat perilaku yang tidak biasa, Anda pasti ingin anak Anda untuk diperiksa oleh seorang dokter yang lebih profesional (dokter spesialis) yang mengkhususkan diri dalam autisme dan penyakit serupa lainnya untuk memastikan anak Anda didiagnosis dengan benar.

Langkah berikutnya termasuk tes pendengaran. Keterlambatan dalam bahasa dan keterampilan sosial bisa disebabkan oleh sensasi pendengaran yang tidak terlalu baik – inadequate auditory sensations. Ada dua jenis tes pendengaran (auditory test), salah satu yang merekam nada seorang anak bisa mendengar dan yang lain yang membutuhkan sedasi dan menilai respon otak pada nada tertentu. Tentu saja, metode pertama lebih disukai, karena tidak memerlukan penggunaan obat penenang. Setelah menguji pendengaran, dokter Anda kemungkinan akan memberikan sugesti pada Anda agar Anak dites Fragile X syndrome, yang sering kali berbarengan dengan autisme. Metabolisme juga dapat dievaluasi. Untuk melakukan hal ini, dokter Anda akan memerlukan sampel darah atau air seni untuk menganalisis DNA.

MRI atau CAT scan juga dapat membantu dalam mendiagnosis autisme. Yang penting adalah bekerja sama dengan dokter yang Anda percayai. Kedua pendapat tersebut bisa sangat membantu, tetapi ketika anak Anda telah didiagnosis, tetapkan agar hanya pada seorang dokter sehingga perawatan dapat seragam dan agar anak Anda akan terbiasa orang ini. Autisme sulit untuk didiagnosa dan bahkan lebih sulit diobati, jadi ingat bahwa Anda harus mulai untuk belajar sebisa mungkin mengetahui secara dini seperti dokter Anda mengidentifikasinya. Jika Anda sudah berbicara dengan dokter Anda tentang perilaku abnormal pada anak Anda, lakukan segera. Dengan mendeteksi autisme lebih awal, Anda masih mampu memberi kesempatan yang lebih baik kepada anak anda untuk menjadi lebih baik.

Mumps (Parotitis Epidemika)

Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh, akut, kelenjar ludahnya membesar nyeri, terutama kelenjar parotis, merupakan tanda-tanda yang biasa ada.

I. PENDAHULUAN

Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh, akut, yang kelenjar ludahnya membesar nyeri, terutama kelenjar parotis, merupakan tanda-tanda yang biasa ada.1 Nama parotitis epidemica kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah. Merupakan suatu penyakit menular yang akut.2

II. ETIOLOGI

Disebabkan oleh virus.3 Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus yang juga mencakup parainfluenza, campak, dan vius penyakit Newcastle. Hanya diketahui ada satu serotip. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus. Virus telah diisolasi dari ludah, cairan serebrospinal, darah, urin, otak dan jaringan terinfeksi lain.1 Mumps merupakan virus RN rantai tunggal dan anggota dari family Paramyxoviridae, genus Paramyxovirus. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutinin-neuramidase dan perpaduan protein. Virus mumps sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet­­­­­­.4

III. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI

Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis, virus dapat pula diisolasi dari faring. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun, kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun, kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun.5

IV. PATOGENESIS

Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut; proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Pada manusia selama fase akut, virus mumps dapat diisoler dari saliva, darah, air seni dan liquor. Mumps ialah suatu infeksi umum.2

Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan.3

V. MANIFESTASI KLINIS

Masa tunas 14 sampai 24 hari. Dimulai dengan stadium prodromal, lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam, anoreksia, sakit kepala, muntah dan nyeri otot. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38,5 0C sampai 39,50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan, terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam, ini merupakan gejala khas untuk parotitis epidemika.3

Infeksi Kelenjar Ludah

Perjalanan penyakit klasik dimulai dengan demam, sakit kepala, anoreksia dan malaise. Dalam 24 jam anak mengeluh sakit telinga yang bertambah dengan gerakan mengunyah, esok harinya tampak glandula parotis membesar yang cepat bertambah besar, mencapai ukuran maksimal dalam 1 sampai 3 hari. Biasanya demam menghilang 1 sampai 6 hari dan suhu menjadi normal sebelum hilangnya pembengkakan kelenjar. Bagian bawah daun telinga terangkat ke atas dan keluar oleh pembengkakan glandula parotis. Pembengkakan dapat disertai nyeri hebat; nyeri mulai berkurang setelah tercapai pembengkakan maksimal berlangsung kira-kira selama 6 – 10 hari. Biasanya satu glandula parotis membesar kemudian diikuti yang lainnya dalam beberapa hari. Adakalanya kanan dan kiri membesar bersamaan. Parotis unilateral ditemukan kira-kira 25 %. Pembengkakan glandula submaksilaris dapat dilihat dan diraba di depan angulus mandibulae. Mumps glandula submaksilaris tanpa parotitis secara klinis tidak dapat dibedakan dengan adenitis cervical.2

Epididymo-orchitis

Menduduki tempat kedua pada lelaki dewasa menurut frekuensi manifestasi klinis, biasanya timbul sporadik parotitis dapat mendahului parotitis atau sebagai manifestasi sendiri daripada mumps. Epididimitis selalu disertai orchitis. Ditemukan 20-30%, unilateral pada lelaki yang menderita mumps sesudah pubertas, insiden orchitis bilateral rendah, kira-kira 2 %.

Orchitis kebanyakan terjadi dalam 2 minggu pertama. Adakalanya di minggu ketiga. Diagnosis mumps orchitis tanpa parotitis ditegakkan dengan titer complement fixing antibodies yang meningkat selama masa rekonvalesensi.

Orchitis dimulai dengan tiba-tiba demam, menggigil, sakit kepala, nausea, muntah dan nyeri abdomen bagian bawah. Keluhan-keluhan tersebut biasanya paralel dengan beratanya orchitis. Lamanya demam jarang lebih dari 1 mingggu, demam turun secara krisis atau lysis. Bersama timbulnya demam, testis membengkak cepat disertai nyeri yang hebat. Tidak ada kekhawatiran akan impotensi atau sterilitas sebab:

– Orchitis kebanyakan unilateral

– Bila ada orchitis bilateral, sangat jarang terjadi atrofi total pada kedua testis.2

Meningoencephalitis

Insiden kira-kira 10%, biasanya timbul 3-10 hari sesudah parotitis, dapat juga mendahului parotitis. Ditandai oleh demam, sakit kepala, nausea, muntah, kaku kuduk, gangguan kesadaran dan jarang ada kejang. Positive Brudzinski’s and Kernig’s Signs. Liquor menunjukkan plecytosis dengan kebanyakan limfosit, protein meninggi, glukosa dan klorida normal.

Biasanya demam menurun secara lysis dalam 3-10 hari. Perjalanan penyakit serupa benign aseptic meningitis dan biasanya tanpa sequelae.2

Pankreatitis

Kelainan berat teapi jarang skali, tia-tiba ada keluhan hebat di epigastrium disertai demam, menggigil, lemah sekali,nausea dan muntah. Keluh kesah hilang perlahan – lahan dalam 37 hari, biasanya sembuh sempurna. Bila seorang perempuan menderita mumps disertai nyeri abdomen bagian bawah berarti ada oophoritis, bila ovarium kanan yang sakit maka keadaan tersebut mungkin tidak dapat dibedakan dengan acute appendicitis.

Kelenjar lain yang dapat meradang pada mumps, walaupun jarang ialah tiroiditis, mastitis, dacryoadenitis dan bartholinitis.2

Pemeriksaan Laboratorium

Jumlah lekosit normal atau terdapat leukopenia dengan limfositosis relatif. Sebagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan complement-fixing antibody test, neutralization test, isolasi virus, uji intradermal dan pengukuran kadar amylase dalam serum.2

VI. DIAGNOSIS

Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis. Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu. 3

– Keterangan klinis berupa :

– ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya

– gambaran klinis serupa parotitis

– tanda-tandaaseptoc meningitis

– Iksolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumops antibodies:

· Complement fixation antibodies (CF)

· Hemagglutination inhibitor antibodies (HI)

· Virus neutralizing antibodies (NT)

CF paling praktis dan paling dipracya. Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas. Titer meningkaty lebih ari 4 kali atau lebih berarti mumps.

Keterangan Laboratorium tambahan

Kadar amylae dala serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis. Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits, puncaknya tercapai di minggu ke-1, berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3. kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi.2

VII. DIAGNOSIS BANDING

Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain, seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV), influenza, parainfluenza 1 dan 3, sitomegalovirus, atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik;

– Parotitis supuratif, dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus

– Parotitis berulang, suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui, tetapi mungkin bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas

– Kalkulus salivarius, menyumbat saluran parotis, atau lebih sering saluran submandibuler dimana pembengkakan intermitten,

– Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun,

– Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang

– Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika, misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik, atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya.1

VIII. PENGOBATAN

Istirahat di tempat tidur selama masa panas dan pembengkakan kelenjar parotis. Simtomatik diberikan kompres panas atau dingin dan juga diberikan analgetika. Diet makanan cair dan lunak. Kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Self limiting disease. Perjalanan penyakit tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba.2,3

IX. PROGNOSIS

Pada umumnya bagus sekali, kematian sangat jarang. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dabn jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan. Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen.1

X. PENCEGAHAN

Perlindungan pasif

Gammaglobulin biasanya tidak efektif. Khasiat mumps immunoglobulin juga tidak jelas.

Imunisasi aktif

– Inactivated mumps virus vaccine tidak efektif

– Live attenuated mumps virus vaccine Jery Lin mulai digunakan 1968 di USA, tidak disertai demam.

– Suntikan subkutan, kira-kira 95% akan membuat mumps antibodies tetapi antibodinya jauh lebih rendah daripada diperoleh sesudah menderita mumps. Vaksinasi memberikan perlindungan yanhg bagus sekali paling sedikit 4 tahun. Tidak dianjurkan kepada:

· Anak dibawah 1 tahun yang alergi terhadap protein telur/neomycin

· Yang mendapat obat-obatan immunosupresif

. Ada kombinasi dengan vaksin morbili dan vaksin rubella.2