5 Penyebab umum dari PPOK

PPOK adalah keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas Anda dimana nafas tidak sepenuhnya reversibel, dan berlangsung secara progresif.

PPOK

Kepanjangan dari PPOK adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau dalam istilah asingnya Chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Apabila Anda mengalami keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas dimana nafas Anda tidak sepenuhnya reversibel, dan berlangsung secara progresif, maka Anda kemungkinan terkena PPOK. PPOK biasanya disebabkan karena adanya proses inflamasi paru akibat terpapar oleh gas berbahaya sehingga timbulnya gangguan sistemik dalam tubuh Anda.

Ada 5 penyebab umum dari PPOK yaitu:

  1. Merokok. Tidak salah lagi bahwa merokok adalah adalah alasan paling sering orang terkena PPOK. Tentu saja asap yang dihirup mengandung zat-zat yang dapat menbahayakan bagi paru-paru. Ini dapat juga terdapat dalam produk-produk berkaitan dengan tembakau atau asap pipa.
  2. Asap rokok. Anda yang tidak merokok sekalipun dapat terkena PPOK jika Anda hidup atau dekat dengan orang yang sering merokok. Asap yang Anda hirup dari seseorang yang merokok menjadikan Anda sebagai perokok pasif.
  3. Polusi dan asap. PPOK juga bisa disebabkan dari polusi udara. Udara yang tercemar oleh uap kimia, debu, atau zat beracun di tempat kerja adalah sumber penyebab Anda terkena PPOK.
  4. Genetik. Sekitar 3 dari 100 orang dengan PPOK terdapat cacat dalam DNA mereka, suatu kode yang memberitahu tubuh Anda bagaimana untuk bekerja dengan baik. Cacat ini disebut juga dengan defisiensi alfa-1 antitrypsin atau kekurangan AAT. Paru-paru dalam tubuh Anda tidak cukup mengandung protein yang sangat dibutuhkan untuk melindungi mereka dari adanya kerusakan, tentu saja hal ini dapat menyebabkan PPOK berat. Jika Anda atau anggota keluarga Anda memiliki masalah paru-paru yang cukup serius – terutama pada usia muda – Anda kemungkinan kekurangan AAT.
  5. Asma. Meskipun jenis penyakit ini jarang menyebabkan PPOK, akan tetapi asma berpotensi dalam menimbulkan masalah lain terhadap paru Anda, seperti PPOK. Asma yang tidak pernah ditangani atau diobati dengan baik, dari waktu ke waktu Anda bisa mengakibatkan kerusakan dalam paru seumur hidup.

Diagnosis PPOK harus dipertimbangkan pada siapa saja yang memiliki gejala dyspnea, batuk kronis atau produksi sputum, dan / atau riwayat paparan faktor risiko seperti merokok. Tidak ada gejala atau tanda tunggal yang dapat menyingkirkan diagnosis PPOK, sekalipun PPOK jarang terkena pada orang di bawah usia 40 tahun.

Author: Jevuska

Rachmanuddin Chair Yahya a.k.a Jevuska is the founder of Jevuska.Com, a qualified web about offering medical articles, blogging, tips, and tutorial of WordPress. Having written for Jevuska since 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Use tag [php] to add code, e.g. [php]<?php echo $var; ?>[/php]